Arini

Arini
kabar duka



🐰happy reading😘


Andreaz kaget saat kondisi arini yang tiba-tiba kejang, dengan cepat ia keluar dari ruangan dan berteriak memanggil dokter. Tuan david dan nyonya rey yang menunggu di luar ikut terkejut .


''dokter !!!"teriak andreaz.


Dokter pun dengan segera menghampiri andreaz.


"dok, istri saya, dok. "ucapnya panik.


"baik, pak. Kami akan periksa istri bapak, bapak silahkan tunggu sebentar di luar. "ucap dokter lalu masuk kedalam ruangan arini.


"sayang, ada apa? Apa yang terjadi dengan arini?"tanya nyonya rey khawatir.


"mah, istri ku mah. "ucap andreaz lirih.


"iya, sayang. kamu sabar ya. "nyonya rey menenangkan sang putra, ia tidak ingin bertanya lagi karena sudah terlihat dari wajah sang putra jika keadaan menantunya tidka baik-baik saja.


Tuan mateo meletakan satu tangannya di depan dada dengan satu tangan lagi memijit dagunya. Ia diam tapi pikirannya sangat mengkhawatirkan arini, menantu sholehanya.


Tidak lama, dokter pun keluar bersama perawat.


''bagaimana, dok?''tanya andreaz .


''tidak perlu khawatir, pak. sepertinya istri bapak hanya mengalami mimpi buruk sehingga ia seperti itu. ''ucap dokter dengan tersenyum ramah.


andreaz, dan kedua orang tuanya nampak bernafas lega mendengar penuturan dari dokter.


''oh iya, pak. istri bapak sudah melewati masa kritisnya dan beberapa hari lagi sudah di bolehkan pulang.


''maaf, dok. Saya akan tetap memindahkan istri dan anak saya ke rumah sakit lain. ''ucap andreaz. Ia tetap akan memindahkan sang istri karena masih khawatir dengan kondisi sang istri walaupun dokter sudah mengatakan jika sang istri sudah membaik.


''tapi , pak. Akan membutuhkan peralatan yang lengkap bagi bayi bapak , karena ia harus selalu berada di dalam inkubator. ''jawab dokter.


''tidak masalah, dok. Saya akan segera mengurus hal itu yang terpenting saya mendapatkan izin untuk memindahkan istri dan anak saya. ''sambungnya.


''baiklah, kalau begitu. Kami akan memberikan izin, tapi jika terjadi sesuatu kami tidak bisa tanggung jawab . ''ucap dokter .


''baik, dok. Dokter, tenang saja karena saya sudah menyiapkan dokter serta alat-alat medis buat istri dan anak saya. ''ucap andreaz. Dokter pun mengangguk mengerti dan pergi dari sana untuk menyiapkan bayi andreaz dan istrinya.


Drett


Drett


Ponsel tuan david bergetar.


Sebentar , mah. papa ngangkat telpon dulu. ''ucap tuan david pelan, lalu sedikit menjauh dari nyonya rey dan andreaz.


''iya, tama. Ada apa?''tanya tuan david setelah mengangkat panggilan telpon dari tama.


''pah , papa mateo meninggal. ''ucap tama dengan suara yang terdengar berat .


''apa? Meninggal. ''ucap tuan mateo kaget.


''ya sudah, kamu yang tenang. Papa sama mama akan segera kesana. ''ucap nya lalu mengakhiri panggilan telpon nya.


Flashback on


Dokter sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan tuan mateo tapi, allah berkehendak lain .


''bagaimana , dok ?''tanya tama mewakili mama mertua dan sang istri yang masih bersedih.


tampak raut wajah , dokter tersebut terlihat lesu .


''dok ! bagaimana keadaan papa , saya?"tanya indah yang tersulut emosi karena dokter tersebut masih diam tidak menjawab pertanyaan suaminya.


"maaf, pak. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin tapi, allah berkehendak lain. papa anda sudah dipanggil sang pencipta. "ucap dokter terdengar lemas.


istri tuan mateo langsung lemas dan pingsan mendengar suaminya sudah meninggal.


"tidak, dok. Ini tidak mungkin !"teriak indah , ia langsung masuk kedalam ruang rawat sang papa dengan sedikit berlari.


Tama mengangkat mama mertuanya dibantu para perawat dan membawanya kedalam ruangan rawat tuan mateo.


Setelah membaringkan mama mertuanya di atas sofa yang ada di ruangan tersebut, tama pun beralih mendekati sang istri yang terus menangis sambil memeluk sang papa mertua.


"kak , ayo ! suruh papa bangun !"ucap indah menggoyangkan tubuh sang suami yang berdiri disampingnya.


"sayang . "ucap tama menarik sang istri masuk kedalam pelukannya. Ia sungguh tidak tega melihat istrinya yang seperti ini. Sungguh hatinya ikut sakit melihat istrinya yang hancur seperti ini karena ditinggal sang papa.


''ada apa, pah?''tanya nyonya rey .


''tama, mah. ''jawab tuan david sedikit lemas.


''mateo , meninggal mah. ''ucap tuan mateo .


''apa, pah. Ya ampun gimana jika arini sadar nanti , mama takut , pah. Jika arini sadar dan mengetahui papanya telah meninggal , mama takut kondisinya akan kembali nge-drop. ''ucap nyonya rey kaget sekaligus khawatir dengan kabar duka ini , ia sangat mengkhawatirkan keadaan menantunya .


