Arini

Arini
Bab 29



Sepeninggal gadis yang bernama Anita, Devandra menghela nafas panjang dan menghembuskannya kuat kuat, entah kenapa hatinya merasa kesal sekali dengan mamanya yang tanpa seijinnya menjodohkan dia dengan gadis yang dia tidak kenal sama sekali, Devandra ingin sekali mengatakan kalau dirinya sudah berkeluarga, kalau dirinya sudah menikah dan dia sudah tidak berminat lagi dengan gadis manapun juga baginya saat ini isterinya itu adalah masa depannya, namun kembali lagi dia teringat dengan Cassandra gadis yang telah mengisi relung relung hatinya selama lima tahun


"Kamu dimana?" tanya Devandra dalam hati, hatinya kembali bercabang jika mengingat gadis yang menghilang dari dirinya itu


"Siapa wanita tadi?" tanya Bryan kepada Devandra, begitu dia masuk ke dalam ruangan Devandra


"Entahlah, dia mengatakan kalau dirinya adalah Anita dan ingin mengajukan kerjasama dengan kita, dan dia juga menyerahkan proposal ini kepada kita" kata Devandra kembali menarik nafas dalam dalam


"Memangnya dia sudah ada janji temu sama kamu?" tanya Bryan yang menerima proposal proposal permintaan kerjasama yang diberikan Devandra kepada dirinya, Devandra menggelengkan kepalanya


"Lalu kenapa dia bisa bertemu dengan kamu kalau tidak ada janji temu dengan kamu?" tanya Bryan dengan heran, Devandra menyandarkan punggungnya di atas kursinya sambil mengangkat kedua tangannya ke atas kepala


"Siapa lagi kalau bukan mamahku, Nyonya Rivanna yang terhormat" ucap Devandra sedikit kesal dengan mamahnya itu, Bryan yang mendengar itu langsung tersenyum kecil


"Sepertinya Nyonya Rivanna menyuruh kamu untuk segera menikah deh, kenapa kamu tidak berkata terus terang saja kalau kamu sudah menikah, masalah diterima atau tidak sama nyonya Rivanna itu soal belakangan, yang penting mereka tahu kalau kamu sudah menikah dan kamu tidak dijodohkan lagi sama nyonya Rivanna" Bryan memberikan saran kepada Devandra, Devandra mengamini apa kata assisten pribadinya itu, harusnya Devandra mengatakan yang sejujurnya kalau dirinya sudah menikah, namun masalahnya Arini yang masih belum siap dan Devandra juga tidak ingin menyakiti dua wanita yang dia sayangi


"Masalahnya tidak semudah itu, aku hanya ga mau mereka berdua tersakiti, Arini tersakiti karena mamah aku yang mungkin akan menolak kehadirannya dan Mamahku yang tersakiti karena mengetahui anaknya menikahi seorang yang tidak sesuai dengan kriterianya" ucap Devandra dengan nada murung


"Kamu tahu ga kalau kaya gini itu artinya kamu nanti yang bakalan susah, itu semua resiko, dan kamu harus menghadapi semua resiko itu, ga enak memang tapi kamu harus menghadapinya" nasihat Bryan kepada Devandra, Devandra mendengarkan nasihat Bryan dan membenarkan apa yang dikatakan oleh Bryan, semuanya memang ada resikonya dan kita harus menghadapi resiko itu sendiri


"Mungkin akan sakit bagi mereka, tapi akan lebih sakit lagi kalau mereka tahu dengan sendirinya dari orang lain, itu ibaratnya kamu membohongi mereka yang mencintai dan menyayangi kamu" Bryan masih memberikan nasihat kepada Devandra yang masih terdiam mencoba mencerna ucapan dari Bryan


"Coba kamu pikirkan lagi dan kamu rundingkan, siapa tahu aja apa yang kamu dan Arini itu salah besar, siapa tahu aja mereka mau menerima kalian dan apa yang kalian pikirkan selama ini adalah salah besar" kata Bryan dengan nada suara yang serius menatap Devandra dengan tatapan serius


"Aku akan coba bicarakan ini kepada Arini, untuk sementara ini biarkan saja waktu yang menjawabnya" jawab Devandra pada akhirnya


"Baiklah, semua terserah sama kamu karena kamu yang menjalani itu semuanya, aku cuman bisa mendoakan yang terbaik buat kalian berdua" ucap Bryan kepada Devandra dengan tulus


"Makasih banyak atas nasihat dari kamu, biar aku dan Arini yang memutuskan itu semua" ujar Devandra kepada Bryan


