
...Jika orang bilang kamu adalah cinta pertama bagi anak perempuanmu, kenapa kamu menyakitiku begitu dalam, Ayah!...
...🌺🌺🌺...
"Udah ya, gue di tunggu sama pacar baru. Lain kali kita ketemu lagi." ucap wanita yang tengah mengobrol dengan Silvi itu.
"Ahhh iya," Silvi melambaikan tangannya mempersilahkan temannya itu untuk berlalu.
Silvi kembali fokus pada suaminya yang tengah bermain dengan anak-anak, pikirannya kembali melayang pada ucapan temannya yang baru saja berlalu itu.
"Apa iya mas Kamal akan kayak gitu? Kalau iya gimana? Nggak pokoknya nggak akan aku biarkan itu terjadi. Aku nggak mau jika harus ngurus anak-anak mas Kamal sama Nina, Sakila aja sudah cukup membuat aku repot, belum lagi anak yang ada dalam kandunganku."
Hehhhh
Silvi menghela nafas, mencoba melupakan apa yang tengah berkecamuk dalam pikirannya tapi nyatanya tidak bisa.
"Nggak, aku harus ngomong sama Nina. Dia nggak boleh enak-enakan dan aku yang dapat susahnya. Lagi pula aku sudah rela berbagi nafkah sama dia dan anak-anaknya jangan sampai aku harus mengurus mereka juga." gumamnya pelan hingga ia tidak sadar jika Kamal tengah berjalan menghampirinya diikuti dengan anak-anaknya.
"Sayang, mikirin apa?"
Pertanyaan itu membuyarkan lamunan Silvi, ia segera tersenyum hingga menampakkan jejeran gigi putihnya yang rapi dan menggelengkan kepalanya.
"Nggak pa pa mas, kenapa ke sini?"
"Anak-anak sudah capek bermain, aku sudah janji mau Carikan boneka baru kan buat Sakila sama Sasa."
"Kenapa Sasa juga mas?" pertanyaan Silvi langsung mendapat tatapan protes dari Kamal membuat Silvi dengan cepat mengoreksi ucapannya,
"Maksudnya Silvi gini mas, kan Sasa nggak rusak mainannya, lagi pula waktu itu saat aku dan Sakila berkunjung ke rumah kontrakan Nina, aku lihat mainan Sasa banyak mas. Dari pada di hambur-hamburkan buat beli mainan mending di tabung mas, biaya sekolah mereka kan semakin hari semakin besar."
"Tapi kan mas sudah janji tadi mau belikan mainan baru buat Kila." Kamal sudah terlanjur janji pada anak sambungnya itu, dan lagi Sakila juga sudah merengek minta dibelikan mainan membuat Kamal tidak bisa berkutik lagi.
"Ya udah mas, hari ini Kila dulu yang di belikan. Lain kali Sasa,"
"Baiklah kalau gitu, kamu mau tetap di sini atau ikut?"
Mendapat pertanyaan itu berhasil membuat Silvi berpikir keras,
Males sih sebenernya kemana-mana, enakan di sini adem. Tapi ..., kalau aku nggak ikut mas Kamal pasti bakal belikan anak-anak itu mainan juga, jatah bulanan aku bisa berkurang lagi dong, nggak nggak, nggak boleh ....
"Di tanya kok malah bengong sih sayang!?"
"Aku ikut aja mas, pengen jalan-jalan juga." ucap Silvi sambil berdiri dari duduknya dan menggandeng tangan Kamal.
Setelah berkeliling sebentar, akhirnya mereka sampai juga di sebuah toko mainan yang paling lengkap di pusat perbelanjaan itu.
"Horeeeee, Kila boleh pilih apa aja kan ma, pa?" Sakila begitu bersemangat berbeda dengan Sasa, ia ingin sekali meminta tapi Silvi selalu memberi tatapan tidak suka padanya membuat Sasa terus berjalan di belakang sang kakak.
Sakila pun langsung berlarian mencari dan memilih mainan yang ia suka.
