AFTER THE DIVORCE

AFTER THE DIVORCE
62. kedatangan Wulan



Setelah memastikan Wulan duduk, Nina pun ikut duduk.


"Saya sudah mendengar gosip tentang kamu." ucap Wulan dan Nina hanya tersenyum. Jujur Nina tidak tahu gosip apa yang di maksud oleh orang di depannya ini.


"Kamu tahu saya?" tanya Wulan dan Nina menggelengkan kepalanya. Ia bukan penikmat gosip jadi ia bahkan tidak mengenali wanita di depannya itu juka wanita itu tidak memperkenalkan diri.


Wulan memperhatikan penampilan Nina, tampak ada senyum smirt yang menghiasi wajah cantik nan bertabur make up itu. Nina yang merasa diperhatikan pun memilih mengalihkan tatapan ke tempat lain, ia tidak suka di perhatikan seperti itu.


"Jadi yang seperti ini yang ingin bersaing dengan saya!?" ucapnya dengan nada mencibir, seketika Nina menoleh padanya, menatap dengan penuh tanda tanya.


"Maksudnya apa ya?" tanya Nina tidak mengerti. Ia merasa semalam tidak bermimpi apapun hingga ia di pertemukan dengan orang aneh di depannya itu. Jika tidak ingat usia mungkin Nina sudah melabraknya sekarang.


"Mas Dirga tidak juga menikah karena dia masih mencintai saya, jadi jangan pernah berharap kamu bisa menggantikan posisi saya di hati mas Dirga."


Dari ucapan wanita Nina kini mengerti, mungkin orang ini yang di maksud oleh wanita yang kemarin menemuinya yang ia tahu bahwa dia adalah mama dari Dirga.


Dari cara bicara wanita di depannya itu, Nina sudah bisa sedikit menilai wanita di depannya itu.


"Jadi jangan terlalu banyak berharap bahwa dia akan mencintai kamu seperti layaknya seorang istri. Dari pada menyesal kemudian, lebih baik kamu mundur sekarang. Dan untuk anak-anak kamu, mas Dirga hanya merasa kesepian karena jauh dari Dava. Kamu sudah lihat kan Dava, dia putra saya. Mas Dirga begitu menyayanginya, tidak akan ada yang bisa menggeser posisi Dava di hari mas Dirga." ucap Wulan panjang lebar.


Bukannya merasa direndahkan, Nina malah tersenyum. Nina memperbaiki duduknya dan


"Terimakasih, anda terlalu baik hingga mau mengingatkan saya bahwa pak Dirga memang pantas untuk mendapatkan cinta yang lebih baik dari anda. Sekarang saya menyesal karena telah begitu ragu menunda pinangan dari pak Dirga, seandainya saya tahu dari awal mungkin saya tidak akan membuang waktu pak Dirga."


Mendengar tanggapan dari nina, wajah Wulan seketika berubah kesal. Nina kembali tersenyum dan berdiri dari duduknya, menarik tas kainnya dan membungkukkan badannya.


"Sampai jumpa lagi dengan status yang lebih baik." ucap Nina kemudian berlalu meninggalkan Wulan yang tengah menahan kesal. Ia tidak menyangka pertemuannya dengan Nina malah membuat rencananya untuk membuat wanita itu mundur berbalik. Nina malah mantap untuk menerima pinangan dari pria yang pernah menjadi kekasihnya itu.


Nina berjalan mendekati pagar pembatas tempat bermain anak-anak nya, ia melambaikan tangannya pada anak-anaknya.


"Sudah sore sayang, ayo pulang."


Tampak Akmal dan Sasa berpamitan pada Dava. sepertinya mereka sudah saling berkenalan karena kebetulan di tempat itu hanya ada mereka bertiga dan beberapa anak balita yang di dampingi orang tuanya saat bermain.


"Padahal Akmal dan Sasa masih asyik bermain loh buk." keluh Akmal.


"Lain kali kita ke sini lagi ya, sekarang pulang dulu."


akhirnya meskipun berat Akmal dan Sasa ikut pulang, sepanjang perjalanan pulang Nina tidak bisa berhenti memikirkan perkataan Wulan.


