Arini

Arini
masa lalu tama



setelah makan malam beberapa hari yang lalu, kini tama sedang berada di rumah andreaz tepatnya dihadapan pak david.


''maaf, pah. Ada apa papa memanggilku kesini?''tanya tama. Yang sudah terbiasa memanggil papa ketika di diangkat menjadi anak oleh tuan david.


''maaf, tama. Jika ucapan yang bakal papa katakan akan membuat mu sedikit kaget. ''ucap tuan david.


''memangnya ada masalah apa, pah? ''tanya tama yang mulai penasaran .


''apa kamu masih ingat , ketika kami menemukan mu waktu itu?''tanya tuan david berusaha berbicara dengan pelan agar tidak menyinggung perasaan tama.


''sedikit, pah.hanya sekelebat bayangan sepasang suami istri dan juga bersama anak kecil membawa ku pergi. Hanya itu yang aku ingat. Setelah itu aku tidak mengingat yang lainnya, yang ada di pikiran ku hanya kalian yang menjaga dan membesarkan ku hingga seperti sekarang. ''ucap tama . Ia dulu masih sangat kecil jadi tidak bisa mengingat semuanya.


''apa kau tidak mengingat wajah kedua orang tua mu?''tanyanya lagi.


''tidak, pah. Entahlah seperti apa wajah kedua orang tua ku. ''ucap tama lesu. Ia ingin sekali mengingat wajah kefua orang tuanya, tapi tidak bisa ia pun tidak tahu kenapa bisa seperti itu.


''baiklah , kalau begitu dengarkan papa baik-baik. Seandainya ada seseorang yang tiba-tiba mengakui mu sebagai anaknya dan ingin melakukan tes DNA untuk memastikan jika kamu adalah anak kandungnya , bagaimana? Apa kamu mau?''tanya tuan david.


''siapa orang itu, pah. Apa aku mengenalnya?''tanya tama yang tanpa menjawab ucapan tuan david ia malah balik bertanya.


''dia adalah, tuan mike. ''ucap tuan david yang langaung membuka identitas seseorang tersebut. menurutnya tama adalah pria dewa yang tidak perlu bertele-tele menjelaskannya.


''hahaha. ''tawa tama terdengar lirih.


''apa papa yakin dengan nya?seorang bos mafia yang terkenal di seluruh asia mengaku sebagai orang tua ku?tidak mungkin , pah. ''ucap tama .


''tapi jika iya, apa kamu akan menerimanya dan mengakuinya sebagai papa mu?''tanya tuan david .


''kita buktikan saja dulu, pah. Tama tidak ingin berharap lebih. ''ucap tama .


''baiklah, kalau gitu papa akan bicarakan kepada tuan mike kapan dia akan melakukan tes DNA tersebut. ''ucap tuan david menepuk pundak tama , ia bangga kepada putra angkatnya ini yang bersikap sangat bijak menghadapi masalah.


''tama ? Ngapain disini. saya kan sudah kasih kamu libur?''tanya andreaz yang baru turun .


''papa yang minta tama kesini. ''sahut tuan david.


''tumben , ada urusan apa papa sama tama?''tanya andreaz penuh selidik.


''nanti papa kasih tahu ''sahut tuan david. Papa mau ke kamar dulu. ''sambungnya.


''papa ngomong apa?''tanya andreaz lalu mendudukan bokongnya di sofa.


''tidak ada. ''jawab tama singkat.


''hmm, baiklah. Mulai besok kamu harus masuk kerja. ''ancam andreaz.


''kok gitu, saya cuti baru satu hari mana mungkin saya masuk kerja besok. ''protes tama.


''makanya kasih tahu, kalian membicarakan apa?''tanya andreaz memaksa.


''rahasia. ''ucap andreaz lalu ia pergi meninggalkan andreaz yang kesal dengannya.


''kenapa, mas. Mukanya ditekuk gitu?''tanya arini yang baru saja selesai masak. Ia menghampiri suaminya karena untuk mengajaknya sarapan.


''tidak, hanya kesal sama papa dan tama. Kenapa mereka main rahasia-rahasiaan sekarang. ''keluh andreaz dengan nada manja kepada sang istri.


''ya mungkin memang sangat rahasia , mas. sudah tidak usah ikut campur urusan orang lain , lebih baik kita sarapan aku udah masak makanan yang enak. ''ucap arini dengan lembut.


''yuk. ''ajak arini sambil menarik tangan sang suami.


''pah ! Sebenarnya apa yang papa sembunyikan sama tama dari andreaz?''tanya andreaz saat mereka selesai sarapan.


nyonya rey yang sudah tahu permasalahannya hanya diam, ia masih belum mempercayai apa yang telah suaminya ceritakan.


''tuan mike ingin melakukan tes DNA pada tama. ''ucap tuan david to the poin.


''hah ! papa gak salah bicarakan?''tanya andreaz kaget .


''kenapa tuan mike yakin jika tama adalah anaknya?''tanyanya lagi.


