Arini

Arini
Bab 14



Sore menjelang, tampak para petugas dekorasi masih sibuk melakukan tugasnya, mereka mendekorasi rumah Arini menjadi sebagus mungkin, kursi pelaminan ditaruh di depan halaman yang kebetulan halaman rumah Arini cukup luas untuk dijadikan akad nikah, sementara meja prasmanan sudah ditaruh di tengah teras, gubukan gubukan ditempatkan di kiri kanan semuanya tampak sibuk mengatur dekorasi untuk acara akad nikah keesokan harinya


Meja akad nikah sendiri diletakkan di dalam rumah lebih tepatnya di ruang tamu, sementara itu pak Agus tengah sibuk mengawasi orang orang yang sedang melakukan pekerjaan untuk acara perhelatan pesta tersebut


Pesta itu digelar dengan sangat sederhana, tidak ada panggung untuk hiburan, karena rencana mereka adalah akad nikah dan resepsi yang tidak terlalu menghabiskan banyak uang, Arini sendiri yang memintanya kepada Devandra karena Devandra sendiri awalnya menginginkan pesta yang besar di tempatnya Arini, namun Arini menolak keras pesta besar besaran yang akan menghabiskan banyak makan biaya tersebut


"Ibu sedang apa?" tanya Arini melihat ibunya yang sedang membuat suatu makanan, dan tampak sedang sibuk mengadon makanan itu


Bu Sumi menoleh ke arah anaknya, kalau dia tersenyum kepada Arini namun tangannya masih sibuk bekerja


" Ibu sedang membuatkan makanan kesukaan kamu dulu waktu kamu masih kecil " jawab Bu Sumi sambil tersenyum dan masih mengadon adonan roti


"Donat ya Bu" tebak Arini sambil tersenyum ke arah Bu Sumi, lalu dia duduk di hadapan Bu Sumi sambil melihat Bu Sumi yang masih sibuk mengadon donat


"Kamu tau tidak dulu kamu itu paling suka makan donat buatan ibu, kamu suka sering menangis jika donatnya sudah habis, dan selalu meminta dibuatkan lagi sambil merengek kepada ibu" Kat Bu Sumi sambil mengenang masa lalu Arini kecil


Bu Sumi menatap Arini dengan pandangan penuh haru, lalu dia membungkus adonan roti itu dengan plastik wrap lalu dia mendekat ke arah Arini dan membelai rambut Arini yang hitam panjang


"Anakku sayang, besok kamu sudah menjadi milik orang lain, maafkan ibumu ya nak jika belum bisa memberikan yang terbaik buat kamu, ibu hanya menitip pesan kepada kamu nak jadilah isteri yang baik untuk suamimu, jangan pernah membuat hatinya bersedih apapun yang terjadi bicaralah baik baik, percayalah kepada suamimu karena dia adalah imam buat kamu, semua pertengkaran dan permasalahan pasti semuanya bisa diselesaikan dengan baik jika kalian melupakan ego kalian, ibu percaya kepada kamu nak, kamu mampu menjadi isteri yang baik dan ibu yang baik buat anak anakmu kelak" nasihat Bu Sumi kepada Arini sambil masih mengelus Surai rambut Arini


Arini langsung terdiam mendengar nasihat Bu Sumi, entah kenapa hatinya sangat sedih kali ini dia merasa pernikahan kali ini jalannya begitu berat tapi bukankah dia sudah mengambil keputusan seperti itu, dan dia harus menghadapi semuanya walau apapun yang terjadi


"Bu Arini merasa takut Bu" ucap Arini pelan dengan nada sendu, entah kenapa dia benar benar merasa ragu dengan pernikahan ini


"Nak, biasanya sebelum acara akad nikah tiba, akan banyak keraguan dan kebimbangan yang kalian hadapi tapi percayalah itu hanya sebuah ujian yang Tuhan kasih kepada pasangan pasangan seperti kalian, dan tinggal keteguhan hati kalian saja yang bisa memutuskan untuk berhenti atau tetap terus berjalan" ucap Bu Sumi dengan nada lembut kepada anaknya tercinta Arini


