
🐰happy reading🐰
Satu bulan berlalu , arini yang tak kalah cantik dengan sang adik yang menjadi pengantin membuat andreaz rasanya ingin mengurung istrinya itu agar tidak ada mata-mata yang melihat kecantikan arini. Padahal tubuh arini sudah tertutup oleh gaun cantiknya bahkan hanya terlihat matanya saja, tapi itu tetap membuat andreaz tidak ikhlas jika banyak pasang mata yang melihat istrinya dengan penuh kagum.
''mas, aku harus turun indah pasti mencari ku. ''ucap arini dengan senyum yang nampak manis karena saat ini ia belum memakai cadarnya karena mereka masih didalam kamar hotel yang disewa oleh tuan mike untuk setiap keluarga.
''baiklah, tapi cium dulu disini, disini dan disini. ''ucap andreaz menunjukan pipi kanan dan kirinya terus turun ke bibir tebalnya.
arini tersenyum mendengar permintaan suaminya itu, dengan senang hati ia mengabulkan permintaan sang suami agar ia bisa lebih cepat ke kamar indah.
Setelah mendapatkan apa yang dia inginkan andreaz tersenyum dan melepaskan tangannya dari pinggang sang istri.
''baiklah, kalau begitu mari aku temani untuk menemui indah. ''ucapnya andreaz tersenyum bahagia.
''sebentar , mas. Aku pakai cadar dulu. 'sahut arini , lalu mengambil cadarnya yang ia letakan di atas meja dan memakainya.
''sudah, mas. Yuk. ''ajak arini.
Andreaz pun mengantar arini ke kamar indah setelah sampai , ia pun pergi untuk menghampiri tama yang sudah berada di bawah lebih tepatnya sudah berada di depan penghulu.
''santai, bro. Jangan tegang gitu. ''bisik andreaz tersenyum jahil lalu duduk di belakang tama.
''hmm. ''sahut tama singkat, ia saat ini tidak ingin menjawab ucapan andreaz terlalu panjang karena saat ini ia memang sedang tegang dan grogi.
''baiklah, apa para saksi sudah siap?''tanya penghulu.
''sudah , pak. ''sahut tuan mike , yang berada disamping sang putra .
''baiklah, kalau begitu kamu jabat tangan calon mertua mu dan ikuti ucapan saya. ''ucap penghulu. Tama pun mengangguk mengerti.
setelah berjabat tangan , tuan mateo yang sebagai wali dari indah mengucapkan jika ia akan menikahkan putrinya dengan tama dan diikuti oleh tama yang mengucapkan ijab kobul dengan lancar dan satu tarikan nafas.
''alhamdulillah. ''ucap semua tamu yang menyaksikan ijab kobul tersebut setelah tama dengan lancarnya mengucapkan ijab kobul nya.
''sekarang mempelai wanitanya sudah boleh di bawa . ''ucap penghulu.
''andreaz, tolong kamu ke atas untuk meminta pengantin wanitanya turun. ''titah tuan david.
Andreaz mendengus kesal , kenapa harus dia yang di suruh buat manggilin pengantin wanitanya. Tapi walaupun begitu, ia tetap menaiki tangga menuju kamar indah.
''ijab kobul nya sudah selesai, pengantin wanitanya sudah boleh turun. ''ucapnya tanpa basa basi.
indah pun turun dengan didampingi sang mama dan juga nyonya rey. Tadinya arini yang ingin mendampingi indah turun kebawah , tapi suami posesifnya itu tidak memperbolehkannya dengan alasan karena arini yang sedang hamil dan ia takut arini akan kelelahan.
arini hanya mengikuti saja kemauan suaminya itu, ia tidak ingin membantah dan menjadi istri yang durhaka. Hanya karena hal sepele.
''kita turunnya belakangan aja, aku tidak ingin kamu terlalu lelah. ''ucap andreaz dengan lembut.
''iya , mas. ''jawab arini dengan lembut.
tama tidak berkedip melihat indah yang sangat cantik dengan gaunnya yang membuat penampilannya semakin cantik.
''mingkem , tama. ''ucap tuan david tertawa pelan saat melihat tama yang membuka sedikit mulutnya karena melihat indah yang sangat cantik .
tama langsung tersadar dan menormalkan detak jantungnya yang semakin kencang saat indah yang semakin mendekat padanya.
''baiklah, silahkan pakaikan cincinnya kepada istri mu dan juga nak indah pasangkan cincin di jari suami mu. ''ucap penghulu.
dengan sedikit gugup tama memasukan cincin ke jati manis indah dan begitu sebaliknya, indah juga memasukan cincin di jari andreaz. Setelah memasangkan cincin , tama mengecup kening lebar sang istri sesuai arahan penghulu. Begitupun dengan indah, ia juga mencium penggung tangan andreaz sebagai bentuk baktinya pada sang suami atas arahan penghulu.
