
🐰happy reading😘
Setelah dua minggu arini dan baby air berada di rumah sakit, hari ini adalah hari yang sangat dinanti oleh semua orang. Kepulangan arini dan baby air sudah di nanti-nanti oleh keluarga .
Indah dan tama juga ikut menjemput mereka di rumah sakit.
''ya ampun , kak. Lucu banget sih baby air. ''ucap indah yang gemas dengan baby air yang memiliki lesung pipi .
semua orang tertawa melihat indah yang gemas dengan baby air.
''ngomong-ngomong kapan kalian akan punya baby kayak baby air?''tanya andreaz.
''sebentar lagi , masih dalam proses. ''jawab tama santai. Indah menundukkan wajahnya yang sudah bersemu merah.
''deg, papa gak ikut?''tanya arini. Seketika semua orang terdiam, bingung harus menjawab apa atas pertanyaan arini.
''sayang, mungkin papa masih sibuk. Nanti kita yang akan mengunjungi papa. ''ucap andreaz dan itu membuat semua orang menarik nafas lega, setidaknya untuk saat ini arini masih bisa menerima alasan tersebut kenapa papanya tidak hadir menjemput dirinya dan juga baby air.
''hmm, baiklah. Tidak apa, biar kita nanti yang samperin oppa ya, sayang. ''ucap arini menoel-noel hidung mancung baby air.
''ya sudah, kalau begitu ayo kita pulang. Kasihan baby air pasti sudah tidak betah berada disini. ''ucap tuan david.
Mereka akhirnya pulang ke rumah , tuan david. Sesampainya di sana para asisten rumah tangga menyambut kedatangan tuan muda kecil mereka dengan suka cita. Mereka yang memang sangat menyayangi arini pasti juga sangat menyayangi baby air.
''selamat datang nona arini beserta tuan muda kecil. ''ucap salah satu asisten rumah tangga tersenyum ramah.
''iya, bik. Terimakasih. ''ucap arini dengan lembut.
''ayo, sayang. ''ajak andreaz. Mereka pun masuk kedalam rumah yang sudah di hiasi dengan banyak balon yang berwarna biru serta sepanduk yang bertuliskan SELAMAT DATANG MY WIFE DAN baby air.
arini menutup mulutnya yang tertutup oleh cadar menggunakan kedua tangannya. Ia nampak speechless , ia tidak bisa berkata-kata sungguh ia sangat bahagia.
''terimakasih, mas. ''ucap arini terharu. Semua orang bertepuk tangan menyambut kembalinya arini bersama baby air.
''tidak, sayang. Aku yang harusnya berterima kasih karena kamu sudah membawa banyak kebahagiaan buat aku dan semua orang yang ada disini. ''ucapnya menghapus air mata di wajah cantik sang istri. Semua orang ikut terharu dan mengangguk membenarkan ucapan andreaz.
''sayang, lebih baik kamu ajak istri mu dan juga baby air ke atas. Kasihan mereka harus istirahat. ''ucap nyonya rey tersenyum.
''ayok, sayang. Kita ke kamar . ''ajak andreaz .
''mah, pah. kami ke kamar dulu. ''ucap arini .
''iya, sayang.istirahatlah kamu pasti capek, nanti mama akan siapkan makanan untuk mu. ''nyonya rey tersenyum.
''iya, kak. Kakak istirahat saja , biar aku yang akan bantu mama masak. ''sahut indah ikut menimpali ucapan nyonya rey.
''iya, deg. Kalau begitu kakak ke kamar dulu. ''ucapnya dengan lembut.
saat sampai didalam kamar, arini kembali di buat kagum . Kamar mereka sekarang berubah menjadi lebih besar dan warnanya juga cerah serta banyak balon-balon juga yang menghiasi kamar mereka .
''mas, kapan kamu merubah kamar kita menjadi seperti ini?''tanya arini . Nampak sudah ada box bayi serta ruangan khusus yang di buat untuk tempat mandi baby air dan lemari khusus perlengkapan baby air.
''satu minggu yang lalu, aku ingin air tetap berada di samping kita saat ini. Nanti ketika dia sudah berumur satu tahun baru aku akan membuatkannya kamar sendiri.''ucap andreaz sambil mencium pipi gembul baby air yang sedang terlelap.
''kamu bersih-bersih dulu, sayang. Baby air biar aku pindahin ke boxnya dulu. ''ucap andreaz tersenyum , lalu mengangkat baby air dengan pelan agar tidurnya tidak terusik dan meletakkannya didalam box bayi.
