Arini

Arini
Bab 6



Arini keluar dari dapur dengan membawa minuman dan beberapa cemilan dari dapur dan menaruh di meja sana, dimana Devandra sedang menunggu calon mertuanya


"Diminum dan dimakan mas " ucap Arini kepada Devandra yang sedang memperhatikan dirinya


"Iya terima kasih calon isteri aku" jawab Devandra sambil tersenyum menggoda Arini, hingga wajah Arini yang cantik itu langsung memerah semerah buah tomat


Begitu melihat kedua orangtuanya Arini keluar dari kamar, Devandra langsung segera berdiri sementara Arini kembali ke dapur untuk menaruh baki yang dia bawa tadi lalu bergabung dengan mereka yang sudah menunggunya di ruang tamu


"Bu bagaimana keadaan ibu?" tanya Devandra kepada ibu Sumi yang sedang dipapah oleh suaminya untuk duduk di kursi


"Sudah semakin membaik, oh iya mohon maaf mau tanya ini dengan siapa?" jawab ibu Sumi sambil balik bertanya, bu Sumi menatap wajah Devandra yang terlihat tampan


"Saya ini Devandra, saya adalah anak majikan dari Arini dan maksud kedatangan saya disini adalah ingin melamar puteri ibu dan bapak" jawab Devandra masih dengan nada sopan


Mereka berdua langsung terdiam menatap Arini sementara Arini juga bergantung kepada kedua orang tuanya, semuanya Arini pasrahkan kepada ayah dan ibunya, apapun keputusan kedua orang tuanya Arini, Arini sudah siap dengan segala konsekuensinya


"Bagaimana Arini?" tanya Pak Agus kepada Arini anak semata wayangnya yang sebentar lagi akan diambil oleh orang untuk dijadikan sebagai isteri


"Semuanya itu saya serahkan kepada ayah dan ibu" jawab Arini dengan suara pasrah


Pak Agus dan Ibu Sumi teerdiam, ruangan menjadi hening seketika, sementara di luar sana hari sudah menjelang sore, anak anak tetangga tampak riuh bermain didepan, sementara didalam rumah Arini tmpak hening pak Agus dan ibu Sumi berpikir sementara Devandra tampak tegang dan Arini tampak pasrah dengan pikirannya yang kalut


Akhirnya pak Agus membuka suara mewakilkan perasaan ibu Sumi


"Sebenarnya saya sangat berat melepaskan anak saya Arini, itu karena Arini adalah anak semata wayang kami yang selalu kami jaga, namun melihat nak Devandra sangat serius ingin menikahi anak saya Arini, saya dan isteri saya mengijinkan anak saya diambil oleh nak Devandra, namun saya memberikan persyaratan kepada nak Devandra dan saya berharap nak Devandra sanggup melaksanakan persyaratan dari saya ini" kata Pak Agus berbicara panjang lebar


"Apa itu pak, apa itu berupa materi atau semacamnya?" tanya Devandra dengan hati yang senang bukan kepalang karena lamaran kepada Arini diterima dengan baik oleh kedua orang tua dari Arini sendiri


"Tidak, kami sudah cukup dengan materi yang kami punya" jawab pak Agus dengan suara tegas dan sedikit lantang


"Lalu apa pak persyaratannya?" tanya Devandra dengan bingung, karena baru kali ini dia mendengar ada yang menolak materi padahal hampir rata rata yang dia tahu semuanya berharap bisa mendapatkan materi yang lebih bahkan yang lebih dari cukup, dan setiap perempuan berlomba lomb untuk bisa merebut hatinya agar bisa mendapatkan kedudukan sebagai ratu di rumah Devandra dan mendapatkan julukan sebagai ibu muda di istananya Devandra dan keluarganya, mengingat keluarga Devandra adalah keluarga yang dikenal dengan julukan keningratannya dan kekayaannya nomor satu


"Persyaratannya sebenarnya sangat mudah namun terasa sangat berat jika dijalanin" ujar Pak Agus dengan suara tegasnya


"Apa itu pak klu boleh tahu?" tanya Devandra dengan nada tidak sabar sekaligus penasaran dengan persyaratan yang akan diberikan oleh Pak Agus


