
🐰happy reading😘
keesokan harinya, seperti biasa arini disibukan oleh dua bayinya yang setiap pagi minta diurus. Walaupun ia sudah memakai jasa baby sitter tapi arini tidak ingin semuanya dilakukan oleh baby sitter.
Seperti saat ini, ia sedang memandikan baby air dan memakaikannya baju. Setelah selesai urusannya dengan baby air dan ia berikan kepada baby sitter untuk menjaganya sebentar karena ia juga harus mengurus baby besarnya yang sekarang masih bergelut dengan selimutnya.
''mas, bangun ini sudah siang. ''ucapnya.
''jam berapa sekarang?''tanyanya.
''jam 06.15,mas.buruan bangun. ''ucapnya dengan lembut.
''apa , jam 06.15 ! "ucapnya kaget dan langsung bangun dari tidurnya.
"baby air mana?"tanyanya saat tidak melihat baby boynya itu di kamar.
"sama, mbak ranti. mas , mandi sana air hangatnya sudah aku siapin. "ucap arini mendorong tubuh andreaz pelan ke arah kamar mandi.
"iya, sayang. "jawabnya .
Cup
Setelah mengecup pipi sang istri, ia masuk kedalam kamar mandi dan segera melakukan ritual paginya di kamar mandi.
Arini hanya tersenyum sambil geleng-geleng kepala melihat tingkah suaminya itu.
Setelah selesai mandi dan berpakaian, mereka akhirnya turun untuk sarapan dan melihat baby air yang juga sedang sarapan bersama baby sitternya.
''sayang, apa kita gak bisa ganti baby sitter yang lain. ''ucap andreaz saat melihat baby air yang sedang berada di pinggir kolam bersama baby sitternya.
''memangnya kenapa ,mas?''tanya arini yang sedang mengambilkan sarapan untuk suaminya.
''memangnya kenapa , sayang. Mama lihat ranti sangat sayang sama baby air. Dia juga cekatan. ''sahut nyonya rey.
''gak, mah. Aku hanya tidak suka saja . ''ucap andreaz.
''jika kamu tidak suka, mama akan carikan yang baru. ''ucap nyonya rey.
''tidak usah, mah. Menurut ku mbak ranti sudah bagus , jadi tidak perlu mencari yang lain. ''sahut arini.
''baiklah, terserah kalian. Jika nanti kalian ingin baby sitter yang baru tunggu hingga satu bulan lagi setelah masa kontraknya berakhir. ''ucap nyonya rey, karena masa training baby sitter baby air hanya tiga bulan, jadi mereka harus sabar menunggu jika menginginkan baby sitter baru.
''tidak, mah. Biar Mbak ranti saja yang menjadi baby sitter air. ''arini tidak ingin mengganti ranti, menurutnya tidak ada yang salah dari ranti . Selama ini ranti selalu menjaga baby air dengan baik.
''tapi, sayang. ''protes andreaz.
''nanti kita bicarakan lagi, mas. ''ucap arini yang tidak mau beradu argumen dengan sang suami.
''nanti kalian diskusikan saja dulu, jika sudah ada keputusan bilang sama , mama. ''ucap nyonya rey.
tidak lama, ranti datang bersama baby air yang ia dorong menggunakan stroler bayi.
''hai , sayang. ''ucap arini saat ranti mendorong stroler baby air kedekatnya.
''baby air sudah selesai sarapan, bu. ''ucap ranti , matanya sedikit melirik ke arah andreaz dan tidak ada yang melihat lirikan tersebut karena semua fokus kepada baby air.
''ya sudah, kamu siap-siap untuk ikut ke toko dan juga perlengkapan baby air tolong kamu siapkan. ''ucap arini.
''baik, bu. ''ucapnya lalu pergi dari sana.
''kamu lihatkan, mas. bagaimana mbak ranti mengurus baby air. ''ucap arini .
''papa berangkat dulu, dadah cucu opa. Opa kerja dulu. ''ucap tuan david melambaikan tangannya kepada bayi kecil itu yang tampak tersenyum di pangkuan sang mommy.
''dadah, opa. Hati-hati dijalan. ''ucap arini menirukan suara anak kecil dengan mengangkat tangan baby air dan meambaikannya ke arah tuan david.
''mama, nganter papa kedepan dulu. ''ucap nypnya rey lalu ikut kedepan bersama tuan david.
''mas, pegang baby air sebentar ya. Aku mau ke atas dulu mau ngambil tas. ''ucap arini.
''sini , sayang. Ikut daddy , biar mommy ngambil tas dulu di atas . Oke. ''ucapnya tersenyum lalu mengambil baby air dari pangkuan sang istri.
''makasih, mas. ''ucap arini lalu pergi ke atas menggunakan lift.
saat sampai dikamar, arini masuk kedalam kamarnya dan
Mengambil tasnya. saat ia ingin masuk kedalam lift, dari kejauhan ia melihat baby sitter anaknya sedang memperhatikan suami dan anaknya dengan senyum .sejenak ia berpikir tentang apa yang ia lihat tapi kembali lagi ia menjauhkan pikiran buruknya karena tidak mau berburuk sangka terhadap apa yang belum pasti kebenarannya.
