Arini

Arini
mulai mengingat satu persatu



"mas." ucapnya dengan suara pelan.


"sayang, kamu sudah sadar, nak. " ucap jeng ratu .


"ma ! suami, cahaya mana?''tanyanya pelan.


jeng ratu ,tersenyum.senyum yang mengandung kesedihan. " lihat, suami mu berada di sana . dia harus butuh istirahat, biarkan saja dia tertidur. nanti jika ia bangun, kamu boleh memanggilnya. "ucap jeng ratu dengan lembut.


ditatap nya sang suami dari kejauhan, entah mengapa ia terlihat sedih saat melihat sangat suami .


"sayang, kamu gak apa-apa kan?"tanya jeng sri yang terlihat khawatir.


"gak apa-apa, ma. aku hanya pernah bermimpi jika jarak antara aku dan juga mas air sangatlah jauh, seperti ada sesuatu yang menghalangi. "ucapnya.


"itu hanya ke khawatiran mu saja, sayang. mungkin karena kalian habis mengalami musibah. sekarang lebih baik kamu banyak istirahat dan jangan terlalu memikirkan hal-hal yang tidak mungkin terjadi. "ucap jeng sri yang berusaha menutup kebenaran dari putrinya.


ditempat lain


andreaz dan arini sedang berada di ruangan zain. mereka sedang mendengarkan penjelasan dari zain tentang kondisi yang sedang dialami air.


" jadi gimana, zain? "tanya andreaz.


" ingatannya bisa kembali, hanya saja membutuhkan waktu. untuk sekarang dia hanya mengingat orang-orang yang sudah lama ia kenal ,tapi tidak dengan orang yang baru. termasuk dengan pernikahannya yang baru beberapa bulan. "jelasnya.


"terus , apa yang bisa kami lakukan? " tanyanya lagi.


"bawa saja ia ketempat dimana dia dulu sering tinggal, dari sana kalian perlahan untuk mengingatkannya tentang dirinya yang sekarang. dengan memberi petunjuk-petunjuk kecil untuk dia mengingat hal yang pernah terjadi dengannya. " jelas dokter zain. hanya itu terapi yang bisa membuat ingatan air kembali normal, walau harus dengan kesabaran yang ekstra.


"baiklah.terimakasih, zain. kalau gitu, kami permisi dulu. " ucapnya lalu berdiri dan menggandeng sang istri keluar dari ruang zain.


"dasar posesif, udah tua juga masih posesif aja. " zain geleng-geleng melihat andreaz yang masih terlihat posesif kepada arini.


setelah dari ruangan, dokter zain. andreaz dan arini kembali keruangan cahaya yang dimana air juga dirawat disana.


"assalamu'alaikum." ucap arini dan andreaz saat membuka pintu ruang rawat cahaya.


"wa'alaikumsalam." jawab jeng ratu dan juga cahaya.


"sayang ! kamu sudah sadar !"ucap arini kaget sekaligus bahagia. andreaz pun ikut tersenyum bahagia melihat istri dari putranya sudah sadar.


" iya, mom. "sahutnya pelan.


"dad."sapa nya kepada andreaz.


"alhamdulillah, kamu sudah siuman !"ucap andreaz tersenyum.


"apa, air belum sadar? " tanya arini. ia berjalan pelan menghampiri sang putra dimana sang suami sudah lebih dulu menghampiri putra mereka.


"belum, jeng." sahut jeng ratu.


arini duduk di kursi yang ada di samping tempat tidur air, ia menatap putranya itu dengan tangan yang menggenggam tangan putranya. tetesan bening tiba-tiba jatuh membasahi cadar yang ia pakai. andreaz hanya mengelus pundak sang istri agar bisa sabar melewati ujian ini.


"sabar." ucapnya pelan dan hanya bisa didengar oleh arini.


"mam, aku pengen turun dan melihat kondisi , mas air. " ucap cahaya yang terlihat sedih.


