
"Ada yang ingin Nina bicarakan sama pak Dirga."
Dirga yang baru saja mengunyah martabaknya segera menghentikan kunyahannya sejenak kemudian melanjutkannya lagi, mempercepat proses mengunyahnya dan segera meneguk air putih yang ada di depannya.
"Ada apa? Katakan!"
Nina pun mengambil ponselnya, membuka galerinya. Ia menunjukkan sesuatu pada Dirga.
"Nina punya bukti perselingkuhan mas Kamal." ucap Nina lirih dan Dirga pun segera mengambilnya.
Dirga menscoll layar ponsel Nina pelan, membaca satu per satu hasil screenshotan percakapan antara Kamal dan selingkuhannya, yaitu Silvi saat itu.
"Sebenarnya Nina sudah curiga sejak beberapa tahun yang lalu, bahkan sebelum Nina hamil Sasa. Nina pikir Nina hanya terlalu cemburu saat itu hingga Nina mencoba untuk mengendalikan perasaan Nina."
"Hingga beberapa tahun berlalu, suatu hari saat mas Kamal tengah pergi bersama anak-anak dan lupa tidak membawa ponselnya, saya dengan sengaja membukanya. Beruntung Nina sempat melihat kode ponsel mas Kamal dan Nina menemukan banyak percakapan mesra itu. Sengaja saat itu Nina screenshot dan Nina kirim ke ponsel Nina."
"Sebenarnya waktu itu, Nina sengaja melakukannya untuk mengintrogasi mas Kamal agar mas Kamal mengakui kesalahannya dan minta maaf sama Nina juga anak-anak atas kekhilafannya. Tapi ternyata Nina lebih takut bercerai dari mas Kamal dari pada mendapatkan kebenarannya."
"Nina begitu pengecut saat itu, Nina takut jika mas Kamal akan memilih berpisah jika Nina mengungkap saat itu juga."
"Tapi meskipun Nina berusaha untuk pura-pura tidak tahu, mas Kamal tetap memilih untuk bercerai. sedikit penyesalanku hingga saat ini, aku tidak menggugat cerai mas Kamal sejak awal dan aku akan memperkecil luka yang di torehkan olehnya."
Mendapatkan kenyataan jika mereka punya bukti kuat untuk memenangkan persidangan membuat Dirga senang, tapi sekaligus kesal karena ada hal lain yang mungkin tidak akan terjadi. Tidak ada alasan baginya untuk menjadikan anak-anak itu sebagai anaknya karena bukti ini sudah cukup untuk membuat mereka menang, senyumnya begitu terasa hambar, ia bahkan tidak begitu memperhatikan cerita Nina.
"Maaf ya pak, Nina jadi curhat." ucap Nina sembari mengusap air matanya yang hendak jatuh sebelum anak-anak nya melihat.
"Iya, nggak pa pa. Sudah malam, aku ke atas ya, kamu kirim buktinya ke nomor saya. Assalamualaikum."
Dengan cepat Dirga berdiri dan meninggalkan rumah bawah bahkan tanpa berpamitan pada anak-anak.
"Waalaikum salam."
Nina menatap punggung Dirga yang semakin menghilang di balik pintu dan tangga itu.
"Buk, paman Aga kenapa nggak pamit sama Akmal dan Sasa?" tanya Akmal yang melihat Dirga sudah tidak ada lagi bersama ibunya.
"Oh, paman Aga kayaknya capek kak. Besok juga pasti ketemu lagi, ayo ajak adek beresin mainannya trus tidur. Besok kan harus sekolah."
"Iya buk."
Di lantai atas, Dirga terdiam sambil menatap hasil screenshotan yang baru saja di kirim oleh Nina.
Harusnya ia senang sudah mendapatkan senjata untuk mengalahkan Kamal di persidangan, tapi nyatanya hatinya tidak seperti itu, seandainya saja mereka tidak punya bukti itu apakah Nina akan tetap setuju untuk menikah dengannya?
