(Family) Bound

(Family) Bound
Janji Seorang Ibu



BRAAAAAKK..!!


Arian melempar gelas yang ada diatas meja. Dia menatap wanita dihadapannya dengan tatapan murka.


"Rian..!!" Seru Vanessa, kakak sulung Arian yang juga ibu Kate. Wanita 54 tahun itu memandang adiknya dengan tatapan tidak percaya.


"Apa maksudmu Kate akan menikah dengan Simon..??!!" Tanya Arian pada kakak perempuannya.


"Mereka sudah dewasa dan saling mencintai. Apa salahnya kalau mereka menikah..??!!" Jawab Vanessa.


"Keluarga Simon hanya pelayan untuk keluarga suamimu..!!" Seru Arian.


"Kami tidak pernah mempermasalahkan itu. Sama seperti Simon yang tidak pernah bermasalah dengan keadaan Kate. Kamu tahu sendiri bagaimana Kate. Sudah bagus Simon mau menerima dia. Dan lagi keadaan kami sekarang tidak seperti dulu. Tidak tahu berapa lama kami bertahan dan apakah kami akan bisa bertahan. Sedangkan Simon sudah mapan, memiliki usahanya sendiri dan cukup maju. Jadi akan lebih baik kalau Kate menikah dengannya. Simon akan bisa menjaga dan memenuhi kebutuhan Kate." Kata Vanessa menjelaskan.


"Aku tidak peduli..!! Kate tidak boleh menikah dengan siapapun..!!" Raung Arian.


"Arian..!! Sebenarnya apa maumu..??!! Aku tahu kamu sangat dekat dengan Kate sejak kecil. Tapi dia sudah dewasa dan memiliki hidupnya sendiri..!!" Seru Vanessa.


"Kate adalah milikku..!! Hanya milikku..!!" Teriak Arian.


"ARIAN..!!" Seru Vanessa melihat Arian yang seperti orang kesetanan.


"Mama..??" Panggil Kate yang baru saja datang bersama Simon. Saat keluar dari mobil, Kate dan Simon mendengar suara ribut dari dalam rumah hingga membuat mereka kawatir.


"Kate..!!" Panggil Arian sembari menghampiri Kate. Wanita itu tampak ketakutan dan bersembunyi dibalik tubuh kokoh Simon.


"Maaf, pak Arian. Tapi tolong jangan mendekat." Tegur Simon.


"Menyingkir..!! Jangan ikut campur urusanku dengan dia..!! Kamu dan keluargamu hanyalah orang-orang yang mengabdi pada keluarga kakak iparku selama turun temurun. Kalian hanyalah pelayan..!!" Seru Arian.


"ARIAN..!! BERHENTI MENGHINA SIMON..!!" Seru Vanessa membela calon menantunya.


"Kenapa kamu begitu marah mendengar rencana pernikahan mereka..??!! Ingat keponakanmu sudah dewasa..!!" Lanjut Vanessa.


"Aku tidak peduli..!! Kate milikku..!! Sampai kapanpun aku tidak akan melepasnya..!!" Seru Arian.


"Apa maksudmu..??" Tanya Vanessa keheranan.


"Jangan..!! Oom Arian, aku mohon jangan lakukan itu." Pinta Kate sembari menahan Arian yang akan berbicara pada Vanessa.


"Kamu tidak boleh menikah dengan Simon ataupun laki-laki manapun. Terserah kamu mau melempar tubuhmu pada siapa, aku tidak peduli. Tapi kamu tidak boleh menikah..!!" Desis Arian sembari mencengkeram erat wajah Kate dengan tangannya.


"Oom aku mohon hentikan." Pinta Kate memohon.


"Arian, lepaskan putriku..!!" Seru Vanessa.


"Melepasnya..?? Jangan harap." Geram Arian.


BUUGG..!!


Tiba-tiba Simon mendaratkan pukulan keras pada Arian. Tubuh Arian terjatuh ke lantai karena tidak siap dengan serangan Simon.


"Dasar Bi**tang..!! Apa tidak cukup kamu menyiksa Kate selama ini..??!!" Teriak Simon sengit.


"Ke**rat..!! Itu bukan urusanmu..!!" Teriak Arian tidak kalah sengit.


"Itu urusanku. Aku mencintai Kate dan kami akan segera menikah. Jadi berhenti mengganggu dia." Seru Simon.


Arian tertawa pelan dan perlahan kembali berdiri. Dia menatap Simon dengan tatapan mengejek.


"Apa kamu tahu bagaimana hubungan kami..??" Cibir Arian.


"Aku tahu. Aku sudah tahu semuanya dan aku menerima itu sebagai masa lalu Kate. Jadi tutup mulutmu dan berhenti mengganggunya..!!" Seru Simon.


"Kak, kamu tahu kenapa putrimu menjadi seperti ini..?? Kamu mau tahu siapa orang yang telah merusaknya..??" Tanya Arian dengan seringai menakutkan.