"kamu , gak boleh banyak gerak dulu, sayang. kamu baru siuman, nanti saat dokter datang kita akan tanyakan kondisi kamu dulu. jika dokter membolehkan kamu untuk turun dari tempat tidur ini, baru mama akan membantu mu menemui suamimu.


arini yang mendengar hal itu, ia berdiri dari duduknya menghampiri cahaya.


"mommy, janji.saat air bangun, air yang akan menemui mu. " ucap arini dengan lembut. ia tidak tega melihat cahaya yang sangat merindukan suaminya.


"iya, mom. cahaya , yakin. mas air, pasti akan segera bangun dan menemui cahaya. "ucapnya.


arini tersenyum getir mendengar ucapan cahaya, bagaimana jika air membuka matanya , air masih belum mengingat akan cahaya?


" sudah, cahaya. lebih baik kamu makan ya , nak. agar kamu cepat sehat dan bisa pulang ke rumah. "jeng ratu mengalihkan perhatian cahaya. ia tidak tega mendengar putrinya itu membicarakan air terus menerus. bagaimana jika ia tahu air tidak mengingat dirinya?


hingga berjam-jam, cahaya terus menatap sang suami yang jaraknya tidak terlalu jauh tapi tidak bisa dijangkau oleh tangannya.


"mas, bangun. aku ada disini. " ucapnya lirih. tidak ada yang mendengar ucapannya, karena arini dan andreaz sedang keluar. sedangkan jeng ratu sedang sholat.


hingga satu jam ia menatap sang suami, hingga terdengar desisan dari sang suami.


"aww !''ucap air dengan memegang kepalanya yang terasa nyeri.


" mas !''ucap cahaya bahagia sekaligus khawatir dengan kondisi sang suami.


"ma, mas air sudah sadar!''teriak cahaya kepada sang mama yang sedang berada dikamar mandi.


jeng ratu segera keluar dari kamar mandi , saat mendengar suara teriakan cahaya.


" ada apa, sayang. apa ada yang sakit?''tanya nya.


''gak, ma. bukan aku, tapi, mas air. mas air, sudah sadar tapi ia merasa kesakitan. mama, tolong bantu aku ketempat suami ku. ''ucap cahaya yang sudah sangat mengkhawatirkan kondisi air.


''kamu disini dulu, mama panggil dokter. ''ucap jeng ratu.


''mama ke sana sebentar. ''ucap jeng ratu.


''tapi, mam. ''ucap cahaya yang tidak dipedulikan oleh jeng ratu.


''air, kamu gak apa-apakan?''tanya jeng ratu yang terlihat khawatir.


"mama ratu. " ucapnya pelan, walau kepalanya masih terasa sakit tapi ia bisa mengingat mertuanya . entah karena ingatannya yang sudah kembali atau memang ia hanya ingat dengan mertuanya tapi tidak dengan istrinya.


"alhamdulillah, sayang. kamu ingat, mama. " ucap jeng ratu terharu.


"iya, ma. tapi kepala ku masih sedikit sakit. " ucapnya.


"mama, sudah hubungin dokter. sebentar lagi, dokter datang. " sahut jeng ratu.


"nah, itu dia , dokternya sudah datang. " ucap jeng ratu saat melihat dokter zain masuk bersama seorang suster.


zain menyapa jeng ratu dengan senyum , lalu menghampiri air.


"bagaimana? apa yang kamu rasakan? " tanya dokter zain.


"kepala ku sedikit sakit rasanya, om. " ucapnya.


" sebentar ya,om,periksa dulu. "ucap dokter zain.lalu ia memeriksa denyut jantung dan tekanan darah air.


" nanti ikut, om. untuk melakukan CT Scan kepala, untuk mengetahui sakit yang kamu rasakan saat ini. "lanjutnya.


" apa ada masalah, dok? "tanya jeng ratu.


" saya juga belum bisa memastikannya, bu. untuk itu saya akan membawa, air untuk CT Scan terlebih dahulu. "jawabnya dengan ramah.


jeng ratu mengangguk paham ucapan dokter zain.


" baiklah, kalau begitu saya permisi dulu. nanti sore , om kesini lagi untuk melakukan CT Scan. "ucapnya lagi dan keluar dari ruangan rawat air dan cahaya.


