Arini

Arini
di rumah sakit



tuan mateo menghubungi sang istri , untuk memberitahukan jika ia sekarang dalam perjalanan ke rumah sakit.


"*hallo, mah . " ucap tuan david saat panggilan tersambung.


"iya, pah. Bagaimana , pah ? Apa kedua menantu kita sudah di temukan? " tanya nyonya rey dari seberang telpon.


"belum, mah. Aku sekarang lagi di perjalanan ke rumah sakit bersama tuan mateo. " ucapnya.


"hah , ke rumah sakit ! Siapa yang sakit , pah? papa tidak kenapa-kenapa kan? " tanya nyonya rey terdengar panik.


"tidak, mah. Papa tidak kenapa-kenapa, tapi tuan mateo yang tiba -tiba pingsan saat mendengar kabar jika indah juga ikut menghilang. " ucap tuan david.


"oh, ya ampun. Bagaimana keadaannya sekarang ? " tanya nyonya rey yang begitu nampak khawatir dengan besannya itu. karena istri tuan mateo juga pingsan saat tahu indah menghilang.


"belum sadar, mah. Mama beritahukan saja kepada istri tuan mateo agar segera menyusul ke rumah sakit. " ucap tuan david.


"baiklah, pah. Nanti mama akan juga ikut ke sana. " jawabnya.


"baiklah, mah. Sepertinya sebentar lagi kami akan sampai di rumah sakit. Kalau begitu papa tutup dulu telponnya. " ucap tuan david.


"iya , pah. Hati-hati. " ucapnya .


"assalamu'alaikum." ucapnya mengakhiri .


"wa'alaikumsalam." jawab tuan david dan mengakhiri panggilannya.


''kenapa , jeng?''tanya ummi .


''begini, ummi. Tuan mateo sekarang dilarikan ke rumah sakit karena tiba-tiba pingsan saat mendengar indah juga hilang ''ucap nyonya rey dengan raut wajah bingung. Pasalnya , istri tuan mateo juga masih istirahat di kamar karena habis pingsan. Jika ia memberitahukan jika tuan mateo pingsan dan di bawa ke rumah sakit, apa tidak akan membuat istri tuan mateo semakin shock.


''innalillah, terus gimana keadaannya sekarang?''tanya ummi khodijah yang juga ikut panik.


''masih belum sadar, ummi. Bagaimana cara kita menyampaikan kabar ini kepada istri tuan mateo. ''ucap nyonya rey sambil memijit keningnya yang terasa pusing. Hari ini benar-benar ujian buat keluarganya, banyak cobaan yang harus mereka terima hari ini.


''ya sudah. Nanti biar saya yang memberitahu istri tuan mateo. ''ucap ummi khodijah dengan lembut .


''iya, ummi. Semoga saja istri tuan mateo bisa kuat menerima ini semua.''ucapnya dengan nada lemas.


''ya sudah, lebih baik kita memberitahukan sekarang agar kita bisa lebih cepat ke rumah sakitnya.''usul ummi khodijah dan mendapat anggukan oleh nyonya rey.


Merekapun berjalan ke kamar tamu, dimana istri tuan mateo sedang beristirahat.


''jeng, gimana apa sudah mendingan?''tanya nyonya rey tersenyum getir.


''alhamdulillah, sudah lebih baik. 'jawabnya.


''jeng, sebenarnya ada yang ingin kami bicarakan . ''ucap ummi khodijah dengan pelan dan lembut .


''apa , ummi ? Apa ada kabar dari anak-anak ku?''tanya istri tuan mateo yang mulai terlihat sedih. Ia takut akan apa yang akan di sampaikan oleh ummi khodijah . Ia takut hal buruk terjadi kepada mereka berdua.


''belum, kami belum mendapatkan kabar. Hanya saja, tadi tuan david menghubungi nyonya rey , jika tuan mateo pingsan dan dibawa ke rumah sakit. ''ucap ummi sambil menggenggam tangan istri tuan mateo, berusaha memberi kekuatan kepadanya agar bisa menerima semua ini dengan lapang dada.


''ya allah, pah ! ''isak istri tuan mateo.


''sudah, lebih baik kamu tenang agar kita bisa segera ke rumah sakit. ''ucap ummi khodijah.


istri tuan mateo mencoba mengatur nafasnya dan mencoba tenang. Setelah melihat keadaan istri tuan mateo yang sudah bisa tenang , akhirnya mereka ke rumah sakit . Ustad hasan yang memang tidak jadi ikut, karena menurutnya tidak ada yang menjaga wanita-wanita di rumah ini, walau ada para bodyguard tapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa selain menunggu perintah dari tuannya.


ustadz hasan ,memarkirkan mobil milik tuan david di area parkir rumah sakit.


''tuan david, bagaimana keadaan suami saya?''tanya istri tuan mateo yang terlihat sangat khawatir.


''dokter masih memeriksanya didalam. ''jawab tuan david.


''sudah, jeng. Kita doakan saja ,semoga tuan mateo tidak kenapa-kenapa. ''ucap ummi khodijah mengelus pundak istri tuan mateo yang terus memandangi pintu ruangan tersebut.


''david, bagaimana ?apa sudah ada kabar dari andreaz?''tanya ustadz hasan.


''belum, san. mereka belum mengabari ku dan aku pun belum sempat untuk menelpon mereka. ''jawab tuan david.


tidak jauh dari ruangan tuan mateo, seseorang berteriak memanggil dokter sambil menggendong seseorang.


semua pengunjung rumah sakit nampak kaget dan kasihan melihat wanita yang di gendong oleh suaminya , nampak wanita tersebut dengan perut buncitnya tidak sadarkan diri.


