Arini

Arini
Bab 15



Devandra langsung berdeham, dan membuat ibu dan anak menoleh ke arah Devandra


"Maaf apakah saya menganggu kalian?" tanya Devandra sambil tersenyum ke arah mereka berdua


"Tidak nak, tidak sama sekali" kata Bu Sumi sambil tersenyum


"Saya ingin mengambil minum" kata Devandra kepada Bu Sumi


"Silahkan kalau begitu" jawab Bu Sumi kepada Devandra


Setelah mendapatkan ijin dari Bu Sumi Devandra langsung masuk ke dalam dapur dan kemudian keluar lagi dengan membawa gelas yang berisi air, tidak lupa juga dia pamit masuk ke kamar untuk beristirahat karena besok pasti akan menjadi acara yang sangat melelahkan buat mereka berdua


Besok paginya, Arini dirias dengan sangat cantik sekali, dia dengan kebaya putihnya dan sanggul di kepalanya membuat Arini sendiri tidak mengenal dirinya, gaya riasan pengantin yang tidak terlalu mencolok dan terbilang natural itu membuat Arini terlihat seperti layaknya seorang putri dari keraton


Periasnya sendiri pun selalu memuji muji Arini, selama Arini dirias dan itu membuat Arini tersipu sipu malu, periasnya adalah seorang ibu ibu yang sering mendapatkan undangan untuk merias calon pengantin, dan riasannya membuat para pengantinnya sendiri sangat merasa puas dengan hasil karya tangannya ibu itu


"Sudah berapa lama Bu Warsih merias pengantin?" tanya Arini ingin tahu, disela sela riasannya, kepada ibu perias yang bernama bu Warsih itu


"Wah itu sudah lumayan lama nak, mungkin sejak dari kamu masih kecil" jawab Bu Warsih sambil tangannya sibuk merias Arini


"Saya dulu itu bekerja dengan perias ternama di ibukota, dia itu sangat bagus sekali jika merias orang orang yang akan menikah, pellangannya sendiri adalah orang orang besar, artis artis besar yang memakai jasanya dia, dia itu tidak pelit ilmu saat itu, dan setiap orang yang dirias sama dia hasilnya sungguh menakjubkan" cerita Bu Warsih kepada Arini, tangannya masih sibuk memberikan pemerah pipi kepada Arini


"Saya itu diajak dia saat itu untuk kerja dengannya, dan lumayan lama saya bekerja dengannya, hingga akhirnya dia memilih untuk memutuskan pindah ke luar negeri, makanya saya membuka usaha disini dan Alhamdulillah banyak yang tertarik dengan riasan saya, namun awalnya ya itu saya sempat ragu ragu membuka usaha rias pengantin disini, hanya bertekad keyakinan saja saya akhirnya memutuskan untuk buka usaha ini" kata Bu Warsih mengakhiri ceritanya


Arini menganggukkan kepalanya begitu mendengar cerita dari Bu Warsih


Bu Warsih pun juga telah selesai dengan riasannya, dan dia menatap hasilnya dengan tatapan yang puas


"Sudah cantik kamu nak " puji Bu Warsih kepada Arini, membuat Arini kembali tersipu malu


"Ibu ini bisa saja, oh iya terima kasih banyak ya Bu" jawab Arini sambil tersenyum


"Sama sama ya nak" jawab Bu Warsih


Tidak lama kemudian pintu pun diketuk dari luar, terlihat Bu Sumi dengan Bu Retno tetangga Bu Sumi sekaligus wanita yang paling dekat dengan keluarganya Bu Sumi, datang menghampiri Arini


"Wajah anak ibu cantik sekali" puji Bu Sumi sambil tersenyum ke arah anaknya, dan lagi lagi Arini kembali tersipu malu


"Ya sudah, acara sudah siap, penghulu dan pengantin prianya juga sudah siap tinggal menunggu pengantin wanitanya" kata Bu Retno sambil tersenyum ke arah Arini


Arini langsung memandang ibunya dengan tatapan yang penuh keraguan


Setelah Bu Sumi berbicara seperti itu, Arini langsung diam karena tidak ingin menunggu lama, Arini langsung berdiri dari tempat duduknya dan berjalan ke luar kamar ibunya diapit oleh Ibu Sumi dan Ibu Retno


