Arini

Arini
lagi sensi



🐰 hai-hai, maaf author siang updatenya. Maaf jika membuat kalian menunggu 😘🐰


🐰semoga suka dengan kelanjutan ceritanya. Happy reading😘🐰


dua hari berada di kapal membuat andreaz tersiksa karena 24 jam ia harus melihat istrinya tanpa bisa melakukan lebih. Kesal, marah itulah yang dirasakan andreaz, tapi dia tidak mungkin menyalahkan istrinya karena ia juga tidak tahu jika tamu bulanannya akan datang lebih cepat.


''arini , kenapa wajah suami mu ditekuk seperti itu?''tanya nyonya rey saat melihat andreaz menuruni anak tangga.


''gak apa-apa, mah. Mungkin mas andreaz kecapekan. ''jawab arini lembut. Padahal ia sangat tahu kenapa wajah suaminya seperti itu .


''andreaz ! Kenapa?apa ada masala?''tanya tuan david yang tidak biasa melihat wajah sang putra ditekuk seperti itu, seperti sedang dalam masalah besar.


''gak apa-apa, pah. Andreaz hanya capek. ''jawab andreaz terdengar lemas.


''sayang, apa anak mama yang nakal ini tidak mendapatkan jatah vitaminnya sehingga lemas seperti ini?''tanya nyonya rey dengan menaik turunkan alisnya. karena nyonya rey tahu jika arini sedang datang bulan tapi ia tidak tahu sejak kapan , karena kemarin nyonya rey melihat arini membawa satu plastik yang berisi pembalut.


''ah, bukan mah.bukan seperti itu. Mas andreaz memang masih capek setelah liburan kemarin. ''ucap arini gugup dengan pertanyaan nyonya rey.


''benar , andreaz?''tanya nyonya rey sambil mengulum senyum.


''sudahlah, mah. andreaz capek menjawab pertanyaan ambigu dari mama. ''ucapnya kesal. Sedangkan nyonya rey tertawa kecil melihat anak kesayangannya ini sedang kesal kepadanya.


Tuan david hanya geleng-geleng melihat istrinya yang sedang menggoda andreaz.


''sayang ! Aku berangkat dulu. ''ucap andreaz lembut dan berdiri dari tempat duduknya.


''mah, pah. Arini nganter mas andreaz ke depan dulu. ''ucap arini lembut.


''sayang , masih berapa hari lagi tamu bulanan mu selesai?''tanya andreaz dengan wajah memelas saat sampai diluar.


''mungkin dua hari lagi. ''ucap arini tersenyum.


''hah !!! Apa gak bisa dipercepat , kamu gak kasihan sama aku setiap malam harus bermain solo. ''ucap andreaz kaget.


''ada-ada aja kamu , mas. Mana bisa aku mempercepat bulanan ku. ''arini geleng-geleng kepala mendengar pertanyaan ambigu dari suaminya itu.


''ya sudah lah , aku berangkat dulu. Jangan tunggu aku nanti malam, karena aku harus lembur buat ngilangin bayang-bayang sih bola kembar serta hutan rimba yang biasa aku masukin. ''ucap andreaz .


''hehehe ada-ada aja kamu , mas. Yang penting mas jangan terlalu capek. ''ucap arini lalu mencium punggung tangan andreaz.


''assalamu'alaikum. ''ucap andreaz.


''wa'alaikumsalam. Hati-hati , mas. Jangan lupa makan. ''ucap arini lembut.


Di perusahaan


''kenapa muka sih boa ditekuk gitu.''ucap para karyawan penuh tanya.


''iya ya, padahal semenjak menikah dengan nyonya arini t setiap hari wajahnya selalu terlihat bahagia. ''sahut karyawan lainnya.


''jangan-jangan. ''ucap salah satu karyawan terputus saat atasan mereka menegur .


''kerja ! Bukan buat ngomongin hidup orang , apalagi yang kalian bicarakan pemilik perusahaan ini. Apa kalian gak takut jika tuan andreaz mendengar ucapan kalian , sudah dipastikan kalian tidak akan bisa mendapat pekerjaan ditempat lain. ''ucap seorang wanita yang jabatannya lebih tinggi dari mereka.


''sudah sana, balik ketempat kerja masing-masing. ''lanjutnya .


Di ruangan ceo


''tuan, anda memanggil saya?''tanya tama masuk kedalam ruangan andreaz.


''tama, apakah hari ini saya ada meeting?''tanya andreaz .


''tidak ada , tuan. adanya besok siang dengan klien perusahaan x . ''ucap tama melihat catatan di tabletnya.


''meetingnya dipercepat saja , saya ingin meetingnya di laksanakan hari ini . ''ucap andreaz tanpa melihat wajah tama yang terlihat kaget.


''andreaz ! Eh maksud saya, tuan. ''bagaimana jika mereka tidak bisa melakukan meeting hari ini?''tanya tama. ia ingin marah tapi tidak bisa .


''batalkan saja kerjasama kita dengan perusahaan mereka. ''jawab andreaz datar. Tama hanya melongo mendengar ucapan.


''satu lagi, kalau di kantor jangan panggil andreaz. ''ucap andreaz dingin.


''ini orang kenapa sih?dari masuk ruangan sampai sekarang , sewot mulu. Lagi gak dapet jatah kali ya. ''batin tama kesal.


''iya , tuan. ''jawab tama singkat.


''kalau gitu saya permisi dulu , tuan andreaz. ''ucap tama dan langsung mendapat lirikan dari andreaz. Tama pun langsung keluar dari ruangan tersebut setelah mendapat lirikan tajam dari andreaz.


sesuai permintaan andreaz, tama menghubungi kliennya dan memberi kabar kalau meetingnya di percepat nanti siang.


