
🐰happy reading
Keesokan harinya, mereka benar-benar pergi ke patih selain ingin membeli nasi gandul buat bumil , mereka juga ingin menghilangkan penat dan menikmati tempat wisata yang ada di sana.
''kak, ayo ! Kasihan kak arini sama kak andreaz nungguin kita. ''ucap indah yang sangat bersemangat untuk pergi ke patih.
''iya, sebentar. ''sahut tama, mereka sudah seperti orang yang akan pergi beberapa hari karena, tama membawa koper yang berisikan pakaiannya dan indah yang sudah pasti atas permintaan indah.
''lagian ngapain sih, kita bawa koper kayak gini. Memangnya kita mau nginap beberapa hari di sana?''tanya tama sedikit protes.
''kan buat jaga-jaga, kak. Siapa tahu kita pengen ke kota yang lain. ''jawab dengan santai.
Tama hanya bisa menghela nafasnya, ia tidak bisa menolak keinginan istri kecilnya ini , apalagi sekarang istrinya itu sedang hamil pasti banyak yang akan ia inginkan .
Merekapun sampai di rumah , tuan david. Dan benar saja , arini dan andreaz dan tak lupa juga dengan baby air. Mereka sudah siap dan sedang menunggu kedatangan indah dan tama.
''assalamu'alaikum.''ucap keduanya saat keluar dari mobil.
''wa'alaikumsalam. ''jawab arini dan juga andreaz.
''alhamdulillah, akhirnya. Yang di tunggu datang juga. ''ucap arini dengan senyum yang terpancar dari sorot matanya.
''hehe, maaf ya kak, aku tadi telat bangunnya. ''ucap indah cengengesan.
''ya sudah, gak apa-apa. Ya sudah , kalau gitu kita berangkat sekarang ?''tanya arini.
''oke. ''jawab indah menyatukan jari telunjuk dan jempolnya membentuk huruf o.
Akhirnya, merekapun berangkat ke patih dengan menggunakan mobil yang pastinya dengan sopir yang menyetir mobil mereka.
Tadinya , andreaz ingin memakai pesawat pribadi milik keluarganya tapi, karena atas permintaan arini yang ingin menikmati perjalanan ke patih dengan terpaksa ia mengiyakan permintaan sang istri untuk menggunakan mobil.
Tidak terasa, perjalanan yang begitu melelahkan bagi kaum pria dan berbeda bagi kaum wanita yang begitu bersemangat , perjalanan yang panjang tidak membuat kaum wanita merasa lelah karena terlalu bahagia untuk menikmati liburan mereka .
''akhirnya sampai juga. ''ucap indah dengan senyum .
''kita beli nasi gandulnya nanti sore saja ya , sayang. Kita istirahat dulu . Kasihan dedek yang ada disini pasti sudah sangat lelah. ''ucap tama dengan lembut.
Indah nampak berpikir sejenak, mengingat sekarang ia sedang berbadan dua jadi, ia pun mengiyakan ucapan suaminya dan memilih untuk beristirahat dulu di hotel.
''lihat keponakan mu , juga terlihat lelah. ''sambungnya melirik ke arah baby air yang tertidur di gendongan , andreaz.
''iya, kak. Kita istirahat dulu, aku juga lelah. ''sahutnya.
Merekapun, masuk kedalam kamar hotel masing-masing dan akan berkumpul lagi nanti sore.
...****************...
kini mereka sudah bersiap untuk menuju penjual nasi gandul, mereka sengaja hanya menggunakan satu mobil agar mempermudah perjalanan mereka.
''tempatnya dimana, deg?''tanya arini.
''sebentar , kak. Aku tanya mbah gulgul dulu. ''ucapnya dengan santai, lalu mengambil ponselnya didalam tas dan mencari alamat penjual nasi gandul.
Arini hanya tersenyum mendengar ucapan adiknya yang ternyata belum tahu tujuan mereka dimana. Sedangkan andreaz hanya cuek, karena yang menyetir mobil bukan dia melainkan sang kakak angkat , yang tak lain adalah suami dari adik iparnya itu.
''aku kira kamu udah searching, deg. ''keluh tama .
''nah, ketemu. Ini loh tempatnya, setengah jam dari sini. ''ucapnya setelah berhasil menemukan tempat yang menjual nasi gandul.
''baiklah, semua ready?''tanya tama, dan yang menjawab hanya indah yang dengan penuh semangatnya.
''ready. ''ucap indah dengan bersemangat.
Arini hanya geleng-geleng melihat tingkah adiknya itu, sedangkan andreaz ia sibuk dengan celotehan baby air yang belum bisa dimengerti itu.
setengah jam perjalanan, akhirnya mereka tiba di sebuah tempat makan lesehan, di sana tidak hanya menjual nasi gandul tatapi berbagai macam makanan khas jawa .
Mereka keluar dari mobil, dan memilih duduk di tempat yang agak jauh dari keramaian. Beruntungnya tempat makan tersebut lumayan besar jadi mereka duduk ditempat yang paling ujung dan dekat dengan kolam ikan serta sawah yang membentang.
''pantesan ramai, pemandangannya juga bagus, bisa melihat sawah sambil menikmati makanan. ''ucap indah yang terpesona dengan keindahan pemandangan yang ada di sana.
Seorang pelayan menghampiri mereka dengan memberikan beberapa buku menu yang ada di tempat makan tersebut.
''silahkan, pak , buk. Ini menu yang ada disini. ''ucapnya ramah.
''iya,mbak.terimakasih.''ucap arini dan mengambil buku menu yang diletakan oleh pelayan tersebut.