''karena ketika papa menemukan tama 28 tahun yang lalu di korea, tuan mike juga kehilangan putranya yang umurnya 4 tahun. Sama seperti papa waktu menemukan tama, waktu itu tama juga berumur 4 tahun.dan itu membuat tuan mike ingin melakukan tes DNA saat mengetahui tama anak angkat papa.''jelas tuan david .


''tapi menurut , andreaz. Wajah serta postur tubuh tama memang sedikit mirip sama , tuan mike. ''ucap andreaz membanding wajah tama dan tuan mike yang jika dilihat sekilas nampak mirip.


''entahlah , papa juga tidak bisa mengambil kesimpulan apa pun sebelum mengetahui hasil tesnya. ''ucap tuan david .


''mama juga sependapat dengan andreaz jika wajah mereka ada kemiripan. ''sahut nyonya rey yang sejak tadi hanya jadi pendengar. Sedangkan, arini. Ia tidak ingin ikut campur dan hanya menjadi pendengar setia.


''ya , sudahlah. Kalau begitu andreaz mau pergi bersama arini mumpung hari ini libur . ''ucap andreaz berdiri dari tempat duduknya .


''ayok, sayang. Sudah lama kita tidak jalan-jalan ke mall. ''ajak andreaz sambil mengulurkan tangannya kepada arini.


''pah, mah. Arini sama mas andreaz pergi dulu. ''pamit arini dengan lembut.


''iya, sayang. beli apa saja yang kamu mau, karena uang suami mu tidak akan habis walau kau membeli mall itu. ''ucap nyonya rey tersenyum.


.'sudah , sayang. Jangan dengarkan mama, mama itu syirik karena tidak pernah di ajak papa belanja. ''sahut andreaz.


''mas, gak boleh seperti itu.''ucap arini saat mereka akan masuk kedalam mobil.


''iya, sayang. Aku hanya bercanda. ''ucap andreaz . Dengan sigap ia membukakan pintu untuk arini dan menutupnya.


Andreaz berlari kecil mengitari mobil dan duduk di kursi kemudi. Ia hari ini ingin menjadi pelayan buat istri tercintanya ini, tidak ada yang bisa membuat andreaz melakukan semua ini kecuali arini.


Mobil pun melaju meninggalkan rumah megah tersebut, karena letak mall yang tidak terlalu jauh , hanya butuh waktu 15 menit mereka akhirnya sampai di basement mall.


"terimakasih, mas. "ucap arini tersenyum saat melihat andreaz membukakan pintu untuknya.


andreaz sedetikpun tidak melepaskan genggaman tangannya dari sang istri dan itu menjadi pusat perhatian banyak pengunjung. Bukan karna itu saja, para pengunjung juga memperhatikan mereka karena ketampanan andreaz serta sikapnya yang memperlakukan arini dengan sangat baik dan lembut. Banyak pengunjung yang terlihat iri melihat kemesraan mereka.


"mas, apa seperti ini berada disamping orang tampan?lihat semua memperhatikan kita.khususnya kamu !"ucap arini yang merasa sedikit risih dengan tatapan para pengunjung.


"kamu baru menyadari jika suami mu ini tampan ! Apa istriku ini sedang cemburu ? Tanya andreaz tersenyum .


"mas ! Aku serius. "sahut arini dengan nada manja.


"iya,sayang.biarkan saja, mereka punya mata dan berhak melihat kemana mereka suka. "ucap andreaz yang sudah terbiasa menjadi sorotan banyak orang.


"kita kemana dulu ya, mas?"tanya arini yang terlihat bingung akan tujuan mereka ke mall.


"terserah , kamu. benar kata mama, kamu mau beli mall ini juga tidak masalah asalkan kamu happy. "ucap andreaz sambil mengelus hijab arini pelan.


"bukan seperti itu , mas. Kita tidak boleh menghambur-hamburkan uang untuk hal yang tidak penting. ''ucap arini terdengar serius tapi dengan nada lembut.


''siap ustadzah. ''sahut andreaz tidak ingin membantah


.


''bagaiman kalau kita ke timezone aja , mas. ''ajak arini.


''tapi. ''ucapan andreaz terputus saat arini sudah menarik tangannya ke arah timezone yang ada di mall tersebut.


''sayang, disini yang main itu kebanyakan anak kecik. ''protes andreaz yang tidak nyaman berada di sana.


''disini bukan hanya anak kecil, mas. Lihat nenek dan kakek itu ,mereka juga memainkan permainan yang ada disini.''ucap arini sambil menunjuk ke arah kakek dan nenek yang sedang bermain pump it up.


''ya ampun kek, nek. Entar kalau sakit pinggang gimana . ''ucap andreaz dalam hati saat melihat kakek dan nenek tersebut bermain pump it up dengan sangat lincah.


dengan terpaksa andreaz mengikuti kemauan sang istri, karena ia sudah berjanji akan menjadi pelayan istrinya hari ini . Jadi , jika arini memintanya untuk bermain di timezone ia menurutinya walau terpaksa.


"


''