AFTER THE DIVORCE

AFTER THE DIVORCE
20. Pindah ke kota



"Sasa," Nina tidak kalah terkejutnya, sebenarnya ia berniat mencegah tapi ternyata tangannya kalah cepat dengan Sasa, Sasa pun langsung berhambur memeluk sang ayah. Sepetinya rasa rindu sebagai seorang anak tidak lagi bisa terbendung.


Deg


Jantungnya tergemuruh saat seorang wanita juga keluar dari mobil mantan suaminya, mobil yang biasa Kamal gunakan untuk mengajaknya dan anak-anak jalan-jalan kini pemilik kursi samping kemudi adalah orang lain.


"Ayah, Kila gendong ayah."


Suara teriakan yang di sertai rengekan itu membuat hati Nina semakin panas apalagi saat anak kecil itu mulai menarik-narik tangan Kamal yang tengah memeluk putrinya. Ingin rasanya menghampiri Sasa dan membawanya pergi.


Tapi rasa kemanusiaannya mencegahnya melakukan hal itu.


"Jangan Kila, biar ayah gendong Sasa dulu ya," Silvi pun segera menarik tangan putrinya agar tidak berebut ayah.


"Nggak pa pa, biar ayah gendong berdua ya." ucap Kamal.


Nina menoleh ke arah putranya, biasanya Kamal melakukan itu untuk Sasa dan Akmal, bukan putri yang lain. Ternyata Akmal juga tengah memperhatikan hal itu, rasanya ingin sekali memeluk Akmal dan mengatakan jika semua akan baik-baik saja tapi Nina tidak bisa melakukan hal itu di depan umum,


Hingga akhirnya Kamal dan keluarga barunya, juga Sasa berjalan menghampiri mereka saat Sasa menunjuk ke arah Nina dan Akmal berada.


"Tidak menyangka kita bertemu di sini," ucap kamal bahkan tanpa rasa bersalah sedikitpun.


"Iya Na, padahal kita nggak janjian loh." Silvi pun juga ikut menimpali sambil membantu Sakila turun dari gendongan suaminya.


"Ya bagaimana, memang di sini tempat favorit anak-anak sejak dulu. Aku rasa favorit mas Kamal juga makannya mas Kamal ngajak kamu makan di sini." ucap Nina sambil meraih Sasa dari gendongan Kamal.


Seketika Silvi kehilangan senyuman nya dan Kamal pun menyadari hal itu,


"Ahhh iya, bagaimana kalau kita bergabung saja sayang, jarang-jarang kan kita makan bersama kayak gini." ucapnya pada Silvi.


"Tapi maaf, saya dan anak-anak sudah selesai jadi kalau kalian mau makan silahkan, kami akan segera pergi."


"Tapi ibuk, bakso Sasa masih banyak." rengek Sasa, karena memang saat ini bakso di mangkuk Sasa masih banyak.


"Sudahlah Nin, jangan begitu. Kamu mau anak-anak jadi jauh sama ayahnya!?" protes Kamal membuat Nina tidak bisa beralasan lagi untuk pergi apalagi terlihat sekali Sasa begitu ingin bersama ayahnya.


Akhrinya Kamal dan keluarga barunya pun ikut bergabung,


"Mas Kamal kenapa bisa di sini? Sama Silvi juga?" tanya Nina yang sebenarnya penasaran dari pada membicarakan hal lain yang membuat Nina semakin kesal pada istri baru mantan suaminya.


"Oh iya, jadi sebenarnya aku tidak menengok anak-anak ada alasannya. Ya ini alasannya, aku harus mengurus kepindahan kami ke kota, apalagi Silvi seorang PNS, ia harus mutasi untuk mendapatkan tempat baru di sini, juga sekolah Sakila. Jadi kamu jangan salah faham." ucap Kamal menjelaskan, sepertinya ia juga tidak mau Nina dan anak-anak nya salah faham.


"Ohhhh, bukan urusan Nina juga sih mas."


"Ayah, aku mau di suapi." Sakila tiba-tiba menyela obrolan Kamal dengan Nina.


"Ahh iya sayang," dan dengan sigap kamal menyuapi putri sambungnya itu.


Teringat sekali, bahkan saat masih menjadi istri Nina, sekalipun Kamal tidak pernah menyuapi anak-anaknya makan, ia selalu beralasan inilah, itulah dan Nina selalu bisa mengerti, tapi sekarang bahkan di depan matanya dan anak-anak pria itu malah menyuapi anak lain.


Srek srek


Tiba-tiba ujung baju Nina ditarik beberapakali oleh Sasa membuat Nina menoleh pada putrinya itu,


"Iya sayang, ada apa?" tanya Nina sedikit berbisik, terlihat sekali jika Sasa tidak ingin bicara dengan keras.


"Ayah kenapa menyuapi Sakila? Kan anaknya Sasa sama kak Akmal." protesnya dengan mata yang sudah berkaca-kaca dan sebentar lagi tumpah.


Walaupun saat ini hatinya penuh, tapi Nina harus bisa menahannya demi anak-anak nya.


***


"Kalian yakin nggak mau di rumah bibi Mita saja?" tanya Nina meyakinkan.


"Nggak pa pa buk, kan di depan ada scurity. Akmal juga akan jaga Sasa, Akmal janji nggak akan menyalakan kompor atau apapun selain tv."


"Tapi nanti kalau bibi Mita kecewa bagaimana?"


"Kan bibi Mita baik, pasti mereka may memaafkan kita."


Setelah dengan penuh pertimbangan dan wanti-wanti akhirnya Nina mengijinkan anak-anaknya untuk tetap tinggal di rumah selama ia tinggal kerja, sepulang dari sekolah.


"Baiklah, ibuk berangkat kerja dulu ya. Kalian baik-baik di rumah. Njanji nggak menyalakan apapun dan kunci pintunya dari dalam."


"Siap ibuk."


Akhrinya meskipun dengan berat hati Nina pun meninggalkan anak-anaknya sendiri di rumah. Ia juga sadar, ia tidak mungki. Terus-terusan merepotkan sahabatnya itu, apalagi perut sahabatnya sudah semakin besar, dan sebentar lagi melahirkan. Tidak mudah mengurus bayi dan masih ditambah mengurus dua anak sekaligus.


"Kakak aku lapar." rengek Sasa membuat Akmal menoleh pada adiknya yang tengah memegangi perutnya.


"Bentar ya, kakak lihat di dapur dulu. Siapa tahu ada makanan."


Akmal pun segera beranjak dari duduknya dan mencari makanan di dapur, dan ternyata semua makanan sudah habis mereka makan sepulang sekolah tadi. Hanya tinggal kauk yang berada di balik tudung saji di atas meja makan. Sedangkan nasinya habis.


Ia sudah berjanji pada ibunya jika tidak melakukan apapun dengan semua alat masak ibunya.


"Aku nggak mungkin masak." gumamnya.


"Kakak, bagaimana?" pertanyaan Sasa membuyarkan lamunannya, ternyata adik perempuannya sudah berdiri di belakangnya.


"Hanya ada lauk dek,"


"Kumita telpon ibuk ya, kak. Bilang kalau kita butuh nasi."


"Jangan, jangan!" dengan cepat Akmal mencegahnya meskipun Sasa belum melakukan apapun.


beruntung sebuah mobil baru saja parkir di halaman samping.


Mungkin om itu punya sesuatu, .batin Akmal.


"Tunggu sebentar ya dek."


"Kakak mau ke mana?"


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga yang banyak hadiahnya biar bisa up tiap hari.


. Follow akun Ig aku y.


Ig triani5249,


...Happy Reading 🥰🥰🥰...