"Yang pertama, kamu harus menikhi Arini secara sah bukan secara sirih, yang dicatat oleh negara dan hukum yang berlaku di negara kita, yang kedua kamu harus menjaga Arini dan melindungi Arini sekuat dan semampu kamu serta jangan biarkan Arini mengeluarkan setetes air mata sekecilpun, karena kami tidak pernah membuat dia menangis sedih, yang ketiga jangan pernah menyia nyiakan Arini dengan alasan apapun itu dan yang terakhir jangan kamu permainkan pernikahan apalagi dengan menduakan Arini" jawab pak Agus kali ini dengan suara tegas dan tajam


"Bagaimana nak Devandra, apa nak Devandra bersedia dengan persyaratan yang bapak ajukan?" tanya Pak Agus kali ini suaranya penuh dengan ketegasan


Devandra terdiam dan berpikir lalu dia langsung tersenyum meyakinkan


"Saya sudah siap dengan persyaratan yang bapak buat, jika itu yang bapak minta maka saya akan menyiapkan semuanya" jawab Devandra dengan suara yang mantap, karena memang itu yang diinginkan oleh Devandra


Pak Agus menganggukkan kepalanya dengan puas, namun tidak dengan ibu Sumi, ibunya Arini dia masih tidak gampang sepenuhnya percaya dengan Devandra


"Maafkan ibu sejujurnya ibu kurang setuju jika Arini harus menikah dengan nak Devandra, hanya saja apakah nak Devandra sudah benar benar yakin akan menikahi anak ibu dan membuat anak ibu Arini tidak menangis dan menyesali pernikahannya kelak?" tanya Ibu Sumi kepada Devandra dengan pertanyaan yang menusuk hati


Ibu Sumi menatap tajam ke arah Devandra, dia entah kenapa hatinya sedikit ragu dengan ketulusan dari Devandra


"Bu " panggil suaminya Pak Agus, namun lambaian tangan dari bu Sumi yang menahan pak Agus untuk diam dan memberikan waktu Devandra untuk bicara


"Saya berjanji akan memberikan kebahagiaan kepada anak ibu terlepas dari keluarga saya sendiri dan saya juga siap pasang badan jika keluarga saya menentang pernikahan kami atau membuat Arini terluka nantinya" ucap Devandra dengan nada serius sambil berusaha meyakinkan ibunya Arini, ibu Sumi


Ibu Sumi terdiam sejenak, dia menatap anak gadis satu satunya yang sangat dia sayangi,


"Nduk kemari lah" panggil ibu Sumi kepada Arini anak yang dia sayangi dengan panggilan lembutnya, Arini dengan patuh mendatangi ibunya, lalu duduk di samping ibunya


Ibunya mengelus sayang rambut Arini yang hitam panjang


"Ada apa bu?" tanya Arini dengan suara lembut sambil menatap wajah ibunya, dimana disana masih ada sisa sisa kecantikan di wajah ibunya Arini


"Apa kamu juga ingin menikah dengan pria yang ada di hadapanmu nak?" tanya bu Sumi menatap Arini dengan pandangan ingin tahu mengenai sikap Arini sendiri, dia hanya butuh diberi keyakinan


Arini menunduk diam dan ibunya sedang menunggu jawaban dari Arini


"Jawablah nak, apapun keputusanmu ibu akan menghomatinya karena itu benar benar dari dirimu sendiri bukan karena paksaan dari siapapun juga" ucap bu Sumi dengan penuh rasa sayang kepada Arini anaknya


"Bu, ijinkan saya menikah dengan mas Devandra apapun itu nanti ke depannya saya siap menerima semua konsekuensinya dan saya juga berjanji tidak akan menyusahkan dan memberikan penyesalan kepada ayah dan ibu karena sudah menikhakan saya dan merestui saya dengan mas Devandra" ucap Arini kali ini dengan suara tegas dan penuh dengan keyakinan, meski dalam hatinya dia merasa sangat gamang dengan pernikahan ini


Wajah ibunya tampak mengangguk puas, sementara Devandra yang mendengar Arini berkata seperti itu langsung tersenyum puas diab menatap Arini dengan pandangan yang penuh sayang dan cinta, dia berpikir apapun yang akan terjadi biar dia dan Arini bersama sama menghadapinya dan dia yakin bisa dan mampu asalkan Arini bersama dengannya, hanya itu saja tekadnya tidak ada yang lain, masalah yang lalu biarkanlah berlalu toh sudah terlalu lama dia berharap pada sesuatu tapi justru harapannya hanya sia sia saja, begitu pikir Devandra saat ini