
HAPPY READING
Semoga suka ya🙏🏻
Aira membalikan tubuhnya saat seseorang menyapanya.
''wa'alaikumsalam. ''jawabnya.
''mari, kak. ''ucapnya sopan lalu kembali melanjutkan langkahnya.
''apa mau saya temani. ''ucap seseorang tersebut yang ikut menyusul langkah aira.
''tidak usah , kak. Terimakasih. ''jawabnya lagi dengan sopan.
''baiklah, kalau begitu hati-hati. ''ucap seseorang tersebut dengan senyum.
aira hanya tersenyum lalu kembali melanjutkan langkahnya yang sudah dua kali terhenti oleh orang yang sama.
Setelah selesai berkeliling, aira menemui orang tuanya yang berada di kediaman ustadz hasan.
''asalamu'alaikum. ''ucapnya saat masuk kedalam rumah ustadz hasan.
''wa'alaikumsalam. ''jawab semua orang yang ada di dalam.
''ummi. ''ucap aira dengan lembut.
''sayang, ummi sangat kangen dengan mu. sudah lama kamu tidak mengunjungi ummi. ''ucap ummi Khodijah dengan lembut. Ia yang tak mempunyai anak sangat menyayangi anak-anak dari arini.
Cahaya yang baru juga datang langsung masuk kedalam .
''cahaya, sini nak. ''ucap ummi khodijah. Cahaya mendekat ke arah ummi khodijah dengan sopan.
''perkenalkan, sayang. Ini orang tuanya , air dan ini kakek sama neneknya. ''ucap ummi khodijah memperkenalkan cahaya kepada calon mertuanya.
''subhanallah, cantik sekali. ''ucap arini tersenyum .
cahaya hanya tersenyum dengan mengatupkan kedua tangannya.
''maaf, bah. Apa kedua orang tua cahaya sudah tahu dengan rencana ini?''tanya arini dengan lembut.
''sudah, nduk. Sebenarnya semua ini atas permintaan orang tuanya yang ingin mencarikan calon suami buat cahaya. awalnya cahaya menolak karena menurutnya jodoh itu sudah di atur sama yang kuasa, tapi berkat ucapan ummi mu yang menyuruhnya untuk ta'aruf dengan air dan jika cocok maka ia boleh melanjutkannya tapi kalau tidak abah juga tidak memaksa. Bukan begitu, cahaya?''tanya ustadz hasan tersenyum , tampak cahaya terlihat malu-malu atas penjelasan ustadz hasan.
''ya sudah, kalau begitu kalian kenalan saja dulu. Kenalan sesuai dengan anjuran agama kita. ''ucap arini dengan senyumnya.
Setelah satu bulan saling mengenal tentang kepribadian masing-masing lewat keluarga , akhirnya mereka memutuskan untuk melanjutkan kejenjang pernikahan.
Hari ini , tepatnya pernikahan mereka dilaksankan. acara pernikahan pun dilaksanakan di hotel yang tidak terlalu jauh dari pesantren . Agar para santri bisa ikut hadir di pernikahannya nanti. Semuanya sudah tampak rapi , begitu juga dengan mempelai pria. Dengan memakai kemeja putih serta jas hitam yang ia kenakan, ia tidak seperti pengantin pria pada umumnya yang memakai celana senada dengan jas tetapi ia memakai sarung yang menambah kesan tampan dan juga sholeh.
''masyaallah, tampannya abang aku. ''ucap aira tersenyum bahagia.
''siapa dulu dong, daddy nya. ''seru andreaz yang baru saja datang bersama arini .
''mom, dad. ''ucapnya air sambil menyalami kedua orang tuanya.
''sudah siap, sayang?''tanya arini dengan lembut.
''isyaallah, mom. ''sahutnya.
''semangat, jangan gugup . Oke my son. ''ucap andreaz memberi semangat. ia jadi teringat dulu saat akan menikahi istrinya, tidak ada kegugupan dalam hatinya yang ada hanya rasa terpaksa serta kesal tapi ia tidak bisa protes. Sedih rasanya jika ia mengingat saat-saat itu, ingin mengulang tapi itu tidak mungkin karena semua itu sudah terjadi dan tak bisa untuk diulang kembali sesuai dengan ke keinginannya.
''mas . ''panggil arini pelan. Andreaz menoleh ke arah sang istri, dengan mata memerah .
''mas, kamu kenapa?''tanya arini dengan lembut
''tidak apa-apa , sayang. Aku hanya terharu melihat air yang akan segera menjadi seorang suami. ''ucapnya yang memang benar adanya walau ada hal lain yang membuatnya sedikit merasa sedih dan bersalah.
''makasih, dad. Semoga aku bisa jadi suami seperti daddy yang sangat sayang dan menghargai mommy. ''ucapnya air dan ketika suasana menjadi haru saat melihat air dan daddy nya berpelukan. Sedangkan aira memeluk mommy nya.