''bagaimnaa bisa dipercepat nanti siang, pak. Bukankah meetingnya sudah disepakati akan dilaksanakan besok. ''ucap klien dari seberang telpon.


''iya, tuan. Maaf , tapi jika anda tidak bisa tidak masalah karena kerja sama perusahaan anda dengan tuan andreaz terpaksa dibatalkan. ''ucap tama.


terdengar helaan nafas dari seberang sana , masalahnya mereka belum menyiapkan file buat meeting hari ini. Dengan berat hati mereka mengiyakan permintaan dari perusahaan andreaz.


''dasar andreaz lagi sensi bikin semua orang susah. ''gumam tama pelan.


Tok


Tok


Tok


''permisi, tuan. Meeting hari ini akan dilaksanakan setelah makan siang. ''ucap tama .


''hmm. ''jawab andreaz singkat.


''baiklah kalau gitu saya permisi , tuan. ''ucap tama undur diri.


Ditempat lain tepatnya di desa terpencil , seorang wanita dengan lebam diwajahnya serta rambut yang tak terurus sedang berjalan tertatih-tatih dengan telapak kaki yang sedikit berdarah karena tidak menggunakan alas kaki.


''huek-huek. ''selvi yang tiba-tiba mual , mungkin karena belum makan apapun sejak beberapa hari yang lalu.


tiba-tiba matanya berkunang-kunang lama-kelamaan terlihat gelap dan seketika tubuhnya ambruk dan tidak sadarkan diri.


Seorang bapak yang sedang mencari kayu melihat selvi yang pingsan tidak jauh dari tempatnya berada langsung menghampiri selvi.


''neng, neng. ''panggil bapak tersebut.


''ini sih neng pingsan apa meninggal ya. ''ucap nya bingung.


''alhamdulillah, hanya pingsan. ''ucap bapak tersebut setelah bapak tersebut memeriksa denyut nadi selvi yang masih berdenyut.


Selvi pun dibawa bapak tersebut kerumahnya yang tidak terlalu jauh dari sana.


''pak e, bawa siapa?''tanya istri pak satio.


''ini, buk. bapak nemuin sih neng ini sudah pingsan didekat sana. ''ucap pak satio kepada istrinya.


''owalah.yasudah kalau gitu bawa masuk , pak. Kasihan sih neng nya kayak habis digebukin ya , pak. ''ucap sang istri saat melihat lebam di wajah selvi.


''sudah , buk. Lebih baik kita bawa masuk , kita obati. ''sahut pak satio.


Beberapa hari di sana , selvi merasa kondisinya lebih baik dan luka kebam diwajahnya sedikit memudar.


''neng, makan dulu. ''ucap istri pak satio.


Tanpa menjawab selvi memakan makana yang diberikan istri tuan satio. semenjak sadar selvi belum berbicara sepatah kata pun , ia hanya diam saat pak satio dan sang istri mengajaknya mengobrol.


tiba-tiba selvi kembali mual dan mualnya pun berulang -ulang .


''sih neng kenapa, buk?''tanya pak satio yang baru saja masuk kedalam rumah.


''gak tahu, pak. Tiba-tiba sih neng mual-mual gitu. ''jawab sang istri.


''apa kita bawa ke bidan aja , pak. Muka sih neng makin pucat. ''istri pak satio merasa khawatir.


Mereka yang tidak mempunyai anak merasa senang saat menemukan selvi, walau mereka tidak tahu orang yang mereka tolong adalah wanita yang sangat berbahaya bagi orang lain.


''yasudah , buk. Ayo kita bawa ke tempat bu bidan. ''ajak pak satio.


''sudah berapa hari mbaknya ini mual-mual?''tanya bu bidan.


''tadi pagi, dok. ''yang menjawab istri pak satio karena selvi hanya diam.


''baiklah. Saya periksa dulu. ''ucap bu bidan mengeluarkan stetoskop serta tensimeter digital untuk mengecek tensi selvi.


setelah semua selesai di cek bidan memberikan alat tes kehamilan kepada istri pak satio .


''ini buat apa , buk?''tanya istri pak satio.


''itu alat tes kehamilan, karena setelah saya periksa kemungkinan anak ibu ini lagi hamil, tapi untuk lebih memastikan silahkan dicek pakai ini dulu supaya saya bisa memastikan anak ibu hamil atau tidak. Ucap bu bidan tersenyum ramah.


Pak satio dan istrinya kaget saat mendengar penuturan bu bidan. Tapi mereka tetap melakukan apa yang di suruh oleh bu bidan.


''ini , buk. ''ucap istri pak satio memberikan alat tes kehamilan tersebut kepada bu bidan.


''selamat, ternyata anak ibu sedang hamil. ''ucap buk bidan tersenyum.


Selvi yang sejak tadi hanya diam , tiba-tiba ia berteriak sambil menjambak rambutnya.


''tidak, tidak mungkin. ''teriak selvi dan membuat pak tio dan istri serta bu bidan kaget melihat selvi yang seperti itu.


''aduh, pak. Sih neng ke apa?''tanya istri pak satio cemas.


''gak tahu, buk. Bapak juga bingung. ''jawab pak satio dengan wajah bingung.


''tenang, pak. Saya akan berikan obat penenang agar anak bapak bisa istirahat. ''ucap bu bidan lalu menyuntikan obat tidur kepada selvi ,setelah beberapa menit teriakan selvi makin lama makin mengecil dan ia pun tertidur.