Wulan adalah wanita yang pernah di cintai oleh Dirga, tapi begitu bertemu langsung dengan wanita itu, Nina begitu bersyukur karena akhrinya Dirga tidak jadi menikah dengan wanita seperti itu.


Pak Dirga terlalu baik untuk mbak Wulan ....


Sesampai di rumah, Nina mendongakkan kepalanya ke lantai atas, tampak pintu masih tertutup dan lampu belum menyala menandakan penghuninya belum kembali.


"Kalian mandi dulu ya." ucap Nina dan Akmal pun mengajak adiknya masuk ke dalam rumah.


Mereka sudah punya tugas masing-masing. Setelah mandi karena hari ini hari Minggu Nina yang akan mengantar ke tempat mengaji. Biasanya selain hari Minggu, Nina memilih jam malam setalah magrib.


Nina tidak menunggui mereka karena biasanya Akmal dan Sasa akan lanjut sholat magrib sekalian di masjid dan baru akan pulang sehabis isya' karena di sana banyak teman-teman yang juga mengaji hingga isya'.


Nina memilih kembali ke rumah dan berharap Dirga sudah kembali. Tapi dia ternyata belum juga kembali. Karena masih ada dua jam lagi hingga anak-anak nya kembali dari masjid tempat mereka mengaji, nina pun memutuskan memakai kembali jaket dan juga helmnya.


Setelah menyelesaikan sholatnya, Nina segera memakai kembali kaos kakinya,


"Nina,"


Suara Barito itu sontak membuatnya berbalik dan mencari sumber suara.


"Pak Dirga."


Dengan cepat Nina berdiri, pria yang di panggil pak Dirga itu sudah berdiri di ambang pintu mushola. Ia pun berjalan mendekati Nina yang sudah berdiri sempurna menghadapnya.


"Kenapa kamu di sini? Bukankah kamu sedang libur?" tanya Dirga penuh selidik.


"Pak_," ucapnya ragu, "Pak, aku mau menikah."


"Menikah? Dengan siapa?"


"Dengan pak Dirga, semoga tawaran itu masih berlaku." ucap Nina kembali ragu apalagi mengingat alasan pria itu ingin menikah dengannya sudah tidak ada lagi. Untuk memenangkan proses pengadilan mereka sudah punya bukti perselingkuhan Kamal.


"Masih!" dengan cepat Dirga menyambar ucapan Nina. "Kita menikah besok."


"Hahhh?" sekarang giliran Nina yang terkejut, ia tidak pernah berpikir akan secepat itu.


"Kenapa? Apa perlu hari ini?"


"Hahhh, enggak! Maksud Nina, besok saja."


"Deal."


***


"Kenapa ibu bisa sama paman Aga?" tanya Akmal antusias saat Nina turun dari mobil Dirga saat menjemput anak-anak di masjid.


"Kebetulan tadi ibuk ada urusan sebentar di kantor, iya kan buk?" Dirga mewakili Nina untuk menjawab.


Tentu kebersamaan Nina dan Dirga saat ini menimbulkan bisik-bisik antara orang tua yang kebetulan menjemput anak-anaknya. Apalagi dengan status Nina yang seorang janda dan juga Dirga yang seorang lajang. Meskipun baik Dirga maupun Nina sudah lapor ke RT tentang ijin tinggal mereka. Tapi tetap saja, segala prasangka tetangga tidak bisa mereka kendalikan.


Dirga maupun Nina menyadari semua itu. Membuat Nina merasa tidak nyaman, ia ingin sekali segera masuk kembali ke dalam mobil tapi Dirga mencegahkan.


"Tunggu!" ucap Dirga lirih.


"Mohon maaf minta waktunya sebentar ibu-ibu semua, kebetulan ada yang ingin saya sampaikan." ucapnya pada ibu-ibu itu.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga yang banyak biar bisa up tiap hari


Follow akun Ig aku ya


Ig @tri.ani.5249


Happy Reading 🥰🥰🥰