Selesai menanda tangani buku nikah, tama dan indah kembali ke kamar untuk mengganti pakaian karena acara resepsi mereka yang diadakan setelah ijab .
''ya sudah , kamu disini aja dulu aku ambilkan makanan. ''ucap andreaz dengan lembut .
andreaz pergi untuk mengambil makanan yang sudah disiapkan oleh pihak hotel untuk para tamu.
sekilas andreaz melihat seseorang yang ia kenal, tapi entah siapa ?karena seseorang tersebut memakai masker dan juga kerudung. Andreaz yang tak mau pusing kembali berjalan ke arah makanan yang berjejer di atas meja .
saat ia kembali, ia tidak melihat arini . Yang ada hanya tuan david , tuan mike dan juga nyonya rey.
''mah istriku dimana?''tanya andreaz yang baru saja datang dengan membawa satu piring makanan dan sebotol air mineral.
''oh, itu istrimu tadi pamit ke ke kamar mandi. ''ucap nyonya rey.
''andreaz titip ini, mah. Andreaz samperin istri andreaz dulu. ''ucapnya lalu pergi setelah meletakan piring yang berisi makanan serta air mineral yang ia bawa ke atas meja yang berada didepan nyonya rey.
''iya, sayang. ''jawab nyonya rey.
Andreaz dengan terburu-buru mencari arini di setiap kamar mandi yang ada di hotel tersebut, entah kenapa perasaannya tiba-tiba menjadi tidak enak . Ia takut istrinya kenapa-napa.
Setelah memeriksa beberapa kamar mandi, tapi arini tidak ia temukan. Dan tanpa sengaja ia mendengar suara wanita minta tolong dari ruangan yang tak jauh dari tempatnya berada. Dengan cepat ia melangkahkan kakinya ke arah sumber suara, saat sampai di sana ia dikagetkan saat sang istri sudah tergeletak di lantai.
''pak, tolong wanita ini sepertinya pingsan. ''ucap wanita yang berteriak minta tolong tadi saat melihat andreaz datang.
''sayang !" ucap andreaz panik.
dengan cepat ia menggendong sang istri dan membawanya keluar dari hotel dan masuk kedalam mobil.
para tamu yang hadir kaget melihat andreaz menggendong istrinya dengan terburu-buru. Begitupun tuan mike, tuan david dan nyonya rey mereka juga kaget dan langsung menghampiri andreaz yang hendak keluar dari hotel.
''andreaz ! Arini kenap?''tanya tuan david yang nampak khawatir.
''entahlah, pah. Tadi andreaz temuin arini sudah tergeletak dilantai. ''jawab andreaz dengan suara yang bergetar. Tanpa terasa ia sudah meneteskan air matanya saat melihat sang istri yang tidak sadarkan diri.
''ya sudah, kamu masukan kedalam mobil papa saja biar papa yang menyetir. ''ucap tuan david yang juga khawatir.
Nyonya rey sudah meneteskan air matanya , ia takut terjadi sesuatu dengan menantunya dan juga calon cucunya.
''tuan mike, tolong beritahu kepada tuan mateo jika arini pingsan dan dibawa ke rumah sakit. ''ucap tuan david .
''iya kalian bawa saja arini ke rumah sakit , biar saya yang akan memberitahu mateo. ''sahut tuan mike yang juga ikut khawatir.
Tuan david menjalankan mobilnya dengan tenang , walaupun khawatir dengan keadaan menantunya saat ini, tapi ia juga tidak ingin membahayakan yang lain jika ia membawa mobil dengan buru-buru.
''pah ! Cepat , pah !" ucap andreaz sedikit berteriak. Ia sudah sangat khawatir dengan keadaan sang istri karena tubuh arini sekarang yang tiba-tiba panas.
"iya, andreaz. Ini papa juga sudah cepat bawa mobilnya. "sahut tuan david.
"sabar ya, sayang. Arini pasti baik-baik saja. Kamu tenang ya. ''nyonya rey menyemangati anak nakalnya itu.
sampai di rumah sakit, andreaz langsung membawa sang istri ke ruangan dimana semua dokter sudah menunggu mereka. Ya, saat diperjalanan tuan david sudah menghubungi rumah sakit untuk menyiapkan dokter dan ruangan untuk menantunya yang tiba-tiba pingsan di hotel.
''baik , tuan. Anda silahkan tunggu diluar biar kami periksa nona arini dulu. ''ucap dokter wanita.
''saya tidak ingin ada dokter atau perawat laki-laki yang memeriksa istri saya''ucap andreaz dengan nada perintah saat ia melihat satu dokter cowok yang juga berada dalam ruang periksa arini.
''baiklah, tuan. Kami akan mengganti dengan dokter wanita. ''jawab dokter wanita tersebut.
🐰jangan lupa like, vote dan juga komennya🙏🏻😉😘😘😘