Yora's Revenge

Yora's Revenge
Bab ≋98≋



Yora berlari mengejar Rendy yang bersama wanita itu. la menarik pergelangan tangan Rendy sebelum pria itu memasuki lift.


" Rendy. " Panggil Yora dengan nafas yang tersengal-sengal karena berlari.


" Iya? " Bingung Rendy.


" Nona menjauhlah dari pria ku. " Ucapnya yang mendapatkan tatapan tajam dari Yora.


" Pria mu? " Geram Yora dengan tatapan mata yang mengumpat perempuan murahan itu.


" Tentu saja, kau ini siapa! " Ketus wanita itu dengan wajah memberengut kesal.


" Diriku siapa? " Tanya Yora dengan wajah menantang wanita yang sok kecantikan itu.


Yora mendekatkan dirinya kepada Rendy. Ia memegang kedua rahang Rendy dan menyatukan bibirnya dengan bibir milik Rendy. Para karyawan yang melihat sangat terkejut dengan tindakan agresif dari Ceo perusahan ini. Wanita yang tadi bersama Rendy juga terkejut, tapi setelah itu dirinya tersenyum tipis. Wanita yang berprofesi model itu pun memasuki lift dengan wajah yang tersenyum puas.


Yora melepaskan bibirnya dan dirinya menatap model itu yang malah pergi. Ia tersenyum senang karena bisa mengusir wanita yang sok kecantikan dengan bertingkah mengoda Rendy.


Rendy tersenyum, ia memeluk pinggang ramping Yora. Hingga membuat tubuh Yora berada dalam dekapan dirinya. la mengecup lembut kening Yora, Rendy menyatukan keningnya dengan kening Yora.


" Ciuman ini artinya apa? " Tanya Rendy dengan pelan.


" Menurutmu? " Tanya balik Yora.


" Pacar. " Ucap Rendy.


" Bukannya kita sudah pacaran, kenapa malah pacaran lagi. " Protes Yora.


" Jadi menurutmu suami dan istri itu apa? " Tanya Rendy dengan wajah yang tersenyum.


" Tidak tau, lepaskan. " Balas Yora sambil memukul dada Rendy.


" Ikutlah bersama ku. " Ucap Rendy.


" Kemana? " Tanya Yora.


" Menuju masa depan kita. " Sahut Rendy.


Rendy menekan tombol lift turun. Ia dan Yora mamasuki lift bersama dengan tangan yang mengenggam.


Oliv melihat sangat jelas adegan romantis dan penuh drama itu. la menelepon Aunty Nanda untuk memberitahu rencananya berhasil dan menuju rencana yang selanjutnya. Oliv bergegas pergi juga dari ruangan kerjanya, ia juga terlibat dalam rencana yang selanjutnya.


...----------------...


Rendy mengendarai mobilnya dan menatap sekilas Yora dengan raut wajah yang bertanya-tanya kepada dirinya. Rendy hanya tersenyum sambil fokus mengendarai mobilnya menuju tempat yang mana akan menjadi saksi hidup kita.


" Sebenarnya ingin kemana sih? " Tanya Yora.


Yora sangat penasaran kemana dirinya akan dibawa oleh pria yang disampingnya ini. Dirinya sudah bertanya berkali-kali yang dijawab pria ini hanya sebuah senyuman, yang sangat tidak guna untuk menuntaskan rasa penasaran dirinya.


" Rendy kita ingin kemana? " Tanya Yora sambil menatap tajam Rendy.


" Lihat saja nanti. " Balas Rendy yang semakin membuat Yora kesal karena rasa penasaran dalam dirinya mengebu-ngebu.


Cup...


Rendy mengecup lembut telapak tangan Yora, lalu dirinya tersenyum sambil menatap Yora. Rendy pun kembali menyetir dengan satu tangan saja, telapak tangannya yang lain ia gunakan untuk mengenggam telapak tangan Yora.


Yora merasa kesal dengan sikap Rendy. Tapi dirinya tidak menolak atas perilakuan Rendy kepadanya. Yora menoleh ke arah samping untuk melihat jalanan luar dari dalam kaca mobil, dirinya diam-diam tersenyum saat merasakan sentuhan dari genggaman tangannya dengan Rendy.


Yora mengerutkan dahinya. Ia bingung kenapa Rendy membawa dirinya ke arah sini. Yora ingin bertanya lagi, tapi melihat wajah Rendy yang tersenyum mulu membuat dirinya enggan bertanya karena ia ingin melihat senyum indah dan hangat yang terpasang diwajahnya Rendy yang menawan.


" Kita sudah sampai. " Ucap Rendy.


" Hotel? " Bingung Yora.


" Iya. " Kata Rendy.


" Mau apa ke hotel? " Tanya Yora yang benar-benar sangat bingung.


" Masuk saja dan kamu akan tau semuanya. " Sahut Rendy.


Yora dan Rendy keluar dari mobil mewah milik Rendy. la memberikan kunci mobilnya ke karyawan hotel untuk diparkirkan, Rendy mengenggam telapak tangan Yora. la menarik lembut Yora agar mengikuti dirinya. Yora mengerutkan keningnya bingung, Rendy membawa dirinya ke pintu besar yang berada di hotel itu, Yora yakin kalau didalamnya adalah ballroom besar.


" Kenapa kamu membawaku ke sini? " Tanya Yora.


" Ikutlah dengan ku. " Ucap Rendy.


Yora hanya pasrah saat dirinya ditarik oleh Rendy untuk memasuki ruangan yang dirinya juga belum tau pasti.


" Yora dan Rendy selamat. " Ucapnya dengan serempak.


Yora melepaskan tautan tangannya. Bola matanya membulat sempurna karena melihat semua orang yang ia kenal dekat ada diballroom ini.


" Ma. " Panggil Yora saat melihat Mamanya ada juga.


" Selamat putriku. " Ucap Nanda dengan antusias.


" Ha? " Yora menatap Mamanya dengan raut wajah yang bingung.


" Yora. " Panggil Rendy yang membuat Yora menoleh ke arah belakang.


Yora benar-benar sangat tidak menduga kalau ini akan terjadi. Rendy sedang bertekuk lutut kepada dirinya dan mengeluarkan sebuah berlian indah. Yora mengarukan kepalanya tidak gatal, dirinya sangat bingung dengan semua yang terjadi hari ini.


" Yora menikahlah denganku. " Ucap Rafto dengan lantang yang membuat semua orang bergemuruh meminta Yora untuk menerima lamarannya.


" Bangunlah Rendy, kau ini apa-apaan. " Gumam Yora.


" Aw, sakit. " Ringis Yora yang kesakitan karena pinggang dirinya dicubit oleh Mamanya yang berada tepat disampingnya ini.


Nanda menatap tajam putri satu-satunya itu. Ia mengancam mengunakan matanya. Yora menatap balik Mamanya dengan sinis, ia menatap sekeliling yang mana sudah banyak kerabat dekat. Yora kesal dan terkejut dengan semua ini. Yora belum siap, tapi melihat tatapan mata dari Rendy membuat hatinya sangat lulus. Dirinya belum siap bahkan enggan untuk menikah, karena dirinya tidak ingin menjadi seperti Mamanya.


Tapi Mamanya selalu meyakinkan dirinya kalau Rendy bukan seperti Papa Alan yang kurang ajar dengan selingkuh dengan wanita lain. Yora mengigit bibirnya, Rendy enggan untuk bangkit sebelum dirinya diterima sama Yora. Tatapan mata Yora melihat semua orang yang berada diaula pernikahan ini, Yora menghembuskan nafasnya dan menerima lamaran dari Rendy.