Arini

Arini
baby air pertama kali ke toko kue



🐰happy reading😘


Setelah seminggu berlalu , kini kehidupan arini tampak sangat bahagia . walaupun kesedihan masih ia rasakan tapi ia berusaha ikhlas, ia tidak ingin sang papa ikut sedih di sana.


Pagi ini ia sudah mulai beraktifitas biasa, ia harus kembali ke tokoh kuenya karena sudah satu bulan tidak mengunjunginya walaupun selama ini mama mertuanya yang menggantikannya selama ini tapi ia juga rindu dengan tokohnya.


''kamu ,yakin hari akan ke tokoh kue?''tanya andreaz, saat arini sedang memasangkan dasi dilehernya.


''iya,mas.kita sudah bahas ini semalam bukan. ''jawab arini dengan lembut.


Andreaz langsung menarik pinggang sang istri agar lebih mendekat kepadanya.


''aku hanya tidak ingin kamu kelelahan , sayang. Ingat !aku ingin cepat-cepat memberikan baby air adik. ''ucap andreaz dengan lembut sambil menatap wajah sang istri yang sudah terlihat merah.


''aww, sakit sayang. ''ucap andreaz karena perutnya mendapatkan cubitan dari sang istri.


''hehe, makanya kalau ngomong dipikir dulu. Baby air belum juga genap tiga bulan . ''ucap arini tertawa . Karena melihat cemberut di wajah sang suami, dengan inisiatif ia mengecup sekilas bibir andreaz.


''mau kemana , sayang. Kau harus menyelesaikannya. ''ucap andreaz menarik kembali tubuh sang istri. Ia pikir, setelah memberikan kecupan seperti itu semua akan selesai.


''mas, nanti kamu terlambat. ''ucap arini mencoba melepaskan tangan kekar suaminya dari pinggangnya.


''tenang, sayang. Aku bosnya, jadi jika telat tidak masalah. ''ucap andreaz tersenyum penuh .


''tapi, mas. ''ucapan arini terputus, karena andreaz sudah membungkam bibirnya dengan bibir sang suami. Hanya ciuman, karena arini yang tidak ingin andreaz telat dan ia juga telat.


''mas, sudah. Kita belum sarapan . ''ucap arini melepaskan tubuhnya dari sang suami.


''baiklah, sayang. Aku akan menunggu sampai nanti malam. ''ucap andreaz mengedipkan matanya lalu keluar dari kamar.


''hu dasar, kenapa suami ku jadi makin mesum akhir-akhir ini. ''keluh arini. Ia pun dengan cepat mengambil hijab dan cadarnya.setelah selesai ia juga ikut turun dan sarapan bersama suami dan juga mertuanya.


''baby air, dimana mah?''tanya andreaz saat tidak melihat sang putra di sana.


''lagi di depan sama mbak ranti. ''jawab nyonya rey . Mbak ranti adalah baby sitter baby air yang baru-baru ini di rekrut oleh mama rey atas persetujuan andreaz dan juga arini.


''oh. ''andreaz yang ber-oh ria.


''apa baby air juga kamu ajak ke tokoh mu , sayang?''tanya nyonya rey .


''iya, mah. Akan lebih baik aku ajak saja bersama baby sitter nya juga.''jawab arini.


''ya sudah jika begitu, yang penting jangan terlalu capek . Kasihan baby air jika kamu capek nanti asi mu tidak bagus buat perkembangan baby air. ''ucap nyonya rey dengan lembut.


''insyaallah, mah. ''jawabnya tersenyum .


''mbak ranti, baby air nya bawa kesini . Kamu siapkan saja perlengkapan baby air karena mulai hari ini kita akan ke tokoh kue. ''ucap arini dengan ramah.


''baik, non. ''jawab ranti, matanya sedikit melirik ke arah andreaz, entah apa makna dari lirikan tersebut. Setelah itu ia pergi ke kamar baby air untuk mempersiapkan perlengkapan tuan muda kecilnya itu.


''mah, pah. Kita berangkat dulu. ''ucap arini kepada kedua mertuanya.


''iya, hati-hati . Dah , sayang. Jangan nakal ya jangan bikin mommy mu capek. ''ucap nyonya rey tersenyum lalu mengecup pipi gembul baby air.


''assalamu'alaikum. ''keduanya.


''wa'alaikumsalam. ''jawab nyonya rey dan tuan david.


hanya butuh waktu 15 menit , merekapun sampai di tokoh kue milik arini. Semua karyawan nampak senang saat melihat ibu bosnya datang bersama tuan muda kecil mereka yang belum pernah mereka lihat.


''ingat ! Jangan terlalu capek. "ucap andreaz .


