
Devandra langsung menatap tajam ke arah Ryan, pulpennya dia lemparkan ke atas meja, saat ini Devandra benar benar sangat marah sekali dan Ryan sangat mengenal bagaimana jika Devandra benar benar sangat marah sekali
"Aku hanya mendengar mereka berkata seperti itu Devan" kata Ryan kepada Devandra mencoba menenangkan Devandra yang sedang menahan emosi
"Devandra tenanglah dulu, lebih baik kamu pulang dulu malam ini dan mendengar apa yang mereka ingin katakan kepada kamu" ucap Ryan kepada Devandra
"Nanti malam aku akan kesana" ucap Devandra dengan suara tegas
"Baiklah aku akan kembali bekerja, nanti jika ada apa apa panggil aku" kata Ryan kepada Devandra, yang dibalas dengan anggukan Devandra, matanya fokus dengan layar komputernya namun pikirannya entah kemana
Sementara itu Arini di apartemen, tampak Arini sedang sibuk bersih bersih apartemen dan setelah semuanya dirasa beres, Arini melihat isi yang ada di dalam kulkas dan disana bahan makanan sudah habis, dia sangat ingin sekali pergi belanja namun dia sendiri masih asing di tempat ini, akhirnya Arini mengambil bahan bahan makanan seadanya untuk dia olah sebagai makan siang untuk dirinya
Devandra teringat Arini yang ada di apartemen sendirian, dia langsung menelpon Arini yang saat itu tengah sibuk memasak makan siang untuk dirinya
Begitu mendengar suara telpon dari handphonenya, Arini segera bergegas mematikan kompornya dan mengambil handphonenya yang berada di meja dekat dapur
Begitu melihat siapa yang telpon tanpa sadar bibir Arini langsung tersenyum simpul
"Iya Mas Devan ada apa?" tanya Arini begitu mengangkat telponnya
"Kamu bagaimana, apa kamu sudah makan siang ini?" tanya Devandra kepada Arini
"Aku baik baik saja, ini aku lagi masak buat makan siang hanya saja bahan makanan sudah hampir habis cuman ya itu aku masih asing di daerah sini dan tidak tahu dimana aku harus belanja bahan makanan" kata Arini mengeluh kepada Devandra
Devandra yang mendengar keluhan Arini langsung tersenyum lebar
"Baiklah besok kita akan belanja bahan makanan" ucap Devandra kepada Arini
"Baiklah, terima kasih banyak kamu sendiri bagaimana apa kamu sudah makan siang?" tanya Arini
"Nanti aku akan makan sama Ryan, sekarang banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan terlebih dahulu " jawab Devandra
"Ya sudah kalau begitu jangan lupa dengan makan siangnya" ujar Arini
"Baik, aku matikan terlebih dahulu ya" kata Devandra yang langsung diiyakan oleh Arini
Setelah menutup telpon Devandra langsung memanggil Ryan dari ruangan sebelah, dan tak lama kemudian Ryan pun masuk ke dalam kantor Devandra
"Ada apa?" tanya Ryan berjalan menghampiri Devandra
"Makan siang yuk" ajak Devandra yang langsung berdiri dari kursinya
"Aku pikir ada apa" ucap Ryan kepada Devandra
Devandra tidak menjawab perkataan dari Ryan, dia langsung berjalan menuju ke pintu keluar diikuti oleh Ryan sang asisten pribadinya
Sebelum Devandra turun, dia menghampiri meja July yang masih sibuk dengan pekerjaannya
"Kamu tidak makan siang?" tanya Devandra kepada July
"Kalau begitu saya makan siang dulu, kalau ada yang mencari cara bilang saja saya sedang istirahat" kata Devandra yang dibalas oleh anggukan kepala July
Setelah itu mereka berdua langsung menuju lift untuk turun ke menuju ke parkiran mobil, karena Devandra dan Ryan hendak makan di luar perkantoran
Restoran itu tidak lumayan ramai saat jam jam makan siang, Devandra dan Ryan mencari bangku yang sedikit kosong agar mereka bisa berbicara serius, mereka makan di tempat biasanya mereka makan tidak jauh dari perkantorannya namun juga tidak dekat