Diluar sana atau tepatnya di ruang tamu, sudah ada calon pengantin pria, wali nikah yaitu ayahnya sendiri Pak Agus dan dua orang saksi beserta penghulunya, Arini berjalan mendekati meja akad tersebut yang diiringi oleh ibu Sumi dan Ibu Retno hingga sampai ke meja akad tersebut


Devandra langsung menoleh ke arah Arini, dan betapa terkejutnya dia melihat kecantikan Arini, Arini tampak berbeda dengan busana pengantin dan riasan pengantin, hingga Devandra lupa bahwa acara akad akan dimulai, hingga akhirnya penghulunya sendiri yang memanggil Devandra untuk fokus sama acara mereka berdua


Akad nikah telah dimulai, Devandra mengucapkan janji kabulnya dengan sangat lancar, mahar yang diberikan Arini adalah lantakan logam mulia sebesar seratus gram beserta yang sebesar seratus juta rupiah, yang membuat semua orang merasa kagum dengan mahar sebanyak itu, namun bagi Devandra mahar sebesar itu tidak seberapa dan tidak banyak, Arini sendiri juga tidak mengira mahar yang diberikan Devandra sebanyak itu, dia sendiri terkejut mendengarnya, karena waktu itu Devandra pernah menanyakan apa mahar yang dia mau, Arini hanya menjawab apa saja karena dia tidak pernah memikirkannya, hingga akhirnya Devandra sendiri yang memutuskan untuk memberikan Arini mahar dengan jumlah yang lumayan banyak menurut Arini


Ijab kabul sudah selesai, wali nikah, penghulu dan para saksi telah selesai juga melaksanakan tugas mereka, kini dilanjut dengan acara poto bersama dengan kedua mempelai dan sarapan bersama, setelah itu kedua mempelai digiring masuk ke dalam untuk bertukar pakaian, kali ini Arini dan Devandra menggunakan baju pengantin Jawa modern dan lagi lagi Arini terlihat sangat cantik sekali, bahkan orang yang memandang Arini ada yang merasa iri, ada yang merasa kagum dan ada yang ingin punya isteri seperti Arini


Devandra yang melihat Arini sendiri memandang Arini tidak berkedip sama sekali, sehingga Arini merasa jengah dibuatnya


"Mas hati hati ntr ada serangga yang masuk ke dalam mata kamu" bisik Arini kepada Devandra yang kini sudah menjadi suaminya itu


"Kamu cantik sekali, mulai besok kamu gag boleh dandan kaya gini lagi" kata Devandra yang masih memandang Arini dengan pandangan takjubnya


"Ga usah berlebihan deh, semua wanita itu memang kodratnya ditakdirkan cantik" ucap Arini sambil berbisik kepada Devandra yang saat itu mereka berdua sedang duduk di kursi pelaminan, untuk menunggu prosesi acara selanjutnya


"Tapi kamu beda" balas Devandra kepada Arini sambil berbisik di telinga Arini


"Terserah kamu sajalah" jawab Arini acuh tidak acuh


Semua prosesi acara pernikahan berjalan dengan baik, mulai dari sungkeman kepada kedua orang tua Arini, saat itu Arini kembali menangis terisak Isak karena tahu dirinya kini sudah mengemban tanggung jawab penuh sebagai seorang isteri bukan sebagai seorang anak lagi


Kini tiba giliran Devandra yang sungkem dengan kedua orang tuanya Arini, ayahnya Arini sempat berbisik kepada Devandra untuk memberikan pesan kepada Devandra


"Tolong jaga anakku dengan baik, jangan sakiti dia"


Devandra hanya menganggukkan kepalanya dalam diam, dia tahu kalau dia sekarang adalah seorang suami yang sudah mempunyai kewajiban untuk bertanggung jawab terhadap isterinya sendiri yaitu Arini


Setelah semua acara selesai kini tinggal acara salam salaman, dan ketika tamu undangan sedang sibuk makan, tiba tiba Anjas datang seorang diri naik ke atas panggung pelaminan


"Selamat ya Arini, semoga kamu bahagia dengan pernikahan kamu" kata Anjas dengan nada sedih pada saat itu ketika waktu bersalaman dengan Arini


Arini menjawab terimakasih sambil tersenyum kepada Anjas


"Aku juga berharap kamu bisa mendapatkan pasangan hidup yang lebih baik dari aku mas Anjas" jawab Arini dengan tulus kepada Anjas


Sementara itu ada sepasang mata yang sedang menatap mereka berdua dengan api cemburunya