Selesai bersih-bersih karena masih dalam keadaan nifas , arini tidak melaksanakan kewajibannya seperti hari-hari biasa. Ia langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur .
''iya, mas. ''jawabnya tersenyum manis.
saat sampai dibawah ia menjatuhkan tubuhnya di sofa dan menyenderkan tubuhnya dengan tangan ia rentangkan di atas senderan sofa.
''kenapa, dreaz?''tanya tuan david melihat wajah putranya nampak terlihat cemas.
''tidak, pah. Aku hanya memikirkan kondisi istri ku. Bagaimana saat dia mengetahui jika papanya sudah meninggalkannya dan gak akan bisa kembali lagi. Aku takut pah itu akan mengganggu kesehatannya dan juga baby air. ''ucap andreaz dengan suara berat.
''kita akan bicarakan pelan-pelan pada istri mu, papa yakin dia wanita yang kuat yang bisa menerima semua ini dengan ikhlas dan lapang dada. ''ucap tuan david .
''huffp. ''andreaz menarik nafasnya kasar. entahlah ia tidak bisa membayangkan jika arini mengetahui jika papanya sudah meninggal.
''lebih baik kamu istirahat, kamu juga pasti lelah beberapa minggu ini berada di rumah sakit. ''ucap tuan david yang nampak prihatin dengan sang putra.
''baiklah, pah. Aku ke kamar dulu. ''ucap andreaz berdiri dari duduknya dan berjalan menuju lift.
saat sampai di kamar, ia melihat wajah sang istri yang sedang tertidur . Damai itulah yang ia lihat di wajah sag istri.
''semoga kamu bisa menerima kenyataan sebenarnya ya, sayang. ''batin andreaz lalu pergi ke ruang ganti untuk mengambil handuk lalu pergi ke kamar mandi.
hanya setengah jam ia berada di kamar mandi, kini ia sudah mengganti pakaiannya dengan kaos putih polos serta celana levis pendek.
ia naik ke atas tempat tidur lalu mengecup pipi sang istri sekilas karena takut mengganggu sang istri yang sedang tertidur pulas. Ia pun ikut memejamkan matanya dan tidur.
baru setengah jam tertidur suara tangis baby air membangunkan pasangan suami istri yang sedang tertidur.
''mau kemana, sayang?''tanya andreaz yang masih belum menyadari suara tangis baby air.
''itu, mas. Baby air nangis. ''ucap arini dan membuat andreaz langsung membuka matanya .
''biar aku aja yang ngambil baby air, kamu tunggu disini aja. ''ucapnya langsung bangun dan berjalan menghampiri box baby air.
''hai baby boy, kamu haus. ''ucap andreaz tersenyum , seolah mengerti dengan ucapan sang daddy bayi mungil itu tersenyum menatap andreaz.
''ya sudah, ayo kita ke mommy kamu pasti sudah sangat haus. ''ucapnya lalu mengangkat baby air dan membawanya kepada arini.
''anak mommy haus ya. ''ucap arini sambil mengambil baby air dari tangan sang suami.
''iya, mommy. Daddy juga haus. ''ucap andreaz menirukan suara anak kecil.
''minum dong , daddy jika haus. ''ucap arini dengan santainya mengeluarkan salah satu bola kembarnya dan memberikan kepada baby air. Andreaz hanya menelan salivanya melihat baby air yang sangat kuat menge nyot .
''sayang, apa yang satunya menganggur?''tanya andreaz .
''apanya, mas?''tanya arini yang memang tidak tahu maksud suaminya itu.
''itu lho , sayang. apa aku boleh mencobanya? Sudah lebih dari dua minggu aku tidak menyentuhnya. ''rengek andreaz.
''mas, ini buat baby air. Masa kamu mau ngambil punya anak mu. ''ucap arini tersenyum. Aneh-aneh aja suaminya ini.
''tapikan , sayang. Aku juga mau . ''rengek andreaz lagi.
''gak boleh, mas. Nanti setelah baby air sudah tidak meminum asi ku , mas boleh memilikinya lagi. ''ucap arini tersenyum. Ia sangat puas melihat wajah suaminya yang cemberut.
🐰jangan lupa buat ngasih, vote , like dan hadiahnya agar author semakin semangat buat upnya🙏🏻😘😘😘😘