"TIDAAAKK..!! Oom Arian, aku mohon jangan lakukan itu." Kate terus memohon pada Arian tapi lelaki itu tampak tidak menghiraukan dia.


"Aku..!! Aku yang merusaknya..!! Aku yang merenggut kesuciannya secara paksa..!! Dan selama hampir 11 tahun dia selalu menjadi milikku..!!" Seru Arian.


"OOM...!!" Teriak Kate putus asa.


"Tidak mungkin." Kata Vanessa lirih.


"Ya. Itulah kenyataannya. Kamu pikir selama mengirim Kate ke Italia kamu sudah menyelamatkan dia..?? Justru kamu telah banyak membantuku karena aku bisa lebih leluasa untuk memiliki dia." Sahut Arian dengan wajah menakutkan.


"Jadi aku tegaskan sekali lagi. Kate adalah milikku..!! Sampai kapanpun aku tidak akan melepaskan dia..!!" Lanjut Arian.


PLAAAAAKK..!!


Vanessa menampar wajah Arian dengan keras. Napasnya tampak memburu karena menahan amarah.


"Kalau kamu marah atau kesal padaku, siksa aku semaumu..!! Kenapa kamu menyakiti putriku..!! Kenapa kamu menghancurkan hidupnya..??!!" Teriak Vanessa lagi. Kate menangis dan duduk bersimpuh di lantai melihat ibunya histeris.


"Aku mencintai Kate. Karena itu aku tidak akan melepasnya. Aku tidak peduli meski dia keponakanku." Desis Arian sambil menahan kedua tangan Vanessa yang terus memukulinya.


"Jangan ganggu hidup putriku..!! Biarkan dia bahagia, Arian. Aku mohon." Pinta Vanessa dengan wajah putus asa.


"Jangan harap..!! Apalagi ada anakku di rahimnya. Aku tidak akan pernah melepasnya." Kata Arian sambil menghempaskan tangan Vanessa.


"Anak..?? Jadi Kate.. dia sedang hamil..??" Kata Vanessa lirih.


Vanessa menghambur pada Kate dan bersimpuh dihadapan putrinya. Dia terus berteriak histeris sambil mengguncang tubuh Kate untuk mencari jawaban.


"Katakan, Kate. Apa benar kamu hamil..??!! Kamu hamil anak pamanmu..??!!" Tanya Vanessa histeris. Kate hanya bisa menangis dan mengangguk.


"Maafkan aku, ma." Kata Kate disela tangisannya.


"Yaaa Tuhaaaaann..!! Kenapa ini semua bisa terjadi..??!! Arian, kamu iblis..!! Kenapa kamu tega melakukannya pada putriku..??!!" Teriak Vanessa semakin histeris. Tangannya terus memukuli dadanya dengan keras.


"Mama, hentikan..!! Jangan lakukan ini, ma. Tolong jangan sakiti diri mama sendiri." Kata Kate berusaha menghentikan Vanessa.


"Nyonya, aku akan tetap menikahi Kate. Aku mencintai dia. Aku janji akan menjaga dia dan anaknya dengan hidupku." Kata Simon sambil mengelus punggung Vanessa untuk menenangkannya.


"Bre**sek..!! Jangan berani merebut Kate dariku..!! Dia milikku..!! Hanya milikku..!!" Seru Arian.


"Pak Arian, sadarlah. Kate keponakanmu..!!" Sahut Simon.


"Aku tidak peduli..!!" Teriak Arian.


Arian menghampiri Kate dan mencengkeram bahu wanita itu.


"Kate, jangan tinggalkan aku. Aku janji akan berubah. Aku memang sengaja membuatmu hamil karena takut kehilanganmu. Dan aku benar-benar gila saat kamu mulai menghindariku. Aku tahu kalau kamu ternyata benar hamil karena aku menyuruh orang untuk terus mengawasimu. Karena itu aku datang kemari untuk menemuimu. Tapi mamamu justru mengatakan kalau kamu akan menikah dengan Simon. Aku mohon, Kate. Beri aku kesempatan." Kata Arian memohon.


"Oom, tolong lepaskan aku. Kita memiliki hubungan darah, selama ini kita sudah melakukan dosa besar. Aku mohon, oom. Lagipula aku mencintai Simon dan kami akan segera menikah." Pinta Kate.


"Tidak..!! Aku mohon jangan katakan itu Kate. Aku tahu telah memilikimu dengan cara yang salah. Tapi aku mencintaimu, tolong jangan tinggalkan aku." Arian mulai terisak.


"Kamu tahu. Setelah memutuskan untuk memiliki anak denganmu perlahan aku meninggalkan semua bisnis haramku. Aku benar-benar ingin hidup tenang bersamamu dan anak-anak kita, Kate. Tolong jangan tinggalkan aku. Aku janji akan berubah." Kata Arian memohon.