Sedangkan Sasa masih diam dan berjalan menggandeng kakaknya di belakang sang ayah dan ibu sambungnya.
"Apa adek juga mau mainan?" tanya Akmal dengan suara lirih dan Sasa pun menggelengkan kepalanya.
"Adek ingat, waktu itu kan kakak sempat buka celengan kakak, sekarang uang celengan kakak masih sisa dua puluh ribu. Kalau adek mau, adek bisa pilih mainan, nanti kalau kurang biar kakak minta sama ayah, pasti ayah akan kasih uang tambahan, asal jangan banyak ya tambahannya, bagaimana?"
"Kakak serius?"
"Hmmmm, nanti kita nabung lagi biar bisa beli mainan yang lebih bagus."
"Iya kak, Sasa mau."
Sasa pun diikuti Akmal memilih maian yang harganya tentu di bawah lima puluh ribu.
ternyata hal itu menarik perhatian Silvi yang tengah mengikuti Sakila memilih mainan.
"Bentar ya mas, kamu jagain Silvi dulu."
"Itu, aku mau ke Akmal. Takut adiknya di ajak main jauh-jauh, kalau mainnya kejauhan kan kita juga yang repot mas."
"Oh iya, baiklah."
Silvi pun berjalan menghampiri Sasa dan Akmal yang berada di lorong agak jauh dari Kamal dan Silvi juga Sakila.
"Kalian ngapain ikutan milih? Tadi nggak denger apa yang dikatakan ayah kalian?"
Pertanyaan itu seketika menghentikan senyum dan kegiatan Sasa juga akmal,
"Ini bi, Sasa pengen beli mainan juga. Tapi bibi jangan khawatir, kebetulan Akmal punya tabungan, jadi biar akmal yang belikan mainan buat Sasa."
"Ohhh," seketika emosi Silvi sedikit mereda, "Tapi awas ya kalau sampai minta tambahan ayah kalian. Ayah kalian lagi nggak punya uang, jadi jangan banyak menyusahkan."
"Iya bi." jawab Akmal pasrah dan Silvi pun kembali menghampiri suaminya.
"Bagaimana sayang?"
"Sudah mas, tadi aku sudah kasih tahu Akmal agar jangan jauh-jauh. Ya udah ayok mas, kasihan Kila."
Selagi Kamal menemani Sakila, terlihat Sasa memilih duduk di tepi lorong rak mainan,
"Kenapa malah duduk, dek?"
"Sasa nggak mau mainan lagi, kak."
"Kenapa?"
"Ayah pasti marah kak kalau Sasa beli mainan."
"Tapi kan yang beli kakak."
"Tapi uang kakak kan cuma dua puluh ribu kak, mana cukup buat beli mainan?"
"Cukup! Ayo sini kakak tunjukin, tadi kakak sempet lihat boneka yang bagus dan murah."
Akmal pun segera menarik tangan Sasa dan mengajaknya ke keranjang obral mainan, biasanya di keranjang itu mainan produk lama akan di jual setengah harga. Dan benar saja akhirnya Sasa dapat sebuah boneka Barbie kecil yang lucu.
"Dapat kan. Gimana Sasa suka?"
"Suka kak."
"Ya udah, kalau gitu kita bayar di kasir ya."
"Iya kak."
Tepat saat mereka berada di kasir, ternyata Sakila pun juga tengah antri di sana dengan membawa sebuah boneka besar yang beberapa waktu lalu sempat Sasa ingin beli tapi belum bisa, seketika senyum Sasa kembali redup.
Beruntung Akmal menyadarinya, ia pun kembali menggenggam tangan sang adik,
"Nanti kakak akan menabung lebih keras lagi ya, dan kita bisa beli boneka yang lebih bagus dari punya Kila."
Walaupun sebenarnya sedih tapi Sasa bukan termasuk anak yang gampang rewel hingga ia hanya mengangukkan kepalanya setuju.
Bersambung
Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga yang banyak biar bisa up tiap hari
Follow akun Ig aku ya
Ig @tri.ani5249
...Happy Reading 🥰🥰🥰🥰...