
Sepetinya pertanyaan dari nina itu berhasil membuat Dirga sadar akan sesuatu, baru tiga anak tangga ia naiki kakinya pun kembali melangkah turu,
"Maaf, kayaknya saya lupa jalan."
"Jalannya di sana pak. ..?" ucap Nina sambil menunjuk ke arah pintu keluar, Dirga hingga harus menggaruk tengkuknya yang tidak gatal,
"Baiklah, aku pergi dulu. Selamat malam."
Dirga pun akhrinya benar-benar meninggalkan rumah bawah, tapi tangannya begitu ragu saat hendak meraih handel pintu mobil, antara di buka atau tidak.
Nina yang juga hendak menutup dan mengunci pintu pun tertarik untuk memperhatikan pria itu,
"Apa ada yang ketinggalan, pak?" tanyanya membuat Dirga menoleh padanya sambil tersenyum.
"Tidak pa pa, aku pergi." ucapnya sambil melambaikan tangannya kemudian benar-benar masuk ke dalam mobil hingga mobil itu melaju meninggalkan pelayaran rumah itu.
Nina hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan bosnya yang tidak seperti biasanya itu.
Sedangkan Dirga, ia hanya melakukan mobilnya tidak jauh dari rumah. Ia menghentikan mobilnya tepat di bahu jalan.
"Segera antar mobil ke sini." ucapnya saat benda pipih itu menempel di daun telinganya.
Tidak menunggu jawaban dari seberang sana, pria itu sudah lebih dulu mematikan sambungan telponnya. Sepertinya pria itu sudah terbiasa dengan kosa kata perintah dari pada meminta tolong.
Hingga hanya dalam hitungan menit sebuah mobil berhenti di samping mobilnya. Tanpa ba-bi-bu, Dirga segera menghampiri mobil itu dan melemparkan begitu saja kunci mobil yang ada di tangannya.
"Bawa mobil ke kantor."
"Baik tuan."
***
Seperti biasa setelah mengantar anak-anak nya ke sekolah Nina pun segera menuju ke kantor tempat ia bekerja. Langkahnya setengah berlari menyusuri tangga, seharusnya setengah jam lalu ia sudah absen masuk, hari ini ia sedikit kesiangan karena anak-anak nya bangun kesiangan.
Nina tidak menyalahkan anak-anaknya karena biasanya anak-anak nya selalu tidur tidak lebih dari jam delapan tapi kemarin karena menunggunya, membuat jam tidur Akmal dan Sasa harus terganggu.
Belum sempurna kakinya melangkah masuk, tanpa sengaja netranya menemukan sebuah mobil yang terparkir di basemen gedung dengan atap transparan itu,
"Tidak biasanya pak Dirga sudah datang jam segini." gumamnya, ia pun kembali melanjutkan langkahnya dengan tergesa-gesa menuju ke ruangan atasannya itu.
"Selamat pagi," sapanya begitu berhasil membuka pintu, tapi netranya tidak mampu menemukan siapapun di dalam ruangan yang selalu menjadi tempat yang mendapat perhatian khusus darinya itu.
"Nggak ada," gumamnya lagi sambil perlahan menutup pintunya.
"Cari siapa?" pertanyaan seseorang itu cukup mengejutkannya. Dengan cepat ia menoleh ke sumber suara.
"Mas Danu. Mengagetkan saja,"
"Abis kamu plonga plongo, cari apa?"
"Pak Dirga belum datang?"
"Cie, ada apa nih??? Yang semalam pulang bareng, eh pagi-pagi udah nyariin." goda pria berwajah oriental yang katanya keturunan Jawa asli itu.
"Apaan sih mas Danu ini, nggak gitu maksud Nina. Maksud Nina tuh, di bawah tadi kayaknya aku lihat mobilnya pak Dirga, makanya aku buru-buru ke sini. Kan gawat kalau pak Dirga datang tapi kopi sama gorengannya belum ada."