Indah juga ikut melihat-lihat daftar menu yang ada di buku menu tersebut.
''silahkan menikmati. ''ucap pelayan tersebut dengan ramah setelah meletakan beberapa hidangan di atas meja mereka.
''terimakasih, mbak. ''ucap indah.
Merekapun menikmati makanan yang mereka pesan.
''kamu pesan berapa porsi nasi gandulnya, sayang?''tanya tama, ia kaget saat melihat ada lima porsi nasi gandul di sana.
''duanya buat aku, kak. Kayaknya enak banget paa lihat menunya tadi. ''sahut indah cengengesan menunjukan deretan gigi putihnya.
tama nampak menarik nafas panjang, semoga saja istrinya ini benar-benar menghabiskan makanannya karena ia tidak mau menjadi korban seperti waktu saat mama rita memasakan bubur yang dipinta oleh indah , alhasil setelah bubur matang indah tidak jadi memakannya dan menginginkan suaminya yang makan semua bubur tersebut.
Flashback on
''sayang, buburnya sudah matang. Ini mama masakin dua porsi buat kamu dan suami mu. ''ucap mama rita dengan senyum.
''mama , tinggal ke kamar ya. Mama ngantuk. ''sambungnya , lalu pergi.
''mama, mana ?''tanya tama yang baru saja dari kamar.
''udah masuk kamar. ''sahut indah , tanpa menoleh kearah suaminya. Ia masih fokus dengan ponselnya, entah apa yamg sedang ia lakukan sama ponselnya tersebut.
''deg, ini buburnya sudah jadi loh . Kenapa gak dimakan , kalau sudah dingin gak enak. ''ucap tama.
''kamu aja yang makan, kak. ''ucapnya dengan santai.
''loh, kok aku. Kan tadi yang pengen bubur siapa?''tanya tama melirik ke arah indah.
''aku. ''sahutnya.
''nah, itu ingat. Sekarang dimakan mumpung masih hangat. ''ucapnya tersenyum membelai rambut panjang sang istri.
''tapi aku udah gak pengen , mas. Sekarang aku pengennya, mas yang ngabisin semua bubur itu. ''ucap indah.
''kamu serius ! Jangan aneh-aneh , deg. ini ada dua porsi ya, lagian yang pengen bubur tadi kan kamu. ''ucap tama yang tidak percaya dengan permintaan sang istri.
''aku serius , kak. dan aku yang menyuapinya. ''ucap indah dengan penuh semangat. Ia meletakan ponselnya di atas meja lalu mengambil mangkuk yang berisi bubur .
''tunggu,sayang.kamu jangan aneh-aneh ya, sini buburnya biar aku yang nyuapin kamu. ''ucap tama hendak mengambil mangkok bubur yang ada di tangan istrinya.
''gak, mas. Aku benar-benar udah gak pengen makan bubur. Sekarang aku pengennya , mas yang makan semua bubur ini. ''ucap indah yang masih kekek dengan keinginannya.
''tapi, sayang. ''ucapannya terputus karena melihat ekspresi sang istri yang sudah mengerucutkan bibirnya.
Dengan menarik nafas panjang, ia pun pasrah . benar kata orang, istri saat hamil maunya tidak bisa diprediksi.
''hmm, baiklah. Aku akan makan semua buburnya, demi kamu dan calon baby kita. ''ucapnya tersenyum pasrah.
''nah, gitu dong. aku kan senang jadinya. ''ucap indah tersenyum bahagia .
Flashback off
''ini benar enak, kak. Coba kamu rasain nasi gandulnya. Ucap indah.
tama pun merasakan nasi gandul tersebut, begitu juga dengan arini dan andreaz. Mereka, juga mencoba nasi gandul yang mereka pesan dan benar saja nasi gandulnya memang benat-benar enak .tapi berbeda dengan , indah. Ia hanya merasakan enaknya nasi gandul hanya satu kali suapan, ketika hendak suapan yang kedua ia seketika merasa mual dan tidak berselera untuk melanjutkan makan nasi tersebut.
''kenapa, sayang?''tanya tama saat melihat istrinya yang tidak melanjutkan makannya.
''aku mau ke kamar mandi, mas. ''ucap indah , dengan terburu-buru ia berdiri dan melangkahkan kakinya cepat ke arah kamar mandi yang ada di tempat makan tersebut.
''sayang !''teriak tama, tapi indah tidak menghiraukan teriakan sang suami.
''aku susul, istriku dulu. ''ucap tama kepada andreaz dan arini.dengan langkah cepat ia menyusul sang istri ke kamar mandi.
ia berhenti di kamar mandi cewek, dengan tidak tenang ia menunggu istrinya di sana. Hingga lima belas menit, indah keluar dari kamar mandi dengan wajah pucat dan lesu.
''sayang, kamu gak apa-apa?''tanya tama dengan wajah khawatir. Ia menuntun sang istri kembali kemeja mereka.
''kamu kenapa, deg?''tanya arini yang jug ikutan khawatir saat melihat indah yang terlihat lemas
''entah, mbak. Perut ku mual , terus pusing. ''ucapnya lirih.
''ya sudah. lebih baik, kita kembali ke hotel saja, kasihan indah dia pasti mual karena makan nasi gandul tadi. ''ucap arini yang merasa iba.
akhirnya , merekapun memutuskan kembali ke hotel setelah andreaz membayar semua makanan mereka.
🌸terimakasih yang masih setia buat baca kelanjutan cerita , arini. Maaf karena author lama upnya dan masih belum bisa up banyak. Karena princesnya author lagi sakit , jadi rewel terus🙏🏻