''sudah, sekarang kita ke acara ijab kobul . Sebentar lagi akan di mulai. ''ajak arini dengan senyum bahagia.
''bagaimana, ustad air. Apa sudah siap?''tanya penghulu .
''insyaallah siap, pak. ''jawabnya dengan lantang tanpa keraguan di hatinya. Keluarga tampak tersenyum mendengar ucapan air yang begitu mantap.
dengan satu tarikan nafas , air mengucapakan ijab kobul
dan semua saksi menyatakan ''sah''. Itu berarti statusnya sekarang sudah berubah menjadi seorang suami dari cahaya mentari.
Setelah ijab kobul selesai, air berdiri menghadap pintu masuk yang tidak terlalu jauh. Cahaya masuk dengan kebaya putih yang menjuntai panjang serta cadar yang menutupi wajahnya. Air tampak gugup saat langkah cahaya yang sudah sah menjadi istrinya itu semakin dekat jaraknya.
Saat keduanya sudah berada hanya satu langkah,cahaya meraih tangan air untuk di cium . air dengan gugup memberikan tangannya dan tangan satunya memegang ubun-ubun sang istri lalu membacakan doa .
Setelah serangkaian acara selesai, kini pengantin baru sudah berada di kamar hotel yang sudah di hiasi seindah dan seromantis mungkin. Keduanya tampak terlihat canggung karena bagi mereka ini kali pertama mereka satu kamar dengan lawan jenis.
''deg. ''ucap air memecah keheningan.
''iya , ustad. ''sahutnya yang masih bingung mau manggil dengan sebutan apa.
''ustad ?''tanya air memicingkan matanya.
''iya, ustad. ''ucap cahaya .
''saya ini bukan ustad mu, tapi suami mu. ''ucap air.
''terus ?''tanya cahaya bingung. Air hanya tersenyum mendengar pertanyaan dari istrinya itu.
''ya sudah, kamu mandi duluan . Nanti kita bahas lagi. ''ucap air yang tidak ingin berlama-lama dengan posisi seperti ini sangat canggung menurutnya.
''iya ustad. ''sahut cahaya tanpa membantah.
Karena cahaya lagi mandi, air pun keluar dari kamar hotel . Ia tidak ingin cahaya risih saat keluar dari kamar mandi ada dirinya di kamar.
Merasa sudah satu jam ia di luar, akhirnya air memutuskan untuk masuk kamar dan benar saja istrinya itu sudah selesai mandi dan sudah rapi dengan gamis dan juga hijabnya.
''assalamu'alikum.''ucap air
.
''wa'alaikumsalam. ''jawab cahaya.
''sudah selesai mandinya?''tanya air .
''sudah , ustad. ''ucap cahaya. Air ingin tertawa saat istrinya itu memanggilnya ustad.
''ya sudah, kalau gitu aku mandi dulu. ''ucap air lalu masuk ke kamar mandi . Cahaya hanya mengangguk .
Saat air mandi, cahaya membuka koper suaminya itu dan mempersiapkan baju suaminya kaos putih serta celana panjang.
Jam sudah menunjukan pukul tujuh dan terdengar suara adzan dari masjid yang berada tidak jauh dari hotel. Air dan cahaya melakukan sholat isya berjamaah. Selesai sholat , air mengajak sang istri untuk melaksanakan sholat sunah sebelum mereka melakukan penyatuan keduanya.
Suasana hening di kamar yang luas, mereka duduk di atas tempat tidur dengan jarak yang sangat dekat. Keduanya bingung apa yang harus mereka ucapkan, karena walaupun keduanya sudah mempelajari tentang tata cara berhubungan badan antara suami istri tapi baik cahaya ataupun air masih sangat gugup.
''ustad, deg. ''ucap mereka berbarengan.
''iya , deg. Apa?''tanya air.
''tidak, ustad saja yang duluan . ''ucap cahaya.
''tidak, deg. Perempuan saja yang duluan, kamu mau ngomong apa?.'tanyanya lagi .
''tidak, ustad. Ustad saja yang duluan. ''ucap cahaya . hanya itu yang mereka ucapkan sejak tadi, tidak ada yang duluan berbicara.
''baiklah, biar mas duluan yang bicara. ''ucap air . Ia sengaja menyebut dirinya mas agar cahaya tidak memanggilnya dengan sebutan ustad.
''apa kamu sudah siap?''tanya air dengan pelan di setiap katanya.
cahaya hanya mengangguk, ia mengerti apa maksud dari ucapan sang suaminya itu. melihat cahaya menganggukkan kepalanya, air pun mendekat hingga tidak ada jarak di antara mereka . Air mulai membacakan doa sebelum ia menyentuh dan menggauli istrinya.