
"Lama sekali sih Ga, mama Sampek hampir lumutan nunguin kamu."
"Maaf ma, kan tadi Aga sudah bilang mau ketemu klien dulu."
"Kamu kan bosnya, kenapa sih nggak suruh Harun aja buat gantiin kamu."
"Kasihan ma Harun kalau apa-apa Harun, meskipun pun bos kan juga nggak bisa semena-mena sama karyawan."
"Sudah ah, debat sama kamu nggak ada habisnya. Ayo cepetan temenin mama," ucap wanita itu sambil menarik tangan Dirga, dia adalah Bu Sasmita.
"Ulang tahun Dava masih satu bulan lagi kan ma, kenapa cari kadonya sekarang sih?"
"Mama takut nggak sempet, kan lusa mama sudah harus ke luar negri lagi selama dua Minggu."
Hehhhh ....
Dirga hanya bisa menghela nafas,
"Sudah ah, jangan protes aja." ucap hu sasmita sambil menarik tangan putranya itu.
Jika bersama sang mama, wajah dingin dan tegasnya tiba-tiba menghilang berubah menjadi wajah yang hangat.
Akhirnya mereka pun menuju ke salah satu pusat mainan terbesar di mall itu, di sana berjejer bermacam-macam mainan dengan berbagai ukuran. Mulai dari yang kecil hingga yang besar, yang murah hingga yang paling mahal.
Mainan anak laki-laki dan anak perempuan berada di rak-rak yang berbeda.
Senyum Dirga melengkung saat melihat jejeran boneka, ia sudah bisa membayangkan senyum manis Sasa saat memainkan boneka-boneka itu.
"Ihhh Aga, kok malah berhenti di sini sih, Dava itu anak cowok masak mau di belikan boneka." keluh Bu Sasmita membuat Dirga mengurungkan niatnya untuk mengambil boneka itu.
"Baiklah, mama mau cari kado apa?"
"Bagaimana kalau mobil-mobilan?"
"Terserah mama, kan yang mau beli mama."
"Tapi kamu kan cowok, pasti kamu yang paling ngerti apa yang di sukai anak cowok seumuran Dava."
Dirga dan sang mama malah saling debat sambil memilih-milih mainan hingga akhrinya mereka menemukan sebuah tembak-tembakan dan sebuah mobil -mobilan yang di lengkapi dengan beberapa alat canggih hingga memungkinkan mobil-mobilan itu bisa bergerak lincah.
"Ini aja ma?"
"Iya, ini sudah dua."
"Ya udah mama ke kasir dulu ya, ada yang ingin Aga beli." ucap Dirga sambil berlalu begitu saja meninggalkan sang mama. Meskipun ingin protes tapi Dirga sudah terlanjur jauh tidak memungkinkan buat Bu Sasmita berteriak.
Ternyata Dirga kembali dengan membawa sebuah boneka besar dan juga sebuah mobil-mobilan yang sama persis seperti yang di beli Bu Sasmita.
Bu Sasmita menunggui hingga mereka keluar dari toko batu bertanya tentang mainan lain yang di beli oleh putranya itu.
"Ada apa ma, lihatin Aga kayak gitu?" tanya Dirga saat mendapat tatapan aneh dari sang mama.
"Ada yang kamu sembunyikan ya sama mama?"
"Apaan sih ma, ya enggak lah."
"Itu mainan buat siapa?"
"Oh ini," Dirga sedikit mengakat kantong kresek besar di tangannya karena ukuran boneka itu terlalu besar untuk di masukkan ke dalam paper bag. "Ini untuk teman anak teman Aga ma, yang lagi ulang tahun."
"Memang harus semahal itu ya?"
"Maksud nya?"
"Ya maksud mama sudah jelas, kan nggak mungkin kalau bukan untuk orang yang spesial dengan harga yang lumayan mahal loh itu." nyonya Sasmita masih menatap putranya itu dengan tatapan penasaran.
