Arini

Arini
masih tanda ?



🐰happy reading🐰


🌺semoga reader suka kelanjutannya🌺


di perusahaan, tama terlihat kesal karena pekerjaannya yang menumpuk di tambah ia harus menghandle kerjaan andreaz.


''ini namanya kerja rodi , mana udah janji sama mama rey buat makan malam di rumah. ''keluh tama . Ia harus kerja ekstra agar pekerjaannya bisa selesai sebelum makan makan makan malam.


karena tadi malam nyonya rey dan tuan david tidak jadi makan malam di rumah dikarenakan harus pergi ke rumah sakit untuk membesuk kerabat mereka yang mengalami kecelakaan. Dan karena hal itu, nyonya rey meminta tama untuk datang nanti malam .


''lagian sih , andreaz. tumben-tumbenan sakit, kebanyakan vitamin kayaknya tuh anak. ''tama yang masih saja ngedumel sendiri.


''pak , tidak baik berbicara sendiri nanti dikira orang bapak. ''ucap dea sekretaris tama tersenyum, lalu menempelkan jari telunjuknya membentuk garis miring.


tama langsung melebarkan matanya mendengar ucapan sekretarisnya itu.


''hehe.maaf , pak. Lebih baik bapak lanjut lagi kerjanya biar cepat selesai. ''ucap dea tersenyum kikuk.


''sudah sana, kembali ketempat mu. ''usir tama .


''santai , pak. Ini saya juga mau keluar. ''ucap dea lalu keluar dari ruangan tama setelah meletakan beberapa berkas di atas meja tama.


''huhu, sabar tama. Semangat-semangat demi masa depan bersama ayang indah . ''ucap tama menyemangati dirinya sendiri .


...****************...


''mas, kamu sarapan dulu ya. Ini bibi udah bawain sarapan. ''ucap arini dengan lembut.


andreaz menyenderkan tubuhnya di senderan tempat tidur.


''buku mulutnya, mas. ''pinta arini .


''baunya gak enak , sayang. ''ucap andreaz menutup mulutnya . ia kembali mual saat mencium bau makanan yang di pegang oleh arini.


''tapi, mas. Kalau mas gak makan , mas semakin lemas loh. ''ucap arini dengan lembut.


''tapi aku benat-benar gak suka , sayang. Dengan baunya, perutku jadi mual lagi. ''ucap andreaz lemas.


''bagaimana kalau aku bikinin , mas jus?''tanya arini memberi ide, siapa tahu jika ia yang membuatnya suaminya itu akan mau meminumnya.


''ya sudah, bikinin jus mangga aja tapi jangan yang terlalu mateng mangganya terus jangan di kasih gula, kasih madu aja sedikit. ''pinta andreaz yang tiba-tiba bersemangat .


''tapi, mas. apa gak ke asaman kalau dikasih gula atau susu gitu?'tanya arini.


''kamu juga belum makan nasi , mas. bahaya perut kosong sudah langsung diisi sana yang asem. ''ucap arini yang khawatir dengan permintaan suaminya .


''tapi aku maunya itu, sayang. Kalau kamu tidak mau ya sudah, aku bilang sama bibi biar di bikinin jus mangga muda. ''ucap andreaz.


''huffp, baiklah. aku bikinin jus mangganya. Mas disini saja, aku turun dulu. ''ucap arini pasrah. Permintaan suaminya ini benar-benar aneh, seperti orang yang sedang ngidam.


''gimana, sayang.apa andreaz sudah lebih baik?''tanya nyonya rey yang sedang berada di dapur.


''belum, mah. Mas andreaz gak mau makan dan minta di bikinin jus mangga tapi yang masih muda. ''ucap arini .


''kenapa harus yang muda, itukan asem banget sayang. Bikinin mangga yang sudah mateng aja. Takut perutnya gak kuat , apalagi andreaz belum sarapan. ''ucap nyonya rey .


''iya, mah. Ini arini bikinin jus mangganya yang sudah mateng''jawab arini sambil mengupas mangga yang sudah kuning.


''ya sudah, mama hubungi zein dulu buat periksa andreaz. ''ucap nyonya rey lalu berjalan ke arah telpon rumah yang tidak jauh dari sana.


***


''mas, ini jusnya. ''ucap arini memberikan segelas jus kepada andreaz.


''kok warnanya kayak gini, sayang ?jangan bilang ini jus mangga yang sudah matang?''tanya andreaz penuh selidik.


