
Mobil Devandra kini sudah tiba di kota besar, kota dimana Arini bekerja mencari nafkah di rumah Devandra dulu dan kini status sosialnya Arini sudah berubah menjadi seorang isteri dari Devandra Alexander Subrata, mobil itu bergerak menuju ke sebuah gedung mewah bertingkat, mobil Devandra mempunyai parkiran mobil tersendiri di bassement, jadi dia tidak perlu repot repot mencari parkir karena statusnya sebagai penghuni sekaligus pemilik dari apartemen yang dia tinggali
Devandra langsung mematikan mesin mobilnya dan menoleh ke arah Arini
"Kita sudah sampai" ucap Devandra kepada Arini yang dibalas dengan anggukan kepala Arini, lalu mereka berdua pun langsung turun dari mobil dan Devandra langsung menurunkan barang barangnya daru dalam bagasi mobil
Mereka berdua berjalan menuju ke pintu yang menghubungkan antara bassement dan lift, mereka menunggunya lift turun begitu lift terbuka mereka berdua masuk ke dalam, dan hanya mereka berdua di dalam lift, entah kenapa hati Arini berdetak kencang, dia merasa sangat terasing saat ini hanya Devandra yang bisa dijadikan pegangan untuknya
Suasana lift itu sangat hening, yang terdengar hanya dentingan dentingan lift yang terbuka atau tertutup, hingga tiba di lantai dua puluh lima, Devandra mengajak Arini keluar dari lift dan Arini menurutinya, dia mengikuti langkah kaki Devandra yang sudah ada di depannya, Devandra langsung membuka kunci pintu dengan kartu dan disana terpampang sebuah ruangan yang cukup besar sekali, begitu masuk sudah disuguhi pemandangan kota dari atas apartemen
Arini memandang takjub ruangan itu, ada ruang tamu yang lumayan besar dan luas, disebelah ruang tamu terdapat dapur untuk memasak atau menyiapkan segala keperluan dapur dan ada tangga yang menuju ke lantai dua
Devandra langsung menaruh barang barang bawaannya di depan pintu masuk
"Kamu nanti akan tinggal disini, jadi kamu bisa melakukan apapun yang kamu suka dan satu lagi akan ada pelayan yang akan selalu datang untuk bersih bersih, memasak atau mencuci setiap tiga hari sekali jadi kamu hanya tinggal mengawasinya saja" kata Devandra sambil berjalan melewati Arini
"Ini sangat indah" ucap Arini dengan nada polosnya sambil memandangi ke sekeliling ruangan, Devandra yang mendengar itu langsung tersenyum simpul
"Ayok kita naik ke atas" ajak Devandra kepada Arini sambil menarik tangan Arini, dan Arini hanya menurut saja dan mengikuti Devandra menaiki lantai dua yang terdapat dua kamar pribadi, Devandra langsung membuka salah satu pintu kamar tersebut dan berjalan masuk ke dalam kemudian dia membuka tirai yang ada di kamar terlihat penampakan gedung gedung pencakar langit dari kamarnya, sementara Arini hanya terdiam mematung memandang takjub kamarnya Devandra
"Apa ini kamar kamu?" tanya Arini yang masih ada di depan pintu kamar, berasa segan untuk masuk ke dalam
"Iya ini adalah kamar utama, dan yang sebelah adalah kamar khusus untuk pakaian, dan kita nanti akan tidur di kamar ini " ucap Devandra sambil menatap wajah Arini dengan tatapan intensnya
"Masuklah ke dalam, ini kamar kita berdua nanti malam aku ingin kita berdua tidur disini" bisik dengan suara yang menggoda Arini membuat wajah Arini tampak memerah
Arini langsung masuk ke dalam kamar, dan melihat sebuah tempat tidur ukuran besar terletak berhadapan dengan jendela besar yang menyuguhkan pemandangan gedung gedung pencakar langit, kamar mandi dalam yang terletak di pojokan kamar, tidak begitu banyak barang yang ada di dalam kamar utama ini, hanya sebuah tempat tidur, kamar mandi dan meja kecil sementara kamar tidur Devandra cukup besar untuk ukuran mereka berdua
