
Mungkin karena anak-anak tidak tidur siang membuat mereka tertidur di dalam mobil, suasana di dalam mobil menjadi begitu hening setelah celotehan mereka pun berakhir hanya terdengar nafas halus dan teratur dari anak-anak Nina. Hingga Nina teringat tentang sesuatu yang ia temukan di tempat sampah pria itu di rumah atas beberapa waktu lalu.
"Pak,"
Pria yang tengah fokus mengemudi itu menoleh pada Nina sejenak lalu kembali menatap ke arah jalanan,
"Katakan," ia tahu jika Nina ingin mengatakan sesuatu padanya.
"Sebenarnya beberapa waktu lalu Nina menemukan ini," ucap Nina sambil menunjukkan sebuah bukti pembelian dari salah satu toko elektronik di pusat kota dan bentuknya sudah lecek karena sebelum membuangnya ke tempat sampah Dirga sudah lebih dulu meremasnya hingga membentuk bulatan.
"Oh itu," Dirga memberi jeda pada ucapannya tapi Nina tidak berniat menyelanya, ia lebih memilih menunggu Dirga menyelesaikan ucapannya,
"Jangan berpikir macam-macam soal itu. sebelum saya membeli iPad itu saya sempat mendengar peraturan baru jika di sekolah Akmal diwajibkan untuk memiliki iPad sendiri karena beberapa ujian di anjurkan menggunakan Andoid."
"Dan kebetulan saya mengetahui kalau Akmal tengah berulang tahun , jadi saya pikir benda itu cocok jika saya hadiahkan pada Akmal karena Akmal anak yang baik, tidak lebih." Dirga berusaha menjelaskan agar Nina tidak salah faham padanya.
"Jadi soal voucher restauran itu_?"
"Kebetulan memang tengah ada promo seperti itu, jadi jangan khawatir soal restoran itu."
Nina pun mencoba untuk percaya, "Tapi pak, iPad nya terlalu mahal, seharusnya tidak perlu semahal itu."
"Kenapa jadi kamu yang ngatur, kan saya yang mau kasih hadiah."
Seketika Nina tercengang, bukan dia yang galak tapi Dirga lebih gakal di banding dirinya.
"Maaf pak,"
"Itu lebih bagus dari pada kamu mendebatku."
***
"Mau ke mana? Kenapa rapi sekali?" tanya Dirga yang tanpa sengaja berpapasan dengan Nina di halaman rumah, seharusnya ini kantor libur untuk memperingati anniversary yang ke lima perusahaan Dirga untuk menyiapkan acara nanti malam. Semua karyawan termasuk Nina di undang di acara nanti malam.
Nina berpenampilan begitu rapi, bahkan saat bekerja pun Nina tidak Serapi ini. Ia memakai Tunik long yang di padukan dengan rok plisket dengan Gasper di pinggang tampak begitu pas untuk Nina, dengan jilbab segi empat yang di kancingkan di bahu hingga membuat dadanya tertutup sempurna.
Dirga juga mengedarkan pandangan ke arah rumah, tapi terlihat sepi. sepertinya Nina sudah mengantar mereka ke kantor.
"Pak Dirga mau ke kampus ya?" bukannya menjawab pertanyaan Dirga, Nina malah balik bertanya membuat Dirga mengertukan keningnya.
"Apa sudah menjadi kebiasaan kamu ya, begitu!?" ucap Dirga dengan memiringkan bibirnya membentuk senyum tipis.
"Begitu?" Nina tidak menyadari kesalahannya.
"Ya, begitu. Kalau berdasarkan yang saya baca, di pelajaran bahasa Indonesia dasar. Bahkan apabila bertanya itu berarti harus di jawab bukan di tambah dengan pertanyaan lain. Atau mungkin memang guru bahasamu mengajarkan hal itu." ucap Dirga dengan sedikit menyindir Nina.
"Maaf, sebenarnya Nina mau ke pengadilan agama." tersirat kesedihan saat Nina mengucapkan tentang pengadilan agama.
Sejenak Dirga terdiam, walaupun tidak yakin tapi beberapa waktu lalu Fajar mengatakan padanya kalau Nina menangis setelah menerima surat yang katanya dari pengadilan, mungkin ini ada hubungannya dengan kepergian Nina ke pengadilan hari ini.
"Boleh saya ikut?" tanya Dirga kemudian membuat Nina tercengang, "Maksudnya, hari ini kebetulan saya tidak sedang sibuk. Lagi pula saya juga ada yang ingin saya ambil di sana." jelasnya kemudian agar Nina tidak salah faham dengannya.
***
"Bu Nina?" tanyanya, pria berbadan sedikit berisi dengan kaca mata tebal yang menggantung di pangkal hidungnya, penampilannya rapi lengkap dengan jas hitam yang menutupi kemeja putihnya.
Nina pun segera bangun dari duduknya saat pria itu mengulurkan tangan padanya,
"Iya?" tanya Nina penasaran dengan pria di depannya itu.
"Perkenalkan saya Mada, pengacara bapak Kamal. Saya ingin membicarakan banyak hal dengan anda sebelum sidang di mulai, apakah anda bersedia?" tanyanya dan Dirga pun segera berdiri.
"Tidak!" ucap Dirga membuat pria itu menoleh padanya.
"Anda siapa?"
"Saya Dirga Wikrama, pengacara Bu Nina."
Pria itu tampak kembali lebih memperhatikan Dirga begitu juga dengan Nina. Yang Nina tahu Dirga seorang dosen dan pengusaha bukan pengacara.
"Pak,"
segera Dirga memberi isyarat pada Nina untuk menurut saja padanya.
Beruntung nomor mereka segera di panggil dan mereka mendapat nomor antrian ke lima orang berkasus di sana.
"Maaf yang mulia, Bu Nina ini baru saja bekerja dan pendapatannya tidak seberapa untuk bisa mencukupi kebutuhan dua anak."
"Maaf yang mulia, saya keberatan. Bu Nina sangat giat bekerja, bahkan dalam sehari penghasilnya diluar pekerjaannya sebagai cleaning service jauh lebih besar karena Bu Nina menjadi salah satu chef di sebuah restoran yang cukup ternama."
"Justru itu yang mulia, klien saya khawatir jika Bu Nina terlalu sibuk bekerja, Bu Nina akan mengabaikan anak-anak. apalagi baru aja anak laki-laki dari klien saya dan Bu Nina ini baru saja keluar dari rumah sakit karena keteledoran Bu Nina."
"Saya keberatan yang mulia. Anak klien saya masuk rumah sakit bukan karena teledor. demam berdarah bisa menyerang siapa saja di musim yang seperti ini."
"Yang mulia, Bu Nina belum menikah, sedangkan klien saya sudah menikah. Saya rasa jauh lebih baik anak-anak tinggal bersama klien saya karena sudah pasti anak-anak ada yang menjaga."
Persidangan pertama hari ini berjalan begitu pelik dan banyak drama, mulai dari menghitung gaji hingga mengungkit banyak hal untuk menyudutkan pihak Nina.
"Persidangan di tunda sampai Minggu depan."
Bersambung
Maaf ya teman-teman dua hari ini nggak up, banyak sekali pekerjaan di dunia nyata yang nggak bisa di tinggal. Ayo dong teman-teman banyak kasih like dan komentar di setiap bab biar retensinya juga bisa naik. Terimakasih
Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga yang banyak biar bisa up tiap hari
Follow akun Ig aku ya
Ig @tri.ani5249
...Happy Reading 🥰🥰🥰...