Restorant itu menyuguhkan makanan makanan tradisional, oriental dan western, semua makanan juga sangat bisa dirasakan bahkan menjadi salah satu rekomendasi dari para food blogger, selain tampilannya yang rapih dan bersih, para pengunjung dibuat senyaman mungkin agar mereka makan bisa lebih rilex
Devandra memanggil salah satu pelayan restorant
"Kamu mau makan apa?" tanya Devandra sambil melihat lihat buku menu yang diberikan oleh pelayan
"Seperti biasa saja" jawab Ryan yang juga ikut melihat lihat buku menu
"Gag bosen?" tanya Devandra
"Gag lah" jawab Ryan dengan cepat
Akhirnya Devandra langsung memesankan makanan western yaitu steak tenderloin untuk Ryan dan untuk dirinya adalah nasi campur Bali yang terkenal enaknya
Setelah pelayan itu pergi dengan membawa buku menu, Devandra langsung membuka pembicaraannya
"Kamu tahu kalau aku menikah diam diam dengan Arini, bagaimana kalau aku katakan saja mengenai pernikahan aku agar mereka tidak lagi menjodoh kan aku dengan yang lainnya?" tanya Devandra meminta pendapat Ryan
Ryan yang mendengar itu tampak berpikir sebentar
"Belum waktunya Dev, lagian khawatir mereka pasti bakalan kaget dan shock sebaiknya nanti dulu lihat perkembangan kalau memang kamu benar benar dipaksa untuk disuruh menikah baru kamu katakan saja yang sebenarnya dan lagi pula Aku yakin Arini pasti tidak akan setuju " kata Ryan memberikan saran kepada Devandra
Devandra yang mendengar itu langsung terdiam seketika, benar apa yang dikatakan oleh Ryan, belum waktunya membicarakan masalah ini kepada keluarga apalagi kepada keluarga besarnya, Devandra yang lebih tahu mengenai watak kedua orangtuanya yang lebih menekankan bibit bebet bobot untuk pasangannya Devandra, apalagi Devandra adalah salah satu pewaris tunggal dari perusahaan besar mereka, jadi mereka tidak mau dipermalukan sedemikian rupa, hanya saja keluarga Devandra tidak tahu kalau Devandra telah menikah dengan seorang gadis yang di luar kriteria mereka, entah kalau mereka tahu apa jadinya nanti
"Dev, sorry aku mau tanya bagaimana dengan Cassandra, apa kamu masih menunggu dia?" tanya Ryan ingin tahu menatap Devandra dengan pandang serius
Pertanyaan ini sudah pernah ditanyakan sebelumnya ketika Devandra akan menikah dengan Arini dan Devandra masih belum menemukan jawabannya
Devandra yang mendengar pertanyaan dari Ryan hanya bisa menghela nafas panjang
"Aku ga tau Ryan, apakah perasaan aku kali ini masih sama atau sudah berbeda yang jelas, Cassandra adalah masa lalu aku dan Arini adalah masa depanku yang dimana aku harus bertanggung jawab dengan perbuatan aku yang sudah menodai kesuciannya" ucap Devandra sambil menghela nafas panjang
"Aku cuman ingin agar kamu bisa menyelesaikan masa lalu kamu terlebih dahulu sebelum kamu melangkah ke masa depan kamu, karena kasihan saja Arini yang tidak tahu apa apa nantinya harus mengetahui kenyataan kalau suaminya masih mencintai masa lalunya" kata Ryan menasehati Devandra dengan bijak
"Kamu benar, aku sendiri belum tahu perasaan aku dengan Arini seperti apa dan bagaimana namun yang aku tahu kini kami telah diikat oleh pernikahan yang sah, yang kami buat sendiri tapi untuk masalah cinta entahlah" ucap Devandra jujur
"Berarti kamu harus belajar mencintai isterinya yang sekarang ingat kamu adalah suaminya jangan sampai dia terluka dan sakit hati kalau tahu ternyata kamu tidak mencintainya dan kamu menikahinya sebatas tanggung jawab" ucap Ryan memberikan nasihat kepada Devandra
Dan tidak lama kemudian makanan pun datang, dan mereka menyantap makanan dalam diam, sibuk dengan pikirannya masing masing