Arini

Arini
melakukan tes DNA



🐰 mungkin hari ini author hanya bisa up satu bab, karena author lagi kehabisan ide🤭 harap di maklumin😁.


🐰happy reading😘🐰


Sesuai kesepakatan yang sudah dibicarakan, jika hari ini akan diadakan tes DNA kepada tama dan tuan mike atas persetujuan keduanya.


tuan david dan tuan mateo juga ikut menemani keduanya untuk melakukan tes DNA.


''saya harap hasilnya positif. ''ucap tuan mike tersenyum kepada tama.


''jika iya, tidak semudah itu untuk saya menerimanya. ''sahut tama terdengar sinis.tuan mike hanya tersenyum mendengar ucapan tama.


''mari , tuan. silahkan masuk. ''ucap perawat kepada tuan mike dan tama.


''kenapa kamu diam? Gak takut jarum suntikkan?''tanya tuan mateo penuh selidik.


''tidak , mateo. Mana mungkin saya takut jarum suntik. ''jawab tuan mike yang berusaha setenang mungkin.


''kata mafia, tapi takut jarum suntik. ''sindir tama dan langsung masuk mengikuti perawat tersebut tanpa menghiraukan tuan mike yang kaget mendengar ucapannya.


''hahaha, lihat ! Dia sepertinya memang anak mu sikapnya yang seperti itu sangat menurun dari mu. ''ucap tuan mateo tertawa. Tuan david hanya mengulum senyumnya melihat wajah tuan mike yang memerah menahan amarah.


dengan nafas berat tuan mike melangkah masuk kedalam ruangan tersebut.


Tama yang sudah lebih dulu selesai memasang muka sinis saat tuan mike masuk.


''baiklah , tuan. Hasilnya akan saya kabari nanti , mungkin lebih kurang 24 jam hasilnya baru bisa keluar. ''ucap dokter dengan rama .


''kalau begitu, saya permisi dulu. ''sambungnya pamit.


''baiklah, tuan mike dan besan. Saya bersama tama permisi pulang dulu. ''ucap tuan david menjabat tangan tuan david dan tuan mateo.


Tama dengan wajah dinginnya langsung pergi tanpa menjabat tangan tuan mike dan tuan mateo.


''tama ! Kamu harus bisa mengendalikan emosi mu, jika benar tuan mike adalah ayah mu , kamu harus bisa menerimanya. ''nasehat tuan david saat mereka sudah berada didalam mobil.


''entahlah, pah. Tama masih butuh waktu untuk menerimanya. ''ucap tama terdengar lirih.


ditempat lain


Tuan mike dan tuan mateo juga sudah pergi dari rumah sakit tersebut.


''apa dia akan menolak ku jika hasilnya positif?''tanya tuan mike tatapannya terlihat menyimpan kesedihan saat mengingat sikap tama tadi.


''dia belum mengenal mu, jangan menyerah . ''ucap tuan mateo menyemangati sahabatnya itu.


''kau tahu, mateo. Keinginanku hanya satu, bertemu dan hidup bersama anak ku. aku ingin masa tua ku bisa mendengar cucuku memanggil opa . ''ucap tuan mike , meski ia adalah seorang mafia tapi ia juga ingin hidup seperti manusia pada umumnya .


''kau tenang saja, suatu saat nanti pasti kau akan mendengar suara anak kecil yang memanggil mu , opa. ''sahut tuan mateo tersenyum.


''oh ya, bukankah kau masih mempunyai satu putri lagi?''tanya tuan mike .


''benar, putriku sekarang baru berumur 21 tahun . Ia masih kuliah dan tinggal di apartemen , karena menurutnya jarak dari rumah ke kampus terlalu jauh dan untuk itu ia meminta untuk tinggal di apartemennya sendiri. ''ucap tuan mateo, ia sebenarnya tidak suka jika anaknya tinggal jauh darinya walau masih satu kota , tapi namanya anak muda dilarang ia akan terus menentang.


tidak terasa mobil pun berhenti di sebuah perusahaan besar.


setelah tuan mateo keluar , mobil tuan mike melaju meninggalkan perusahaan tersebut.


''pagi, tuan. ''ucap resepsionis , tuan mateo hanya mengangguk dan terus melangkah masuk kedalam lift .saat sampai di ruangannya , ternyata ada seorang wanita cantik yang sedang duduk menyender di kursi tuan mateo sambil memainkan game di ponselnya.


Ceklek


Tuan mateo tersenyum saat melihat putri bungsunya yang sedang duduk di kursi kebesarannya.


''tumben kamu ke kantor , papa. Apa ada hal penting sampai membuatmu ?''tanya tuan mateo tersenyum.