''ya, untuk sekarang kita ke ruang rawat mateo dulu. Kasihan indah dan istri tuan mateo, masalah arini, biar andreaz yang mengurusnya. ''ucap tuan david, dan masuk kedalam ruang rawat arini .


''andreaz . ''panggil tuan mateo pelan . Andreaz pun menoleh dan mendekat ke arah papanya.


''ada apa, pah?''tanya andreaz.


''andreaz, ada kabar duka . Papa mertua muninggal. ''ucap tuan david .


''apa ! ''ucap andreaz kaget, lalu ia beralih menatap sang istri yang masih setia memejamkan matanya di atas brankar rumah sakit.


''kita akan beritahu istri mu, ketika ia sudah benar-benar sehat. papa percaya pada mu, semuanya papa serahkan urusan istri mu karena papa akan membantu tama untuk mengurus jenazah mateo. ''ucap tuan david .


''iya, pah. Salam buat indah dan mama , maaf andreaz tidak bisa hadir di pemakaman papa mateo. ''ucapnya dengan lemas.


''hmm. ''tuan david hanya berdehem lalu menepuk pundak andreaz agar lebih bersabar.


tuan andreaz pun keluar dan pergi ke ruang rawat tuan mateo bersama nyonya rey.


Saat tiba di sana , nyonya rey langsung memeluk indah . Ia ikut bersedih melihat kondisi indah yang nampak kusut.


''sayang, kamu yang kuat ya. ''ucap nyonya rey mengelus rambut panjang indah .


Indah tidak menjawab, ia terus saja meneteskan air matanya sambil memandangi tubuh sang papa yang terbujur kaku di atas brankar.


''bagaimana, tama. Apa kamu sudah mengurus semuanya?''tanya tuan david.


''sudah, pah. Kita tinggal menunggu jenazah papa mateo di mandiin setelah itu baru bisa di bawa pulang . ''ucap tama .


''hmm, kamu harus memberi supourt kepada istri mu agar dia bisa melewati masa-masa sulit ini. ''tuan david menepuk pundak anak angkatnya itu.


Ia merasa dua hari ini adalah hari yang berat baginya, apalagi bagi kedua putranya . Tuan david harus bisa membuat mereka bahagia saat keadaan sudah kembali seperti semula.


''maaf, pak. Jenazah akan segera kami mandikan . ''ucap seorang pria berpakaian petugas rumah sakit.


''iya, silahkan. ''ucap tama.


selesai dimandikan, jenazah tuan david dibawa pulang ke rumahnya.tepat disamping mobil ambulans yang membawa jenazah tuan mateo mobil ambulans yang membawa arini dan juga bayinya juga hendak keluar dari rumah sakit.


ambulans pun pergi dengan berbeda arah.


Rumah tuan mateo nampak sudah ramai oleh para tetangga dan rekan bisnis tuan mateo. Mereka menyambut kedatangan mobil ambulans yang membawa jenazah tuan mateo.


jenazah tuan mateo pun dibawa masuk oleh petugas ambulan , diikuti oleh istri tuan mateo dan juga indah yang berada dalam dekapan tama. Begitupun tuan david dan nyonya rey yang juga ikut masuk kedalam rumah.


''sayang, kita keatas dulu ya buat ganti baju . ''ajak tama dengan lembut. Indah menggeleng , ia tidak ingin beranjak dari sana. Matanya yang sudah sangat sayup dengan air mata yang terus mengalir di pipinya.


''sayang, benar kata suami mu. Kalian ganti baju dulu, lihat baju mu sudah kotor dan sobek. ''ucap sang mama, ia berusaha tegar agar bisa menyemangati sang putri.


akhirnya, dengan kesabaran tama membujuk sang istri,ia pun mau untuk membersihkan tubuhnya dan mengganti pakaiannya .


Setengah jam , indah dan tama turun karena pemakaman sang papa akan segera dilakukan. Tangis istri tuan mateo dan indah pecah saat jenazah sang papa dikebumikan. Semua pelayat sudah meninggalkan pemakaman, hanya ada tuan david dan nyonya rey yang menemani mereka.


akhirnya, nyonya rey dan tuan david pamit karena harus segera ke rumah sakit untuk menemani , andreaz .


''sayang, mama sama papa pulang ya. kamu harus kuat, kasihan papa mu jika melihat mu menangisinya seperti ini. ''ucap nyonya rey kepada indah.


''iya, mah. terimakasih sudah menemani kami . ''jawabnya yang masih sesenggukan. Nyonya rey tersenyum .


''jeng, aku pamit. Jangan terlalu sedih , jeng. Semuanya sudah jalannya seperti ini. ''ucap nyonya rey berusaha menguatkan besannya itu.


''iya, jeng. Maaf jika sudah merepotkan. ''jawabnya.


''tidak, kita keluarga . Jika ada apa-apa segera hubungi saya atau suami saya. ''ucap nyonya rey .


''iya, jeng. Sekali lagi terimakasih. ''ucapnya lalu memeluk nyonya rey.


''tama, papa sama mama pulang dulu . Jaga istri dan mertua mu dengan baik, sekarang mereka sudah jadi tanggung jawab mu. ''ucap tuan david , tama hanya mengangguk mengerti .


Setelah kepergian nyonya rey dan tuan david, tidak lama mereka juga pulang karena tiba-tiba turun hujan .