Arini

Arini
Bab 11



Setelah sarapan pagi, Devandra langsung segera menelpon assisten pribadi yang merangkap sebagai sekretaris pribadinya


"Ya Dev apa yang bisa aku bantu?" tanya pria dari seberang sana setelah mengangkat telpon dari Devandra


"Aku butuh berkas berkas pribadi aku sendiri, karena aku akan menikah segera, kamu tolong kirimkan saja, nanti alamatnya aku kirim lewat pesan" jawab Devandra dengan tegas


"Kamu mau menikah dengan siapa Dev?" tanya asistennya dari seberang sana dengan nada sedikit kaget, mendengar Devandra akan menikah


"Kamu juga nanti tahu sendiri, oh iya aku butuh kamu sebagai saksi dan masalah tentang pernikahan aku jangan kau cerita cerita dulu dengan keluarga aku, Ryan" kata Devandra masih dengan nada tegasnya, menyebutkan asisten pribadinya dengan nama Ryan


Pria yang bernama Ryan itu terdiam sebentar, dia sangat penasaran begitu mendengar atasannya akan segera menikah padahal atasannya selama ini tidak pernah dekat dengan wanita lain, kecuali dulu ada seorang wanita yang pernah mengisi relung hatinya dan wanita tersebut bernama Cassandra, namun demi ambisi, karir dan cita citanya wanita itu pergi meninggalkan Devandra tanpa pamit tiba tiba dia menghilang begitu saja, hingga Devandra saat itu menjadi pria yang kehilangan arah, baginya Cassandra adalah wanita satu satunya yang dia sangat cintai


Ingat dulu saat Devandra kehilangan Cassandra, hidupnya berantakan dan tidak teratur hingga akhirnya dia menjadi seorang pria yang tertutup terkesan dingin dan angkuh terhadap lawan jenisnya, bahkan berkali kali keluarganya menyodorkan wanita cantik yang melebihi seorang Cassandra tidak digubris olehnya bahkan pernah ada seorang wanita yang mengejar ngejar dirinya hanya dipermalukan didepan keluarganya dan setelah itu tidak ada yang berani mendekati seorang Devandra yang terkena angkuh dan dingin


"Ryan apa kau mendengar aku?" tanya Devandra membuyarkan lamunan Ryan tentang atasannya


"Oke segera saya kesana dan membawa berkas berkas pribadi yang kamu butuhkan" jawab Ryan dengan cepat


"Oke aku tunggu kedatangan kamu secepatnya" balas Devandra dengan suara tegasnya, setelah itu handphone dimatikan oleh Devandra dan Devandra berlalu dari kamarnya


Arini yang sedang merapihkan dapur melihat Devandra keluar dari kamar langsung buru buru menghampiri Devandra, melihat Arini yang terburu buru menghampiri dirinya, Devandra langsung berinisiatif berhenti menunggu Arini datang mendekati dirinya


Arini datang mendekati Devandra dan berdiri di hadapan Devandra, Devandra menatap Arini dengan pandangan bertanya


"Mau kemana?" tanya Arini kepada Devandra


"Memangnya kenapa, apa kamu mau ikut?" tanya Devandra tersenyum miring


Arini terlihat agak ragu untuk berkata kepada Devandra


"Ada apa Arini?" tanya Devandra kali ini dengan suara serius


"Aku ingin berbicara mengenai pernikahan kita" kata Arini pelan


Devandra langsung menatap Arini dengan menaikkan satu alisnya ke atas


"Ya sudah tunggu aku disini, aku mau ke kamar mandi dulu, nanti kita bicarakan di luar saja" jawab Devandra, lalu Devandra berlalu menuju ke kamar mandi dan Arini hanya menunggu di luar, dia sendiri juga bingung harus memulai darimana


Setelah Devandra keluar dari kamar mandi, mereka berdua meminta izin kepada kedua orangtuanya Arini untuk keluar sebentar dengan alasan ingin berjalan jalan dulu


Dan sampailah mereka di taman dekat waduk, udara juga tidak terlalu panas, karena kiri kanannya banyak pepohonan yang rindang, sehingga angin semilir selalu datang dan para pengunjungnya juga sangat betah untuk duduk duduk disitu, baik di atas rumputnya maupun di bangkunya


Arini dan Devandra lebih memilih untuk duduk di bangku taman dengan pepohonan yang rindang, mereka berdua terdiam menatap air waduk yang tenang


"Ada apa?" tanya Devandra membuka suara memecahkan kesunyian


Arini menghela nafas panjang lalu menoleh ke arah Devandra


"Apa keputusan kamu sudah benar mas, mau menikahi aku?" tanya Arini kepada Devandra, menatap Devandra dengan penuh tanya dan penuh keraguan