"Jadi.. selama ini kamu juga memiliki bisnis kotor..??" Tanya Vanessa tidak percaya.


"Aku menjalankan bisnis itu bersama Lucas dan masih menjalankannya setelah dia meninggal. Tapi aku janji akan berubah. Bahkan aku sudah mulai meninggalkan dunia hitam. Tolong ijinkan aku menikahi Kate, kak." Pinta Arian.


"Gila..!! Kamu gila..!! Aku tidak akan pernah mengijinkanmu menikahi putriku. Bahkan jika kamu bukan pamannya, aku tidak akan membiarkan putriku menikah dengan penjahat sepertimu..!!" Teriak Vanessa penuh emosi.


"Oom, tolong lepaskan aku. Selama ini aku tidak pernah mencintai oom. Semua aku lakukan karena aku takut pada oom. Aku mohon, oom. Tolong lepaskan aku, juga jangan ganggu lagi keluarga kak Kira. Biarkan dia hidup bahagia bersama keluarganya." Pinta Kate.


"Kira..?? Kirana istri Shaka Rahardian..?? Orang yang sempat kamu usik sampai membuat hidup kita hancur seperti ini, Kate..??" Tanya Vanessa.


"Oom Arian mencintai kak Kira sejak SMA, tapi selalu mendapat penolakan. Setelah mereka bertemu kembali saat reuni, oom Arian ingin kembali mendapatkan kak Kira." Kata Kate menjelaskan.


"Kamu dengar itu Arian..?? Kira bahkan selalu menolakmu sejak SMA. Dia wanita cerdas yang bisa mengenali manusia busuk sepertimu..!!" Cibir Vanessa.


"Dan kalau kamu pikir aku akan melepas putriku untukmu, kamu salah besar. Kamu harus melangkahi mayatku terlebih dulu untuk bisa melakukannya..!!" Seru Vanessa.


"Aku memang menginginkan Kira karena obsesiku padanya sejak dulu. Tapi hanya Kate satu-satunya wanita yang aku cintai." Kata Arian meyakinkan Vanessa.


"Kate, aku akan berhenti mengganggu Kirana dan keluarganya. Tapi aku mohon kembali padaku. Aku akan melakukan apapun untuk membuatmu bahagia." Kata Arian berusaha meraih tubuh Kate.


"Tidak..!! Jangan berani menyentuh putriku lagi, Arian..!! Sudah cukup kamu menyakitinya selama ini. Aku tidak peduli meski kamu akan membunuhku. Aku akan selalu melindungi putriku dari manusia iblis sepertimu." Desis Vanessa tanpa takut. Dia berdiri diantara Arian dan Kate untuk menghalau adiknya mendekati putrinya.


"Kate, sekali lagi aku katakan padamu. Kembali padaku maka aku akan melepaskan Kirana dan keluarganya. Tapi kalau kamu bersikeras menikah dengan Simon. Aku akan mendapatkanmu dan Kirana secara paksa." Geram Arian yang sudah mulai kehabisan kesabaran.


"Kamu harus menghadapi aku dan keluargaku terlebih dulu, pak Arian. Karena kami keluarga Janssen tidak akan membiarkan siapapun menyakiti keluarga Herlambang, terlebih lagi Kate adalah calon istriku, Simon Janssen." Kata Simon dingin untuk memperingatkan Arian.


"Pergi dari sini, Arian..!! Jangan pernah lagi menginjakkan kakimu di rumah ini. Dan jangan pernah berani mendekati putriku. Aku akan membunuhmu kalau sampai itu terjadi." Kata Vanessa mengusir Arian.


Arian terdiam dengan wajah dingin dan terus menatap pada Kate dengan tatapan terluka.


"Aku akan pergi. Tapi aku pasti akan kembali untuk Kate dan juga anakku. Mereka milikku. Hanya milikku. Dan aku mencintai Kate." Kata Arian sebelum beranjak pergi meninggalkan rumah itu.


"Sayang.. maafkan mama, nak. Maafkan mama yang tidak bisa melindungimu. Mama benar-benar ibu yang tidak berguna karena tanpa sadar justru terus melemparmu pada manusia iblis seperti adikku. Maafkan mama, Kate." Kata Vanessa sambil terus memeluk dan menciumi putrinya.


"Tidak, ma. Mama tidak bersalah. Mama sama sekali tidak tahu. Akulah yang terlalu pengecut untuk mengatakannya pada mama dan papa. Maafkan aku, ma." Tangis Kate dalam pelukan ibunya.


Vanessa melepas pelukannya dan memegang wajah Kate dengan kedua tangannya.


"Mama akan melakukan apapun untuk melindungimu, Kate. Mama tidak akan pernah membiarkan dia mendekatimu dan menyakitimu lagi. Meski nyawa mama taruhannya. Ini adalah janji seorang ibu pada putrinya. Pegang kata-kataku." Kata Vanessa tegas tanpa rasa takut.