
Author percepat ya kisah arini dan andreaz, agar tidak bosan. Author lanjut dengan cerita baby air dan juga adiknya aira. Semoga semua suka😘
🌺happy reading
Semakin hari tingkah,baby air semakin menggemaskan. Begitu pula dengan kehamilan indah yang semakin membesar. Tanpa terasa , hari berganti bulan , bulan pun berganti tahun. Hingga , baby yang lucu dan menggemaskan itu kini menjadi seorang pria yang tampan dan gagah, serta menjadi pria yang sholeh. Dia adalah baby air yang kini sudah menjelma menjadi pria tampan, ia tinggal di pondok pesantren milik ustadz hasan . Pondok tersebut sudah banyak berubah , kini pondok tersebut sudah banyak santrinya dan fasilitasnya pun sekarang lebih lengkap dari sebelumnya.
Baby air, di umurnya yang masih muda sudah menjadi ustad. Ia lulusan terbaik di mesir dan kini dirinya mengabdi di pondok pesantren milik kakek angkatnya itu. Tapi berbeda dengan sang adik , yang bernama aira khoirunisa. gadis cantik itu lebih memilih sekolah umum.tapi , walau demikian ia tetap menjadi anak yang patuh terhadap ajaran yang diajarkan orang tuanya.begitu juga dengan adik sepupunya yang bernama aisyah , yang hanya berbeda dua tahun dengannya. Kini juga menjadi gadis yang cantik dan sholeha, ia yang sedang melanjutkan kuliahnya di universitas ternama di kota tersebut .
''assalamu'alaikum, ustadz. ''sapa seorang ustadzah yang bernama kholifah.
''wa.alaikumsalam, ustadzah kholifah. ''jawabnya tanpa menatap ke arah sumber suara.
''maaf, ustadz. bukannya hari ini ustadz akan pulang ke kota?''tanya ustadzah kholifah.
''iya, ustadzah. Paling nanti sore, jadi saya sempatkan diri dulu untuk mengajar . Kasihan juga santri-santri kalau jamnya kosong . ''ucapnya .
''baiklah, ustadzah. Saya masuk kelas dulu. ''pamitnya dengan sopan .
''assalamu'alaikum. ''lanjutnya, tanpa menatap ustadzah kholifah , air keluar dari ruangan tersebut dan melangkah menuju kelas yang akan ia ajar.
''wa'alaikumsalam. ''jawabnya pelan, ada rasa kecewa setiap kali berbicara dengan ustadz air. Karena ia tidak pernah bisa untuk berbicara panjang lebar dengannya , mungkin karena sikapnya yang terlalu dingin dengan lawan jenis atau mungkin karena dirinya tidak ingin terjadi fitnah jika berbicara terlalu lama dengan lawan jenis.
hari sudah menjelang sore, setelah sholat ashar . Air , berpamitan kepada ustadz hasan dan juga ummi khodijah yang masih terlihat segar walau usia mereka sudah menginjak kepala tujuh.
''abah, ummi. Air, berangkat dulu. ''ucap air kepada ustadz hasan dan ummi khodijah.
''iya, leh. Hati-hati, salam buat kedua orang tua mu. ''ucap ustadz hasan.
''iya, bah. Insyaallah. ''ucapnya. Lalu ia mencium punggung tangan ustadz hasan dan ummi khodijah.
''assalamu'alaikum. ''ucapnya dengan lembut.
''wa'alaikumsalam. ''jawab ustadz hasan dan ummi khodijah.
''titip , abah sama ummi ya bang. ''ucap air kepada sahabatnya yang ia anggap seperti abangnya sendiri.
''iya, kamu tenang saja. aku pasti jagain pak ustadz sama ummi. ''sahutnya dengan senyum.
''ya sudah , aku berangkat dulu kalau gitu. ''ucapnya, ia naik ke atas motor sportnya . Banyak santriwati yang mengidolakan dirinya apalagi saat melihat ia menaiki motor sportnya itu dengan celana jeans serta sepatu dan juga jaket kulit yang pakai membuat pesonanya bertambah berkali-kali lipat.
Setelah berpamitan, air menjalankan motornya keluar pesantren . Ia sangat menikmati perjalanannya kali ini, karena sudah lama ia tidak menaiki motor sportnya ini dengan jarak yang cukup jauh. Seperti saat ini,yang biasanya ia akan dijemput oleh supir pribadi daddy nya tapi kali ini ia pulang dengan mengendarai motornya sendiri motor kesayangannya.
hingga suara maghrib berkumandang, ia akhirnya menghentikan perjalanannya dan mencari masjid terdekat untuk melaksanakan sholat maghrib. Setelah selesai sholat, air pun bergegas keluar dari masjid karena ia tidak ingin terlalu larut sampai rumah. Tapi , saat hendak menjalankan motornya tiba-tiba ia kembali turun saat melihat seseorang dengan jilbab segi empat terjatuh dari motornya saat hendak melewati lobang yang ada di depannya.
''maaf,mbak.saya bantu. ''ucapnya dengan sopan.
gadis itu tidak menjawab ucapan air, ia sibuk mengelus tangannya yang sedikit lecet serta kakinya yang terasa sakit. Gadis itu dengan sekuat tenaga menggeser tubuhnya , memberi ruang untuk air membantu mengangkat motornya.
