
Retha sedang berada dirumah ibunya. Ia ingin menenangkan dirinya. Retha memasuki kamarnya dan merebahkan dirinya di atas ranjang, ia menatap langit - langit kamarnya. Retha sungguh sangat marah karena kedua wanita murahan itu sudah menganggunya. Kedua wanita murahan itu sangat tidak tau diri, sudah mengambil harta milik Alan dan sekarang kedua wanita itu ingin mengambil Alan. Benar kata ibunya jika mereka semakin kita tidak dilawan maka akan semakin membuat masalah.
Retha akan berbicara kepada ibunya esok hari untuk meminta saran tentang kedua wanita murahan itu, yang sangat asik menganggu kehidupan bahagianya dengan Alan.
...----------------...
Yora sedang duduk dibalkon kamarnya, ia melupakan tentang perjanjian pernikahan itu. la sangat tidak ingin menikah, Yora ingin sendiri selamanya. Yora yang melihat perceraian orang tuanya membuat dirinya sangat takut. Yora membayangkan jika apa yang dialami oleh Mamanya akan menimpa dirinya. Ia sudah sangat kecewa dengan Papanya, dirinya tidak ingin kembali merasakan sakit hati.
Yora sudah bahagia sendiri, jadi untuk apa dirinya menikah. la akan berbicara kepada Rendy bahwa dirinya tidak sanggup untuk menikah. Sebagai kompensasinya ia akan memberikan sebagian saham Florence kepada Rendy.
Tok...tok...tok...
" Sayang? " panggil Nanda yang melihat putrinya sedang duduk santai. Yora tersenyum sekilas melihat Mamanya yang datang ke kamar miliknya.
" Kenapa Ma? " tanya Yora sambil melihat Mamanya yang sudah duduk disamping dirinya.
" Apa wanita itu mambalas pesan mu? " tanya Nanda.
" Tidak, mungkin sedang bertengkar hebat dengan suaminya itu. " balas Yora.
" Apa ada masalah? " tanya Nanda yang melihat kegelisan putrinya.
" Rendy menanyakan tentang pernikahan. " Jawab Yora sambil melihat sekilas Mamanya.
" Kalian akan menikah? " tanya Nanda yang sudah antusias.
" Aku akan menjomblo seumur hidup. " jawab Yora dengan santai.
" Apa! " teriak Nanda yang tidak terima dengan ucapan Putri satu-satunya.
" Aku sendiri lebih bahagia. " ungkap Yora.
Nanda memukul kepala anaknya agar kembali seperti semula. Nanda tidak habis pikir dengan jalan otak anaknya yang ingin menyendiri.
" Kau harus segera menikah, Mama ingin punya cucu. " tegas Nanda sambil mengikuti Putrinya yang menuju ranjang.
" Tidak. " balas Yora sambil menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.
Nanda mengehala nafasnya, ia memilih keluar dari kamar Putrinya. Esok hari dirinya akan memarahi Putrinya lagi karena seenaknya bilang akan menyendiri seumur hidup.
...----------------...
Dipagi hari yang cerah. Retha sedang duduk diruang tamu sambil menikmati secangkir kopi hitam untuk mengurangi stress yang dialami oleh dirinya.
" Kenapa kamu disini? " celetuk Mira yang melihat Putrinya sedang melamun saja.
" Bertengkar? " tanya Mira yang dijawab anggukan kepala oleh Retha.
" Masalah apa? " tanya Mira sambil duduk disamping putrinya.
Retha menyerahkan handphone miliknya dan menujukan video yang dikirim sama Yora murahan itu. Mira melihat video yang ditujukan oleh Putrinya, ia mengembalikan handphonenya Mira tidak ingin menyelesaikan video itu.
" Ibu sudah bilang mereka itu akan selalu menganggu mu. " gerutu Mira.
" Lalu aku harus apa. " bingung Retha dengan lesuh.
" Coba kalau kamu gak ngelarang waktu itu, ibu sudah pastikan gadis hina itu akan tersingikir dan tidak akan menganggu mu lagi. " ungkap Mira dengan raut wajah kesal karena ke luguan Putrinya.
Mira menatap wajah Putrinya yang sepertinya sudah sangat pusing.
" Sudahlah, kita akan membalas kedua orang hina itu. " ujar Mira yang menenangkan Putrinya.
" Buat mereka tidak menganggu aku lagi dan Alan. " ungkap Retha dengan penuh harap.
" Tentu saja sayang, " ucap Mira.
Retha tersenyum karena Ibunya pasti akan memberikan pelajaran kepada kedua wanita murahan itu, ia akan senang karena mereka akan menerima balasnnya. Retha sudah sangat mencintai Alan, ia tidak ingin suaminya kembali kepada kelaurganya dulu.
" Tenang saja, Ibu yang akan membalaskan kepada mereka. " tutur Mira.
" Sudahlah berbaikan dengan Alan. " perintah Mira kepada Putrinya.
" Tentu saja. " sahut Retha dengan senyum yang terpasang diwajahnya.