AFTER THE DIVORCE

AFTER THE DIVORCE
66. Masa lalu Silvi



Tinggal beberapa tamu yang masih tersisa, dan kebanyakan tamu Dirga. Nina pun memilih duduk di dalam bersama kakak laki-laki nya, Meraka sudah lama tidak bertemu rasanya waktu berjalan terlalu cepat hingga ia ingin mengulang kenangan-kenangan lama bersama sang kakak.


Sedangkan Sasa dan Akmal yang merasa senang dengan status baru paman Aga menjadi papa Aga pun semakin lengket dengan papa barunya itu.


"Mas benar-benar kaget saat dengan kamu dan Kamal bercerai." ucap Bowo sambil meminum kopi yang sengaja Nina buatkan khusus untuk sang kakak.


Nina berdecak kecil, ia sebenarnya juga menyayangkan hal ini terjadi. Seandainya saja ia bisa memilih ia pasti akan lebih memilih untuk tetap mempertahankan keluarganya dari pada bercerai. Tapi apapun itu, tidak ada sesuatu hal yang terjadi di dunia ini tanpa alasan dan Nina tidak menyesalinya.


"Nina pun juga demikian." ucapnya lirih, beberapa orang yang lalu lalang membuat percakapan mereka tidak terdengar ke ruangan lain apalagi volume bicara mereka yang di buat rendah. Rasanya tidak etis membicarakan hal yang sudah lalu di depan suami baru adiknya, tapi ia tidak punya waktu lain selain hari ini untuk saling bicara seperti ini.


"Sebenarnya kalian ada masalah apa?" tanya Bowo lagi masih dengan suara rendah.


"Panjang mas ceritanya." Nina tidak mungkin menceritakan semua saat ini juga. Tapi mungkin jika ia membahas inti permasalahannya saja, Bowo pasti mengerti karena hampir semua teman Nina, Bowo mengenalnya,


"Mas masih ingat kan sama temen Nina yang namanya Silvi?" tanya Nina dan Bowo mulai mengingat kemudian mengangukkan kepalanya tanda ia sudah mulai ingat dengan orang yang namanya baru saja Nina sebut.


"Silvi, Silvi yang menikah dengan Tito itu?" tanya Bowo memastikan lagi karena seingatnya nama Silvi tidak hanya satu.


Nina cukup terkejut karena Bowo mengenal mantan suami Silvi, "Mas kenal mantan suami Silvi?"


"Nggak," ucap Bowo yakin, "Hanya sempat dengar saja, soalnya teman mas ada yang tetanggaan sama mereka saat di kota."


"Oh,"


"Pantas kalau Silvi bercerai."


Sekali lagi Nina terkejut dengan ucapan sang kakak, ada sesuatu yang janggal yang mungkin dia tidak tahu.


"Kenapa mas?"


"Tito itu katanya suka gonta-ganti cewek meskipun sudah menikah, ia tidak segan-segan membawa ceweknya pulang ke rumah, sepertinya karena memang dia cukup kaya jadi bisa seenaknya sendiri."


Nina benar-benar terkejut dengan ucapan kakaknya, ia benar-benar tidak menyangka jika kehidupan Silvi di masa lalu sangat menyedihkan.


"Terakhir kali mas dengar Tito tertangkap polisi karena di laporkan atas tindak kdrt, mungkin Silvi yang melaporkannya."


"Serius mas?" Nina benar-benar tidak menyangka setragis itu kehidupan Silvi, ia bisa membayangkan betapa menderitanya Silvi saat masih menjadi istri Tito,


Pantas saja Silvi begitu membenciku ...., batin Nina merasa prihatin.


"Iya, mas juga nggak nyangka kalau akhirnya Silvi menikah dengan Kamal."


Tapi tetap saja, apapun yang terjadi di pernikahan Silvi di masa lalu, tidak benar jika ia harus menghancurkan pernikahan orang lain demi ambisinya.


"Mereka dulu pernah pacaran mas sebelum mas Kamal menikah dengan Nina." ucap Nina kembali mengingat betapa sakitnya pengkhianatan yang di lakukan suaminya dan Silvi pada dirinya.


