
Devandra membenarkan apa yang dikatakan oleh Ryan asisten pribadinya itu, dia memang tidak boleh terjebak cinta masa lalu apalagi sekarang sudah ada Arini seseorang yang menjadi masa depannya, namun entah kenapa Devandra masih belum bisa menerima kepergian Cassandra tanpa ada sebab
"Apa kamu pernah mendengar info tentang Cassandra?" tanya Devandra pelan, saat itu mereka sudah menyelesaikan makan siangnya
Ryan meneguk air minumnya dan kemudian menatap Devandra dengan tatapan tajamnya
"Aku sudah menyuruh orang untuk mencari tahu keberadaan Cassandra namun sepertinya dia bilang ditelan bumi" kata Ryan dengan nada datarnya
"Tapi yang terakhir aku dengar kalau dia sedang berada di Jepang dan sedang melakukan pemotretan disana, namun selanjutnya kami tidak tahu" kata Ryan lagi
Devandra terdiam mendengarkan informasi mengenai Cassandra
"Dan seandainya Cassandra ditemukan apa yang akan kamu lakukan?" tanya Ryan ingin tahu, dia ingin sekali mendengar jawaban jujur dari Devandra, namun sayangnya Devandra bungkam seribu bahasa
"Sebaiknya kita kembali ke kantor" ucap Devandra dengan nada datarnya, Devandra langsung berdiri dari bangkunya diikuti dengan Ryan
Devandra menuju ke kasur untuk membayar tagihan makanan namun tanpa sengaja ekor matanya melihat seorang wanita yang sedang berjalan ke luar, tubuh Devandra langsung membeku seketika
"Cassandra" gumam Devandra pelan
Ryan menatap Devandra dengan pandangan aneh
"Kamu kenapa?" tanya Ryan membuyarkan lamunan Devandra
"Ah tidak, aku tidak apa apa" jawab Devandra sambil tergagap, namun matanya menatap ke luar pintu restoran dan berharap penglihatannya itu salah
Devandra masih melihat ke arah pintu keluar, lalu setelah membayar tagihan makanannya dia langsung segera beranjak menuju ke luar pintu masuk, namun sayangnya wanita yang dia lihat sekelebatan itu sudah menghilang dan tidak ada lagi disana
"Kamu lagi ngapain sih?" tanya Bryan dengan nada bingung
"Gag aku cuman melihat tadi ada yang aku kenal, cuman mungkin aku hanya salah orang saja" ucap Devandra kepada Bryan
"Ya sudah ayok kita kembali ke kantor pekerjaan kita masih banyak" ajak Bryan kepada Devandra yang dibalas anggukan kepala oleh Devandra
Setibanya mereka di kantor, mereka langsung masuk ke dalam dan menyelesaikan tugas mereka tanpa sadar matahari sudah hampir mau tenggelam, Devandra melihat jam di kantornya sudah menunjukkan pukul lima sore, dia langsung merenggangkan otot tubuhnya dan kemudian segera membereskan berkas berkas pekerjaan kantornya
Entah kenapa Devandra sangat enggan pulang ke rumah, dia rasanya ingin balik ke apartemen hanya saja rumah utama sedang menunggu dirinya untuk pulang terlebih dahulu, karena sudah lumayan lama juga Devandra tidak datang ke rumah utama itu, aktivitas Devandra lebih banyak di apartemen
Devandra menutup laptopnya dan kemudian mematikan semua listrik yang ada di ruangan kantornya, kemudian dia menuju ke ruangan Bryan, tampak disana Bryan sedang sibuk bekerja
"Mau pulang atau mau tinggal?" tanya Devandra kepada Bryan yang masih fokus dengan laporan laporan yang harus diperiksa
"Jadi" jawab Devandra singkat
"Tapi mungkin tidak akan lama, kasihan Arini ditinggal sendirian di apartemen" kata Devandra lagi
Bryan langsung menganggukkan kepalanya
"Ya sudah kalau begitu, nanti aku nyusul ke rumah utama" ujar Bryan kepada Devandra
"Aku jalan dulu kalau begitu bye" kata Devandra, lalu dia melangkah pergi menuju ke pintu lift eksklusif yang khusus para dewan direksi dan assisten pribadi yang bisa menaiki lift tersebut
Devandra menekan tombol panel yang ada di lift menuju bassement tempat dia memarkirkan kendaraan mobilnya
Begitu pintu lift terbuka Devandra langsung melangkah masuk ke dalam, dan menekan tombol yang menuju ke arah bassement
