Arini

Arini
air faaz muhammad



🐰happy reading😘


Dua hari kemudian, arini sadar dari tidur panjangnya . Yang pertama ia cari saat pertama kali membuka matanya adalah sang papa. Entah kenapa , ia tiba-tiba sangat merindukan tuan mateo.


''papa. ''ucap arini , ia seperti orang yang terbangun karena mimpi buruk.


Andreaz, yang tertidur membuka matanya kaget saat mendengar suara arini.


''sayang, kamu sudah sadar. ''ucap andreaz tersenyum bahagia.


''mas, aku ada dimana?''tanyanya.


''kamu di rumah sakit , sayang. ''jawab andreaz dengan senyum terukir di wajahnya.


''perut, ku. Mas bayi kita dimana? Kenapa perut , ku nampak rata?''tanya arini kaget saat ia memegang perutnya, tapi sudah kembali rata .


''baby kita sehat, sayang. Dia masih di dalam inkubator karena, ia lahir belum pada waktunya jadi organ tubuhnya belum berfungsi dengan baik. Tapi sekarang , baby kita sudah terlihat gendut hanya tinggal beberapa minggu lagi kita bisa membawanya pulang ke rumah. ''jelas andreaz yang tahu kekhawatiran istrinya.


''alhamdulillah syukurlah. Oh iya, papa sama mama mana, mas?''tanya arini.


''mama sama papa baru saja pulang, mungkin besok mereka akan kesini lagi. ''ucap andreaz . Ia tak henti-hentinya tersenyum , ia sangat bahagia saat ini karena istrinya sudah kembali sadar.


''mas,apa aku bisa melihat bayi kita?'''tanya arini.


''besok saja ya, sayang. Karena ini sudah sangat malam dan kamu juga harus istirahat. ''tolak andreaz halus, ia tidak ingin istrinya lelah mengingat kondisi arini yang baru sadar .


''tapi, mas. Aku rasanya sudah tidak mengantuk . ''ucapnya.


''hmm, baiklah. Aku panggil dokter dulu . ''ucap andreaz , lalu memencet bel yang ada di samping arini.


Tidak lama, dokter jaga pun masuk kedalam ruang rawat arini.


''wah, nona sudah sadar?''tanya dokter tersenyum. Arini hanya menjawab dengan senyuman yang nampak dari wajahnya yang tidak mengenakan cadar .


''maaf, dok. Istri saya ingin melihat bayi kami , apa boleh kami melihatnya sekarang?''tanya andreaz. Walaupun ini rumah sakit milik keluarganya tapi, ia tidak ingin memaksakan kehendaknya jika itu akan membahayakan kondisi arini.


''sebentar,saya periksa dulu kondisi nona arini. Karena beliau baru sadar dari tidur panjangnya. ''ucap dokter dengan lembut.


Setelah memeriksa kondisi , arini. Yang nampak sudah sangat baik tapi ia masih belum bisa sepenuhnya menggerakkan tubuhnya karena terlalu lama tertidur , sehingga membuat otot-ototnya menjadi kaku.


''sebentar biar saya ambilkan kursi roda dulu , karena kaki nona arini masih susah untuk di gerakan. ''ucap dokter, lalu keluar untuk mengambilkan kursi roda . Tidak lama, dokter pun masuk membawa kursi roda buat arini.


''tuan, nona arini di dudukan di kursi roda saja karena otot-otot kakinya belum bisa digerakkan. ''ucap dokter tersenyum ramah .


Andreaz dengan hati-hati mengangkat tubuh arini dan didudukkan nya di atas kursi roda.saat sampai di ruangan khusus bayi, andreaz mendorong kursi roda arini agar lebih dekat dengan inkubator bayi mereka.


''dia tampan seperti mu, mas. ''ucap arini dengan bibir bergetar. bayi mungil itu seakan merasakan kehadiran orang tuanya, ia tiba-tiba menggeliat . Tangannya seolah-olah ingin menjangkau seauatu.


arini yang tak kuat menahan kesedihannya, ia langsung memalingkan wajahnya di lengan sang suami.


''maaf, mas. Karena aku dia harus lahir lebih cepat. ''ucapnya dengan bibir bergetar.


''hustt, ini bukan salah siapa-siapa , sayang. Semuanya sudah kehendak allah. Yang terpenting , bayi kita sekarang sudah jauh lebih sehat . ''ucap andreaz dengan lembut.


''lihat, dia. Dia sangat menggemaskan . ''sambung andreaz dengan senyum di wajahnya melihat baby mereka yang sedang memanyunkan bibirnya , layaknya orang yang sedang cemberut.


''iya, mas. Kayak kamu kalau lagi ngambek. ''ucap arini yang tersenyum , terlihat dari matanya.


Merekapun tersenyum bersama melihat bayi mereka yang sedang tertidur pulas.


''mas, siapa nama baby kita?''tanya arini medongakan wajahnya melihat sang suami. Andreaz,tampak berfikir.


''air faaz muhammad. ''ucap andreaz.


''bagus, mas. Aku suka namanya. Semoga anak kita bisa menjadi laki-laki yang sholeh, yang selalu tenang dalam menghadapi masalah seperti air yang selalu tenang. ''ucap arini tersenyum.


''amin. ''ucap andreaz.


''ya sudah, ayo kita kembali , sayang. Biarkan dia tidur, lagian kamu juga harus istirahat biar kamu cepat sembuh dan bisa menggendong baby air. ''ucap andreaz, arini mengangguk .


