
sudah seminggu sejak kejadian kecelakaan tersebut dan kondisi cahaya masih belum siuman karena kepala yang terbentur cukup keras.
''bagaimana keadaan, cahaya, sayang?''tanya andreaz yang baru saja masuk kedalam ruang perawatan cahaya.
''masih sama, mas. belum ada perubahan. ''ucapnya. arini nampak terlihat kurus karena semenjak air mengalami kecelakaan hingga sekarang tidak adanya kabar dari air membuat nafsu makannya hilang.
''sayang, aku udah bawakan kamu makanan kesukaan mu serta jus kesukaan mu. ''ucap andreaz. ia sengaja membawa banyak makanan agar istrinya itu bisa memilih mana yang ingin ia makan. tapi sayang, sebanyak apa pun makanan yang disediakan dihadapannya tidak akan membuatnya berselera untuk menikmati salah satu dari makanan tersebut.
''mas, suapin ya. ''andreaz mengambil salah satu makanan yang ia bawa dan menyendok kan nya kedalam mulut arini.
''sedikit saja, sayang. kamu tidak inginkan saat air kembali melihat kondisi mu seperti ini. ''ucap andreaz dengan lembut.
''dia, pasti sangat sedih jika tahu mommy nya tidak makan seperti ini. ''lanjutnya.
dengan terpaksa arini membuka mulutnya dan mengunyahnya cukup lama, tetesan bening membasahi cadar yang ia pakai.
''besok kedua orang tua cahaya akan datang dan mereka yang akan menjaga cahaya untuk sementara. kamu juga harus banyak istirahat agar tidak sakit. ''ucap andreaz disela menyuapi sang istri.
''mas !''panggilnya.
''apa, sayang. kamu mau apa ?''tanya andreaz. sedih rasanya melihat kondisi sang istri yang seperti ini.
''apa sudah ada kabar tentang putra kita?''tanya arini.
''tim SAR masih mencari, semoga saja mereka bisa menemukan air. kamu jangan khawatir, aku yakin putra kita selamat dan mungkin lagi berada di suatu tempat. ''jawabnya
arini memegang kepalanya yang tiba-tiba pusing hingga apa yang suaminya ucapkan ia tidak bisa mendengar dengan jelas hingga semua yang ia lihat terasa gelap.
''sayang !''panggil andreaz menepuk pipi arini pelan.
merasa istrinya tidak sadarkan diri andreaz pun keluar memanggil dokter.
''dokter !''teriak andreaz.
dokter pun masuk dan langsung memeriksa menantu dari pemilik rumah sakit tersebut.
''bagaimana keadaan istri, saya?''tanyanya yang terlihat sangat khawatir.
''nyonya arini ,kelelahan , tuan. nyonya arini, juga mengalami dehidrasi karena kurangnya cairan. kami akan membawa, nyonya arini ke ruangan perawatan untuk di beri infus. ''ucap dokter tersebut. setelah mendapat persetujuan dari andreaz, dokter serta perawat membawa arini keruang perawatan.
''mommy. ''ucap aira sedih, ia sangat sedih saat melihat wajah mommy nya yang masih terlihat pucat.
''mom, mommy jangan seperti ini. aira sedih melihat mommy seperti ini. ''ucap aira memeluk tubuh arini yang masih nampak lemas.
''maafkan, mommy, sayang. mommy janji akan sehat dan kita akan mencari abang air bersama -sama. ''ucapnya yang berusaha tegar.
sehari dirawat diruang perawatan akhirnya arini diperbolehkan pulang. sebelum pulang, ia menyempatkan untuk melihat cahaya dan menemui kedua orang tua cahaya yang sudah berada diruang perawatan cahaya.
''assalamu'alaikum. ''ucapnya.
''wa'alaikumsalam, jeng. bagaimana kabarmya, jeng. saya baru saja ingin melakukan menemui, jeng. apa sudah baikan?''tanya mamanya cahaya.
''alhamdulillah, sudah lebih baik mbak. bagaimana keadaan cahaya, apa dia sudah membuka matanya?''tanya arini.
''belum, jeng. mungkin ia ingin membuka matanya jika suaminya yang datang. ''ucap mamanya cahaya sedih melihat putrinya yang masih enggan untuk membuka matanya.
arini tersenyum''kita doakan saja, jeng. semoga air bisa ditemukan dan bisa berkumpul kembali bersama kita. ''ucap arini yang berusaha menguatkan besannya itu walaupun dari dalam hatinya ia sangatlah rapuh.
''iya, jeng. papanya cahaya juga sudah melihat lokasi kecelakaan anak kita , semoga saja air berada ditempat yang aman dan dalam keadaan sehat. amin. ''
''amin. ''
''awww. ''seorang pria memegangi kepalanya yang terbalut perban serta kakinya yang juga berbalut perban.
''kamu sudah sadar, nak?''tanya bapak paruh baya .
pria tersebut memejamkan matanya menahan sakit.
''maaf, pak. saya ada dimana ?''tanyanya.
''kamu berada di rumah saya, maaf saya tidak bisa membawa mu ke rumah sakit. selain jauh kami juga tidak mampu untuk membayar pengobatan di rumah sakit. tapi insya Allah, istri saya ahli dalam mengobati luka atau patah tulang seperti ini. ''ucap bapak paruh baya tersebut tersenyum.
''kamu, mau kemana nak?''tanya bapak paruh baya tersebut ketika melihat pria yang ia tolong ingin mencoba berdiri.
''saya, mau ke kamar mandi pak. ''ucapnya.
''panggil saja saya, abah ismi. mari abah bantu. ''ucap abah ismi.
''terimakasih, bah. ''ucapnya.
setelah selesai membersihkan tubuhnya dan berwudhu, pria tersebut melaksanakan sholat yang tidak pernah ia tinggalkan meski dalam kondisi apa pun.