''aku hanya ingin tanya sama, papa. Apa benar idah mempunya kakak?.'tanya indah putri tuan mateo dari istrinya yang sekarang.


Tuan mateo duduk di sofa yang ada di ruangan tersebut lalu mengangkat satu kakinya dan ia tumpukan ke kaki satunya.


''benar, sayang. Kakak mu dari istri papa yang terdahulu . Ia sekarang ada di kota ini dan sudah menikah. ''ucap tuan mateo .


''kapan papa akan mempertemukan kami, apakah ia secantik indah. ''ucap indah yang memang sedikit bar-bar .


''hahaha. ''tawa tuan mateo.


''iya mungkin ! ''ucap tuan mateo .


''hais, papa gak asik. Memangnya papa belum bertemu dengannya sampai papa tidak bisa menjawab pertanyaanku. ''ucap indah kesal.


''kau akan tahu sendiri kenapa papa tidak bisa mengatakan siapa yang paling cantik . ''ucap tuan mateo. Ia saja belum sempat melihat wajah putrinya itu karena menantunya yang terlalu posesif.


''maksud, papa? Kenapa papa sekarang main rahasia-rahasiaan sama indah. Baiklah, kalau begitu indah pulang saja dan akan menanyakan hal ini kepada mama. ''ucap indah yang terlihat mengerucutkan bibirnya .


tuan mateo hanya tersenyum melihat putrinya yang sedikit bar-baran itu.


...****************...


setelah puas bermain di timezone, arini dan andreaz masuk kedalam salah satu restoran jepang yang ada didalam mall tersebut. Andreaz sengaja memesan ruangan vip agar istrinya lebih leluasa untuk makan . beruntungnya, restoran tersebut adalah restoran yang paling besar yang ada di mall tersebut dan mempunya ruangan private bagi kalangan atas seperti andrez.


makanan yang dipesan oleh arini dan andreaz sudah datang . arini yang tidak terlalu suka dengan makanan jepang ia hanya memesan nasi seafood serta jus alpukat, untungnya di sana tidak hanya menjual makanan khas jepang ,sehingga mereka tidak harus pindah tempat.sedangkan ,andreaz.yang memang sudah biasa makan makanan seperti itu , tanpa ragu ia memesan sushi dan ramen serta jus jeruk .


Setelah selesai mengisi perut, andreaz dan arini pulang . Arini yang terlihat capek , karena seharian mereka berkeliling menikmati waktu berdua membuat arini tertidur.


Karena kasihan melihat sang istri , akhirnya andreaz menggendong arini sampai kedalam kamarnya.


''arini, kenapa sayang?''tanya nyonya rey saat melihat andreaz menggendong arini .


''hanya ketiduran, mah. Andreaz ke kamar dulu. ''pamit andreaz. tanpa menunggu jawaban dari nyonya rey, andreaz menaiki anak tangga dengan arini dalam gendongannya.


''huh, akhirnya sampai juga. ''andreaz menghela nafasnya setelah membaringkan arini di atas tempat tidur.


''kamu gak gendut tapi berat juga ya , sayang. ''ucap andreaz membantu arini yang masih tertidur untuk melepas hijab dan cadar serta hijack sandal yang dipakai arini.


arini yang nampak terusik membuka matanya , dan ia kaget saat dirinya sudah tidak memakai hijab serta cadar.


Ia langsung mendudukkan tubuhnya, dan seketika bernafas lega.


''mas ! kamu bikin aku kaget. ''ucap arini saat andreaz berdiri dari duduknya .


''kenapa, sayang. Kamu pikir orang lain yang berani membuka hijab dna cadar istriku? Itu tidak akan mungkin terjadi , sayang. Selama aku masih hidup , tidak akan ada orang yang bisa menyentuh mu apalagi melihat kecantikanmu. ''ucap andreaz tersenyum lalu mengecup sekilas bibir arini.


''mas , kenapa gak bangunin jika kita sudah sampai?''tanya arini mengerucutkan bibirnya kesal . Ia tidak enak jika mama serta papa mertuanya melihat andreaz menggendongnya seperti tadi.


''kamu terlihat sangat capek, makanya aku gendong . ''jawab andreaz santai.


''tapikan aku malu , mas. Bagaimana jika mama atau papa lihat, akunya gak enak mas . ''ucap arini sedikit manja.


''jangan pikirkan itu, lebih baik sekarang kita mandi terus bikin dedek. ''ucap andreaz tersenyum sambil menaik turunkan alisnya .


''mas ! ''teriak arini pelan dengan raut wajah yang memerah semerah tomat.


''