Arini

Arini
makan siang bersama



Hari berganti minggu , minggu berganti bulan baby air makin terlihat tampan . Baby air yang sudah berumur 7 bulan nampak makin gembul dan tampan.


Seperti pagi ini, baby air nampak tertawa bersama oma dan opanya. Ia sangat senang jika di ajak oleh tuan david dan nyonya rey.


''makin kesini baby air sangat mirip dengan andreaz waktu masih kecil ya, pah. ''ucap nyonya rey tersenyum .


''iya dong, mah. Kan anak ku ya harus mirip sama aku. ''ucap andreaz yang baru saja turun dari kamarnya bersama sang istri. Ia lalu mencium pipi gembul baby air yang sedang berada di pangkuan tuan david.


''sudah , kamu sarapan dulu sana jangan ganggu baby air. ''usir nyonya rey.


''baiklah.dadah ,sayang. Daddy, sarapan dulu. ''ucap andreaz tersenyum .


''titip baby air dulu ya, mah. ''ucap arini dengan lembut.


''iya, sayang. Kamu tenang saja, urus saja bayi besar mu itu. ''ucap nyonya rey menyindir putranya.


Selesai sarapan , arini mengantar suaminya sampai depan . seperti biasa ia selalu mencium punggung tangan suaminya yang setiap hari mencari rezeki untuknya dan juga baby air.


''aku , berangkat dulu ya. Assalamu'alaikum. ''ucap andreaz tersenyum setelah mencium kening sang istri. Dari kejauhan sepasang mata nampak terlihat geram melihat keromantisan arini dan andreaz.


''iya, mas. Wa'allaikumsalam, hati-hati. ''ucap arini dengan lembut sambil melambaikan tangannya kepada sang suami .


Setelah mobil andreaz pergi, arini masuk kedalam rumah. Ia juga harus bersiap-siap untuk pergi ke tokohnya.


''mah, aku ke atas dulu mau siap-siap ke tokoh. ''ucap arini dengan lembut.


''iya. ''jawab nyonya rey dengan lembut.


Selesai bersiap-siap, arini pun turun dan langsung menghampiri baby air yang sekarang berada dalam gendongan nyonya rey.


''mah, mbak ranti mana ya?''tanya arini , karena sejak sarapan bersama sang suami ia tidak melihat baby sitter nya itu.


''oh itu, baby sitter nya baby air lagi di kamarnya. Katanya lagi gak enak badan. ''ucap nyonya rey.


''demam, mah.''ucap arini memastikan.


''iya, makanya baby air mama yang ngajak. Kamu tenang saja , mama sudah nyuruh bibik buat ngasih obat sama bubur buat baby sitter nya baby air. ''ucap nyonya rey .


''ah , syukurlah. Tapi bagaimana degan baby air, aku tidak bisa mengajaknya jika mbak ranti sakit. ''ucap arini bingung.


''baby air biar sama mama papa, hari ini kami tidak kemana-mana. ''sahut tuan david yang sedang menikmati kopinya.


''alhamdulillah, makasih pah, mah. Kalau begitu aku pamit dulu. ''ucapnya . Setelah berpamitan kepada kedua mertuanya, arini pun pergi ke tokoh kuenya menggunakan mobil yang sudah disiapkan oleh andreaz .


''pak, ayo berangkat. ''ucap arini dengan lembut kepada sopir barunya itu.


''baik, non. ''jawabnya ramah dan mobil pun melaju ke tokoh kue .


di tempat lain


''ah, akhirnya aku bisa istirahat juga. Tiap hari ngurusin bayi gendut itu. Capek gue, kalau bukan buat ngedeketin bapaknya yang tampan itu udah menyerah aku. ''keluhnya.


tiba-tiba ia melamun, ia sedang meng-halu menjadi istri seorang andreaz dan menjadi nyonya di istana yang megah. Ia nampak senyum-senyum sendiri .


''aku harus bisa membuat , pak andreaz menjadikan aku istrinya. ''ucapnya tersenyum devil.


di saat ia tersenyum seperti itu, salah satu asisten rumah tangga tuan david masuk kedalam kamarnya sambil membawakannya makanan dan obat.


''ngapain , kamu senyum-senyum gitu. Udah sembuh?''tanya asisten rumah tangga tersebut sedikit terdengar sinis.


''suka-suka gue ya, mau senyum-senyum mau nangis. ''jawabnya yang juga tak kalah sinis.


''katanya sakit, gue curiga lho cuma sakit bohongan?''tanya curiga.


''maksud , lho apa?''tanyanya ranti balik .


''soalnya orang sakit itu gak ada yang bisa senyum atau marah-marah kayak lho. Nih , obat sama makanan lho. ''ucapnya dengan sedikit keras meletakan nampan yang berisi makanan dan obat tersebut lalu keluar dari kamar ranti.


