Arini

Arini
bertemu dengan indah



''kak . Apa aku boleh bertemu dengan kak arini?''tanya indah .


''iya, nanti aku antar kamu ke rumah mereka. ''jawab tama yang sedang fokus mengemudi.


''makasih ya, kak. Kamu memang calon suami yang pengertian. ''ucapnya tersenyum lalu menyenderkan kepalanya di lengan tama .


''calon suami ! Berarti kamu sudah siap nih aku lamar?''tanya tama . Indah tersenyum lalu menganggukkan kepalanya.


''baiklah, setelah kau bertemu dengan arini. Aku akan segera melamar mu. ''ucap tama .


tidak terasa, mereka sudah sampai di depan rumah tuan david.


''ayo turun. ''ajak tama setelah ia membukakan pintu untuk indah.


tama mengajak indah untuk masuk kedalam rumah ayah angkatnya itu.


''assalammu'alaikum. ''ucap tama.


''wa'alaikumsalam. ''jawab nyonya rey dan tuan david yang sedang berada di ruang keluarga.


Tama tersenyum lalu menghampiri orang tua angkatnya dengan mengajak indah.


''hai, sayang.''ucap nyonya rey.


''wah ! Siapa yang kau bawa kesini?''tanya nyonya rey tersenyum lalu berdiri dari duduknya dan mengajak indah untuk duduk bersamanya.


''dia indah , mah. Anaknya tuan mateo. ''jawab tama . Nyonya rey membulatkan matanya, ia kaget jika gadis yang dibawa oleh tama adalah anak tuan mateo .


''itu berarti dia adiknya ar. ''ucapan nyonya rey yang tidak jadi melanjutkan ucapannya .


''iya, mah. Dia kesini karena ingin bertemu dengan arini. ''sahut tama yang mengerti dengan ucapan nyonya rey.


Tuan david hanya diam , karena ia sudah tahu jika indah adalah anak tuan mateo .


''ya sudah, kalau begitu mama panggil andreaz sama arini dulu di atas. ''ucap nyonya rey dan langsung berdiri .


''gimana?apa kamu sudah melamarnya?''tanya tuan david yang akhirnya mengeluarkan suaranya.


''belum, pah. Aku ingin papa yang melamar kan dia untuk ku. ''jawab tama .


''kenapa? Bukankah kau sudah bertemu dengan mike. ''ucap tuan david .


''ya, tapi aku menginginkan kalian juga untuk ikut melamarnya. ''sahut tama melirik ke arah indah.


''hmm, baiklah. Kapan kau akan melamarnya.?''tanya tuan david.


Indah hanya tertunduk dengan wajah yang sudah memerah. Senang dan malu karena mereka membahas tentang kapan tama akan melamarnya.


''nanti, pah. Aku akan bicarakan ini bersamanya. Yang terpenting papa dan mama mau menemaniku nanti. ''ucapnya tersenyum.


Ditengah obrolan mereka , nyonya rey beserta andreaz dan juga arini datang.


''indah, perkenalkan ini arini. ''ucap nyonya rey tersenyum. Arini dan andreaz nampak biasa saja karena belum diberitahu oleh nyonya rey tentang siapa indah, ia hanya memberi tahu jika tama datang bersama seorang wanita.


Indah berdiri dan terdiam saat melihat arini berada di depannya.


Sungguh jauh berbeda dengannya, arini nampak sangat tertutup dan hanya matanya saja yang terlihat. Sedangkan dirinya bahkan memakai dress yang tingginya di atas lutut .


''arini. ''ucap arini dengan lembut dengan mengulurkan tangannya kepada indah .


Indah tidak menyambut uluran tangan arini, ia langsung memeluk arini dengan suara isaknya yang pelan.


Arini dan andreaz kaget, karena indah yang tiba-tiba meluk arini .


''mah ! ''ucap andreaz , ia ingin minta penjelasan kepada sang mama siapa gadis yang dibawa oleh tama dan kenapa dia tiba-tiba memeluk istrinya itu.


''hey, kau kenapa? ''tanya arini lembut sambil mengelus punggung indah yang masih memeluknya.


''biarkan aku memeluk mu sebentar lagi, aku sangat merindukan masa-masa seperti ini. ''ucap indah berat.


arini hanya tersenyum dan membiarkan indah memeluknya lebih lama.


''sayang ! ''panggil andreaz lirih , tapi arini memberi isyarat jika jangan mengganggunya dulu.


andreaz melirik ke arah tama dengan tajam, ia ingin meminta penjelasan kepada tama .


