Arini

Arini
Bab 28



Setibanya mereka di lantai apartemen yang dituju, Devandra langsung mengeluarkan kunci elektriknya dan ditempelkan ke pintu hingga pintu tersebut terbuka dengan sendirinya


"Taruh disitu saja pak" perintah Devandra sambil menunjuk ke arah samping pintu masuk, petugas itu langsung menaruh barang barang tersebut, Devandra langsung mengeluarkan beberapa uang ratusan ribu dan menyodorkannya kepada petugas kebersihan itu, yang langsung disambut dengan rasa sukacita oleh petugas itu karena tidak menyangka akan mendapatkan uang sebanyak itu, setelah petugas itu mengucapkan banyak terimakasih kepada Devandra dan Arini, dia pun pergi meninggalkan ruangan apartemen itu


Sepeninggal petugas itu, Arini dan Devandra saling bahu membahu membantu untuk membawa barang belanjaannya masuk ke dalam dapur, Arini menaruh bahan bahan basah di freezer dan minuman minuman kaleng di dalam kulkas, setelah semua bahan makanan terisi penuh di dalam kulkas, Devandra langsung mengambil air dingin yang ada di dalam kulkas sementara Arini pergi naik ke lantai kamar atas untuk berganti pakaian, menggunakan pakaian rumah kembali


"Apa kamu sudah siap mau berangkat ke kantor mas?" tanya Arini kepada Devandra penuh dengan rasa ingin tahu


"Iya ini mau berangkat" jawab Devandra sambil mengambil tas kantornya, dan berjalan menuju ke pintu


"Nanti malam mau ke rumah utama lagi?"


"Sepertinya tidak, mungkin aku akan pulang cepat, memangnya kenapa?"


"Kalau kamu mau ke rumah utama, aku tidak akan menyiapkan makan malam, tapi kalau kamu pulang cepat aku akan menyiapkan makan malam untuk kita"


"Siapkan saja makan malam, aku akan makan malam di apartemen "


"Baiklah kalau begitu, aku akan menunggumu untuk makan malam"


"Jangan begitu, kalau kamu lapar makan saja duluan"


Arini yang mendengar itu langsung tersenyum ke arah Devandra


"Ya sudah aku berangkat dulu, kamu tidak apa apa kan ditinggal sendirian?"


"Tidak apa apa mas, lagian aku juga sudah terbiasa ditinggal sendirian, mas juga hati hati berangkat nya, di jalan jangan ngebut"


"Baik kalau begitu aku berangkat dulu" pamit Devandra sambil mencium pucuk kepala pipi istrinya


Sepeninggal Devandra, Arini langsung masuk ke dalam apartemen, sementara itu Devandra sendiri langsung berangkat menuju kantornya dengan menggunakan mobil sportnya, setibanya di kantor, Devandra menemukan Ryan yang sedang sibuk membaca laporan laporan yang baru masuk di ruangannya


Devandra langsung masuk ke dalam ruangan Ryan assiten pribadinya itu sebelum masuk ke dalam ruangannya dia


"Hari ini ada agenda apa?" tanya Devandra yang masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu


"Siang ini janjian sama client kalau kita akan mensurvei salah satu lokasi apartemen yang akan dibangun oleh kita yang bekerjasama dengan perusahaan Globalindo properti, dan selanjutnya ada janji makan siang dengan pimpinan cabang anak perusahaan Synergy Mas Teknindo" jawab Bryan dengan cepat, Devandra hanya menganggukkan kepala dan tanpa permisi dia masuk ke dalam ruangan kerjanya


Tidak berapa lama ketika Devandra sedang sibuk mengerjakan laporan yang dikirim olehnya, pintu diketuk dari luar, Devandra dengan mata yang fokus menatap ke arah komputer menyuruhnya untuk masuk, tampak July membuka pintu dan berdiri di pintu masuk


"Ada apa July?' tanya Devandra sambil melirik sekilas ke arah sekretaris pribadinya itu


"Maaf pak, ada yang mau menemui bapak, katanya sudah buat janji dengan bapak" kata July sambil menatap atasannya yang sibuk di layar komputer


Devandra langsung menghentikan pekerjaannya dan menatap July dengan penuh rasa penasaran


"Siapa?" tanya Devandra sambil menyadarkan tubuhnya ke kursi


Tidak menunggu lama, July membawa masuk wanita itu ke dalam kantor Devandra, wanita itu menggunakan pakaian kerja yang casual dengan rok diatas lutut, kemeja lengan panjang dengan leher berbentuk Sabrina dan dia juga menggunakan high heels yang cukup tinggi, wanita itu sangat cantik sekali dengan rambut panjang dan make up yang sempurna membuat siapapun akan memandangnya dengan iri