''hu , dasar. Iri bilang . ''ucapnya saat asisten rumah tangga tersebut keluar dari kamarnya.


Di toko kue


Arini sepertinya sangat sibuk , hingga ia juga ikut turun tangan membantu karyawannya yang sedang melayani pembeli.


''buk , sepertinya kita kehabisan bahan baku. ''ucap karyawannya.


''ya sudah, kita stop aja produksinya hari ini . Kita habisin yang sudah ada saja. ''jawab arini .


Sekitar jam makan siang kue serta roti yang ada di toko tinggal sedikit. Semua karyawan nampak menghelnafas lega pasalnya sejak toko kue di buka semua pembeli nampak ramai.


''ina, saya akan pulang. Jika kue dan rotinya semua sudah habis kalian boleh pulanh. ''ucap arini .


''baik, bu. ''jawab ina oarang kepercayaan arini di tokonnya.


karena masih siang, arini ingin menghampiri suaminya di kantor.


''pak, kita ke kantor suami saya dulu ya. ''ucap arini.


''baik, non. ''jawab pak sopir.


Saat sampai di perusahaan sang suami, arini keluar dari mobil dan masuk kedalam perusahaan sang suami.


''siang, non. ''ucap reseptionis tersenyum ramah.


''siang. suami saya ada di dalam?''tanyanya.


''ada, non. Tuan andreaz baru saja pulang dari meetingnya. ''jawab reseptionis.


''baiklah, kalau begitu terimkaasih. ''ucapnya dengan ramah lalu masuk kedalam lift khusus ceo.


setelah keluar dari lift arini melangkah keruangan sang suami.


''siang, non. ''ucap adit ramah.


''siang, tuan ada?.tanyanya.


''ada, non. Silahkan masuk. ''ucap adit tersenyum ramah saat membukakan pintu .


''assalamu'alaikum. ''ucap arini dengan lembut masuk ke ruangan andreaz.


''sayang. ''ucap andreaz kaget plus senang melihat istrinya datang menghampirinya . Ia langsung berdiri dan merangkul pinggang sang istri.


''iya, aku kesini mau mengajak mas makan siang bareng. Itu juga jika , mas belum makan. ''ucapnya dengan tersenyum. Senyum yang hanya bisa dilihat oleh andreaz.


''kebetulan , aku juga belum makan . Kalau begitu kita mau makan siang dimana?''tanya andreaz tersenyum.


''bagaimna jika di mall yang ada di sana. ''tunjuk arini ke arah mall yang terlihat dari runagan andreaz.


''oke, tapi ada syaratnya. ''ucap andreaz .


''apa syartanya?''tanya arini membalikan tubuhnya kehadapan sang suami.


''sun dulu. ''ucap andreaz menunjukan pipinya.


Cup


''disini . ''ucapnya


Cup


''disini juga , sayang. Ini yang paling penting. ''ucapnya penuh kemenangan.


''itu namanya modus, mas. ''ucap arini tapi ia tetap melakukan permintaan sang suami. Ia mngecup bibir sang suami sekilas , ya hanya sekilas andreaz juga tidak menahan saat arini melepaskan ciuman tersebut.


''sudahkan, ayo kita makan . ''ajak arini .


''baiklah. ''jawab andreaz tersenyum senang.


Mereka keluar dari ruangan andreaz dengan andreaz yang merangkul pinggang sang istri. Karyawan yang melihat perlakuan bosnya itu kepada sang istri, membuat mereka merasa iri dan juga senang. Karena menurut mereka bosnya itu benar-benar suami ideal , walaupun tampangnya dingin pada mereka tapi tidak pada istrinya . Dan itu yang membuat para karyawan kagum .


andreaz benar-benar memperlakukan arini dengan sangat baik, dari mulai masuk kedalam mobil hingga mereka sampai di mall.


''silahkan , tuan putri. ''ucap andreaz tersenyum membukakan pintu untuk istrinya.


''makasih, mas. ''jawab arini dengan lembut.


Mobilpun melaju meninggalkan gedung tinggi tersebut. Tidak butuh waktu lama , mobil yang di naiki oleh andreaz dan arini tiba di mall.


Seperti biasa, andreaz akan membukakan pintu untuk istrinya itu.


saat mereka masuk kedalam mall semua tatapan para pengunjung mall menuju ke arah mereka. Bukan hanya ke tampanannya yang membuat orang-orang kagum padanya tapi juga karena perlakuannya yang membuat orang iri dan ingin mempunyai suami seperti andreaz.


🐰jangan lupa like dan votenya🙏🏻😘😘