
...Mungkin aku tidak sempurna di matamu, tapi aku ingin menjadi yang sempurna di mata anak-anak ku...
...🌺🌺🌺...
"Makasih ya mas udah kembalikan anak-anak sama Nina." ucap Nina pada pria yang sudah delapan tahun mengisi hari-hari dengan cinta yang palsu.
"Ya, aku juga terimakasih karena kamu sudah ngijinin anak-anak buat tinggal sama aku dan Silvi, mungkin kedepannya akan lebih sering seperti ini karena keadaan kita, jadi kamu harus mulai terbiasa."
"Nina mengerti, mas. Salam buat Silvi."
"Baiklah aku pergi ya, salam buat anak-anak. Katakan kalau aku sayang mereka."
"Iya mas."
Nina melambaikan tangannya saat mobil sudah berlalu dari hadapannya, rasanya aneh di posisi seperti ini. Beberapa bulan lalu ia juga selalu melakukan seperti ini karena suaminya pergi bekerja dan sekarang ia melakukan pada orang yang sama tapi dalam posisi yang berbeda.
Tanpa Nina sadari, seseorang juga tengah memperhatikan mereka dari lantai atas. Dirga hari ini tidak pergi kemana-mana karena mamanya memaksanya untuk menemaninya mencari hadiah untuk keponakannya, Dava.
"Apa yang di rasakan Nina saat ini? Apa dia masih mencintai mantan suaminya?" beberapa pertanyaan bersarang di benak Dirga saat menyaksikan interaksi antara Kamal dan Nina.
Hingga Nina kembali masuk Dirga bahkan belum beranjak dari tempatnya. Ia masih berharap bisa melihat anak-anak itu keluar sejenak dan menatap ke arahnya, tapi nyatanya hingga beberapa menit ia tidak mendapatkan yang ia inginkan.
Dirga pun memilih mengambil jaket dan dompetnya lalu keluar, setengah jam lagi ia harus berada di salah satu pusat perbelanjaan menemani mamanya dan sebelum itu ia harus menemui klien yang berada tidak jauh dari pusat perbelanjaan.
Suara mobil yang keluar dari halaman samping sempat menarik perhatian Nina yang tengah sibuk menyiapkan makanan untuk anak-anak, tapi sayang meskipun ia ingin sekali melihat si pemilik mobil ia hanya bisa melihat mobilnya saja tanpa bisa melihat yang berada di dalamnya.
"Padahal dia di rumah tadi, apa sebaiknya aku menyapanya lebih dulu." gumamnya lirih sambil mengingat perkataan Mita kemarin, mendengarkan cerita dari sahabatnya itu ia jadi ingin sedikit mengenal pemilik rumah.
"Ibu, apa ayam goreng krispinya sudah jadi?" pertanyaan itu segera membuyarkan lamunannya, ia pun segera menoleh ke sumber suara sambil tersenyum. Hampir saja ia lupa dengan pekerjaannya.
"Maaf saya, ibuk masih mau campur tepungnya. Bagaimana kalau adek nunggunya sambil bantuin kakak beresin mainan, setelah itu kita makan bersama."
"Siap buk." Sasa dengan begitu ceria berbalik meninggalkan dapur, senyum dari anak-anaknya itulah yang mampu membangkitkan kembali semangatnya.
Akhrinya setelah lima belas menit, Nina kembali memanggil anak-anaknya untuk makan bersama di ruang makan yang lumayan besar.
"Kakak mau paha atau sayap?" tanya Nina sebelum meletakan ayam krispi buatannya di atas piring Akmal.
"Akmal sayap aja buk, biar pahanya adek. Kan adek suka paha." ucapnya begitu bijaksana dengan usianya yang masih tujuh tahun.
"Baiklah," Nina pun meletakkan paha ayam krispi di atas piring Sasa dan kemudian sayap di atas piring Akmal.