Tiba tiba handphone Devandra berdering, Devandra membaca siapa yang menelpon dirinya, begitu dilihat panggilan dari Nyonya Rivanna, Devandra langsung mengangkat telponnya


"Ya hallo mah ada apa?" tanya Devandra begitu dia mengangkat telpon


"Tadi Anita sudah datang ke kantor kamu Devand?" tanya Nyonya Rivanna kepada Devandra begitu Devandra sudah mengangkat telpon


"Iya benar, mamah yang suruh Anita untuk datang ke kantor kamu, sekalian memperkenalkan kamu ke Anita, bagaimana dengan Anita?" tanya Nyonya Rivanna ingin tahu pendapat dari Devandra


"Maksud mama apa?" tanya Devandra balik pura pura tidak mengerti apa yang ditanyakan oleh mamahnya


"Maksud mamah, dia itu cantik ga menurut kamu atau kamu ada punya kesan sendiri tidak dengan yang namanya Anita itu?" tanya Nyonya Rivanna yang masih penasaran, Nyonya Rivanna ingin mendengar tanggapan dari Devandra anaknya mengenai gadis yang ingin dia jodohkan


Devandra menghela nafas panjang


"Kalau mamah mau tau kesan saya dengan Anita itu bagaimana jujur buat saya biasa saja, dan tidak ada kesan apa apa tentang wanita yang bernama Anita itu " jawab Devandra dengan nada jujur, Nyonya Rivanna yang mendengar jawaban dari Devandra anaknya langsung terkejut, dia tidak menyangka sama sekali kalau Devandra akan berkata seperti itu mengenai seorang wanita yang bernama Anita, padahal Nyonya Rivanna sudah mengirimkan seseorang untuk mencari tahu mengenai Anita anak dari Tuan Kurniawan pemilik dari perusahaan tekhnologi terbesar kedua di kota tersebut


Ditambah Anita juga seorang gadis yang cerdas, dan bisa menjadi seorang pimpinan di usianya yang masih muda, ditambah lagi dengan segudang prestasi yang dimiliki oleh gadis yang bernama Anita ini, lulusan dari universitas luar negeri yang cukup terkenal seantero dunia membuat gadis yang bernama Anita ini dikagumi oleh banyak para pimpinan pimpinan muda, dan Nyonya Rivanna beranggapan kalau Anita sangat cocok mendampingi Devandra yang juga sama sama mempunyai pemikiran cerdas, dan mereka akan menjadi pasangan yang sempurna yang dibicarakan oleh banyak orang nantinya dan disegani oleh para pengusaha pengusaha


Namun apa yang dibayangkan oleh Nyonya Rivanna ternyata berbanding terbalik, dia tidak menyangka anaknya akan menolak secara halus mengenai kehadiran Anita, bahkan dia menganggap Anita seorang gadis yang tidak menarik perhatian dari seorang Devandra Alexander Syailendra


"Devandra, kamu yang benar saja masak gadis secantik dan sepintar Anita kamu bilang biasa biasa saja, terus yang luar biasa itu seperti apa Cassandra yang tidak jelas itu" kata Nyonya Rivanna dengan suara yang sangat kesal dengan anak ya Devandra


Devandra yang mendengar nada kekesalan mamahnya langsung memijit keningnya, dan menghembuskan nafasnya kencang kencang mencoba menahan kekesalannya terhadap mamahnya yang tidak pernah mau menanyakan pendapat anaknya apa anaknya setuju untuk dijodohkan atau tidak


"Bukan begitu mah, Devandra hanya mau fokus untuk mengembangkan perusahaan Devandra dulu mah, Devandra belum mau punya pasangan, apalagi memikirkan untuk menikah, belum mah, beri Devandra kesempatan dan waktu mau kan mah" kata Devandra berusaha membujuk Nyonya Rivanna dari telpon


Nyonya Rivanna langsung terdiam mendengar jawaban dari Devandra, hingga dia mempunyai pikiran aneh yang langsung terlintas tiba tiba dari pikirannya, dan itu dia langsung tanyakan kepada Devandra dengan nada yang curiga


"Devandra, mama mau tanya sesuatu sama kamu"


"Apa itu mah?"


" Kamu masih normal kan?"


"Maksud mama apa?"


"Maksud mama kamu bukan kaum pelangi itu kan, ingat loh Devandra kalau kamu penyuka sesama jenis, mama coret kamu di daftar kartu keluarga, mama tidak sudi punya anak kamu pelangi"


"Apaaaa !!" teriak Devandra kaget, mendengar Nyonya Rivanna menuduh kalau dirinya adalah penyuka sesama jenis, dan teriakan Devandra membuat kaget Nyonya Rivanna