Arini

Arini
Bab 19



Arini menyelesaikan mandinya, dia membuka pintu kamar mandi secara perlahan agar tidak membangunkan Devandra, namun ternyata Arini sudah melihat Devandra terbangun dari terbangun dari tidurnya dan sedang sibuk memainkan gadgetnya


"Mau mandi?" tanya Arini kepada Devandra yang masih asyik dengan handphonenya


Devandra yang mendengar itu langsung menoleh ke arah Arini yang terlihat segar di matanya


"Nanti saja, karena aku sedang lapar sekarang" jawab Devandra yang langsung bangkit dari tempat tidur dan mendekati Arini


"Kalau begitu mau aku masakin apa?' tanya Arini kepada Devandra, namun Devandra tidak membalas jawaban dari Arini, Devandra malah semakin mendekati Arini dan Arini menatap bingung ke arah Devandra, dia masih terus memperhatikan Devandra yang bergerak ke arahnya


"Kamu mau ngapain?" tanya Arini tanpa sadar suaranya berbisik pelan


"Aku lapar" balas Devandra sambil ikut berbisik juga di telinga Arini


"Kalau begitu biar aku masak dulu kalau kamu lapar" ucap Arini menatap Devandra yang sedang memandangi Arini dengan tatapan intensnya


Devandra langsung menggelengkan kepalanya


"Bukan lapar yang itu tapi lapar yang lain" ucap Devandra pelan menatap Arini dengan mata elangnya


Belum sempat Arini bicara, Devandra langsung mencium bibir Arini dan ********** lalu dia menggendong Arini untuk kembali ke tempat tidur dan disanalah mereka berdua saling memadu cinta dan melepaskan lapar dahaganya


Hari sudah menjelang malam, Arini terlihat sangat lelah sekali, wajahnya yang cantik terlihat sangat memerah, Arini merasa Devandra terlalu liar untuknya entah sudah berapa kali Devandra melakukan serangan serangan terhadapnya seakan akan tidak mengenal kata lelah sama sekali


Mereka berdua kini tidur dengan menggunakan selimut sebagai penutupnya, Arini tidak habis pikir berapa kuatnya Devandra di tempat tidur bahkan Arini sudah berkata ingin menyerah namun tidak digubris oleh Devandra, hingga tubuh Arini berasa sangat rontok saat ini


"Kamu lelah?" tanya Devandra begitu tahu Arini membuka matanya, Arini tidak menjawab dia hanya menyembunyikan wajahnya di balik lengan Devandra yang kekar


Devandra yang melihat reaksi Arini seperti itu langsung tersenyum simpul dan membelai rambut Arini yang menutupi wajahnya, tiba tiba perut Arini berbunyi keras membuat Devandra langsung tertawa terbahak-bahak, mendengar Devandra yang sedang mentertawakan dirinya Arini langsung mencubit tangan Devandra dengan kencang hingga Devandra berteriak kesakitan


"Kita makan di luar aja ya" kata Devandra kepada Arini


"Terserah kamu, yang jelas aku capek dan lapar" ucap Arini sambil cemberut kepada Devandra


"Kalau gitu mandi dulu ya, apa mau aku mandiin kamu?" tanya Devandra kepada Arini


"Gag aku mau mandi sendiri, tapi kamu duluan aja bawahku masih terasa sakit gara gara kamu gempur terus menerus" ucap Arini masih dengan wajah cemberutnya


Devandra yang mendengar itu langsung tertawa terbahak-bahak


"Nanti kita lanjut lagi ya, kalau staminanya sudah terkumpul" goda Devandra yang dibalas dengan dengusan Arini


Mereka berdua sekarang sedang berada di dalam mobil untuk mencari makan malam


"Mau makan dimana?" tanya Devandra kepada Arini yang sedang melihat kiri kanan jalan


"Terserah yang penting aku mau makan banyak" Jawab Arini masih menatap keluar jendela


Devandra memarkirkan mobilnya di sebuah restoran yang mewah, Arini menatap Devandra dengan pandangan bingungnya


"Kita mau makan disini?" tanya Arini dengan setengah tidak yakin


"Iya memangnya kenapa?" tanya Devandra sambil memajukan mobilnya di area lahan parkir yang sudah disediakan


