
🐰happy reading 😘🐰
setelah 24 jam, hasil DNA antara tama dan tuan mike keluar. Semua orang yang ada di sana termasuk andreaz yang juga ikut menunggu dokter mengatakan hasilnya juga ikut deg-degkan. Jika memang tama adalah anak tuan mike maka ia harus bisa melepas tama dari perusahaannya.
''ini , tuan. Hasilnya sudah keluar, silahkan di baca. ''ucap dokter tersenyum memberikan amplop berwarna coklat tersebut.
Dengan tangan gemetar tama mengambil amplop tersebut dan membukanya.ia langsung menatap tuan mike dengan tatapan yang hanya ia yang tahu.
''kenapa , tama. Apa ada yang salah dengan hasilnya?''tanya tuan david saat melihat ekspresi tama.
Ia langsung memberikan amplop tersebut kepada tuan david dan langsung pergi tanpa menghiraukan suara orang-orang yang memanggilnya.
''apa hasilnya tuan david?''tanya tuan mike.
''positif , tuan. ''jawab tuan david sambil memberikan kertas hasil tes tersebut.
''anda tenang saja , tuan mike. biarkan saya saja yang berbicara kepada tama. ''pinta tuan david sambil menepuk pundak tuan mike lalu tersenyum.
''baiklah.terimakasih, tuan david. Terimakasih , selama ini anda sudah menjaganya . ''ucap tuan mike tersenyum.
''tidak,tuan mike. Tama sudah seperti anak sendiri , jadi anda tidak perlu berterimakasih. ''kalau begitu saya pamit dulu. ''ucap tuan david tersenyum . andreaz tanpa mengucapkan sepatah kata pun juga langsung pergi mengikuti tuan david.
''selamat, mike. Semoga keinginan mu terwujud. ''ucap tuan mateo setelah melihat hasil tersebut.
''huhf, sepertinya harus butuh waktu lama untuk mewujudkannya. ''ucap tuan mike menghela nafasnya.
Tama pergi sebelum ia menjelaskan apa? kenapa? ia bisa hilang dan kenapa ia baru bisa menemukannya.
''lebih baik kita pulang, nanti setelah semua tenang kamu boleh menemuinya. ''ucap tuan mateo .
ditempat lain
tama melajukan mobilnya sangat kencang, ia masih belum bisa menerima jika ia adalah anak dari seorang mafia.menurutnya , mafia adalah orang yang sering melakukan kejahatan.
''kenapa harus dia ! "teriak tama frustasi .
Tidak lama mobilnya sampai di apartemennya, ia keluar dari dalam mobil dan masuk kedalam lift.setelah masuk kedalam apartemen , tama membuka jasnya serta sedikit melonggarkan dasinya. Tidak lama ia masuk kedalam apartemennya, tiba-tiba terdengar suara bel .
Ting, tong.
''hais ! Siapa lagi yang datang. "keluh tama , sebenarnya ia tidak ingin bertemu dengan siapa-siapa dulu . tapi suara bel yang terus berbunyi membuatnya terpaksa untuk membukakan pintu tersebut.
setelah pintu dibuka, dengan malas ia membiarkan orang tersebut masuk kedalam apartemennya.
''ngapain kesini?''tanya tama dengan nada sinis.
''hahaha, kenapa kau sekarang bersikap seperti anak-anak ! Bukankah seorang tama yang selalu berjiwa besar dengan lapang dada menerima semua takdirnya. ''sindir andreaz tertawa pelan.
''apa maksud, mu? Kau tidak tahu apa-apa , andreaz. ''ucap tama sinis.
''aku, tahu. Kau tidak perlu bersikap seperti itu, tuan mike adalah orang tua mu. kau tidak tahukan bagaimana perjuangannya mencari mu , bersikaplah dewasa seperti tama yang ku kenal. ''ucap andreaz sok dewasa . Lalu ia berdiri dan keluar dari apartemen tama.
''bersikap dewasa, dia saja masih seperti anak-anak yang selalu mengandalkan orang lain. ''ucap tama saat andreaz keluar dari apartemennya.
...****************...
''gimana, sayang. Apa tama ada di apartemennya?''tanya nyonya rey yang sangat khawatir dengan tama.
tadinya andreaz tidak mau menghampiri tama di apartemennya, tapi karena paksaan dari sang mama akhirnya dengan berat hati ia pergi kesana.
''andreaz sudah bicara dengannya , mah. Tapi karena di yang keras kepala dan tetap tidak bisa menerima kenyataan. ''ucap tama menyenderkan tubuhnya di sofa.
''mas ! Minum dulu. ''ucap arini dengan lembut.
''makaaih, sayang. ''ucap andreaz tersenyum.
