Arini

Arini
Bab 31



Hampir seminggu sudah mereka bersama, kini tiba gilirannya Devandra mengenalkan Arini ke keluarga Devandra, Malam itu Arini berusaha tampil secantik mungkin, dia ingin membuktikan kalau dia memang pantas bersanding dengan Devandra meski Arini tahu, Arini memang bukanlah dari golongan kelas menengah ke atas tapi Arini berusaha untuk bisa menyesuaikan diri dan tidak membuat Devandra merasa malu jika bersanding dengannya, berkali kali Arini berkaca, seakan akan mencari kekurangan yang ada di dalam dirinya, karena dia ingin berusaha tampil secantik mungkin agar Devandra bangga dengannya


"Apa kamu sudah selesai?" tanya Devandra sambil membenarkan kancing lengan jasnya, begitu melihat Arini yang tengah berkaca dia langsung terdiam, Arini menggunakan gaun malam yang baru dibelikan oleh Devandra kemarin sore, kemarin tiba tiba ada seseorang yang mengantarkan sebuah kotak besar untuk dirinya, awalnya Arini mengira kotak besar itu yang dikirim ke apartemennya adalah salah alamat, namun begitu mendapatkan pesan dari suaminya Devandra kalau kotak besar itu untuknya, Arini langsung menerimanya dan dengan penasaran dia langsung membuka kotak besar tersebut


Berapa terkejutnya Arini, ketika dia melihat isi yang ada di dalam kotak besar tersebut, yaitu sebuah gaun yang cantik berwarna biru malam, dengan sedikit taburan permata, dan terlihat mewah dan elegan, belum lagi dengan satu set perhiasan yang ada di dalam kotak kecil satunya lagi, kembali lagi ada pesan yang masuk lewat handphonenya Arini, Arini langsung membaca pesan tersebut yang ternyata itu dari Devandra yang berharap Arini menyukai hadiahnya, dan belum sempat Arini membalas tiba tiba bel pintu apartemen berbunyi lagi lalu dengan segera Arini langsung membuka pintunya dan kembali lagi Arini mendapatkan sebuah kotak yang berisikan sepatu untuknya, Arini langsung terkagum kagum dengan hadiah yang diberikan oleh Devandra, karena baru kali ini dia bisa merasakan, menyentuh dan menggunakan gaun berikut perhiasan dan sepatu yang mahal, yang mungkin dia sendiri akan berpikir seribu kali untuk membeli barang barang seperti ini, Arini dengan terharu mengucapkan syukur diberikan seorang suami yang tampan dan baik hati kepada dirinya


Dan kini Arini tengah bercermin didepan kaca, memandang dirinya seakan tidak percaya, tadi sore Devandra menyuruh salah satu penata rias yang terbaik di kotanya untuk datang ke apartemen, mendandani Arini, awalnya Arini keberatan namun karena paksaan dari suaminya, akhirnya Arini mau di make up oleh make up artist, dan sekarang Arini tampil sangat cantik


"Mas aku sudah siap" ucap Arini dengan malu malu, Devandra menatap Arini tampak tidak berkedip dia masih terpesona dengan kecantikan isterinya sendiri, Arini tidak mendapatkan respon dari Devandra akhirnya melangkah menghampiri Devandra dengan hati hati, karena dia baru pertama kali menggunakan sepatu high heels, kemarin dia sudah belajar menggunakan sepatu high heels agar nantinya dia tidak terjatuh minimal tidak memalukan suaminya di mata keluarganya


Arini menyentuh pundak suaminya membuyarkan lamunan dari Devandra


"Ada yang salah dengan penampilan aku kali ini?" tanya Arini menatap Devandra dengan lembut


Devandra yang sedang melamun langsung tergagap begitu bahunya disentuh oleh Arini


"Kamu cantik Arini, dan aku sampai pangling melihat kamu berdansa seperti ini" puji Devandra kepada Arini, yang membuat Arini tersenyum malu kepada suaminya


"Kamu bisa saja mas, ayok kita jalan sudah hampir terlambat" ajak Arini kepada Devandra, yang langsung dijawab anggukan kepala oleh Devandra, mereka berdua meninggalkan apartemen mereka dengan berjalan beriringan sambil bergandengan tangan


Di hati Arini sebenarnya timbul rasa was was dan rasa khawatir, takut kalau dirinya tidak diterima oleh keluarga Devandra yang notabene keluarga nomor satu terkaya di kota besar itu