Dokter pun menghampiri pria tersebut , bersama perawat membawa brankar rumah sakit .


''mari , pak. ''ucap dokter tersebut meminta agar istri dari pria tersebut diletakan di atas brankar rumah sakit.


Brankar tersebut di dorong menuju ruangan yang sudah di lengkapi dengan alat-alat kedokteran.


''maaf, pak. Anda di harapkan untuk menunggu di luar. ''ucap perawat dan langsung menutup pintu ruangan tersebut.


andreaz nampak gusar, ia memukul tembok rumah sakit dan hal itu membuat pengunjung yang melintas melihat ke arahnya.


''andreaz, tenang ! Kamu tidak boleh seperti ini. "ucap tama dengan nada tinggi.


Ia juga sedih saat melihat andreaz yang seperti ini, apalagi saat melihat istrinya , indah. Yang terus terisak dalam pelukannya .


"tama ! Aku selalu gagal melindungi istri ku, ia selalu jadi sasaran para musuh ku. "ucap andreaz lirih .


tama kasihan melihat andreaz yang seperti ini, ia tidak menyangka jika kehidupan andreaz akan seberat ini.


Saat andreaz terus menyalakan dirinya, tiba-tiba pintu terbuka. Seorang dokter wanita keluar dari ruangan tersebut. Andreaz pun langsung berdiri dari duduknya dan bergegas menghampiri dokter tersebut. Indah dan tama pun tak mau kalah, mereka juga ikut menghampiri dokter tersebut.


"dok ! Bagaimana keadaan , istri saya?"tanyanya .


"maaf, pak. Kami harus melakukan operasi untuk istri bapak , karena kondisi istri bapak yang belum juga sadar dan janin yang ada di dalam kandungannya juga ikut melemah. "ucap dokter tersebut dengan wajah tegang.


"apa, dok ! Tapi kandungan istri saya baru tujuh bulan , dok. "ucap andreaz kaget, shock itulah yang ia rasakan saat ini.


"tapi ini harus di lakukan, pak. Jika tidak kami tidak bisa menjamin keselamatan istri bapak. "ucap dokter lagi.


Andreaz meraup wajahnya kasar, apa tidak ada jalan lain untuk menyelamatkan istri dan juga calon baby mereka. Dengan terpaksa , ia menyetujui tindakan dokter tersrbut.


"baiklah, dok. tapi saya mohon, dok. Selamatkan istri dan juga anak saya. "ucapnya pasrah.


"baik, pak. Kami akan usahakan yang terbaik. "jawab dokter.


"kalau begitu, bapak segera tanda tangani ini agar kami bisa segera melakukan operasinya. "ucap dokter tersebut memberikan selembar kertas yang harus di tanda tangani andreaz.


Setelah andreaz menanda tangani kertas tersebut, dokter pun kembali masuk dan siap melakukan operasi.


"kak arini. "tangis indah pecah dalam dekapan sang suami, ia benar-benar tidak kuat mendengar ucapan dokter tersebut.


sedangkan , andreaz. Ia terduduk lemas di lantai dengan wajah yang sudah di basahi oleh air mata, ia tidak perduli siapapun yang melihatnya seperti saat ini. Yang ia pikirkan hanya keselamatan istri dan anaknya.


Dari jauh langkah besar menghampiri mereka, yang ternyata tuan david dan nyonya rey. Sebelum menghampiri andreaz , tama dan indah. Nyonya rey mendengar suara yang sangat ia kenal sedang berteriak memanggil dokter. Ia yang penasaran , mengajak sang suami untuk mencari tahu suara siapakah tadi. Dan benar saja, feeling seorang ibu benar-benar tepat. Sekarang ia melihat anaknya yang terduduk lemas di lantai di depan ruangan bersama indah dan juga tama.


"mama, papa. "ucap indah dan tama.


Andreaz mendengar indah dan tama menyebut mama, papa. Sontak saja ia mendongakkan wajahnya dan melihat nyonya rey didepannya dengan berlinang air mata.


"ma."ucap andreaz lirih, ia seperti anak kecil yang sedang dalam masalah dan mengaduh kepada sang mama.


"sayang, ada apa ? Dimana istri mu?"tanya nyonya rey memeluk putranya itu.


"dia ada didalam, mah. Sedang ditangani dokter. "ucapnya dengan bibir bergetar.


"apa yang harus andreaz lakukan , mah. Semua ini salah andreaz yang tidak becus menjaganya. "teriak andreaz .


"sudah, sayang. Ini bukan salah siapa-siapa , kita berdoa yang terbaik buat istri dan juga anak mu. "ucap nyonya rey menenangkan sang anak yang terlihat lemas.


Tuan david hanya berdiri diam menatap nanar ke arah sang putra, kenapa kehidupan sang putra tidak pernah tenang.


"indah, tama. Lebih baik kalian temenin mama mu di ruangan melati karena papa mu juga masuk rumah sakit karena kaget saat mendengar kamu juga menghilang :ucap tuan david, dan itu membuat indah dan tama kaget.


"papa."ucap indah lirih dan langsung berlari ke ruang rawat sang papa yang di ikuti tama.


Saat indah dan tama pergi, dokter pun keluar dari ruangan operasi.


"bagaimana, dok?"tanya andreaz.