Arini

Arini
memasang lift di rumah



Seperti yang di ucapkan oleh andreaz kemarin, hari ini beberapa pekerja sedang melakukan pekerjaan mereka sesuai permintaan andreaz.


tuan david yang baru saja turun langsung menghampiri sang istri yang sedang sibuk menata sarapan di meja makan.


''mah, ada apa ini?kenapa banyak orang asing di rumah kita?.''tanya tuan david yang terlihat kaget.


''entahlah, pah. Mama juga tidak tahu kata bibi , mereka adalah orang yang akan memasang lift di rumah kita. ''jawab nyonya rey yang sibuk menyusun makanan di atas meja.


''siapa yang suruh?''tanya tuan david .


''siapa lagi kalau bukan anak nakal itu, biarkan saja mungkin dia ingin istrinya tidak kecapean saat akan turun atau naik ke atas. ''ucap nyonya rey.


''tumben tuh anak gerak cepat, biasanya tidak perduli dengan hal seperti ini. ''ucap tuan david yang memang sangat paham betul watak sang anak.


''tuh mereka turun. ''ucap nyonya rey saat melihat andreaz yang sedang menggendong arini menuruni anak tangga.


''mas, turunkan aku. Mama sama papa ngeliatin kita. ''ucap arini yang merasa tidak enak.


Andreaz tidak menjawab , dia terus saja menggendong arini sampai di meja makan.


Tuan david dan nyonya rey hanya geleng-geleng kepala , mereka tersenyum melihat rumah tangga anak menantunya yang semakin romantis.


''pagi,mah , pah. ''ucap arini tersenyum malu.


''pagi, sayang. Bagaimana, apa kamu merasa mual atau pusing atau pengen sesuatu?''tanya nyonya rey .


''arini tidak mual juga tidak pusing,mah.''jawabnya dengan lembut.


''yang masih merasakan pusing dan mual itu, mas andreaz. ''sambungnya.


''apa masih sering mual , andreaz?''tanya nyonya rey.


''sudah lebih baik, mah. ''jawab andreaz .


''syukurlah, kalau begitu kamu hari ini sudah bisa masuk kantor . Karena papa harus ke rumah sakit , ada masalah di sana. ''ucap david .


''mana bisa, pah. Aku akan masuk kantor jika pemasangan lift selesai dan aku bisa tenang saat bekerja tanpa harus memikirkan istriku yang harus naik turun tangga. ''sahut andreaz yang belum bisa untuk berangkat ke kantor.


''mas ,tidak apa. Aku akan pelan-pelan naik tangganya. ''ucap arini dengan lembut. Ia tidak ingin tuan david dan nyonya rey membencinya karena sikap andreaz yang terlalu memanjakannya.


''baiklah, tapi sampai kapan pemasangannya akan selesai?''tanya tuan david , dia sangat bangga


kepada putranya yang sangat memperhatikan keselamatan istrinya.


''mungkin besok, pah. Andreaz sudah bayar mahal agar proses pemasangannya cepat tetapi tetap terjamin keamanannya. ''sahut andreaz menatap kearah belasan orang yang sedang menjalankan tugas masing-masing.


''bagus, lebih cepat lebih baik. ''ucap tuan david sambil melipatkan kedua tangannya di depan dada melihat ke arah para pekerja.


''ayo , kita sarapan . Papa juga harus ke rumah sakitkan. ''ucap nyonya rey mengingatkan sang suami.


Merekapun sarapan , andreaz yang sedikit terasa mual saat mencoba nasi goreng udang buatan sang mama , biasanya ia akan langsung menghabiskan nasi goreng tersebut dengan lahap . Tapi tidak kali ini, ia terlihat sangat ingin memuntahkan semua yang ada di dalam perutnya setelah mencoba memakannya.


''huek . ''andreaz memuntahkan nasi goreng yang baru satu sendok ia makan , tidak hanya itu semua yang ia makan sejak semalam juga ikut keluar .


''mas, minum dulu''ucap arini memberikan jahe hangat kepada suaminya.


andreaz mengambil gelas tersebut dan meminumnya, sedikit lega rasanya setelah minum jahe hangat buatan sang istri.


''nanti biar mama masakkan sup daging saja , setelah pspa berangkat. ''ucap nyonya rey yang merasa kasihan degan anak nakalnya itu.


Setelah merasa enakan, arini pun mengajak andreaz untuk menghirup udara segar di taman .


''sayang, kamu jangan terlalu capek . Ingat ! Ada baby kita di sini. ''ucap andreaz pelan sambil mengelus perut arini yang masih terlihat rata.


''iya, mas. Aku kan hanya duduk disini nemenin kamu. ''sahut arini tersenyum. suaminya ini bener-benar berlebihan , bahkan arini hampir saja menunda pembukaan toko kuenya. Beruntung sang mama mertua masih mendukungnya sehingga sang suami mau tidak mau menurut jika sang mama yang sudah turun tangan.


ditempat lain


tama berniat hari ini akan menemui tuan mike setelah ia pulang dari kantor. Sebenarnya ada rasa rindu yang terpendam didalam hatinya, ia rindu akan masa kecilnya bersama sang ayah. Sedikit-sedikit ia mengingat waktu bersama sang ayah, tapi hanya sekilas. Selebihnya ia tidak mengingat apapun lagi tentang masa kecilnya.