" Ibu akan selalu berdoa semoga pernikahan kamu akan baik baik saja, awet dan langgeng" ucap Bu Sumi dengan penuh rasa kasih sayang, kedua anak beranak itu menikmati momen kebersamaan mereka hari itu sebelum acara pernikahan dimulai esok hari


Sementara itu di luar tampak Devandra dan Ryan sedang berdiri saling berhadapan memperhatikan orang yang masih sibuk bekerja


"Kamu yakin dengan pernikahan ini?" tanya Ryan kepada Devandra, Devandra menghela nafas panjang, dia masih terdiam menatap langit langit yang sudah mulai berubah menjadi warna kehitaman


" Karena aku tahu kamu masih mencintai Cassandra bukan, kamu masih menunggu dirinya untuk datang kembali bahkan keluarga kamu sendiri juga masih menyayangi Cassandra bahkan sudah menganggap Cassandra adalah sebagai calon isteri kamu" kata Ryan sambil menatap Devandra yang sedang memandangi langit langit malam


" Aku tidak tahu Ryan, yang aku tahu saat ini Cassandra telah menghilang dan tidak pernah datang kembali bahkan kabar pun tidak ada, dan Arini adalah pengganti dari Cassandra, dia sangat mirip dengan Cassandra hanya saja dia terlalu lugu" jawab Devandra dengan suara pelan takut terdengar oleh yang lain


" Dan apa itu tidak berarti kamu secara yidak langsung menyakiti hatinya dan bagaimana jika Cassandra kembali dan bagaimana tanggapan kedua orang tua kamu kalau kamu menikah dengan seorang wanita yang notabene adalah pelayan dari rumahmu sendiri, apa kamu sudah memikirkannya matang matang Devandra?' tanya Ryan dengan suara tajam, mencoba untuk menyadarkan Devandra kalau langkah yang dia lakukan adalah salah dan pasti akan ada yang tersakiti nantinya, apalagi Devandra sendiri masih belum bisa melupakan masa lalunya dengan seorang wanita yang bernama Cassandra


" Kamu tahu Devandra, kelak kamu harus memilih diantara dua yakni isterimu yang saat ini Arini, atau perempuan yang pernah meninggalkanmu Cassandra" kata Ryan sambil memberikan peringatan kepada Devandra


" Kamu tahu Ryan, Cassandra pergi tanpa meninggalkan jejak apapun, dia pergi tiba tiba dan aku sudah menyuruh semua orang orangku untuk mencari dirinya, namun dia tidak kunjung kutemukan, lalu aku harus bagaimana Ryan, haruskah aku menunggu dia terlalu lama lagi, aku tidak mau Ryan, sudah cukup banyak waktu yang terbuang untuk dia sekarang sudah cukup bagiku untuk aku melupakannya, mungkin juga sudah saatnya aku melupakan dia dan menata masa depan aku kembali, dan jika diankembali lagi biarlah nanti kita akan pikirkan lagi" ucap Devandra mengeluarkan semua kegelisahan dan kegalauannya


Hatinya sudah yakin dengan pernikahan dia dengan Arini, besok adalah hari dimana dia akan menjadi seorang suami bagi seorang wanita yang bernama Arini, masalah cinta mungkin nanti akan tumbuh dengan sendirinya


"Istirahatlah Devandra, besok adalah acara kamu, apapun keputusan kamu aku akan selalu mendukungmu, sebagai seorang sahabatmu" ucap Ryan sambil menepuk bahu Devandra


" Terima kasih banyak, kamu memang sahabat aku yang terbaik " ucap Devandra sambil tersenyum ke arah Ryan


"Aku masuk ke dalam dulu " ucap Devandra sambil menepuk bahu Ryan, dan Devandra pun langsung masuk ke dalam rumah Arini dan disana dia mendapatkan Arini sedang berpelukan dengan Bu Sumi ibunya