Devandra yang melihat wajah Arini yang tampak khawatir langsung tersenyum, Devandra langsung mengencangkan gandengan tangannya sambil menepuk telapak tangan Arini yang sedikit berkeringat


"Jangan khawatir, kalau seandainya terjadi apa apa dengan kamu, ada aku yang akan siap membela kamu dan aku janji sama kamu, kalau misalkan keluarga aku membuat kamu tidak nyaman, kita akan bisa pergi dari situ" ucap Devandra berusaha menenangkan hati Arini, Arini hanya bisa tersenyum simpul tidak berkata apapun juga, dia hanya bisa menghela nafas panjang dan berharap semuanya baik baik saja


Jalanan saat menuju ke restoran tempat dimana Devandra mengundang keluarga intinya terlihat tidak begitu padat, Arini memandang keluar jendela, banyak gedung gedung menjulang tinggi dengan lampu lampu yang sudah dinyalakan menambah terang jalanan di malam hari ditambah dengan lampu lampu jalan raya, Arini berusaha menghilangkan kegelisahan di hatinya dengan memandang kesamping sambil melihat lihat lampu jalanan


"Sudah sampai" kata Devandra sambil mematikan mesin mobilnya, dan lalu membuka pintu mobilnya, Arini menatap punggung Devandra sambil menghela nafas panjang, mencoba menguatkan hatinya sendiri, pintu mobil di bagian Arini dibuka oleh Devandra


"Ayo turun" ujar Devandra sambil mengulurkan tangannya sambil membantu Arini untuk turun, tampak dibelakang Devandra sudah ada petugas parkir yang akan membawa mobilnya menuju ke parkiran, Arini langsung turun dengan bantuan Devandra, Devandra langsung memberikan kunci mobilnya ke petugas parkir, setelah itu mereka berdua masuk ke dalam restoran mewah tersebut


Pelayan restoran langsung membuka pintu restorant setelah mengucapkan salam, mereka langsung mengantarkan Devandra dan Arini untuk masuk ke dalam, ke ruangan yang sudah dipesan oleh Devandra atas nama dirinya, restoran itu sangat mewah, tidak banyak orang yang datang pada saat itu, suasana yang lumayan tenang diiringi alunan musik saxophone membuat suasana di dalam restoran tersebut semakin terasa kemewahannya, namun itu tidak dapat mencegah kegugupan Arini saat itu


Arini dan Devandra terus melangkah masuk ke dalam, menuju ke sebuah ruangan yang sudah dipesan oleh Devandra


"Silahkan Tuan, mereka sudah ada di dalam semuanya" kata pelayan itu dengan nada sopan dan hormat


"Terima kasih" jawab Devandra lalu dia mengeluarkan beberapa uang berwarna merah dan dia selipkan di saku seragam pelayan tersebut


Begitu melihat yang yang diberikan oleh Devandra, pelayan tersebut tampak sangat kaget dan terlihat terharu


"Terima kasih banyak Tuan" ucap pelayan itu sambil menunduk


"Buat keluarga kamu, ambillah" kata Devandra dengan nada tenang


"Sekali lagi terimakasih" jawab pelayan itu, lalu kemudian dia undur diri meninggalkan Devandra dan Arini berdua di luar ruangan itu


"Kamu sudah siap?" tanya Devandra menatap Arini dengan tatapan lembut, Arini hanya menganggukkan kepalanya walaupun hatinya bergejolak dan perutnya seakan seperti diaduk, rasanya dia ingin lari dan mengatakan kalau dirinya belum siap untuk menemui keluarga dari Devandra tapi dia juga tidak boleh menjadi pengecut seperti itu, dia harus menghadapi keluarga Devandra walaupun itu mungkin sangat terburuk untuk dirinya, beginilah kalau menikah yang perbedaan materinya terlalu jauh begitu pikir Arini


"Loh kok kamu malah melamun, ayok kita masuk" ucap Devandra sambil tersenyum, Devandra kembali menggandeng Arini dan membuka pintu ruangan tersebut dan disana tampak keluarga dari Devandra yang sedang sibuk berbincang bincang langsung menoleh ke arah pintu yang terbuka


"Selamat malam" sapa Devandra sambil tersenyum kepada mereka yang ada di dalam ruangan tersebut, suasana yang tadinya cair langsung hening seketika melihat Devandra masuk membawa seorang wanita yang mereka kenal sebelumnya