Arini

Arini
datang ke pesantren



Keesokan paginya, air yang hendak pergi mengajar tiba-tiba terdengar suara ustad hasan memanggilnya.


''air. ''panggil ustad hasan.


''abah, assalamu'alaikum. ''ucap air.


''wa'alaikumsalam, kamu mau ngajar?''tanya ustad hasan.


''iya, bah. Air, hari ini ada jadwal ngajar pagi. ''ucapnya.


''nanti setelah selesai ngajar, kamu temuin abah di rumah. Ada yang mau abah bicarakan. ''sambungnnya.


''iya, bah. Kalau gitu , air ke kelas dulu. ''ucapnya .


''assalamu'alaikum. ''sambungnya.


''wa'alaikumsalam. ''sahut ustad hasan.


Sesuai dengan janjinya, air yang sudah selesai mengajar ia buru-buru melangkah pulang untuk menemui ustad hasan.


''assalamu'alaikum. ''ucapnya.


''wa'alaikumsalam. ''sahut ummi khodijah yang baru saja hendak melangkah ke dapur.


''leh, kamu toh. Ummi kirain siapa. ''ucap ummi khodijah tersenyum.


''iya, ummi. ''ucapnya yang juga tersenyum.


''kamu mau ketemu sama, abah kan. ''ucap ummi khodijah yang sudah mengetahui maksud dari air.


air hanya mengangguk tersenyum.


''abah, ada paviliun sedang nungguin kamu. ''ucap ummi khodijah.


''oh gitu , ummi. Kalau begitu , air kesana dulu . ''pamitnya.


''assalamu'alaikum. ''sambungnya.


''wa'alaikumsalam. ''sahut ummi khodijah tersenyum penuh arti.


Air pun melangkahkan kakinya menuju paviliun yang berada di belakang rumah ustad hasan.


''assalamu'alaikum, bah. ''ucapnya setelah sampai di paviliun.


''wa'alaikumsalam, sini leh . Abah ,sudah nungguin kamu dari tadi. ''ucap ustad hasan.


Air mengangguk lalu ikut duduk berhadapan dengan ustad hasan.


''jadi begini, leh. Maaf, abah baru memberi tahu mu sekarang. Sebenarnya, abah niat ingin menjodohkan mu dengan cahaya. ''ucap ustad hasan . Air hanya mendengarkan ucapan ustad hasan tanpa menyela ucapannya.


''jika kamu bersedia, mulailah saja dengan ta'aruf dulu agar kalian bisa saling mengenal. Jika memang kalian cocok , maka abah akan sampaikan kepada orang tua cahaya. ''ucap ustadz hasan dengan senyum.


''baik, bah. Air, menerimanya dan sesuai ucapan , abah. Air , akan ta'aruf dengannya. ''ucap air yang tak bisa menolak keinginan ustad hasan. Baginya, ustadz hasan adalah sosok guru serta kakek baginya dan ia juga yakin apa yang dipilih ustadz hasan untuknya adalah yang terbaik untuknya.


''alhamdulillah, abah senang mendengarnya. Nanti , abah akan memberikan cv cahaya kepada mu dan kamu beritahukan kedua orang tua mu tentang hal ini. ''ucap ustad hasan tersenyum senang. ustadz hasan yakin, jika air adalah laki-laki yang baik buat anak dari sepupunya itu , selain air ia anggap sebagai cucunya sendiri , air juga laki-laki yang sholeh dan sangat menyayangi keluarganya.


''iya, bah. Kalau begitu , air pergi dulu dan akan segera memberitahukan mommy dan daddy tentang hal ini. ''ucapnya dengan sopan.


Air pun kembali ke kamarnya , ia ingin menelpon sang mommy memberitahukan tentang ia yang akan ta'aruf dengan seseorang.


''assalamu'alaikun , mom. ''ucap air saat panggilan terhubung.


''wa'alaikumsalam, sayang. Gimana kabar kamu , sehat?''tanya arini.


''alhamdulillah, mom. Air , disini sehat. ''ucapnya dengan lembut. Ia diam sejenak untuk mengatur nafasnya , ia takut jika sang mommy belum mengizinkan dirinya untuk menikah sekarang.


''ada apa , sayang?''tanya arini dengan lembut , ia sangat hafal dengan putranya itu. Jika diam seperti ini pasti ada hal penting yang akan ia sampaikan.


''mom. ''ucapnya.


''iya, sayang. ''jawab arini dengan lembut.


''air, akan ta'aruf dengan seorang gadis. ''ucapnya yang akhirnya keluar dari bibir tipisnya itu.


''alhamdulillah, anak mommy sekarang sudah besar dan akan menikah. ''ucap arini tersenyum senang.


''apa, mommy mengizinkan ku?''tanyanya yang sedikit kaget dengan ucapan sang mommy.


''tentu, sayang. Ibu, mana yang tidak bahagia jika anaknya akan meminang seseorang untuk dijadikannya istri. ''ucapnya.


''alhamdulillah, jika mommy dan daddy setuju . Air, harap mommy dan daddy bisa ke pesantren untuk melihatnya.''ucap air.


''iya, mom. Assalamu'alaikum. ''ucapnya dan mengakhiri panggilan telponnya .


''wa'alaikumsalam. ''ucap arini , lalu ia menghampiri sang suami di ruang kerjanya.


''mas. ''panggil arini dengan lembut.