Rasanya Dirga ingin serakah. Ia tidak hanya ingin menjadi paman Aga untuk Akmal dan Sasa, tapi ia ingin menjadi papa untuk mereka. Rasanya tidak rela anak-anak itu menjadi milik orang lain, rasa serakah itu sekarang lebih mendominasi.
Dirga menyandarkan punggungnya, memijat kepalanya yang tiba-tiba nyut-nyutan.
"Ya Allah, jika mereka Engkau takdirkan untuk saya. Maka bukakanlah jalan, hati ini terlanjur tertaut pada mereka. Engkau yang maha membolak-balikkan perasaan manusia, ya Allah."
***
Harusnya hari ini hari libur, tapi Dirga memilih pergi ke kantor. Berada di rumah membuatnya semakin berharap bisa semakin dekat dengan akmal dan Sasa.
"Loh, Akmal kenapa kembali? Katanya mau ke tempat paman Aga?" tanya Nina saat melihat Akmal kembali padahal baru lima menit lalu ia pamit ingin bermain dengan paman Aga.
Nina terdiam, seluruh karyawan libur . Jadi kenapa Dirga pergi ke kantor?
"Mungkin memang paman Aga lagi ada urusan. Bagaimana kalau kita pergi ke Playground saja? Susah lama kan nggak pergi ke sana!?"
"Hore, benar buk?" tanya Akmal memastikan.
"Iya kak, ya udah ibuk siap-siap. Kakak ajak adek buat siap-siap juga ya."
"Siap buk."
Seperti biasa, Nina mengajak anak-anak ke salah satu mall. Tidak ada tujuan lain selain salah satu gedung yang menyediakan Playground untuk anak-anak.
Akmal dan Sasa begitu senang bermain di sana, sedangkan Nina memilih duduk di ruang tunggu sambil sesekali mengabadikan moment itu dengan layar ponselnya.
"Nina kan?"
Pertanyaan itu menarik perhatian Nina, ia segera menoleh ke sumber suara. Ternyata seorang wanita anggun nan cantik tengah berdiri di sampingnya. Kemudian tatapannya tertuju pada seorang anak kecil yang berada di samping wanita itu. Sepertinya baru kemarin ia melihat anak itu.
"Dava, kamu main dulu ya. Mama tunggu di sini."
"Baik ma,"
Bahkan namanya pun sama. Nina segara berdiri dan memastikan sesuatu. Siapa tahu dia yang Menag lupa.
"Mbak siapa ya? Apa kita kenal?"
"Saya Wulan, menantu keluarga Wikrama. Kamu kenal kan keluarga Wikrama?"
Wikrama? bukankah itu nama keluarga pak Dirga? Batin Nina dan dengan cepat ia mengulurkan tangannya.
"Iya mbak, saya Nina." ucap Nina dengan tangan yang menggantung di udara, tapi wanita itu malah menatap jijik pada tangannya.
Perlahan Nina menarik kembali tangannya dan mengusap tangannya yang sama sekali tidak kotor ke bajunya.
"Silahkan duduk mbak." Nina masih mencoba tersenyum ramah demi menghormati atasannya.
Wulan pun mengambil tisu dari dalam tasnya dan mengusap kursi juga meja yang mungkin akan di jangkau badannya kemudian ia pun duduk.
Setelah memastikan Wulan duduk, Nina pun ikut duduk.
"Saya sudah mendengar gosip tentang kamu." ucap Wulan dan Nina hanya tersenyum. Jujur Nina tidak tahu gosip apa yang di maksud oleh orang di depannya ini.
"Kamu tahu saya?" tanya Wulan dan Nina menggelengkan kepalanya. Ia bukan penikmat gosip jadi ia bahkan tidak mengenali wanita di depannya itu juka wanita itu tidak memperkenalkan diri.
Bersambung
Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga yang banyak biar bisa up tiap hari
Follow akun Ig aku ya
Ig @tri.ani.5249
...Happy Reading 🥰🥰🥰...