''mbaknyq, gak apa-apa?''tanya air sopan.
''gak, terimakasih. ''ucapnya . Dengan sekuat tenaga ia mencoba berdiri tapi, sayang kakinya masih terasa sakit hingga ia tidak bisa berdiri.
Air yang bingung melihat gadis tersebut yang tidak bisa berdiri, ia berusaha mencari bantuan . Karena ia tidak mungkin membantu gadis tersebut untuk berdiri , karena bagi air mereka bukan muhrim dan tidak pantas untuknya menyentuh seseorang yang bukan muhrimnya.
''maaf,mbak.bisa minta tolong sebentar. ''ucapnya kepada seorang cewek yang umurnya terlihat lebih tua darinya.
''iya ada apa , mas?''tanya mbak-mbak tersebut.
''minta tolong , bantuin mbak ini ke masjid . Soalnya kaki mbaknya ini sepertinya terkilir. ''ucap air dengan sopan.
''oh, iya. Mari saya bantu deg. ''ucap mbak-mbak tersebut.
akhirnya , cewek tersebut di bawa ke teras masjid. Karena merasa sudah aman , air akhirnya kembali ke motornya dan melajukan motornya dengan sedikit kencang karena hari yang sudah cukup larut baginya.
Hingga pukul dua belas malam , air akhirnya tiba di rumah megah tersebut. rumah tersebut nampak sepi , karena penghuni rumah tersebut sudah berada di alam mimpi . Hanya beberapa satpam yang menjaga rumah tersebut yang masih membuka mata.
Mereka yang asyik bermain catur, tiba-tiba menghentikan permainan catur mereka saat mendengar suara motor berhenti didepan gerbang .
''siapa, ya. ''ucap salah satu satpam.
.
Akhirnya , mereka bertiga berjalan menuju pintu gerbang. Saat melihat yang datang ternyata tuan muda , mereka dengan cepat membukakan gerbang tersebut.
''tuan muda. ''ucap salah satu satpam dengan senyum.
''assalamu'alaikum, pak. ''ucapnya dengan senyum.
''wa'alaikumsalam. ''sahut bapak-bapak satpam.
''silahkan masuk, den. ''ucap pak satpam.
''iya, pak. Terimakasih. ''ucap air dengan senyum sopannya.
''sudah pada tidur, pak?''tanyanya saat sudah memarkirkan motor sportnya.
''sudah, tuan muda. tuan dan nyonya sudah tidur. Tuan besar dan nyonya besar juga sudah tidur. ''jawab salah satu satpam.
''ya sudah , kalau begitu , saya masuk dulu ya pak. ''ucapnya dengan sopan.
''iya, tuan muda. Silahkan. ''ucap pak satpam.
''adem banget lihat muka, tuan muda. ''ucap salah satu satpam.
''iya, sudah tampan , pintar , sholeh lagi. ''sahut satpam yang lain. Mereka masih fokus melihat air yang berjalan hingga , tuan mudanya tersebut hilang tak teelihat.
Air dengan pelan masuk kedalam rumah tersebut, ia tidak ingin membangunkan semua orang yang sudah tertidur. Ia naik ke lantai atas menggunakan lift , dan ia langsung menuju kamarnya saat sudah sampai dilantai atas.
Keesokan paginya
semuanya nampak sibuk dengan urusan masing-masing. Arini yang sedang membantu bibi menyiapkan sarapan , merasa aneh , ia merasa ada sesuatu yang entah ia juga tidak mengerti. Perasaannya pagi ini terasa bahagia, tapi iya tidak bisa menjelaskan apa yang membuat ia sangat bahagia hari ini.
''bik, siapkan sarapannya ya. Saya, mau ke atas dulu. ''ucapnya.
''baik, nyonya. ''ucap bibik.
Saat sudah di lantai atas, ia . melangkah ke kamar putrinya yang bernama aira khoirunisya. Gadis yang masih duduk di bangku kelas tiga sma.
Tok
Tok
''sayang, ayo sarapan. ''panggilnya dari luar.
''iya, mom. Sebentar lagi , aira turun. ''sahutnya dari dalam kamar.
Karena sudah ada jawaban, arini kembali berjalan ke kamarnya.
Ceklek
''mas, sudah selesai belum?''tanyanya dengan lembut.
''dasinya belum, sayang. Tolong pasangin. ''ucap andreaz dengan manjanya. walaupun mereka sudah mempunya dua anak yang sudah beranjak dewasa , tapi itu tidak membuat keharmonisan rumah tangga mereka menjadi berkurang. Bahkan sikap , andreaz semakin manja kepada sang istri.
dengan senyum , arini melangkah kearah sang suami dan mengambil dasi yang ada di tanga sang suami lalu memakaikannya.
''terimakasih, sayang. ''ucap andreaz setelah dasinya terpasang di lehernya.
''yuk sarapan, kasihan aira , mama dan papa. Mereka pasti sudah nungguin kita. ''ajak arini.
merekapun keluar dari kamar dan turun , bergabung bersama di meja makan.
Saat tengah asyik menikmati sarapan, tiba-tiba suara langkah kaki menuruni anak tangga membuat semua orang menoleh ke sumber suara.
Mereka semua kaget dan tersenyum bahagia saat melihat siapa yang sedang menuruni anak tangga tersebut.
''