"iya, mas. Kalau begitu aku masuk dulu. "ucap arini dengan lembut tak lupa ia mengecup punggung tangan suaminya lalu bergantian andreaz yang mengecup kening sang istri.


"dadah, daddy. "ucap arini melambaikan tangannya saat sudah berada diluar .


Mobil andreaz pun melaju meninggalkan tokoh kue milik istrinya.


"beruntungnya , ibu bos. Sudah dapat suami tampan , kaya sekarang juga punya anak yang gak kalah tampannya dengan bapaknya. "ucap salah satu karyawan arini.


"ibu bos , orang baik. Sudah sepantasnya ia mendapatkan semua itu. "sahut karyawan lain. Dan dijawab anggukan oleh beberapa karyawan lain.


"selamat pagi , buk bos. "ucap para karyawan dengan ramah.


"lancar, buk. Setiap harinya tokoh kita selalu ramai pembeli. "jawab salah satu karyawan.


"buk, itu belinya dimana tampan , imut banget?"tanya salah satu karyawan tersenyum.


"kamu kira boneka apa bisa di beli. "sahut salah satu karyawan.


Arini hanya geleng-geleng melihat kelakuan para karyawannya itu.


''maaf, buk. ''ucapnya.


''ya sudah kalau begitu , saya kedalam dulu. ''ucap arini dengan lembut lalu pergi ke ruangannya dengan baby air yang berada dalam gendongannya.


''mbak ranti, nanti jika baby air sudah tidur kamu boleh istirahat. ''ucap arini dengan lembut.


''bahkan dia mempunyai tokoh kue yang besar seperti ini. ''batin ranti yang terlihat iri dengan kehidupan arini.


Di perusahaan


''adit, apa hari ini kita ada meeting?''tanya andreaz. Saat ia menghampiri meja kerja adit.


''untuk hari ini tidak ada, tuan. Tapi untuk besok, anda ada meeting dengan perusahaan x di cafe dekat perusahaan kita. ''ucap adit .


''hemm, kalau begitu apa ada berkas yang harus saya cek?''tanyanya lagi.


''ada, tuan. Semua sudah saya letakan di meja anda. ''ucap adit.


andreaz langsung masuk kedalam ruangannya, betapa kaget dirinya saat melihat tumpukan kertas di atas mejanya.


''haiss, apa adit tidak mengerjakannya selama aku tidak datang kekantor. ''ucapnya nampak frustasi . Ia terpaksa harus lembur malam ini jika tumpukan kertasnya seperti ini.


Dengan sedikit emosi ia menelpon adit untuk datang ke ruangannya.


Tok


Tok


''masuk. ''jawab andreaz dingin.


''ada apa tuan , anda memanggil saya?''tanya adit dengan sopan.


''kenapa tumpukan kertasnya sebanyak ini?apa kau tidak mengerjakannya selama aku cuti?''tanyanya dengan tegas.


''itu maaf, tuan. Sudah saya kerjakan semuanya, itu file yang dua hari ini belum sempat saya kerjakan . ''jawabnya sambil menunduk. Batinnya, apakah ini yang di rasakan oleh tama atasannya dulu saat ceo nya itu sedang marah.


''hais, ya sudah kamu boleh pergi. ''ucap andreaz kesal.


''baik, tuan. ''ucap adit lalu keluar dari ruangan bosnya itu.


''ya ampun, kenapa wajahnya semakin dingin jika sedang marah seperti itu. ''ucap adit lirih setelah keluar dari ruangan andreaz.


''sepertinya aku akan lembur malam ini. ''ucap andreaz pasrah.


karena tidak ingin lembur , andreaz pun bergegas menyelesaikan file-file yang ada di mejanya. Ia tidak ingin malamnya bersama sang istri terlewatkan hanya karena tumpukan kertas.


Hingga tidak terasa sudah pukul tujuh malam kerjaannya akhirnya selesai. Ia bahkan melupakan makan siangnya .


''ahh, akhirnya selesai juga. ''ucapnya meregangkan otot-otot lengannya yang terasa kaku .


''permisi, tuan. Apa anda sudah selesai?''tanya adit, karena sudah waktunya pulang tapi ia tidak ingin pulang duluan jika bosnya itu masih berada dalam ruangannya.


''ah, iya. Kamu pulang saja duluan, sebentar lagi saya akan pulang. ''ucap andreaz.


''baiklah, tuan. Kalau begitu saya duluan . ''ucap adit .


''hemm. ''jawabnya.


Karena sudah diperbolehkan pulang, adit pun akhirnya pulang. jadi asisten ceo memang susah datang lebih cepat pulang belakangan dari karyawan lain. Ya begitulah yang di alaminya. Tapi ia bertahan karena gaji yang diberikan oleh bosnya itu lebih besar dari perusahaan lain.


"