" ya sudah, kamu istirahat dulu. nanti kalau ada yang kamu inginkan, kamu tinggal panggil mama saja. "ucapnya tersenyum. lalu membiarkan air untuk istirahat kembali tanpa menyinggung ingatannya tentang cahaya terlebih dahulu.


" ma, bagaimana kondisi suami cahaya?apa maksud mama bilang "jika mas air mengingat mama? "tanya cahaya dengan raut wajah yang sangat khawatir. walaupun sekilas ia mendengar ucapan dokter zain tapi ia ingin lebih memastikannya.


"kamu berdoa saja, sayang. mama yakin suami kamu tidak apa-apa. " ucap jeng ratu.


"ma! mama, gak lagi menyembunyikan sesuatu dari, cahaya kan?''tanyanya penuh selidik.


jeng ratu hanya diam hingga detik kemudian ia menatap putrinya dengan air mata yang tiba-tiba menetes.


''ma, ada apa sebenarnya?''tanya cahaya yang semakin bingung dengan sikap mamanya.


''nak, suami mu mengalami lupa ingatan. ia hanya ingat orang tuanya tapi tidak dengan mu. ''ucapnya .


''gak mungkin, ma. aku ini istrinya, mana mungkin ia lupa!''jawabnya tak Terima.


''kamu tenang saja, sayang. tadi, air sudah mengingat mama. mungkin sebentar lagi dia akan mengingat mu, istrinya. mama yakin itu, air hanya butuh doa dan dukungan dari kita. ''jeng ratu memberikan semangat untuk putrinya.


''aku harus menghampirinya, ma. agar mas air, bisa mengingat aku. ''ucap cahaya dengan menjauhkan selimut dari tubuhnya dan mencoba untuk turun.


''sayang, mama mohon. bersabarlah, nak. kita tunggu sampai besok, nak. mama yakin suami mu akan segera mengingat mu. tapi jangan mengganggunya sekarang, dia butuh istirahat. ''ucap jeng ratu sedikit keras membuat air dengan terpaksa menoleh ke samping.


''ma, biarkan dia kesini. bukankah dia istriku seperti yang mama ucapkan. ''ucap air dengan lembut.


cahaya tersenyum penuh haru kala mendengar suara lembut sang suami yang sering ia dengar setiap hari.


dengan pelan, jeng ratu membantu cahaya untuk berjalan menuju hospital bed milik air. Jeng ratu menarik kursi dan diberikan kepada cahaya untuk didudukinya.


"mama, di sana. ''ucap jeng ratu menunjuk ke arah sofa yang lumayan jauh dari mereka. ia tidak mau mengganggu keduanya.


''apa benar kamu, istriku?''tanya air pelan. walaupun kepalanya masih terasa sangat sakit, tapi ia ingin memastikan jika itu benar.


cahaya diam tapi air mata terus mengalir. sakit rasanya saat orang yang kita cintai tidak mengingat kita.


''mas, dulu kita menikah memang bukan karena cinta tapi karena dijodohkan oleh abah hasan. tapi setelah kita menikah, cinta itu tumbuh dengan indah hingga sekarang. apa kamu tidak ingat saat-saat kita bersama. ''ucapnya pelan .


selintas bayangan seorang wanita cantik tertawa, suara lembutnya sangat mirip dengan gadis yang ada dihadapannya.


''aww. '''keluhnya yang merasa semakin sakit saat mulai mengingat sesuatu.


''mas, kamu gak apa-apa?''tanyanya khawatir. ia hendak memegang air tapi air justru menjauhkan tangannya seolah ia tidak ingin disentuh. cahaya yang merasakan penolakan dari sang suami, ia pun terdiam .


''maaf. ''hanya itu yang bisa ia ucapkan saat cahaya yang mencoba untuk menyentuhnya.


''gak apa-apa, mas. aku paham kondisi , kamu. ''ucap cahaya yang berusaha kuat walau hatinya terasa perih saat suaminya menolak untuk ia sentuh.