
Arini sedang sibuk melakukan pekerjaannya di dapur, sementara Devandra masih tertidur lelap, namun begitu mencium aroma sarapan pagi yang dikerjakan oleh Arini di dapur membuat Devandra membuka matanya dan melihat ke samping ternyata Arini sudah tidak ada di sebelahnya
Devandra langsung bergegas bangkit dari tempat tidur, dia menggunakan kaos dan dengan celana boxer nya langsung turun dari kamarnya yang berada di lantai dua
Devandra langsung menemukan Arini di dapur yang sibuk menyiapkan sarapan pagi,Arini sendiri tidak menyadari kedatangan Devandra, Devandra sendiri berjalan mengendap endap dan langsung memeluk Arini dari belakang hingga membuat Arini terkejut kaget
"Sedang buat apa?" tanya Devandra kepada Arini
"Aku hanya membuatkan sarapan pagi nasi goreng buat kamu" jawab Arini yang tangannya masih sibuk menggoreng nasi
"Kamu mau kopi?" tanya Arini kepada Devandra
"Nanti saja" jawab Devandra yang masih memeluk Arini dari belakang
"Lepasin dong, aku sudah bergerak nih" ucap Arini yang merasa risih dipeluk oleh Devandra
"Kalau aku tidak mau bagaimana?" tanya Devandra sambil berbisik di telinga Arini
"Sarapan kita tidak jadi,dan aku sudah lapar " jawab Arini cepat
Lalu dengan rasa enggan Devandra melepaskan pelukan dari Arini, di kemudian berjalan ke sudut meja, mengambil toples yang berisi bubuk kopi dan menuangkannya di atas cangkir kecil dan kemudian menyeduhnya dengan air panas
"Arini aku sangat suka kopi hitam tanpa gula, nanti kamu buatkan aku kopi seperti itu ya" ucap Devandra sambil mencium aroma wangi kopi, Arini yang mendengar itu langsung menganggukkan kepalanya
Tidak lama kemudian sarapan pagi sudah tersedia di atas meja makan, Devandra langsung mencium aroma wangi nasi goreng langsung terbit rasa lapar di dalam perutnya
"Makanlah,nanti keburu dingin" kata Arini sambil menaruh telur dadar diatas piring dan langsung disuguhkan ke piring Devandra berikut dengan nasi goreng yang masih mengepulkan asapnya
Tanpa banyak cakap Devandra langsung mengambil sendok yang berada di sampingnya dan mencicipi nasi goreng buatan isterinya itu, Arini menunggu dengan perasaan cemas apakah nasi goreng buatannya dia disukai oleh Devandra atau tidak
"Bagaimana?" tanya Arini penuh harap
"Kurang" jawab Devandra sambil menyuapkan satu sendok nasi ke dalam mulutnya
"Kurang bagaimana?" tanya Arini penasaran
Arini langsung mengambil sendok yang ada di sampingnya, namun ketika Arini mau mengambil nasi goreng dari piringnya Devandra, Devandra langsung menahan tangan Arini dan menatap Arini dengan tatapan tidak mengijinkan Arini untuk mengambil nasi goreng tersebut
"Kenapa?" tanya Arini heran menatap wajah Devandra
"Kamu ambil sendiri bagain kamu ini bagaian aku" ucap Devandra
"Tapi kan ini kamu bilang kurang" kata Arini tidak mau kalah
"Maksud aku kurang banyak" jawab Devandra yang masih sibuk fokus dengan sarapannya
"Bohong " ucap Arini tidak percaya
"Ya sudah kalau tidak percaya, tapi jangan coba coba kamu ambil makanan aku" ucap Devandra dengan tatapan mengancam Arini
"Iya aku ambil sendiri" ucap Arini mengalah
Arini langsung mengambil nasi goreng dari penggorengan dan kemudian mencicipi masakannya, semuanya terasa pas di lidahnya
Setelah mereka berdua selesai makan, Devandra langsung menaruh piring bekas dia makan di cucian piring kotor
"Sudah taruh saja disitu biarbaku yang cuci" kata Arini yang masih sibuk dengan makanannya