''iya, mas. Maaf ya, ini juga permintaan mama. Mama gak mau kamu makin sakit , mas. ''ucap arini dengan lembut.


''di coba dulu , mas. ini enak kok ,aku bikinnya dengan cinta. ''rayu arini .


dengan terpaksa andreaz mencoba meminum jus mangga tersebut , alhasil andreaz kembali mual dan langsung ke kamar mandi.


''sayang, aku hanya butuh pelukan dari mu. wangi tubuh mu yang bisa menghilangkan mual ku. ''ucap andreaz yang langsung memeluk tubuh arini saat keluar dari kamar mandi.


''mas, badan kamu panas. Ya sudah , kita ke tempat tidur ya. Sebentar lagi dokter zein datang. ''ucap arini .


Tok


Tok


''sayang, mama masuk ya. ''ucap nyonya rey .


''iya, mah. ''jawab arini yang sudah memakai kembali cadarnya.


Ceklek


nyonya rey masuk bersama dokter zein. Dokter zein adalah dokter keluarga, dia juga keponakan nyonya rey yang artinya sepupu andreaz.


''ini mah akal-akalan lho , biar bisa meluk-meluk istri lho terus. ''ledek zein saat masuk kedalam kamar andreaz.


''lebih baik periksa , gue.gue udah pusing sama mual . ''sahut andreaz yang nampaknya sangat akrab dengan sepupunya itu.


''iya-iya , sebentar. Gue keluarin dulu alat kedokteran gue, lho juga, kalau masih meluk istri lho kayak gitu gimana gue periksanya. ''ucap zein.


''lho harus di infus , bro. Kondisi lho lemes banget dan lho juga banyak kekurangan cairan. ''ucap zein.


''lho mau di pasang infus di sini apa mau di rumah sakit?''tanya zein yang sekedar basa basi , karena ia sudah tahu jawabannya jika andreaz akan lebih memilih di rumah dari pada di rumah sakit.


''sudah , zein pasang infusnya di sini saja. Tidak mungkin andreaz mau dibawa ke rumah sakit. ''ucap nyonya rey lembut.


''hehe iya, tante. ''sahut zein tersenyum.


zein pun memasangkan infus kepada sepupunya itu.


''gue saranin , lho ajak istri lho periksa ke rumah sakit. ''ucap zein sambil memasangkan infus .


''kenapa jadi istri, gue. Kan yang sakit gue, zein. Lho suka ngadi-ngadi. ''sahut andreaz .


''denger dulu, gue belum selesai ngomong. ''ucap zein.


''jadi gini, kemungkinan istri lho hamil. Karena lho sehat-sehat aja gak ada yang aneh di tubuh lho. ''sambungnya.


''hamil ! ''ucap andreaz dan nyonya rey barengan.


''iya, tapi untuk memastikannya kamu ajak istri mu untuk periksa ke dokter kandungan . ''sahut zein tersenyum.


''jika istri ku yang hamil, kenapa aku yang mual-mual?''tanya andreaz yang memang tidak mengerti maksud ucapan zein.


''jika memang istri mu hamil, itu berarti istri mu mengalami kehamilan simpatik atau sindrom couvade terjadi ketika suami ikut merasakan tanda-tanda kehamilan pada sang istri. Memang tidak semua pria yang merasakan , ya mungkin bentuk cinta lho sama istri sehingga lho merasakan yang harus di rasakan oleh istri lho. ''jelas zein panjang lebar.


''iya, mama juga pernah dengar hal seperti itu. ''sahut nyonya rey .


''terus , sampai kapan gue mual-mual terus kayak gini?''tanya andreaz .


''itu tanya saja sama dokter kandungan, karena gue bukan dokter kandungan yang mengetahui segalanya tentang kehamilan. ''jawab zein.


''kalau begitu, gue pamit dulu . Nanti jika infusnya sudah habis segera telpon gue. ''ucap zein .


''tante, aku pamit pulang dulu. ''ucapnya tersenyum .


''iya, zein. Terimakasih, salam sama mama papa mu. ''ucap nyonya rey tersenyum.


''tante antar ke bawah. ''ucap nyonya rey dan mereka keluar dari kamar andreaz.


''mas, apa benar aku hamil?''tanya arini yang masih belum percaya jika dirinya benar-benar hamil.


''entah , sayang. Tapi jika iya, aku sangat bahagia. semoga saja ucapan zein benar. ''ucap andreaz tersenyum mengelus perut rata sang istri.


''amin, mas.aku juga berharap jika aku beneran hamil. ''ucap arini tersenyum.