"Kalau kamu tidak yakin aku tidak apa apa mas, aku tidak keberatan lagian aku berpikir ini adalah suatu sebuah kesalahan buat kita, mas tidak perlu bertanggungjawab dengan apa yang sudah terjadi, aku tidak apa apa" ucap Arini dengan suara yang tergetar namun dia berusaha menahan tangisnya, dia tidak ingin rapuh di hadapan Devandra


Arini harus kuat, karena dia tahu semua akibat yang akan diambilnya ini, bagaimana jika dia menikah dengan Devandra dan bagaimana jika dia tidak menikah dengan Devandra, semuanya dia harus sudah siap menghadapinya


"Mas, mas tidak perlu menjawabnya tapi mas bisa menjawabnya nanti dan Arini sudah siap dengan apapun keputusan mas" kata Arini dengan suara pelan


Devandra langsung menoleh ke arah Arini


"Kenapa kamu bertanya seperti itu, apa ini ada hubungannya dengan Anjas?" tanya Devandra sambil memegangi tangan Arini kuat kuat


"Mas sakit, lepas" kata Arini mencoba menarik tangannya namun pegangan tangan Devandra terlalu cukup kuat untuknya


Dan entah kenapa Devandra merasa sangat cemburu dengan Anjas, hingga rasanya dia sangat marah sama Arini


"Apa kamu masih menaruh hati dan memberikan harapan kepada pria yang tidak tahu malu itu, jawab Arini?!" tanya Devandra sambil berteriak kepada Arini


"Mas apa apaan sih kamu, semuanya tidak ada hubungannya dengan Anjas, semuanya ini tentang kita mas, ga ada hubungannya dengan Anjas" ucap Arini dengan kesal


"Bohong kamu Arini, ingat ya Arini jangan pernah kamu coba coba kabur dari aku, kalau tidak mau ada akibatnya, dan satu lagi pernikahan akan tetap di langsung kan paham kamu" kata Devandra yang sudah tersulut emosinya


Arini merasa sangat takut dengan Devandra, dia baru melihat bagaimana Devandra emosi bahkan terhadap Anjas yang notabene tidak ada hubungannya dengan mereka


"Iya mas, Arini paham, boleh kamu melepaskan cengkraman tanganmu mas, pergelangan tanganku sakit" kata Arini meminta kepada Devandra untuk dilepaskan tangannya


Devandra memenuhi permintaan dari Arini untuk melepaskan tangannya, pergelangan tangan Arini yang putih langsung memerah begitu saja begitu cengkraman dari Devandra terlepas, Arini langsung menggosok gosokan tangannya yang merah itu dan itu tidak luput dari perhatian Devandra


"Maaf " ucap Devandra kepada Arini, dia kembali memegang pergelangan tangan Arini dan mengusap usapnya dengan lembut


Arini hanya menganggukkan kepalanya, diam tanpa ada suara


" Arini dengarkan aku, aku akan tetap menikahi kamu suka atau tidak suka, mau atau tidak mau lagi pula kamu jangan khawatirkan keluarga aku, mereka tidak akan berani macam macam dengan kamu karena ada aku lagian kita akan tinggal di apartemen bulan di rumah keluarga aku, kamu aman disana" kata Devandra yang langsung memutuskan dimana Arini akan tinggal


Arini yang mendengar itu perasaannya langsung berubah menjadi lega


"Maaf apakah ada kontrak perjanjian sebelum pernikahan?" tanya Arini ragu ragu, menatap Devandra dengan tatapan polosnya


Devandra yang mendengar itu langsung terkejut kaget, dia berpikir darimana Arini tahu denga kontrak perjanjian sebelum pernikahan


"Tidak ada kontrak perjanjian apa apa, kamu akan tetap menjadi isteri aku dan melayani aku seratus persen sebagai seorang isteri dan begitu juga aku akan melayani kamu seratus persen " jawab Devandra dengan tegas


"Oh satu lagi meski kita tetap tinggal di apartemen kepunyaan aku, kamu akan tetap akan ku perkenalkan dengan semua anggota keluarga aku, terima tidak terima mereka harus menerima kamu sebagai anggota keluarga kita" kata Devandra lagi dengan suara tegas


'Deg' Arini yang mendengar keputusan dari Devandra langsung jantungnya berdegup kencang


"Pesta pernikahan pun mereka juga harus datang, termasuk kedua orang tua aku juga, paham kamu Arini dan ingat jangan mencoba untuk kabur dari pernikahan ini, jika kamu kabur aku pasti akan tetap mendapatkan kamu, aku tidak main main Arini" tegas Devandra dengan nada sedikit mengancam kepada Arini, Arini hanya menganggukkan kepalanya saja meski hatinya tidak karuan rasanya tapi dia berusaha akan menjalani semuanya terlebih dahulu