Kembali Devandra teringat dengan seorang gadis yang tiba tiba muncul di hadapannya sekelebatan, dia benar benar sangat penasaran dengan gadis itu tapi rasanya tidak mungkin bukankah dia katanya terakhir lagi ada di Jepang
Devandra langsung menggelengkan kepalanya mencoba untuk mengenyahkan bayangan gadis yang sudah menjadi masa lalunya itu
Pintu lift terbuka, Devandra melangkahkan kakinya keluar dari lift menuju ke arah mobilnya yang terparkir, mobil sport merah bertengger diam di tengah tengah parkiran bassement
Devandra langsung membuka pintu mobil dengan kunci otomatisnya,lalu Devandra pun masuk ke dalam setelah menggunakan sabuk pengaman, Devandra langsung menyalakan mesin mobilnya dan tak lama kemudian mobil itu meluncur dengan kecepatan sedang bergabung ke jalan raya
Jalan di sore itu sangat padat sekali, Devandra harus mengemudikan dengan kecepatan yang lumayan pelan, maklum semua orang kantor sedang pada keluar untuk pulang ke rumah setelah lelah bekerja seharian, mereka sangat ingin sekali bertemu dengan keluarga tercinta mereka
Devandra memutar radio di dalam mobil dan dia memutar sebuah lagu yang menjadi kenangan antara dirinya dengan cinta masa lalunya dulu
Dia teringat pertemuan pertama kali dengan seorang gadis yang bernama Cassandra saat dia masih menjadi mahasiswa begitu juga dengan Cassandra yang saat itu menjadi mahasiswa baru, dan Devandra yang menjadi seniornya saat itu langsung jatuh cinta pertama kalinya dengan Cassandra
Dan Devandra secara perlahan mendekati Cassandra bak gayung bersambut, Cassandra pun membalas perhatian yang Devandra berikan, Cassandra seorang gadis cantik idaman para pemuda kampus akhirnya menjadi kekasih dari seorang Devandra, mereka dikatakan pasangan yang sempurna dan romantis
Cassandra seorang gadis cantik blasteran Indonesia Jepang dan ada sedikit ada darah Eropa bersanding dengan seorang Devandra seorang pria tampan keturunan Belanda, mereka sangat serasi sekali, banyak yang iri dengan keromantisan pasangan ini, bahkan sampai dibilang pasangan impian yang akan digadang gadang akan menikah dalam waktu dekat, apalagi diketahui orang tuanya Cassandra adalah diplomat ulung, dan mempunyai perusahaan yang bergerak di bidang perhotelan di luar negeri lebih tepatnya di Eropa sana
Kedua orang tua Devandra juga merestui hubungan Devandra dengan Cassandra pada saat itu, bahkan orang tuanya Devandra sangat berharap Cassandra bisa menjadi pendamping hidup dari Devandra
Hanya sayangnya ketika Devandra ingin ke tahap yang lebih serius lagi tiba tiba Cassandra menyatakan keinginannya kalau dia ingin menjadi seorang model internasional, bahkan Cassandra mengatakan kalau dirinya sudah diterima di salah satu agen ternama dan tiba tiba hari dimana beberapa hari pertunangan belum dilaksanakan sementara undangan para tamu sudah disebar oleh pihak keluarga Devandra tiba tiba Cassandra menghilang begitu saja, tanpa ada kabar berita
Orang orang suruhan Devandra sudah mencari keberadaan wanita tersebut, namun sayangnya wanita itu menghilang tanpa jejak seperti di telan bumi bahkan sampai sekarang tidak ada kabar beritanya sama sekali, hingga ketika dia melihat Arini yang saat itu sedang membersihkan kamar tidurnya dia, Devandra yang dalam keadaan mabuk karena memikirkan Cassandra yang hilang tiba tiba melihat Arini yang wajahnya sama seperti Cassandra, terutama bagian bibir Arini yang merah ranum tidak tebal atau tipis, Devandra semakin tidak bisa melupakan Cassandra dan dia melihat Cassandra ada di dalam diri Arini juga
Hingga perasaan marah, rindu, kesal, kangen, benci menjadi satu yang akhirnya terjadilah malam yang penuh petaka bagi seorang gadis yang bernama Arini, hingga dia terbangun menyadari kalau gadis itu bukanlah Cassandra namun melainkan seorang pelayan yang ada di rumahnya sedang menangis sesenggukan karena mahkota kewanitaannya telah direnggut paksa oleh dirinya