"Bukan apa-apa, hanya ingin saja." ucap Dirga sambil berlalu dari hadapan mamanya, tidak lupa ia juga mengambil baper bag yang ada di tangan sang mama.
***
Rumah itu memang besar, tapi ruang keluarga yang ada di lantai bawah tepat berada di bawah ruang santai yang ada di depan ruang kerjanya, sambil menatap mainan yang baru ia beli tadi sore, ia bisa membayangkan senyum bahagia dari anak-anak itu.
Hingga suara kembali tenang bersamaan dengan lampu yang di matikan menandakan jika anak-anak itu sudah pergi tidur.
***
Pagi ini seperti biasa Nina mengantar anak-anak nya terlebih dulu ke sekolah barulah ia kembali ke rumah untuk membersihkan rumah atas karena ia mendapat sift siang.
Langkahnya cepat menaiki tangga yang ada di dalam rumah, tangga yang menghubungkan rumah bawah dan atas, tangga yang berada tepat di ruang makan. Sebenarnya mudah baginya jika ingin bertemu dengan pemilik rumah itu, karena tidak ada pintu yang memisahkan antara atas dan bawah, tapi untuk menghormati syarat dari pemilik rumah, ia tidak akan naik jika pemilik rumah ada di dalam.
Nina begitu cekatan membereskan meja yang sedikit berantakan hari ini, sepertinya pemilik rumah tengah buru-buru hingga ia tidak sempat membereskanya.
Kemudian manik mata coklat milik Nina tertarik pada kantong plastik besar yang ada di atas sofa,
"Bukankah itu boneka?" gumamnya lirih sambil berjalan mendekatinya. Tangannya tertarik untuk memegangnya, "Kenapa dia membeli boneka? Bukankah dia tinggal sendiri?"
Kemudian tangannya menemukan sebuah mainan lagi yang terletak di bawah boneka besar itu, sebuah paper bag besar yang isinya juga mainan.
"Sudahlah, bukan urusanku."
Nina pun memilih melanjutkan pekerjaannya karena satu jam lagi ia harus sudah berangkat ke tempatnya bekerja.
Baru saja bersiap untuk berangkat dan membuka pintu, seseorang sudah berdiri di depan pintu membuat Nina sedikit terkejut.
"Silvi?"
"Selamat pagi Nina,"
"Pagi, tapi maaf bukan bermaksud mengusir tapi saya harus berangkat kerja sekarang."
"Nggak pa pa, aku hanya sebentar kok, lima menit saja, bisa kan?"
Akhrinya Nina setuju, Nina pun mengajak Silvi untuk duduk di teras,
"Ada apa?"
"Nin, aku butuh uang buat periksa kandungan, uang yang di berikan mas Kamal hanya cukup untuk sehari-hari soalnya sebagian diberikan sama kamu,"
"Jadi?" walaupun ia sudah tahu maksud Silvi tapi ia masih diam.
"Jadi bisa kan pinjamkan uang padaku."
"Bukankah kamu sudah punya gaji yang besar jadi PNS?"
"Gajiku khusus buat biaya sekolah Sakila, itu pun tidak cukup,"
Hehhhh, dia kan punya bapak. Kenapa nggak minta bapaknya aja ..., batin Nina kesal.
Nina pun merogoh tas kainnya, mengambil amplop yang bahkan belum dia buka, amplop pemberian dari mantan suaminya,
"Ambil saja, aku rasa kamu lebih membutuhkan dari pada anak-anak ku." ucap Nina dengan tegas dan ia pun segera berdiri dari duduknya, "Maaf saya harus berangkat, jika kamu masih mau istirahat silahkan tapi maaf di luar saja ya, assalamualaikum."
Akhirnya Nina benar-benar pergi dengan perasaan kesal. Ia benar-benar tidak menyangka akan dipertemukan dengan orang-orang seperti itu dalam hidupnya.
Bersambung
Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga yang banyak biar bisa up tiap hari
Follow akun Ig aku ya
Ig @tri.ani5249
...Happy Reading 🥰🥰🥰...