"Oooo..., kamu nggak tahu apa kalau pak Dirga mobilnya banyak."
"Tapi semalam_," pakek mobil itu, lanjutnya dalam hati.
"Semalam apa?"
"Nggak pa pa mas, ya udah kalau gitu Nina mulai bersih-bersih ya."
Nina pun dengan cepat meninggalkan rekannya itu, ia segera menuju ke ruang ganti untuk mengganti bajunya dan segera mengambil peralatan untuk bersih-bersih.
Di tempat lain, Dirga sudah memasuki sebuah gedung yang menjadi tempat para calon sarjana mencari ilmu. Yaitu di salah satu universitas ternama di kota.
"Weeee, serius amat." sapa seseorang membuat langkah Dirga terhenti.
"Eh bro, tumben pagi-pagi sudah di sini?"
"Tadi di panggil rektor."
"Okey siap. Gue juga mau kasih bimbingan skripsi dulu."
"Siap."
Akhrinya mereka pun kembali berpisah dan benar saja satu jam kemudian Dirga sudah menunggu rekannya itu di kantin kampus.
Senyumnya melebar saat pria yang tengah di tunggunya muncul dari balik pintu masuk kantin,
"Serius banget nunggunya," goda Bram sambil duduk di kursi kosong dekat Dirga.
"Soal semalam," ucap Dirga membuat pria di depannya itu menjadi tersenyum.
"Nggak nyangka banget gue, temen gue ini gercep banget deketin janda memikat."
"Apaan sih Lo, nggak gitu. Gue cuma nawari dia tumpangan buat jemput anak-anak nya, nggak tahunya ke rumah Lo."
"Jadi Lo nggak tahu kalau orang yang ngontrak di rumah loh itu sahabatnya istri gue, si Nina?"
"Ya enggak lah. Lo cuma bilangnya kalau ada yang mau ngontrak aja. Mana sempet gue mikir kalau itu sahabat istri Lo. Yang gue tahu yang Lo rekomendasikan ke kantor, baru temennya istri Lo, nggak tahunya orangnya sama."
"Ya kan nggak masalah, trus Nina tahu kan kalau Lo orang yang punya rumah?"
"Jangan deh, untuk sementara ini jangan bilang dulu."
"Kenapa?"
"Gue khawatirnya Nina jadi nggak enek sama gue."
"Ya itu terserah Lo, gue ngikut aja."
"Tolong bilangin istri Lo juga ya,"
"Siap bos."
Setelah obrolan mereka tentang Nina selesai mereka pun membahas hal lain dengan di temani secangkir kopi hingga jam istirahat makan siang selesai barulah mereka berpisah.
Nina sudah istirahat jam makan siang, tapi seperti biasa satu jam lagi ia harus menjemput anak-anaknya.
Nina pun menuju ke ruang ganti hendak ganti baju sebelum berangkat menjemput anak-anak, tapi langkahnya harus terhenti saat seseorang memanggilnya.
"Nin, tunggu."
Nina pun segera menoleh ke sumber suara,
"Ada apa mas?" tanya Nina malas, pasalnya pria berwajah oriental itu suka sekali menggodanya.
"Itu di depan ada yang nunguin Lo,"
Nina mengerutkan keningnya, ia pun memutar badannya. Mengurungkan niatnya untuk mengganti baju,
"Siapa mas?"
"Nggak tahu,"
Dengan ragu Nina melewati Danu, ia berjalan keluar dengan melewati pintu belakang.
Berkali-kali Nina mengerjapkan matanya saat melihat siapa yang tengah berdiri di depan gedung perkantoran itu.
"Ngapain mas Kamal ke sini?" gumamnya pelan sambil kembali melanjutkan langkahnya.
"Mas Kamal bagaimana bisa tahu aku di sini?" tanyanya tanpa basa basi.
Bersambung
Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga yang banyak biar bisa up tiap hari
Follow akun Ig aku ya
Ig @tri.ani5249
...Happy Reading 🥰🥰🥰...