Devandra langsung menuruti apa yang dikatakan oleh Arini dan kembali duduk berhadapan dengan Arini, Devandra memperhatikan Arini dengan penuh seksama , memperhatikan cara makan Arini yang lahap
"Jangan memperhatikan aku seperti itu, nanti aku bisa tersedak" ucap Arini yang merasa dirinya sedang diperhatikan oleh Devandra
Devandra yang mendengar itu langsung tersenyum lebar dan kemudian menyentil dahi Arini
"Sakit tahu" kata Arini dengan mata mendelik
"Hari ini kamu mau kemana?" tanya Devandra sambil menatap serius ke arah Arini
"Mungkin di apartemen saja sambil bersih bersih apartemen " jawab Arini sambil mengangkat piring kotorbya ke tempat cucian
"Aku mungkin akan pulang malam, karena aku mau ke rumah utama bertemu dengan kedua orang tua aku, tapi sebelumnya aku akan ke kantor karena sudah banyak pekerjaan yang aku tinggalkan dan aku ga enak dengan Ryan yang menghandle tugas tugas aku selama aku sibuk dengan kamu" kata Devandra kali ini dengan suara serius
"Tidak apa apa mas, biar aku yang tunggu disini, tapi bagaimana kalau mereka menanyakan aku?" tanya Arini pelan
"Aku akan mengatakan kalau kamu sudah berhenti bekerja, dan kamu bilangnya lewat aku" jawab Devandra dengan nada serius
Arini langsung terdiam mendengar ucapan Devandra yang barusan, meski dia tergolong salah satu pelayan baru yang masih muda diantara pelayan yang lain dia merasa benar benar bersalah karena mengundurkan diri tanpa pemberitahuan
"Kenapa diam?" tanya Devandra sambil memperhatikan wajah Arini yang tampak memikirkan sesuatu
"Tidak ada, aku hanya merasa tidak enak karena mengundurkan dir tanpa pemberitahuan sebelumnya" ucap Arini dengan suara pelan
"Kamu tenang saja dan jangan khawatirkan akan hal itu, lagian kehilangan satu orang pekerjanya mereka tidak rugi apa apa kok" jawab Devandra sambil menenangkan Arini
"Ya sudah aku mau siap siap ke kantor, kamu kalau ada perlu apa apa telpon aku atau kirim pesan ke aku" kata Devandra, Arini hanya menganggukkan kepalanya saja
Devandra langsung naik ke lantai dua lagi menuju ke kamarnya untuk mandi, sementara Arini menuju ke ruang ganti pakaian untuk menyiapkan pakaian kerja suaminya dan dia langsung membawa satu stelan pakaian ke kamar tidur mereka dan meletakkannya di atas tempat tidur
Setelah itu Arini juga mempersiapkan apa yang menjadi keperluan suaminya, dan setelahbdirasa cukup, Arini kembali ke bawah untuk membereskan dapur dan ruang makan lalu setelah itu dia kembali lagi menuju ke kamar untuk mengecek apakah Devandra sudah selesai mandi atau belum
Devandra yang melihat Arini sedang memperhatikan dirinya, timbul idenjahil untuk mengerjai Arini
"Arini tolong kesini sebentar " panggil Devandra yang saat itu tengah mengambil salah satu dasi panjangnya
Arini yang dipanggil oleh Devandra langsung menurut, dia berjalan mendekati Devandra dan menatap Devandra dengan tatapan penuh tanya
"Tolong kamu pasangkan dasi aku" perintah Devandra kepada Arini
"Tapi aku ga bisa memasangkan dasimu itu" ucap Arini dengan nada polis dan jujur
"Tapi aku mau kamu yang pakaikan dasi aku" ucap Devandra yang masih bersikeras menginginkan Arini yang memasangkan dasinya
Dengan terpaksa akhirnya Arini menuruti perintah dari Devandra, dan benar apa yang dikatakan oleh Arini barusan kalau dia memang tidak bisa memasangkan dasi
Sambil menggerutu tangan Arini tetap bekerja memasangkan dasinya Devandra, saat itu Arini harus berjinjit untuk bisa memasangkan dasinya dan Devandra sama sekali tidak membantunya hingga Arini dibuat kesulitan dengan tinggi badanya dan ketidak mampuan dia memasangkan dasinya Devandra