''terimakasih, bah. sudah menolong saya.''ucapnya.
''sama-sama, nak.abah senang kamu sudah lebih baik sekarang. ini minum dulu, tadi istri abah sudah menyiapkan ramuan herbal untuk kamu minum. ''ucap abah ismi memberikan segelas air herbal yang masih hangat.
''kamu,namanya siapa?dan berasal dari daerah mana?siapa tahu abah bisa bantu. ''ucap abah ismi.
alhamdulillah, kecelakaan yang air alami tidak membuat dirinya lupa ingatan.ia masih bisa mengingat dengan jelas nama dan siapa dirinya saat ini, tapi sayang dirinya tidak mengingat tentang cahaya istri yang baru beberapa bulan ia nikahi. yang ia ingat hanya dirinya dan kedua orang tua, adik serta opa dan omanya saja.
''wah, itu di kota tapi jika abah punya kendaraan hanya satu jam sudah bisa sampai ke rumah mu. nanti jika abah ada uang lebih, abah akan ke pasar naik angkot dari sana. ''ucap abah ismi.
''terimakasih, bah. tapi apa boleh saya pinjamkan telpon saja agar saya bisa menghubungi keluarga , saya?''tanya air.
''aduh! di sini yang punya telpon hanya, pak rt. rumahnya ada di ujung desa sini. nanti sore abah ke sana. ''ucap abah ismi.
''iya, bah. ''jawab air.
abah ismi pun ke rumah pak rt menggunakan sepeda tuanya, hingga ia sampai di rumah pak rt dan menyampaikan maksudnya.
''oh gitu, ada nomor telponnya?''tanya pak rt.
''ini, pak. ''abah memberikan kertas kecil yang berisikan nomor telpon keluarga air.
''saya coba telpon ya , bah. semoga saja bisa ke sambung. ''ucap pak rt.
''hallo. apa benar ini keluarganya , mas air?''tanya pak rt saat panggilan tersambung.
''iya benar, maaf ini siapa?''tanya dari seberang telpon.
''jadi begini, mas air sekarang berada di rumahnya abah ismi. tapi maaf ini dengan siapa kalau boleh tahu?''tanya pak rt.
.
''benarkah, pak. ya Allah, alhamdulillah. ''ucap arini tersenyum bahagia saat mendengar putranya masih hidup.
''saya, ibunya. apa saya bisa tahu lokasi rumahnya , pak ismi?''tanya arini.
''iya, bu. nanti saya akan kirim alamatnya. ''ucap pak rt.
''terimakasih, pak. terimakasih sekali lagi. ''ucap arini penuh haru.
''sama-sama, bu. ''jawab pak rt.
setelah mendapat alamat pak ismi , arini langsung menelpon suaminya dan pergi ke sana.
''apa masih jauh, mas?''tanya arini yangsudah tidak sabar menemui putranya.
''sepertinya sebentar lagi, ini tidak terlalu jauh dari tempat kecelakaan air waktu itu tapi sepertinya kita membutuhkan kendaraan roda dua untuk ke sana karena jalannya terlalu sempit dan dikelilingi hutan juga. ''jelas andreaz .
''kamu kesini sekarang dan bawakan saya sepeda motor, karena kami tidak bisa masuk kedalam menggunakan mobil. ''ucap andreaz dari ponselnya. ia sedang menelpon salah satu anak buahnya yang sudah ia suruh untuk mencari alamat pak ismi.
mobil andreaz sampai di persimpangan jalan, bertepatan dengan itu anak buahnya juga sampai dengan dua sepeda motor.
''apa kalian sudah menemuka rumah , pak ismi?''tanya andreaz setelah keluar dari mobilnya.
''sudah, bos. rumahnya tidak jauh dari sini sekitar 15 menit. ''ucap salah satu anak buahnya.
''kamu tunjukan jalannya dan kamu tunggu di sini. nanti akan ada mobil ambulan yang akan datang. ''ucap andreaz.
''mas, apa keadaan putra kita parah?''tanya arini khawatir.
''aku hanya tidka ingin ada apa-apa dengan , air. lebih baik kita siapkan saja apa yang harus diperlukan. ''ucap andreaz yang mengerti maksud dari istrinya.
''jalan. ''titahnya kepada anak buahnya agar segera melajukan motornya terlebih dahulu.
benar ucapan anak buahnya, 15 menit mereka sampai di sana.
''apa benar ini rumahnya?''tanya andreaz.
''benar, bos. ''jawabnya.
tok
tok
''siapa?''tanya istri pak ismi.
''maaf, apa benar ini rumah pak ismi?''tanya andreaz.
''iya, kalian siapa?''tanyanya.
''kami keluarga dari, air. kedatangan kami kesini ingin menjemputnya. ''ucap air.
''keluarga, air. maaf di sini tidak ada yang namanya, air. mungkin bapak salah rumah. ''ucap istri abha ismi yang memang tidak tahu jika pria yang ada di rumahnya adalah air. karena ia belum sempat menanyakan hal tersebut.
''tapi apa di sini ada anak muda yang kalian tolong?''tanya andreaz.
''iya, ada. tapi saya belum tahu namanya siapa, karena saya belum sempat menanyakan namanya. mungkin memang orang yang bapak cari, mari silahkan masuk. ''ucap istri abah ismi.
''terimakasih. ''ucap andreaz. arini terus memeluk kuat lengan andreaz, ia takut jika itu bukan air tau jika memang itu air ia juga takut dengan kondisi air.
''tenang saja, kita akan melihatnya. ''ucapan andreaz mengelus tangan arini.
''sayang. ''ucap arini saat melihat air yang tengah berbaring.
jangan lupa tinggalkan jejak mu🙏😘