
🐰happy reading😘
''gue biarin dia selamat untuk kali ini, tapi lihat saja nanti gak akan aku biarkan rencana terakhir ku gagal. ''ucap selvi dengan menarik ujung bibirnya tersenyum licik dan pergi dari tempat tersebut sebelum ketahuan oleh para bodyguard yang berada di sana.
Selvi sudah merencanakan sesuatu buat , arini. Ia tidak akan pernah menyerah sampai arini kehilangan bayi yang dikandungnya. Setelah mengetahui jika arini membuka tokoh kue, ia pun tidak ingin membuang kesempatan itu dengan sia-sia. Dia sudah merencanakan sesuatu di sana.
...****************...
''sepertinya , istri ku baik-baik saja. ''ucap andreaz sambil mendengarkan suara arini yang sedang mengobrol dengan karyawannya melalui alat penyadap yang ia letakan di ponsel arini.
Tok
Tok
''masuk. ''ucap andreaz .
''permisi , tuan. Ini ada paket untuk anda . ''ucap sekertaris .
''paket ? Dari siapa?''tanyanya memicingkan mata.
''tidak tahi, tuan. Disini tidak ada tulisan pengirimnya. ''ucap sekertaris.
''baiklah, kamu boleh pergi. ''ucap andreaz , lalu mengambil amplop coklat yang diletakan sekertaris tama di atas mejanya.
''baik, tuan. Saya permisi. ''ucap sekertaris lalu keluar dari ruangan andreaz.
Andreaz membuka amplop tersebut dan betapa kagetnya ia, saat melihat beberapa foto sang istri yang sedang berada di tokohnya . Dan ada tulisan dibalik setiap lembaran foto tersebut yang bertulisan
"dia juga akan merasakan kehilangan"
andreaz semakin kaget, apa maksud dari tulisan tersebut.
Ia yang sudah tidak bisa fokus untuk melanjutkan pekerjaannya,dengan cepat menyambar ponsel serta jasnya yang ia letakan senderan kursi dan bergegas keluar dari ruangannya.
''tuan ! ''panggil sekertaris . Andreaz pun menghentikan langkahnya.
''maaf, tuan. Anda mau kemana? Satu jam lagi ada meeting bersama perusahaan A. ''sambungnya.
''saya ada urusan yang lebih penting,jadi diundur saja dulu besok. Jika mereka tidak mau maka batalkan saja kerjasama dengan perusahaan mereka. ''jawabnya dengan tegas setelah itu ia pergi meninggalkan adit yang belum sempat berkata sesuatu.
''wes bakal diomelin lagi gue sama perusahaan lain karena sering membatalkan meeting secara sepihak. ''keluhnya .
''semoga saja nanti pengganti , pak tama. Bukan gue, karena jika iya wes ra tenang hidup gue. ''ucap adit dan berlalu kedalam ruangannya karena ia harus segera memberitahukan kepada perusahaan A untuk menunda meeting hari ini.
andreaz sudah masuk kedalam mobilnya dan melajukan mobil tersebut dengan sedikit cepat , ia ingin segera sampai di sana. karena ,saat ia mendapatkan peket tersebut ia yakin jika seseorang tersebut berada disekitar istrinya.
''tuan. ''ucap para bodyguard saat melihat andreaz keluar dari mobilnya.
''dimana , istri saya?''tanya andreaz dengan wajah khawatir.
''ada didalam tuan. ''jawab salah satu bodyguard.
''apa yang kalian lakukan disini, kenapa seseorang dengan bebas memotret istri saya? ''ucapnya sambil melemparkan beberapa lembar foto sang istri yang sedang bersama karyawan dan juga pembeli.
''cepat kalian periksa semuanya, dari karyawan sampai sekeliling tokoh. ''titahnya dengan tegas.
''baik, tuan. ''jawab para bodyguard dan merekapun langsung berpencar untuk mencari sesuatu yang mencurigakan.
''mas ! ''ucap arini kaget saat melihat suaminya yang sedang marah-marah kepada para bodyguardnya.
''sayang, kamu gak apa-apa?''tanya andreaz dengan raut wajah khawatir .
''gak apa-apa, mas. Memangnya kenapa mas marah-marah sama para bodyguard?''tanya arin dengan lembut . Ia penasaran kenapa sang suami yang datang dengan tiba-tiba dan langsung bersikap tegas.
''gak apa-apa, aku hanya khawatir aja sama kamu. ''jawabnya berusaha setenang mungkin karena ia tidak mau istrinya itu tahu jika ada yang sedang mengintainya.