Devandra menatap Arini dari atas kepala hingga bawah kaki, Arini yang saat itu hanya menggunakan kaos lengan panjang dan celana jeans setengah lutut


"Tidak apa apa, yang penting kan ada uangnya" jawab Devandra kalem


"Tapi apa kamu tidak malu mengajak saya makan di restoran mahal ini?" tanya Arini dengan nada ragu


"Kenapa harus malu, kita ga mencuri ini kok kecuali kalau kita ngemis atau mencuri itu beda lagi" ucap Devandra kalem


"Sudah ah, aku lapar, kamu kalau ga mau turun tunggu sini aja biar aku saja yang makan sendiri disana" ucap Devandra sambil membuka pintu mobilnya, Arini akhirnya ikut turun bersama dengan Devandra


Mereka berdua mengambil tempat di pojokan, tempat yang tidak menjadi pusat perhatian dari orang banyak


"Mau pesan apa?" tanya Devandra kepada Arini sambil melihat lihat buku menu


"Kamu saja yang pesan, aku ikut kamu aja, asal jangan makan yang aneh aneh aku khawatir perut aku tidak bisa menerimanya" jawab Arini dengan suara polosnya kepada Devandra, Devandra yang mendengar itu langsung tertawa dan kemudian dia langsung menganggukkan kepalanya, setelah itu Devandra langsung memanggil pelayan restoran dan Devandra yang memesan makanan untuk mereka berdua


Hidangan mereka datang, para pelayan menyiapkan makanan di atas meja ,disana ada menu makanan seafood dan makanan barat, Arini menatap kagum dengan makanan yang sudah tersaji di meja makan


"Rasanya sangat sayang memakannya namun terlihat sangat enak sekali" ujar Arini dengan polos


"Makanlah katanya kamu lapar" ucap Devandra kepada Arini, Arini langsung menganggukkan kepalanya, dia kemudian mengambil beberapa lauk di depannya dan kemudian mencicipi masakan yang masih panas itu


"Ini enak sekali" puji Arini dengan nada puas


"Kamu tahu ini restoran favorit aku, dan disini masakannya sangat enak sekali" ucap Devandra sambil berbisik kepada Arini


"Oh ya, pantesan mereka menyambut kamu dengan antusias sekali" ujar Arini sambil menatap kagum kepada Devandra


"Kita makan yuk, nanti keburu dingin" ajak Devandra yang langsung diiyakan oleh Arini


Mereka berdua menikmati makanan mereka dengan sangat lahap, bahkan Arini terlihat sangat lahap memakan makanan


"Aku sudah kenyang" kata Arini sambil menyandarkan tubuhnya di kursi, tangannya memegang perutnya dan tampak matanya sudah mengantuk


"Kita pulang yuks, liat mata kamu sudah mau terpejam jangan sampai kamu tertidur disini" ucap Devandra kepada Arini dengan nada menggoda


"Nanti kamu akan gendong aku kalau aku tertidur kan?" kata Arini sambil tersenyum


"Tentu saja tapi kamu tidak akan aman kalau aku gendong kamu" ucap Devandra sambil menggoda Arini


"Kamu apa sih, ga cukup apa tadi pagi?" kata Arini balik bertanya sambil cemberut menatap Devandra, dan Devandra langsung menggelengkan kepalanya bermaksud menggoda Arini


"Aku malam ini mau istirahat" kata Arini dengan suara memelas, meminta kepada Devandra untuk tidak menggempur dirinya lagi


"Kamu tenang saja, malam ini aku biarkan kamu istirahat tapi tidak untuk besok" ucap Devandra sambil tersenyum intens kepada Arini


"Kamu ini hyper atau apa sih?" tanya Arini sedikit kesal dengan Devandra suaminya


"Tergantung kamu menilainya bagaimana?" tanya Devandra dengan suara dalamnya


"Kita pulang aja yuk, aku rasanya hampir tertidur disini" ucap Arini berusaha mengalihkan pembicaraan yang entah menjurus kemana, Devandra langsung menganggukkan kepalanya karena hari ini dia juga sangat berasa lelah sekali