Devandra menatap wanita itu berjalan mendekati mejanya, dengan jalan yang berlenggak lenggok, Devandra terus menatap wanita itu hingga dia sampai di tempat Devandra duduk


"Apa saya mengenal anda?" tanya Devandra dengan wajah yang datar


Wanita itu langsung tersenyum mendengar pertanyaan Devandra yang cukup datar dan terkesan dingin, wanita itu masih berdiri dan dia mengulurkan tangannya ke arah Devandra, Devandra langsung berdiri dan membalas uluran tangan wanita tersebut


"Kenalkan saya Anita, mamah kamu menyuruh aku untuk datang kemari, katanya dia ingin memperkenalkan anaknya ke aku" ucap wanita yang bernama Anita ini kepada Devandra sambil tersenyum


Devandra langsung mengangkat alisnya dan menatap Anita dengan dengan tatapan datarnya


"Maaf saya tidak mengenal anda sama sekali, dan kalau boleh tahu apa keperluan anda datang kemari jika ingin membahas hubungan maaf saja saya tidak berminat sama sekali nona Anita" ucap Devandra dengan nada suara yang dingin


Dan sepertinya gadis itu tidak terpengaruh dengan ucapan dari Devandra yang dingin, malah dia tersenyum lebar kepada Devandra


"Ternyata benar apa yang dikatakan oleh Tante Syailendra kalau anaknya benar benar sangat dingin dan angkuh" ucap wanita yang bernama Anita sambil menyilangkan kedua kaki jenjangnya, seakan akan dia mengenal mamahnya Devandra


"Langsung saja ke inti masalahnya Nona Anita ada keperluan apa anda datang kemari?" tanya Devandra lagi


"Ternyata Tuan Devandra tidak bisa diajak bersantai sejenak ya, baiklah begini saja saya ingin mengajukan kerja sama antara perusahaan saya dengan perusahaan anda di bidang tekhnologi, kebetulan perusahaan saya ini adalah anak dari perusahaan Multi Abadi Internasional, yang dipimpin oleh papah saya sendiri yaitu Tuan Kurniawan, dan saya yakin anda mengenal Tuan Kurniawan"


Gadis itu langsung mengeluarkan tiga buah proposal yang isinya berupa kerjasama dan diberikan langsung kepada Devandra, dia sodorkan proposal proposal itu ke atas meja Devandra, Devandra hanya meliriknya sekilas


"Nanti kamu akan pelajari proposal anda, ada perlu apa lagi?"


Anita tersenyum simpul melihat sikap dingin dari Devandra


"Apa tidak ada waktu untuk saya berbincang bincang dengan anda Tuan Devandra, mungkin untuk membicarakan masalah proposal yang sudah saya berikan tadi?" tanya Nona Anita menatap Devandra dengan wajah yang sangat tertarik dengan Devandra


"Mohon maaf Nona Anita, saya tidak punya waktu untuk berbincang bincang karena pekerjaan saya masih banyak, dan satu lagi nanti kami akan kabari mengenai kerja sama tersebut dan akan dihubungi oleh asisten pribadi saya sendiri"


Anita langsung terdiam, dia tidak tahu bagaimana menghadapi pria dingin dan keras kepala didepannya, benar apa. yang diceritakan oleh mamahnya Devandra kalau Devandra adalah orang yang sangat dingin dan kaku terhadap seorang wanita, bahkan dia tidak memberinya celah bagi wanita mana saja yang masuk ke dalam hatinya semenjak ditinggal pergi oleh mantan kekasihnya


"Baiklah kalau itu yang anda mau Tuan Devandra, saya menunggu kabar baik dari anda sendiri dan itu semoga tidak mengecewakan saya" ucap Anita sambil berdiri


"Saya pamit dulu"


"Silahkan dan maaf saya tidak mengantarkan anda hingga pintu, biar nanti sekretaris saya yang akan mengantarkan anda"


Devandra langsung mengangkat telpon ingin menghubungi July untuk datang ke ruangannya namun buru buru ditolak oleh Anita


"Tidak usah repot repot Tuan Devandra, saya tahu mana pintu keluarnya untuk saya" sindir Anita kepada Devandra, dan setelah itu dengan langkah yang angkuh Anita langsung pergi meninggalkan ruangan tersebut, meninggalkan Devandra yang merasa kesal sendiri kepada mamahnya yang berniat ingin menjodohkan dirinya dengan wanita lain yang notabene dia tidak mengenalnya sama sekali