Kemudian Nina hanya meletakkan dua potong tempe yang sengaja ia goreng krispi di atas piringnya sendiri, hal itu tentu menarik perhatian Akmal.
"Punya ibu mana?" tanya akmal kemudian.
"Kebetulan di lemari pendingin hanya ada dua potong ayam, tapi nggak masalah nak di tempat ibuk kerja ibuk selalu dapat jatah makan lauknya ayam, ibuk Sampek bosen makannya." ucap Nina beralasan, ia memang tidak punya cukup uang untuk membeli lebih karena uang simpanan dari gajinya baru saja gunakan untuk membayar biaya sekolah Akmal dan Sasa. Sedangkan uang yang di berikan oleh Kamal, ia sama sekali tidak menggunakannya. Ia hanya tengah berjaga-jaga dengan sikap Silvi yang seperti itu membuatnya tidak enak hati untuk membelanjakannya.
Tapi tiba-tiba Akmal memotong setengah ayamnya dan meletakkannya di atas piring sang ibu,
"Setengahnya buat ibuk saja, Akmal juga banyak makan ayam di rumah ayah, iya kan dek?" ucapnya meminta persetujuan dari sang adik.
"Iya buk, punya Sasa juga kebesaran. Setengahnya buat ibuk aja ya." ucap Sasa sambil menyuwir sebagian paha ayamnya dan ia letakkan di atas piring Nina.
"Anak-anak ibuk memang baik, kalau begitu gimana kalau kita makanannya di nampan saja jadi satu, pasti lebih enak."
"Iya buk, akmal setuju."
Dengan cepat Akmal turun dari kursi, bahkan tanpa di minta ia segera pergi ke dapur untuk mengambil nampan sedangkan Nina mengambil tikar untuk di gelar di samping meja makan.
"Biar Sasa bantu bawakan piringnya ke bawah ya, buk."
"Iya sayang, tapi hati-hati."
"Iya buk."
Akhirnya mereka bertiga pun duduk di atas tikar, makan dengan berwajah nampan besar. Mereka bisa makan dengan lahap meskipun dalam kesederhanaan.
Akmal dan Sasa merindukan saat-saat seperti ini, walaupun tidak ada sang ayah tapi ini lebih dari cukup. Biasanya saat pulang dinas, ayahnya akan membeli ayam geprek di warung makan langganannya dan mereka makan sama-sama seperti ini.
Meskipun makanan yang di sajikan oleh Silvi jauh lebih mewah dari ini, tapi Sasa dan Akmal tidak bisa menikmatinya karena sikap Silvi yang kerap ketus saat tidak ada sang ayah.
"Oh iya, ibu boleh tanya nggak?" tanya Nina kemudian setelah makanannya habis.
"Boleh buk, mau tanya apa?"
"Kata bibi Mita, kalian suka main sama paman yang tinggal di atas ya?"
Mendapatkan pertanyaan itu, Sasa dan Akmal malah saling lempar pandangan.
"Kak, dek, ibuk nggak akan marah kok kalau kalian jujur."
"Iya buk," jawab Akmal ragu, "Maaf ya buk, bukanya Akmal mau berbohong sama ibuk tapi Akmal dan Sasa sudah terlanjur berjanji sama paman Aga untuk tidak kasih tahu ibuk."
"Jadi namanya paman Aga."
"Hmmm, paman sendiri yang minta di panggil kayak gitu buk."
"Apa paman Aga orangnya baik?"
"Baik banget buk, bahkan paman Aga yang bantuin Sasa sama kakak buat ngerjain tugas sekolah. Katanya paman Aga dosen, Sasa nanti juga pengen cepet kuliah biar bisa di ajar sama paman Aga."
Perasaan Nina semakin lega, tapi rasa penasarannya pada pria yang ga tinggal di atas itu semakin memuncak saja.
Bersambung
Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga yang banyak biar bisa up tiap hari
Follow akun Ig aku ya
Ig @tri.ani5249
...Happy Reading 🥰🥰🥰...