''lebih baik mama saja yang bicara sama tama, dia pasti akan mendengarkan perkataan mama. ''sambungnya. karena selama ini tama selalu menurut apa kata nyonya rey dan dia juga sangat menyayangi nyonya rey seperti ibunya sendiri.
''ya sudah , kalau begitu mama ke kamar dulu. ''ucap nyonya rey berdiri dari duduknya dan pergi ke kamar.
''mas ! Kenapa mas tama tidak mau menerima tuan mike?''tanya arini lembut.
''sayang, hanya aku yang boleh kau panggil mas. ''ucap andreaz yang tidka ingin panggilan sayang dari arini juga dipakai untuk memanggil orang lain.
''mas, bukankah mas tama itu lebih tua dari kita . Dan bukankah kita harus lebih hormat sama yang lebih tua, makanya aku panggil ,mas.''ucap arini dengan lembut.
''iya tapi gak harus manggil mas, sayang. Panggil abang, atau kakak. Yang penting jangan , mas !''ucap andreaz yang tidak ingin di samakan dengan tama.
''hmm.baiklah, suamiku tersayang. Kenapa jadi cemburuan gini sih. ''ucap arini gemas .
''cemburu itu tandanya, sayang.''ucap andreaz tersenyum. lalu mencium pipi arini dan pergi dari meninggalkan arini yang diam terpaku setelah mendapat serangan dari suami bucinnya itu.
''mas !''teriak arini pelan lalu ikut naik ke atas.
''mas,aku boleh gak buka toko kue. ''ucap arini dengan lembut saat mereka sedang santai di balkon kamar.
andreaz memicingkan mata mendengar permintaan arini.
''sayang ! apa kamu sangat ingin membuka toko kue?''tanya andreaz tersenyum.
''iya, mas.aku bosan setiap hari di rumah, tidak ada yang bisa aku kerjakan. ''ucap arini dengan lembut , jarinya bermain di leher sang suami.
''aku akan mengabulkan , tapi dengan satu syarat . ''ucap andreaz tersenyum penuh arti.
''apa syaratnya ?''tanya arini tersenyum . jarinya terus mengelus leher hingga dada sang suami.
''kau harus memuaskan ku malam ini . ''ucap andreaz di telinga arini pelan.
''kau yakin , mas. Hanya itu?''tanya arini dengan manja.
''iya dong, sayang. Kenapa? Apa istriku ini gak mau?''tanya andreaz tersenyum.
''mmm, mau gak ya. ''ucap arini sambil berpura-pura berfikir dengan mengetuk-ngetukan jari tekunjuk di dagunya.
''jangan menolak, sayang. Kamu tahu sendirikan hukumnya menolak keinginan suami. ''ucap andreaz menaik turunkan alisnya.
''iya, pak ustad. ''ucap arini tersenyum dan berlari ke kamar mandi untuk berwudhu.
arini dulu yang polos , kini menjadi ganas saat di ranjang. Karena baginya, membuat suaminya senang itu adalah ladang pahala baginya.
sesuai dengan kesepakatan, arini benar-benar melakukan permintaan suaminya. dengan gaun malam yang sangat transfaran , rambut panjang yang terurai serta kaki jenjang yang mulus melangkah dengan pelan ke arah dimana suaminya berada.
glek , andreaz tertegun . Walaupun sudah sering melihat sang istri seperti itu ketika mendatanginya , tapi ia tetap terpesona saat melihat arini memakai gaun seperti itu.
Ia hanya diam di atas tempat tidur, ia ingin melihat apa yang akan di lakukan istri cantiknya ini.
Dengan senyum manisnya , arini melangkah ke tempat tidur. ia mulai memainkan jarinya menelusuri wajah , leher serta dada bidang sang suami yang mulai sedikit berkeringat.
dengan senyum manisnya, ia naik ke pangkuan sang suami dan itu sukses membuat adik suaminya itu berdiri.
Arini mendekatkan bibirnya , ia mengecup sekilas bibir tipis sang suami. Hanya mengecup, karena arini yang tidak terlalu pandai dalam hal berciuman.
Andreaz yang sudah tidak sabar, dengan pelan ia menarik tengkuk sang istri dan memperdalam ci***n mereka.
Hingga malam itu terjadi lagi pembuatan bayi-bayi kecebong , yang pastinya membuat ruangan tersebut menjadi panas.
"kamu benar-benar nakal , sayang . " ucap andreaz tersenyum sambil menoel hidung sang istri.
" apakah suamiku ini puas dengan pelayanan dari istrinya ini? "tanya arini tersenyum.
" aku benar-benar puas , sayang. Kau bukan hanya istri soleha tapi juga istri yang pandai menyenangkan hatiku.''ucap andreaz lalu memeluk tubuh polos sang istri.