
Sesuai perkataan Rendy kemarin malam yang akan mengajak, lebih tepatnya memaksa Yora untuk berkencan seperti pasangan diluar sana. Yora menatap dirinya yang sudah selesai berdandan dengan dress berwarna abu-abu selutut dirinya. Yora yang sudah siap berjalan turun ke bawah dan melihat Rendy dengan pakaian kasual yang sangat cocok ditubuh bugarnya. Yora mengerutkan keningnya bingung, saat Mamanya sangat serius berbincang dengan Rendy, dan seperti biasa jika ada Yora mereka selalu menghentikan aksi, bincang-bincang yang tidak tau apa yang diomongin oleh mereka berdua.
" Kau sudah siap? " tanya Rendy dibalas anggukan kepala oleh Yora.
" Aunty, kami pergi dulu ya " ucap Rendy menatap Nanda.
" Kalian hati-hati ya, dan kalo mau mesra-mesraan ingat tempat dan waktu ya " ledek Nanda menatap Putrinya, Yora hanya bisa merasa sebal akan ledekan dari Mamanya.
" Bye Ma. " kata Yora sambil mencium pipi putih dan mulus Nanda.
Nanda melambaikan tangan melihat kepergian kedua orang yang sangat ia cintal dan sayangi. Nanda memanggil supir dan pelayan, meminta mereka memasuki koper-koper yang sudah ia siapkan dari semalam, Nanda memandang Villa Florence yang besar itu dengan teliti dan serius. Villa ini yang selalu menjadi tempat ia berteduh dari cuaca luar, sekarang ia harus meninggalkan tempat ini.
Lina seketaris Nanda datang menemuinya.
" Apartement sudah siap Nyonya " ucap Lina yang sudah berdiri disamping Nanda.
" Terima kasih Lina, kita pergi sekarang " kata Nanda sambil melangkah menuju mobilnya.
Nanda duduk dikursi belakang mobil dengan Lina yang duduk disamping dirinya.
" Nyonya, tidak memberitahu hal ini ke Nona Yora " kata Lina sambil melihat wajah bossnya.
" Jika aku memberitahu dia sekarang, pasti akan gagal rencana kencan Rendy dengan gadis manja itu " ucap Nanda sambil terseyum memikirkan pasangan muda itu.
" Dia akan segera mengetahui, jadi tenang saja " timpal Nanda sebelum seketarisnya mengucapkan sesuatu yang ada di pikirannya.
Yora mengerutkan keningnya bingung, ia kira Rendy akan mengajak dirinya ke mall seperti pasangan berkencan lainnya. Tapi ini Rendy membawanya kerumah tua yang masih layak untuk ditempati. Ia ditarik paksa oleh Rendy masuk kerumah tua itu yang mana ia ketahui tidak berpenghuni. Yora menatap sekeliling isi dari rumah tua itu, yang mana lumayan sangat terawat. Rendy hanya menatap Yora yang sedang fokus melihat isi dari dalam rumah.
" Kenapa kamu membawaku kesini " ucap Yora yang masih memandang rumah tua.
" Ini rumah ku " kata Rendy yang membuat Yora menengok menatap Rendy.
" Ini adalah rumah masa kecilku " ucap Rendy lagi dengan senyum diwajahnya, saat melihat Yora yang kebingungan.
" Ini tempat tinggal ku dan Ibuku sebelum aku tinggal dirumah keluarga Florence " ucap Rendy pelan-pelan agar Yora mengerti.
" Owh, terus kenapa kamu membawa aku kesini? " tanya Yora.
" Supaya kamu lebih mengenal hidupku " sahut Rendy yang membuat Yora semakin tidak mengerti perkataan yang keluar dari Mulut Rendy.
Setelah membawa Yora kerumah tempat ia tinggal dulu, Rendy membawa Yora berkiling-keliling disekitar daerah rumahnya. Rendy yang melihat Yora sedang bosan, akhirnya membawanya ke restaurant agar mood Yora kembali naik lagi.
" Maaf ya membawa mu ke rumah tua ku dulu, pasti kamu risih " kata Rendy.
" Tidak, aku hanya sedikit syok aku kira kamu ingin melupakan masa lalu, tapi kamu masih merawat rumah masa kecil mu dengan Ibu mu "
" Walau Ibuku meninggalkan ku, tapi dia masih merawat ku hingga remaja, jadi aku ingin menjaga sedikit kenangan dengan orang yang melahirkan ku " curhat Rendy.
" kamu tidak merindukannya? " tanya Yora sambil menatap Rendy.
" Entahlah " balas Rendy sambil memanggil pelayan untuk memesan makanan kesukaan Yora.
Yora menghentikan percakapan yang sangat sensitif bagi Rendy, ia masih bingung kenapa raut wajah Rendy tidak berubah saat berbicara tentang masa lalunya bersama Ibunya yang meninggalkan Rendy dirumah Villa Florence.
" Apa yang tadi kamu omongin sama Mama? " tanya Yora mentapa mata Rendy dengan tajam agar terbuka akan dirinya.
" Makan dulu nanti baru aku kasih tau " sahut Rendy.
Yora merasa kesal, ia sangat yakin Rendy dan Mamanya pasti menyimpan sesuatu. Yora memakan pesanannya dengan sangat cepat, ia begitu sangat ingin mengetahui yang menurut firasatnya kalau Rendy mengetahui sesuatu. Rendy melihat Yora yang sedang makan dengan sangat terburu-buru. Ia hanya bisa berharap Yora tidak melakukan sesuatu yang aneh, setelah dia mendengar semuanya.
" Aunty Nanda telah keluar dari Villa Florence " ucap Rendy yang melihat Yora masih tenang dan serius mendengarkan ucapannya.
" 2 hari lagi Orang Tua mu akan bercerai, terhitung dari sekarang dan besok Orang Tua mu akan secara resmi bercerai dimata hukum. " kata Rendy dengan penuh kehati-hatian.