Arini

Arini
berbuka puasa



Setelah seharian bekerja hingga pukul sembilan malam andreaz baru pulang , dengan langkah gontai ia berjalan menaiki tangga. Ia membuka pintu kamar dan melihat sang istri yang sedang melantunkan ayat-ayat suci alqur'an. tercipta senyuman diwajahnya, dengan semangat 45 ia melangkahkan kakinya melepas jas, sepatu serta dasi yang ia pakai seharian , ia masuk kedalam kamar mandi.


Arini yang khusyuk mengaji tidak menyadari jika sang suami sudah pulang .


selesai mandi dengan pelan andreaz masuk kedalam ruang ganti dan mengambil salah satu piyama tidurnya.


Arini kaget saat sebuah tangan sudah melingkar dilehernya.


''mas, kamu sudah pulang. ''ucap arini dengan lembut.


''iya, sayang. Aku tunggu di tempat tidur. ''bisik andreaz . Lalu pergi membiarkan arini menyelesaikan ngajinya.


arini hanya tersenyum , ia tahu maksud suaminya itu. Selesai mengaji ia melepas mukenah dan berjalan ke ruang ganti.


Ia ingin menyenangkan hati suaminya yang beberapa hari ini selalu uring-uringan karena tidak bisa mendapatkan jatah darinya.


Ia mengambil lingerie berwarna putih , warna yang menyatu dengan kulit putih mulusnya. Ia berjalan dengan pelan ke arah dimana sang suami menunggunya.


andreaz menelan saliva nya saat melihat arini yang berjalan ke arahnya dengan pakaian yang sangat menerawang.


andreaz tersenyum dan merentangkan kedua tangannya menyambut ang istri.


''kamu sungguh seksi,sayang.''bisik andrea ditelinga arini. Wajah arini bersemu merah mendengar pujian dari suaminya.


Hasrat yang beberapa hari tertahan akhirnya terlampiaskan . arini memberikan servian terbaiknya kepada andreaz, ia menjadi lebih mahir setelah andreaz membobol guanya sebulan yang lalu.


''sayang, kamu benar-benar membuatku candu. ''ucap andreaz disela-sela permainan.


Hingga hampir subuh andreaz baru melepaskan arini . Ia benar-benar memakan arini hingga habis , hingga arini tidak bisa berjalan dibuatnya.


''mas ! Gara-gara kamu ini. ''ucap arini mengerucutkan bibirnya . Pasalnya andreaz tidak memberikan arini istirahat ia terus menggempur sang istri.


''hehehe. Maaf, sayang aku khilaf . Habisnya kamu nikmat. ''ucap andreaz tersenyum .


Setelah sholat subuh akhirnya arini melanjutkan kembali tidurnya, ia sungguh tidak kuat menahan kantuknya.


''mah, kemana anak menantu kita. Tumben gak kelihatan?''tanya tuan david saat mereka sarapan.


''mamah juga tidak tahu, pah.sejak tadi mama juga gak melihat arini. ''ucap nyonya rey melanjutkan sarapannya.


''itu anak mu udah turun,pah.''ucap nyonya rey saat melihat andreaz menuruni anak tangga dan berjalan ke arah mereka.


''pagi mah, pah. ''sapa andreaz tersenyum.


''sepertinya hari ini cerah ya, pah. Gak kayak kemarin. ''sindir nyonya rey. Tuan david hanya tersenyum mendengar sindiran yang istrinya ucapkan untuk andreaz.


''istri mu mana , andreaz?''tanya tuan david yang akhirnya buka suara.


''masih tidur, pah. Masih ngantuk katanya. ''ucap andreaz santai.


''memangnya berapa ronde semalam sampai istrimu ngantuk berat seperti itu?''tanya nyonya rey tersenyum.


''gak ngitung. ''jawab andreaz cuek.


''ya ampun , pah. Lihat anak mu ini, sama seperti mu kalau ditanya jawabnya hanya seadanya. ''ucap nyonya rey kesal.


''papa gak gitu ya, mah. Mana mungkin papa seperti itu. ''ucap tuan david yang tidak ingin disamakan dengan sang anak.


''kenapa jadi ribut, sudah andreaz mau berangkat dulu. ''ucap andreaz pamit.


''oh iya, mah. Jangan lupa bilang sama bibik buat nganterin sarapan ke kamar. ''sambungnya lalu melangkah pergi .


''mama yakin, pah. Pasti menantu kita kelelahan karena anak kita. ''ucap nyonya rey ceplas ceplos.


''sama kayak , papa. Kalau habis puasa mesti mama digempur semalaman. ''sindir nyonya rey.


''tapikan mama juga menikmatinya. ''sahut tuan david.


Akhirnya sarap pagi mereka dilanjutkan dengan obrolan yang tak berfaedah.


Saat sampai di perusahaan , semua karyawan tampak berbisik-bisik melihat sikap tuannya yang hari ini lebih cerah dari kemarin.


''apakah, tuan andreaz sudah berbaikan dengan istrinya. ''tebak salah satu karyawan yang mengira jika kemarin wajah ceo mereka ditekuk karena berantem dengan istrinya.


''hus, sudah jangan bicara lagi. Kamu gak mau kan ceo kita mendengar ucapan mu yang tidak-tidak. ''sahut karyawan lainnya.


Karena tidak ingin di pecat, akhirnya para karyawan tersebut membubarkan diri dan kembali ketempat kerja masing-masing.


andreaz sampai di ruangannya dengan senyum mengembang di wajahnya. Vitamin bosternya semalam benar-benar ampuh merubah hati andreaz.


''pagi, tuan. ''sapa tama saat andreaz melewati ruangannya yang hanya disekat oleh kaca.