***


Di tempat lain,


Silvi yang baru saja keluar dari kelas tiba-tiba langkahnya di hadang oleh guru lain.


"Bu Silvi tunggu!"


Karena mendapat panggilan itu, Silvi pun menghentikan langkahnya.


"Iya Bu ayu. Ada yang bisa saya bantu?"


"Enggak Bu, saya cuma kamu kasih lihat sama Bu silvi."


"Apa ya Bu?"


Bu ayu pun menunjukkan layar ponselnya,


"Ini loh Bu, kayaknya ini anak-anak sambung Bu Silvi deh, pas saya ke rumah Bu Silvi lalu saya sempat melihatnya." ucap Bu ayu sambil menunjukkan sebuah foto Sasa dan Akmal yang memakai gaun brukat dan jas hitam dengan kemeja senada dengan warna gaun yang di pakai oleh sasa.


"Bukan Bu, ini loh." kemudian Bu ayu menggeser lagi layar ponselnya, "Ini kayaknya foto pernikahan bu."


Dengan cepat Silvi memastikannya, ia begitu terkejut saat melihat unggahan foto pernikahan di media sosial ada Nina dan Dirga di sana. Pernikahan itu terlihat begitu bahagia.


Apa ini benar-benar terjadi? Mana mewah sekali pernikahannya, lebih mewah dari pernikahanku dengan mas Kamal, apa benar pria itu orang kaya?


"Bu, Bu Silvi tidak pa pa?" tanya Bu ayu saat melihat Silvi malah terbengong.


"Nggak pa pa Bu, terimakasih informasinya ya Bu. Saya permisi dulu."


Dengan cepat Silvi meninggalkan Bu ayu, ia ingin segera membuka sendiri sosial media miliknya dan memastikan kebenarannya.


Hatinya semakin terbakar saat melihat nama keluarga yang tersemat di belakang nama Dirga.


Silvi pun segera mengunduh foto itu dan mengirimkannya pada Kamal sang suami.


***


Baru saja akan mulai bekerja lagi setelah istirahat makan siang, Kamal mendengar ponselnya berdering. ternyata itu dari sang istri.


"Hallo sayang,"


"Hallo mas, sudah lihat sosial media mas Kamal belum?"


"Ada apa? Mas nggak begitu suka lihat sosial media."


"Kali ini penting banget masi, Silvi sudah kirim fotonya, mas lihat ya."


Setelah selesai bicara, Kamal pun mematikan sambungan telponnya. Kamal segera melihat pesan yang baru saja di kirim oleh Silvi, ada beberapa foto dan ia segera membukanya.


Ternyata reaksi Kamal tidak jauh beda dengan reaksi Silvi saat ini.


"Ini apa-apaan, berani sekali Nina melakukan semua ini."


"Sialan."


Kamal memukulkan tangannya ke udara kesal.


"Kenapa bro?" tanya rekan kerjanya yang berada di dekatnya.


"Gue ada masalah sedikit, gue ijin pulang awal nggak pa pa ya."


"Lo ijin terus, satu bulan ini ijin Lo udah banyak loh. Entar di panggil atasan loh."


"Enggak lah, ini benar-benar darurat. Gue pergi ya."


Kamal tidak lagi mendengar saran dari temannya, ia memilih segera ke ruang ganti dan mengganti pakaiannya dengan pakaian bersih. Segera ia mencari mobilnya yang terparkir. Dengan begitu gusar ia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Hingga akhirnya hanya butuh waktu setengah jam untuk sampai di rumah Nina.


Tampak rumah itu masih ramai, meskipun tidak seramai tadi tapi beberapa tamu masih hilir mudik keluar masuk. Beberapa penjaga juga berkata di luar tenda hajatan, sepertinya sengaja diperintah Dirga untuk mengamankan pernikahannya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak biar bisa up tiap hari


Follow akun Ig aku ya


@tri.ani5249


Happy Reading 🥰🥰🥰🥰