Andreaz yang melihat istrinya masuk ke ruangan kerjanya, ia menutup laptopnya dan merentangkan tangannya dengan senyum di wajahnya. Ia seolah menyambut anak kecil yang ingin dipeluk olehnya.


''sayang. ''ucap andreaz tersenyum.


''mas, kita sudah tidak muda lagi jadi jangan kamu perlakukan seperti ini. ''ucap arini tersenyum, tapi ia tetap menghampiri sang suami dan duduk di atas pangkuan sang suami.


''siapa bilang kita sudah tua, sayang. walaupun kita sudah mempunyai dua orang anak tapi itu tidak membuat ku menjadi tua. ''ucapnya tersenyum dengan tangan yang melingkar di pinggang sang istri.


''iya, kita memang sudah tua sekarang karena putra kita akan segera menikah.''ucap arini.


Andreaz melonggarkan pelukannya, ia kaget dengan ucapan sang istri tentang sang putra yang akan menikah.


''apa putra kita sudah menemukan gadis yang cocok buatnya?''tanya andreaz.


''hmm, sepertinya begitu. Besok kita ke pesantren dan menemui calon menantu kita. ''ucap arini.


''tidak terasa, putra ku sudah sangat dewasa sekarang. ''ucap andreaz. Ia meletakan kepalanya di dada sang istri.


''rasanya waktu sangat cepat berlalu. ''sambungnya, ia merasa jika ia dan sang putra tidak terlalu banyak mempunyai kenangan bersama karena kesibukan masing-masing.


arini tersenyum mendengar ucapan sang suami.


''sayang, apa kita akan bermain disini?''tanya andreaz dengan pelan.


''kenapa tidak , mas. ''sahut arini dengan genit.


''kau benar-benar nakal , sayang. ''ucap andreaz yang mulai gemas melihat istrinya.


Andreaz yang sudah terpancing hasratnya sejak tadi, kini ia memulai aksinya setelah ia membaca doa yang biasa ia baca ketika hendak menjamah istrinya.


Dengan sentuhan lembut yang ia berikan , dari kecupan manis di kening hingga turun ke mata dan tepat dibibir yang selalu membuatnya candu. Ruangan kerja yang tadinya dingin kini menjadi panas, tidak pernah mereka bayangkan akan melakukannya di ruang kerja. Pengalaman yang mengesankan dan yang pasti akan membuat andreaz ingin mengulanginya lagi .


''terimakasih, sayang. Dari dulu sampai sekarang kau selalu membuat ku candu. ''ucap andreaz yang masih memeluk tubuh polos sang istri .


arini hanya tersenyum didalam pelukan sang suami. Walaupun pernikahan mereka sudah sangat lama tapi ke harmonisan mereka tidak pernah berubah. Sikap andreaz yang selalu berkata lembut dan romantis kepadanya membuat arini bahagia berada didekat suaminya.


keesokan paginya


Arini dan andreaz pergi ke pondok pesantren bersama nyonya rey dan juga tuan david dan tak lupa juga dengan aira yang tak mau ditinggal sendiri di rumah dan memutuskan untuk izin tidak masuk sekolah dan ikut ke pesantren.


Kedatangan mereka disambut oleh para santri yang sedang melakukan bersih-bersih.


Saat mereka keluar dari mobil, tatapan para santri tertuju pada aira. Gadis cantik yang memakai jilbab segi empat yang berwarna soft pink senada dengan gamis yang ia pakai serta Selempang kecil yang hanya berisikan ponselnya dan tak lupa juga sepatu berwarna putih yang sangat cocok dengan umurnya yang masih remaja.


''subhanallah. Apa dia santri baru. ''ucap salah satu santriwati .


''mungkin, tapi itu sepertinya adiknya ustadz air deh. ''sahut santriwati yang lain.


''adik sama kakak, sama-sama sempurna. Yang satu ganteng yang satunya cantik. ''ucapnya tersenyum melihat ke arah rombongan keluarga air.


Dari kejauhan, nampak seseorang memperhatikan aira tanpa berkedip lalu tersenyum dengan penuh arti.


Air yang melihat kedatangan keluarganya tersebut, ia langsung menghampirinya dan mengajaknya untuk ke rumah ustadz hasan.


''assalamu'alaikum, dad , mom. ''ucapnya lalu menyalami kedua orang tuanya dan beralih kepada tuan david dan juga nyonya rey.


''deg ,Kamu gak sekolah?"tanya air.


"gak , abang. Aku kan pengen lihat calon kakak ipar aku, apa secantik aira, sehingga bisa membuat abang ku ingin meminangnya. "ucap aira .


"deg , gak boleh kayak gitu.''ucap arini dengan lembut kepada putrinya. Ia takut jika didengar oleh calon menantunya yang ia juga belum mengetahui wajahnya.


''hehe maaf, mom. ''ucap aira cengengesan.


''ayo, mom , dad. Oma , opa. Sudah ditunggu sama abah dan ummi. ''ajak air .


sedang para orang tua melangkah menuju kediaman ustadz hasan, aira nampak mengayunkan kakinya ketempat yang berbeda. Ia sudah lama tidak kesini dan untuk itu ia ingin berkeliling pesantren melepaskan rasa rindunya dengan pesantren yang sudah membesarkan mommy nya.


''assalamu'alaikum, ukhti. ''sapa seseorang.


-