''iya, sayang. ''jawab andreaz tersenyum lalu ia merangkul pinggang sang istri dan membawanya ke ruangan sang istri.
''Sungguh perubahan yang drastis, tadi pagi tiba-tiba diam dan cuek sekarang seolah-olah tidak terjadi apa-apa dan bersikap manja saat aku datang,sepertinya benar kata mbah gugul kalau istri sedang hamil sikapnya berubah-ubah , kadang tiba-tiba sedih , tiba-tiba bahagia . ''batin andreaz ,lalu ia tersenyum tanpa sepengetahuan sang istri.
''mmm, kita enaknya pesan apa ya , mas?''tanya arini saat mereka sudah berada didalam ruangan kerja arini.
Ruangan yang cukup luas, tapi tidak seluas ruang kerja andreaz di kantornya. Ruangan yang nampak rapi, ada kamar yang tidak terlalu luas tapi cukup buat arini merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur jika ia sedang merasa ngantuk atau kelelahan. Dan juga sofa serta kursi kerja yang dikhususkan untuk ibu hamil agar arini nyaman apalagi ketika usia kandungannya sudah mulai besar.
''kamu pengennya apa? Biar aku suruh bodyguard yang diluar buat beliin. ''ucap andreaz menyenderkan tubuhnya di sofa .
Arini masih berfikir , apa yang ingin ia makan saat ini. Saat sudah menemukan apa yang ingin ia makan , seulas senyum mengembang diwajahnya.
''mas . ''ucap arini dengan senyum.
''iya, apa kamu sudah tahu mau makan apa?.'tanya andreaz. Arini pun mengangguk tersenyum.
''aku mau makan nasi goreng sama telur mata sapi. ''ucapnya .
''ya sudah , aku telpon bodyguard dulu. ''ucap andreaz dengan lembut dan mengambil ponselnya yang ia simpan didalam saku celananya.
''mas. ''panggilnya lagi dengan manja.
''iya, sayang. Kamu pengin apa lagi?.'tanyanya dengan lembut.
''aku maunya kamu yang masak. ''ucapnya dengan lembut .
''haaa ! Kamu gak salah kan , sayang. Aku mana bisa masak. ''ucap andreaz kaget dengan permintaan sang istri.
ke dapur aja gak pernah, apalagi masak, itu yang dipikirkan andreaz saat ini.
''kenapa, mas gak mau?''tanyanya dengan ekspresi yang mulai terlihat sedih.
'' mau , sayang.mmm,kalau begitu Aku akan masakin kamu nasi goreng. ''jawabnya pasrah, entah rasanya seperti apa nanti yang penting ia coba dulu dari pada sang istri moodnya berubah lagi seperti tadi pagi.
''benar, mas. ''ucapnya dengan mata berbinar senang.
''ayo kita pulang, biar aku bisa masakin kamu nasi goreng. ''ajak andreaz.
''kenapa harus pulang, mas. Disini juga bisa. ''ucapnya senang.
''oh, oke. ''jawab andreaz dengan senyum terpaksa.
Arini tersenyum lebar , karena dari kemarin ia pengen makan nasi goreng tapi yang masakin suaminya. Tapi hari ini , karena sang suami sedang ada di tokoh jadi dia ingin sang suami memasakan nya.
Ia pun mengajak sang suami ke dapur yang ada di tokohnya, semua karyawan menatap dengan bingung saat kedua bosnya itu masuk ke dapur.
''ina, apakah sayur yang aku minta kemarin masih ada didalam kulkas?''tanya arini.
''masih, bu. Sebentar saya ambilkan dulu. ''ucapnya lalu berjalan ke arah kulkas dan mengambil sayuran yang ia beli kemarin.
''ini, bu. ''ucapnya memberikan satu plastik yang berisi sayur , sosis bakso .
''terimakasih, na. Kalau begitu kamu lanjut lagi aja kerjaan mu. ''ucap arini .
''baik, bu. Kalau begitu saya permisi.''ucap ina .
''ini, mas. Semua bahannya, aku ambilkan nasinya dulu. ''arini memberikan plastik yang diberikan oleh karyawannya tadi .
''haist, ini bagaiman masaknya. ''ucap andreaz menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal.
''ini, mas . nasinya, aku tunggu di sana ya . ''ucapnya tersenyum lalu pergi meninggalkan andreaz sendirian di sana karena ia akan melihat dari jauh suaminya itu.
''iya sayang. Kamu tunggu saja sampai nasi gorengnya jadu. ''ucapnya dengan senyum paksa.