''mbak, sudah siap semua?''tanyanya dengan lembut kepada ranti, ranti yang sedang memperhatikan andreaz tersebut menjadi salah tingkah saat arini datang dan menghampirinya.
''eh, iya bu. Sudah . ''ucapnya gugup.
''mas. ''ucap arini dengan lembut.
''sudah siap?''tanyanya .
''sudah, mas juga udah mau berangkatkan?''tanya arini.
''iya, tapi hari ini aku ikut mobil kamu saja . Mobil aku lagi masuk bengkel. ''jawab andreaz.
''ya sudah, kalau begitu mas gendong baby air aku yang bawain tas kerja mas. ''ucap arini. Merekapun berangkat menggunakan satu mobil, yaitu mobil arini yang biasa buat nganter ia ke toko.
''loh , andreaz mobil kamu mana?''tanya nyonya rey yang masih berada di depan.
''lagi di bengkel, mah. Makanya andreaz berangkat ikut istri ku. ''ucapnya.
''kita berangkat dulu, mah. dadah , oma. Assalamu'alaikum. ''ucap arini menirukan suara anak kecil.
''wa'alaikumsalam, jangan nakal ya sayang. ''ucap nyonya rey tersenyum.
''ranti , mana?''tanya mama rey yang belum melihat baby sitter baby air keluar. Tidak lama ranti keluar dengan membawa tas perlengkapan baby air.
''nah , itu dia . ''ucap arini saat ranti keluar.
.'kamu duduk di depan sama mang didik ya , mbak. ''ucap arini .
''baik, bu. ''ucap ranti lalu ia masuk kedalam mobil dan duduk di samping pak supir .
Mobil melaju dengan kecepatan sedang, dari depan ranti tampak kesal melihat kedua bosnya yang tampak sangat bahagia , romantis. Ia tampak sangat iri, ingin ia berteriak kenapa hidupnya tidak pernah bahagia.
''ada apa, mbak ranti?''tanya sang supir saat melihat wajah ranti yang tampak kesal.
''ah, tidak pak. Tidak apa-apa. ''ucapnya kaget dengan ucapan pak supir.
''ada apa, mbak ranti?''tanya arini yang mendengar obrolan pak supir dengan baby sitter putranya itu.
''tidak, buk. Tidak apa-apa,hanya sedikit mengantuk. ''bohongnya.
''ya sudah, nanti sampai di toko jangan lupa cuci muka. ''ucap arini dengan lembut.
''baik, bu. ''ucapnya .
Tidak terasa mereka akhirnya sampai di toko , seperti biasa andreaz memberikan ciuman di kening sang istri serta kecupan di pipi sang putra.
''aku berangkat ya. ''ucap andreaz lalu melambaikan tangannya dari jendela mobil dan mobil pun pergi .
''hati-hati. ''ucap arini.
''mbak ranti, tolong bawa tas baby air ya. ''ucap arini.
''iya, bu. ''ucap ranti . Ia sebenarnya kesal , tapi dengan pintar ia menyembunyikan kekesalannya.
''pagi , bu. Pagi tuan muda. ''ucap para karyawan dengan ramah.
''pagi. ''jawab arini ramah lalu pergi ke ruangannya bersama baby air dan juga baby sitter.
''oh iya, mbak ranti. Kalau baby air tidur kamu juga boleh ikut tidur , biar kamu istirahat . ''ucap arini saat berada di ruangannya.
''iya, buk. ''ucapnya.
Sudah waktunya jam pulang, tapi sepertinya arini masih sibuk karena akhir bulan dan harus menyiapkan gaji para karyawan. Karena kasihan dengan baby air jika pilang kemalaman , akhirnya ia menyuruh mbak ranti agar pulang bersama baby air sekarang bersama supir.
''mbak ranti, pulangnya naik taksi saja ya. Supir kita lagi gak enak badan . Saya sudah pesankan taksinya , paling sebentar lagi sampai. ''ucap arini.
''iya, buk. ''jawab ranti.
Tidak lama taksi online datang, arini mengantar mereka sampai mereka masuk kedalam taksi.
''hati-hati ya, pak. Pelan-pelan saja. ''ucap arini pada sopir taksi.
''baik, buk. ''jawab sopir taksi.
baby air dan baby sitter nya masuk kedalam taksi, tidak lupa arini mencium pipi baby air yang sudah tertidur lelap.
taksi pun melaju meninggalkan toko kue arini, ada rasa khawatir yang tiba-tiba dirasakan arini. Entahlah , ia juga tidak tahu kenapa tiba-tiba khawatir dengan baby air padahal mereka baru saja pergi.
''pak, kita gak jadi pulang. majikan saya menyuruh agar saya mampir ke supermarket yang ada di sana, pak. ''ucap ranti. Pak supir hanya menurut dan menghentikan taksinya tepat didepan supermarket.
''maksih, pak. ''ucapnya lalu keluar dari taksi dengan menggendong baby air yang tampak nyenyak tidurnya.
🐰 jangan lupa buat like, vote dan juga hadiahnya🙏🏻😘