''maaf, pak tama. Ada tamu . ''ucap sekretaris tama saat masuk ke ruangan tama.


''tamu ! Siapa?''tanya tama mengerutkan keningnya.


''seorang wanita cantik, tuan. ''ucap sekretaris.


''tidak, pak. wanita itu hanya bilang jika ia ingin bertemu anda. ''ucap sekretaris dengan sopan.


''ya sudah, kamu suruh masuk keruangan saya. ''ucap tama, ia sangat penasaran siapa wanita cantik itu.


Sekretaris pun pergi menemui wanita itu dan menyuruhnya untuk langsung masuk kedalam ruangan tama.


Tok


Tok


''masuk. ''ucap tama tanpa melihat ke arah pintu.


Seorang wanita cantik, dengan tubuh semampai terlihat tampak masih sangat muda. Ia tersenyum smirk saat tama masih sibuk dengan beberapa berkasnya tanpa menoleh ke arahnya.


Ia mendekati tama, dan melingkarkan tangannya ke leher tama dari belakang.tama kaget ketika sebuah tangan melingkar dilehernya.


''kak . ''panggil wanita itu pelan.


Deg


Merasa mengenal pemilik suara , tama dengan pelan memutar tubuhnya. Ia kaget, ternyata wanita cantik yang sedang melingkarkan tangannya dilehernya ternyata sang pacar yang beberapa minggu ini belum sempat ia temui.


''sayang ! ''ucap tama kaget sekaligus bahagia .


''kamu, sejak kapan berada disini?''tanya tama melepaskan tangan indah dari lehernya dan berjalan ke arah pintu lalu menguncinya.


''sejak kau sibuk dengan berkas- berkas mu itu. ''sahutnya tersenyum. kini tama sudah melingkarkan tangannya di pinggang indah.


''kapan kau sampai, kenapa tidak menghubungiku . Aku bisa menjemput mu. ''ucap tama, ia memang belum mengetahui jika indah selama ini memang tinggal di kota ini , yang ia tahu jika indah tinggal di kota yang berbeda darinya.


''maaf, aku tidak memberitahu mu. Aku sengaja buat ngasih kejutan dan taraaa , sekarang aku berada disini. ''ucap indah tersenyum dengan tingkahnya yang lucu.


''kenapa kamu begitu menggemaskan?''tanya tama , ia mulai mendekatkan wajahnya ke wajah indah hingga kening mereka menempel. nafas keduanya bersautan , tama mendekatkan bibirnya lalu menempelkannya . Karena tidak ada penolakan tama pun mencoba menerobos masuk kedalam ia melum** dengan lembut serta menye*** bibir seksi milik indah.


Tapi pagutan mereka terhenti saat terdengar suara ketukan dari pintu.


Tama menghembuskan nafasnya kesal, siapa yang sudah mengganggunya saat ia sedang melepas rindu dengan sang pujaan hati.


Indah hanya tersenyum saat melihat raut wajah tama yang menahan kesal.


Ceklek


''sia... Pa?''tanya andreaz terbata saat ia membuka pintu ternyata tuan david yang baru datang dan ingin bertemu dengannya.


''pa... Pa, eh maksud saya tuan david. ''ucap tama terbata, ia kaget , karena ia sekarang sedang bersama indah di ruangannya.


''kenapa kamu, tama?''tanya tuan david heran , tapi saat ia melihat kedalam, ternyata ada wanita muda yang sedang berada didalam ruangan anak angkatnya tersebut.


''papa tunggu di ruangan , papa. ''ucap tuan david dan pergi dari sana.


"mampus lho, tama. Tamatlah sudah hidup lho. " batin tama .


''kak ! ''panggil indah pelan.


''eh, iya. Ada apa?''tanya tama kaget.


''kakak, kenapa? Kok kaget gitu ?''tanya indah .


''gak apa-apa. ''sahut tama .


''tadi itu siapa, kak?''tanya indah penasaran, karena ia sempat bertatapan dengan tuan david tadi.


''oh, itu. Dia orang tuanya andreaz. ''ucap tama yang berusaha santai.


''hmm. ''jawab indah mengangguk mengerti.


''sayang, maaf. Bukannya aku ngusir kamu tapi aku ada urusan , apa kamu mau menunggu ku atau pulang ke apartemen mu. Aku janji setelah selesai aku akan menemui mu dan mengajak mu ke suatu tempat. ''ucap tama dengan lembut.


''ya sudah, kak. Aku pulang ke apartemen saja, tapi janji setelah selesai kakak jemput aku di apartemen. 'ucap indah tersenyum.


''iya, sayang. Kalau gitu aku antar ke bawah ya, karena sebentar lagi aku akan keruangan tuan david. ''ucap tama dengan lembut, indah tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


๐Ÿฐterimakasih sudah membaca sampai bab ini, jangan lupa buat vote dan giftnya buat author ๐Ÿ˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