
Arini masih terdiam merenungi nasibnya kini yang tidak bisa lepas dari Devandra, banyak cita cita Arini yang belum tersampaikan dan kini Arini harus menguburnya dalam dalam, dan dengan pernikahan otomatis dia harus menjadi seorang isteri bagi suaminya, meski Devandra sangat tampan tapi entah kenapa Arini merasa hati Devandra sulit untuk digapai bahkan ada sesuatu disana yang Arini tidak tahu namun Arini merasa seperti ada jarak dirinya dengan Devandra
Arini menghirup nafasnya dalam dalam dan kembali mengeluarkan dengan kencang, mencoba melegakan hatinya
"Arini apa kamu paham dengan penjelasan aku?" tanya Devandra menoleh ke arah Arini
"Aku paham mas, lalu kapan pernikahan itu?" tanya Arini takut takut
"Aku sudah menyuruh asisten pribadi aku untuk datang secepatnya kemari, kemungkinan besok dia baru akan datang, karena hari ini dia sedang menyiapkan berkas berkas kebutuhan untuk pernikahan aku, jadi kalau tidak ada halangan mungkin dua atau tiga hari lagi sudah bisa dilangsungkan akad pernikahannya" kata Devandra dengan tegas dan yakin
Arini langsung terdiam mendengar keputusan dari Devandra, mereka berdua kembali terdiam, yang terdengar hanyalah desiran angin semilir yang menyejukkan disekitar taman area waduk
"Mas boleh aku tanya sekali lagi?" tanya Arini pelan kepada Devandra, Devandra langsung menoleh menatap Arini dengan tajam
"Apa itu?" tanya Devandra kepada Arini dengan tatapan tajamnya, Arini terdiam dia ragu untuk bertanya khawatir pertanyaan itu akan menyulut emosinya Devandra, Arini masih terdiam sambil memikirkan sesuatu yang ada di kepalanya
"Apa itu Arini?" tanya Devandra dengan tidak sabar masih menatap wajah Arini yang polos tanpa make up sama sekali, Devandra melihat Arini seperti seseorang di masa lalunya yang belum selesai
"Kenapa mas ingin menikahi aku, dan apa mas yakin dengan pernikahan ini mengingat kita tidak setara apalagi sederajat, dan kita tidak saling mencintai satu dengan yang lainnya?" tanya Arini pada Devandra akhirnya
Devandra terdiam tanpa bersuara, kembali matanya mengarah kepada waduk dengan air yang tenang disana, cukup lama Devandra terdiam lalu akhirnya dia pun bersuara dengan suara tegasnya
"Aku ingin menikah dengan kamu karena aku khawatir kamu akan hamil anakku mengingat saat itu aku dan kamu sama sama tidak menggunakan pengaman sama sekali"
Arini menghela nafas panjang, ternyata Devandra menikahi dirinya hanya sebatas tanggung jawab Devandra karena sudah berbuat seperti itu kepada Arini
"Kalau masalah itu kamu tidak perlu khawatir, kamu tenang saja dan misalkan aku hamil, aku akan memberi tahukan kepada kamu, jangan menikahi ku karena terpaksa atau harus merasa bertanggung jawab " ucap Arini dengan suara tegas
Devandra menoleh ke arah Arini lalu tiba tiba dia langsung berdiri dan membungkukkan badan didepan Arini
"Kamu jangan berpikiran macam macam Arini, saya sangat tidak menyukai itu" ucap Devandra dengan suara yang terdengar tajam, menatap Arini dengan pandangan menusuk
Arini langsung membuang mukanya ke tempat lain, dia diam sambil menghela nafas panjang
"Jangan pula kamu coba coba melarikan diri, ingat Arini kamu akan kutemukan sejauh apapun kamu bersembunyi, meski kamu bersama dengan pria yang tadi pagi aku temui, maka aku yang akan menghancurkan hubungan kamu dengan dia, kamu paham itu Arini?" kata Devandra lagi dengan nada mengancam Arini
Arini langsung menatap Devandra, dia menatap dengan tatapan kesalnya, ingin rasanya dia membantah pria yang ada di hadapannya tapi dia tahu, dia pasti akan kalah debat dengan pria yang ada di hadapannya saat ini sekarang jadi lebih baik dia memilih diam dan mengalah