''pagi. bawa semua berkas yang akan saya tanda tangani ke ruangan saya , segera!. ''titah andreaz.


tama menganggukkan kepalanya mengerti.


Tok


Tok


''ini berkas yang harus anda tanda tangani , tuan. ''ucap tama memberikan setumpuk berkas kepada andreaz.


''tama ! apakah kamu ingin cuti sekarang?''tanya andreaz yang pastinya mengagetkan tama.


''maksud anda apa, tuan?''tanya tama balik yang masih loading dengan ucapan andreaz.


''besok kamu boleh libur, saya kasih kamu cuti satu minggu. ''ucap andreaz tanpa melihat ke arah tama.


''hah, serius dreaz. Eh, tuan maksud saya. ''ucap tama kaget. Ada apa dengan bos sekaligus sahabat masa kecilnya ini yang biasanya bersikap dingin tiba-tiba berbaik hati memberinya libur. Tapi, yasudah yang penting bisa liburan bersama ayang bebeb,begitulah pikir tama.


''saya hanya bicara sekali, jika tidak yasudah saya tarik lagi kata-kata saya. ''ucap andrea tersenyum kecil hingga tidak ada yang bisa melihat jika ia sedang tersenyum.


''ah, baiklah tuan. kalau gitu saya permisi dulu. ''ucap tama tersenyum bahagia.


Ditempat lain


Arini yang merasa bosan setiap hari di rumah, ia meminta izin kepada nyonya rey untuk menemui andreaz di kantornya.


''mah, arini bosen seharian tidak ngapa-ngapain. Bagaimana jika arini ke kantornya mas andreaz. ''ucap arini dengan lembut.


''iya, sayang. Tapi mama gak bisa nemenin kamu, mama sebentar lagi ada arisan sama teman-teman mama. ''ucap nyonya rey tersenyum.


''gak apa-apa, mah. Arini bisa pergi sendiri. ''ucap arini .


''ya sudah, kalau gitu kamu berangkat di antar supir aja.''ucap nyonya rey tersenyum.


''ya sudah, kalau gitu arini berangkat dulu mah. ''pamit arini mencium punggung tangan nyonya rey.


Hanya butuh berapa menit arini sudah sampai di perusahaan andreaz.


Arini keluar dari mobil dan berjalan menuju meja resepsionis.


''maaf, mbak. Pak andreaz ada?''tanya arini.


''iya, buk. Tuan andreaz ada di ruangannya. Mari , buk. Saya antar keruangan tuan andreaz. ''ucap resepsionis tersenyum . Ia memang sudah mengetahui arini adalah istri pemilik perusahaan tempatnya bekerja saat ini .


arini mengikuti resepsionis tersebut menuju ruangan ceo.


''silahkan , buk. Tuan ada di ruangannya. ''ucapnya tersenyum sopan dan pergi .


Ceklek


''assalamu'alaikum. ''ucap arini tersenyum melihat suaminya yang fokus memeriksa laporan hingga tidak mendengar salam dari arini.


Arini membuka cadarnya dan mengunci pintu ruangan andreaz dengan pelan agar tidak ada yang masuk saat ia tidak memakai cadarnya.Dengan langkah gontai nya arini berjalan ke arah andreaz.


''maaf , tuan . Apa anda sudah makan siang?''tanya arini sedikit merubah suaranya .


''belum . Kamu pesankan saja saya makanan karena saya tidak sempat untuk keluar. '''ucap andreaz tanpa melihat siapa yang mengajaknya bicara.


''pesan apa , tuan?''tanya arini yang masih belum disadari oleh andreaz.


''seperti biasa saja. ''jawab andreaz singkat.


''oh, jadi seperti biasa tuan. ''ucap arini dengan lembut yang sudah kembali seperti semula.


merasa tidak asing mendengar suara dengan tutur kata yang lembut membuat andreaz mengangkat wajahnya pelan. ia kaget, ternyata istrinya berada di ruangannya.


''sayang. ''ucap andreaz kaget plus shock saat melihat istrinya berada di ruangannya tanpa memakai cadar seperti biasa.


Ia berdiri dari tempat duduknya dan melangkah ke arah pintu, ia tidak ingin tama atau karyawan lainnya masuk kedalam ruangannya tanpa permisi dan melihat wajah cantik istrinya.


Ia bernafas lega , ternyata pintu tersebut sudah dikunci.


''sayang ! Kenapa kamu tidak memakai cadar mu? Aku tidak rela jika orang lain melihat wajah istri ku. ''ucap andreaz sedikit meninggikan suaranya.


''mas ! Pintunya sudah aku kunci, jangan sewot gitu dong. ''rayu arini.


''lain kali gak boleh kayak gitu. ''andreaz menyatukan kedua tangannya yang berada di belakang arini . Ia terus menatap wajah cantik sang istri yang setiap detik ia rindukan.


''mas, jangan menatapku seperti itu. ''ucap arini malu.


''lain kali kalau kesini bilang , jadi aku tidak perlu menyibukkan diri seperti ini. ''ucap andreaz menggesek-gesekan hidung mancungnya ke hidung mungil arini.


''karena kamu sudah ada disini, lebih baik kita makan siang diluar. sudah lama bukan kita tidak makan siang diluar. ''ucap andreaz.


''baiklah, tapi bukankah kerjaan kamu masih banyak mas?''tanya arini saat melihat kertas yang masih menumpuk di atas meja andreaz.


''gak apa-apa, itu gampang. Selesai makan siang kamu temenin aku begadang di kantor buat ngerjain tumpukan kertas ini. ''ucap andreaz dengan menaik turunkan alisnya tersenyum.


''baiklah ,tuan . ''ucap arini menggoda andreaz dengan memanggil tuan seperti karyawan lainnya.