''mas, nanti ada yang masuk. ''ucap arini , karena andreaz yang tiba-tiba ikut naik ke atas brankarnya.


''tidak akan ada yang masuk, sayang. Jika belum waktunya mereka memeriksa mu. ''ucap andreaz santai . tangannya sudah memeluk erat tubuhnya dengan mata yang sudah terpejam.


''aku kangen, sayang. biarkan seperti ini. ''ucapnya . Arini hanya tersenyum melihat sikap suaminya yang seperti ini lalu ia pun membiarkan suaminya memeluk tubuhnya dan ia pun tertidur.


Pagi pun tiba, pintu kamar rawat arini terbuka . Nyonya rey tersenyum melihat anak dan menantunya yang masih tertidur pulas .


Arini membuka matanya dan langsung mendudukkan tubuhnya karena kaget melihat mama mertuanya yang sudah berada di dalam kamar rawatnya.


''mama. ''ucap arini. Andreaz membuka matanya saat mendengar arini memanggil mama.


''sayang , kamu sudah sadar !"ucap nyonya rey kaget. Ia memang belum mengetahui jika menantunya itu sudah bangun dari tidur panjangnya. Ia tampak sangat bahagia dan lalu menghampiri arini.


"sayang, alhamdulillah kamu sudah sadar. "ucap nyonya rey tersenyum memeluk arini.


"mah, jangan kencang-kencang meluk istri ku."ucap andreaz dengan suara berat khas orang bangun tidur.


"ah, kamu. Sama mama saja pelit, arini kan menantu mama . "ucap nyonya rey melepaskan pelukannya .


"ya sudah, kalian makan dulu. Mama sudah bawa makanan tapi hanya sedikit karena mama tidak tahu jika sudah sadar , sayang. "ucap nyonya rey membuka paper bag yang ia bawa.


"gak apa-apa, ma. "jawab arini.


:oh iya, sayang. Apa asi mu sudah keluar?"tanya nyonya rey.


"gak tahu, mah. Sepertinya belum. "ucap arini.


"ya sudah, nanti mama bilang sama dokter agar kamu diberi vitamin pelancar asi , agar asi mu cepat keluar. Karena asi itu lebih bagus dari pada susu yang lain. "ucap nyonya rey yang memang sudah berpengalaman .


"iya, mah. "jawab arini .


Andreaz yang sudah selesai mandi dan berganti pakaian , ia menghampiri arini dan nyonya rey.


"sayang, kamu mau mandi gak?"tanya andreaz.


"iya, mas. "jawab arini dengan lembut.


"mah, aku mandi dulu. "ucap arini .


"iya, sayang. "jawab nyonya rey tersenyum.


setelah selesai mandi dan berganti pakaian, andreaz menyuapi arini dengan makanan yang sudah di bawakan oleh perawat saat arini mandi.


"sayang, setelah sarapan kamu jangan lupa memberikan asi mu kepada baby kalian . Itu bagus buat menstimulasi asi mu agar cepat keluar. "ucap nyonya rey.


"mah, bagaimana kalau aku saja . Siapa tahukan lebih cepat keluarnya. "ucap andreaz yang tidak tahu malu.


"aww, sayang. Sakit. "ucapnya.arini hanya tersenyum


"dasar mesum. "ucap nyonya rey ketus. Ia kesal dengan sang putra yang mesum seperti itu.


"kok mesum sih, mah. Aku kan hanya ingin membantu istri ku. "ucapnya yang tak mau dibilang mesum.


''terserahlah ,capek lama-lama kalau ngomong sama kamu. ''ucap nyonya rey kesal.


Arini pun kembali ke ruangan bayi dengan menggunakan kursi roda bersama andreaz dan mama rey.


''dok , memangnya tidak apa-apa jika bayi saya keluar dari inkubator ini. ?''tanya arini.


''tidak apa, nona. Yang penting tidak terlalu lama , jika sudah satu jam bayi anda harus di letakan kembali di inkubator. ''ucap dokter tersenyum ramah, lalu ia mengangkat tubuh mungil itu dan ia letakan di pangkuan arini.


''makasih, dok. ''ucap arini.


''sama-sama, kalau begitu saya permisi dulu nanti jika sudah selesai panggil saja saya. ''ucap dokter lalu pergi dari sana.


''di tutup pakai ini, sayang . Biar gak kelihatan . ''ucap nyonya rey memberikan kain penutup buat dada arini agar tidak terlihat.


''aww. ''teriak arini pelan.


''kenapa, sayang. Apa yang sakit?''tanya andreaz panik.


''tidak apa, mas. Hanya baby air terlihat bersemangat jadi sedikit sakit. ''ucap arini .


''oh,itu hanya di awal , sayang. jika sudah terbiasa maka tidak akan sakit lagi. ''ucap nyonya rey.


''bayi yang baru lahir, lidahnya sedikit kasar oleh sebab itu pu ting susu akan sedikit sakit bahkan lecet diawal tapi, setelahnya sudah tidak terasa sakit. ''jelas nyonya rey .


''andreaz, nanti bilang sama dokter . Minta salep buat pu ting susu istri mu. ''sambung nyonya rey.


''iya, mah. ''jawab andreaz.


Walaupun asinya belum keluar banyak tapi, baby air terlihat nyaman hingga tertidur di pangkuan sang mommy.