Kakinya yang menyentuh karpet berbulu tebal terasa sangat nyaman, dia langsung duduk di pinggiran tempat tidur, dekorasi kamar berwarna biru laut karena Devandra sangat menyukai warna biru laut, menurut Devandra warna biru laut adalah warna yang bisa menenangkan jiwa
"Aku ke bawah dulu, ambil barang bawaan kita, kamu kalau ingin beristirahat, istirahat saja karena nanti kamu tidak bisa beristirahat dengan tenang" ucap Devandra sambil berbisik di telinga Arini yang membuat Arini langsung bergidik membayangkan apa yang dimaksud oleh Devandra
Arini masih melihat lihat kamar Devandra yang lumayan luas dan besar, angin dari air conditioner membuat Arini merasa nyaman hingga tidak terasa matanya terasa begitu berat, lalu sambil merebahkan dirinya Arini langsung tertidur di tempat tidur dengan kasur yang empuk, entah karena lelah atau kecapekan Arini tidak lagi mendengar suara suara yang masuk di dalam kamar, dimana Devandra sedang menaruh barang barang mereka berdua di depan kamar
Begitu melihat Arini tertidur pulas di tempat tidurnya, Devandra langsung mendekati Arini dan membenarkan posisi tidur Arini, lalu dia berbaring di sebelah Arini, dia sendiri sudah sangat lelah karena seharian menyetir mobil tanpa istirahat meski sudah diperingatkan oleh Arini untuk beristirahat namun Devandra tidak mau mendengarkannya, karena dia sangat ingin sekali bisa sampai ke tempat tujuannya, baginya adalah lebih nyaman beristirahat di kamarnya daripada di luar di dalam mobil, mereka berdua beristirahat saat jam makan siang atau sedang mengisi bahan bakar kendaraan
Devandra langsung menguap dan memejamkan matanya dan kemudian jatuh tertidur di sebelah isteri barunya ini
Arini membuka matanya dan kemudian menatap ke sekelilingnya, dia mencoba mengenali lingkungan dan situasi yang ada, Arini masih merasa dirinya berada di tempat yang asing, sambil mengumpulkan ingatannya, Arini baru menyadari kalau dirinya kini berada di apartemen Devandra yang mewah, kini Arini menatap ke sekelilingnya sambil tiduran dan berapa terkejutnya dia melihat Devandra yang tidur di sebelahnya dalam posisi miring menghadap dirinya
Arini menatap lekat pemilik mata yang indah itu, bulu mata yang panjang dan alis yang tebal, hidung yang mancung dan bibir yang sedikit tebal itu membuat Arini merasa takjub dengan pemandangan yang ada di depannya dan dia tidak menyangka kalau kini yang dihadapannya itu sudah menjadi miliknya seutuhnya, yang dimana semua wanita wanita memperebutkan pria yang kini masih tertidur, entah apa yang ada di pikiran mereka saat ini jika mereka tahu pria yang ada di hadapannya kini sudah menikah dan mempunyai seorang isteri
Tidak ingin membangunkan Devandra yang masih tertidur, Arini dengan hati hati bangun dari tempat tidurnya, dia membuka salah satu koper miliknya dan mencari handuk serta pakaian ganti, tubuhnya terasa sangat lengket karen seharian belum mandi sama sekali semenjak kepergiannya dari rumah orang tuanya
Dengan sangat hati hati dia berjalan menuju ke kamar mandi dan menutup pintu kamar mandi, dia membuka shower kamar mandi dan air langsung turun dengan cepat dari atas shower, tubuh Arini kini basah dengan air, Sementara diluar kamar mandi, Devandra sudah terbangun begitu mendapati Arini tidak ada di sebelahnya, dia bermaksud mencari Arini namun begitu mendengar suara air dari kamar mandi menyala, Devandra kembali merebahkan tubuhnya di tempat tidur sambil memainkan gadgetnya melihat lihat apakah ada pesan penting yang masuk atau tidak