''sudah lebih baik?''tanya arini saat indah mulai melepaskan pelukannya dari tubuh arini.


''maksud mu?''tanya arini bingung.


''dia adik mu arini tapi beda ibu. ''sahut nyonya rey yang sejak tadi menahan haru saat kedua kakak adik tersebut saling berpelukan.


''maksud ,mama?''tanya arini kaget.


''iya, kak. Aku anaknya papa mateo, walau pun kita beda ibu tapi aku tetap menganggap mu sebagai kakak ku. Aku yang sejak dulu sendirian tidak mempunyai saudara , tidak punya teman curhat sangat merindukan hari ini. Aku sangat bahagia bisa bertemu dengan mu . ''ucap indah yang sudah meneteskan air matanya.


''apa kau benar , adik ku?''tanya arini dengan suara berat karena menahan air matanya yang hendak jatuh .


indah mengangguk tersenyum, sekarang arini yang bergantian memeluk indah. Ia tidak menyangka jika ia mempunya seorang adik walau mereka beda ibu.


''apa kakak mau menerima ku sebagai adik mu?''tanya indah yang sudah lebih tenang.


''iya , aku sangat bersyukur ternyata aku mempunyai seorang adik yang sangat cantik. ''ucap arini tersenyum.


Tuan david dan yang lain ikut bahagia melihat kakak beradik yang terlihat saling merindukan itu.


''ya sudah, lebih baik kita makan malam dulu. mama sudah masak yang enak. ''ucap nyonya rey yang begitu bahagia.


arini menggandeng tangan indah untuk mengajaknya duduk didekatnya.


''sudah, biarkan mereka melepaskan kerinduan. ''ucap tama yang tahu apa yang sedang dipikirkan andreaz.


andreaz hanya menarik nafasnya lalu mengeluarkannya pelan.


''sayang . ''panggil andreaz , karena arini sibuk dengan indah dan mengabaikannya.


''eh , mas belum makan juga?''tanya arini saat melihat piring andreaz masih kosong.


''belum. ''jawab andreaz datar.


Arini yang mengerti kenapa suaminya belum makan, karena ia lupa mengambilkan makan buat suaminya itu. Dengan tersenyum ia mengambil piring andreaz dan mengambilkan nasi serta lauk pauknya .


''maaf ya, mas. Aku lupa tadi buat ngambilin kamu makan. ''ucapnya dengan lembut.


''hmm. ''andreaz hanya menjawab seadanya.


selesai makan , indah dan tama pamit karena hari juga sudah malam.


''om , tante, kak arini dan kak andreaz. Aku pamit dulu. ''ucap indah.


''iya , hati-hati. Sering-sering main kesini , kakak pasti sangat senang jika kamu sering kesini. ''ucap arini dengan lembut.


''iya, kak. kapan-kapan aku akan main kesini lagi. Tapi kakak juga harus janji untuk menginap di rumah . ''ucap indah tersenyum.


''iya. ''jawab arini tersenyum.


''mah, pah.tama pulang dulu. ''pamit tama.


''iya, tapi ingat ! indah langsur di antar pulang ke rumahnya. ''ucap nyonya rey.


''iya, mah. Kalau gitu kita pamit dulu. ''ucap tama sambil menggandeng tangan indah.


Setelah berpamitan tama pun mengantarkan indah ke apartemennya.


''kapan , kakak akan menemui papa?''tanya indah saat mereka sudah sampai di depan apartemen indah.


''secepatnya, aku tidak ingin menunda terlalu lama. ''ucapnya membelai pipi indah dengan lembut.


''aku akan menunggu. ''jawab indah pelan dengan tersenyum manis.


''ya sudah , kalau begitu aku pulang dulu. ''ucap tama , lalu mencium kening indah cukup lama, indah memejamkan matanya saat mendapat kecupan dari tama.


''jangan begadang, setelah bersih-bersih langsung tidur. ''ucapnya tersenyum sambil mengacak rambut indah dengan pelan.


''iya, hati-hati calon suami. ''ucap indah tertawa pelan .


tama tersenyum mendengar indah menyebutnya calon suami.


Setelah mengantar indah pulang ke apartemennya, tama juga langsung pulang ke apartemennya. Ia merebahkan tubuhnya di atas kasur saat sudah berada di apartemen.


🐰makasih yang masih setia membaca karya author., semoga tidak membosankan dengan alur ceritanya. 🙏🏻😘😘😘😘


.