"Apa kamu mendengarkan saya Arini?" tanya Devandra sambil menatap Arini dengan tatapan tajam, Devandra meminta kepastian dari Arini sendiri, Arini hanya menganggukkan kepalanya tanpa bersuara
"Sebaiknya kita pulang, kita sudah terlalu lama disini khawatir ayah dan ibuku mencari kita" kata Arini pada akhirnya mencoba untuk mengalihkan pembicaraan, Devandra masih menatap Arini lekat lekat lalu dia kemudian menganggukkan kepalanya
Sesampainya di rumah Arini, Arini dan Devandra langsung masuk ke dalam tidak lupa Devandra mematikan motor Arini di depan teras Arini, disana Arini melihat seorang laki laki asing yang belum dia kenal bersama dengan ayah dan ibunya, mereka bertiga tampak serius berbincang hingga tidak menyadari kehadiran Arini yang sedang menghampiri ayah dan ibunya
"Siang ayah, siang ibu " sapa Arini sambil mencium tangan kedua orang tuanya
"Darimana kalian berdua?" tanya pak Agus menatap Arini dan Devandra yang mengikutinya dari belakang
"Dari waduk pak, ada yang harus kami bicarakan" jawab Arini jujur sambil duduk disebelah ayah dan ibunya
Sementara laki laki asing itu begitu melihat Devandra langsung berdiri dan menganggukan kepalanya dengan hormat
"Siapa dia ayah ?" tanya Arini berbisik kepada ayahnya
"Dia bilang kalau dia adalah asisten pribadi, dan dia kesini untuk menyerahkan berkas berkas yang diminta calon suamimu itu" jawab pak Agus menatap Devandra dan asisten pribadinya itu yang sedang sibuk serius bicara
Setelah selesai bicara Devandra dan asisten pribadi yang bernama Ryan itu kembali ke tempat duduk yang dimana sudah terdapat Arini disitu sedang duduk bersama dengan kedua orang tuanya
Pak Agus dan bu Sumi menatap Devandra dan Ryan asisten pribadinya itu satu per satu, menunggu salah satu dari mereka berbicara
"Perkenalkan ini adalah Ryan asisten pribadi saya, dan ini adalah orang tua dari Arini sendiri, dan ini adalah Arini calon istri saya" kata Devandra membuka suara dia lalu memperkenalkan Arini dan keluarganya Arini ke Ryan
Ryan mengangguk sopan dan dia menatap Arini dengan pandangan penuh rasa ingin tahu yang besar, Devandra yang melihat Ryan sedang asyik menatap Arini, langsung buru buru dia menendang kaki Ryan, Ryan langsung menoleh ke arah Devandra dan disana dia mendapatkan tatapan tajam dari tuannya
"Ryan datang kesini nantinya akan sebagai saksi atas pernikahan saya dengan Arini sekaligus membawa semua dokumen dokumen untuk segera didaftarkan di kantor agama setempat secepatnya dan itu biar menjadi tugas Ryan nanti, Pak Agus hanya tinggal duduk sebagai wali nikahnya Arini saja" kata Devandra dengan suara tenang, memberikan pengarahan kepada ayah dan ibunya Arini
"Apakah nak Ryan akan menginap disini?" tanya Pak Agus dengan suara sopannya kepada Devandra dan Ryan
"Kalau bapak ijinkan dia akan tidur dengan saya nanti, sampai akad itu tiba" ucap Devandra kepada pak Agus meminta ijin dari pak Agus agar Ryan bisa tidur di rumah pak Agus
"Saya mengijinkan tapi sebelumnya nak Ryan harus melapor langsung ke RT setempat untuk ijin menginap disini, biar tidak terjadi fitnah pada nantinya" kata pak Agus dengan suara tegasnya
Devandra langsung menganggukkan kepalanya setuju, kemudian dia langsung menoleh ke arah Ryan lalu dia berkata kepada Ryan dengan nada memerintah
"Kalau begitu siang ini selepas makan siang, kamu menghadap ke RT sini untuk melapor"
Ryan hanya menganggukan kepalanya, meski di masih belum tahu tempat tinggalnya RT disini itu dimana, nanti dia akan mencari tahu
"Nak Ryan nanti ikut sama bapak untuk melaporkan diri" kata Pak Agus menawarkan dirinya untuk mengantarkan Ryan ke RT setempat
"Terima kasih pak" jawab Ryan dengan sopan, Pak Agus hanya membalas ucapan Ryan dengan anggukan kepala