Yora's Revenge

Yora's Revenge
Bab ≋29≋



Alan terkejut ia kira Yora sedang berada di kamar, tapi Yora dan Rendy sedang diruang keluarga untuk menonton drama korea yang pasti kesukaan Putrinya. Alan mulai menormalkan tingkah dan tindakannya agar tidak dicurigai oleh Yora, hampir dia berhasil melewati ruang keluarga. Tapi Yora memanggilnya dengan begitu keras, mau tidak mau ia memutar tubuhnya menatap mereka.


" Papa mau kemana. " selidik Yora dengan tangan menunjuk ke arah Papanya.


" Papa mau main sama sahabat kuliah Papa. " jelas Alan.


Yora melihat Papanya dari atas sampai kebawah.


" Ingat ya pa, jika Papa bertemu dengan wanita murahan dan bodoh itu. Aku akan mengebiri dan memotong aset berharga dirimu Pa! " ancam Yora dengan sadis.


Alan dan Rendy tanpa sadar memegang aset berharga mereka. Mereka berdua ngilu akan ucapan Yora yang begitu kejamnya. Alan hanya mengganggukan kepalanya saja membalas ancaman Putrinya. Alan berlari kecil untuk bergegas keluar menuju rumah Retga. Ia hanya bisa berdoa semoga Putrinya tidak mengetahui akan perbuatannya, yang diam-diam datang menemui Retha dirumahnya.


" Oh ya Yora, aku pernah memberimu kartu debit kenapa tidak pernah kamu gunakan? " tanya Rendy tiba-tiba.


" Sebentar lagi aku akan memakainya. " jawab Yora.


" Yora, " panggil Rendy.


" Hm, " gumam Yora tanpa mengalihkan pandangan dari televisi.


" Besok malam kita akan berkencan, " ujar Rendy membuat Yora menatap dirinya dengan tajam.


" Enggak mau. " tolak Yora.


" Harus mau. Seperti yang kamu bilang, kita pacaran dan kalau pacaran enggak lengkap namanya tanpa berkencan, " terang Rendy dengan senyum yang tercetak diwajahnya.


" Baiklah, " ucap Yora memberengut bibir, pandangan itu tidak lepas dari sorot mata Rendy.


" Yora beri aku ciuman, " kata Rendy yang membuat Yora menatap dirinya penuh peperangan.


" Tidak mau! " tolak Yora dengan keras.


Rendy yang melihat Yora hanya tertawa. Dengan lembut menarik kepala Yora, mereka saling berhadapan, Rendy mendekatkan bibirnya menuju ke bibir milik Yora. Mereka saling mencium bibir beberapa menit. Yora yang menikmatinya mengalungkan tangannya ke leher Rendy dan duduk dipangkuannya.


Saat Nanda masuk betapa terkejut dirinya, Rendy dan Yora sedang saling ciuman.


Rendy dan Yora yang terkejut dengan teriakan keras Nanda, Rendy dengan sangat terpaksa melepaskan tautan bibir mereka. Yang yang sangat malu ketahuan oleh Ibunya, menyembunyikan mukanya ke dada Rendy. Nanda dan Rendy yang melihatnya tersenyum, untuk pertama kalinya Yora merasa malu. Rendy hanya santai tanpa ada rasa malu, padahal ia ketahuan mencium bibir Putrinya Aunty Nanda yang merupakan Mamanya Yora.


" Sepertinya Mama datang disaat enggak tepat ya, Mama akan ke atas dulu deh. Sekali lagi maaf ya, silahkan lanjutkan lagi. " ujar Nanda tertawa sambil berjalan pergi menuju ke kamarnya.


Rendy hanya tersenyum mendengar perkataan yang keluar dari mulut Aunty Nanda.


Bugh....Bugh....Bugh.


Yora dengan sadis memukul dada dan perut Rendy dengan sangat keras. Rendy yang dipukul merasa sedikit kesakitan.


" Ini semua gara-gara dirimu, " teriak Yora yang begitu kesal akan Rendy.


" Tapi kamu kan juga menikmatinya. " bela Rendy.


" Ya kau! " teriak Yora dengan telunjuk di muka Rendy.


Yora yang merasa sangat kesal, segera bangkit dari pangkuan Rendy. Tapi Yora tidak bisa bangkit terhalang tangan Rendy yang terus menerus memeluk pingang rampingnya dengan begitu erat.


" Lepas tidak. " peringat Yora.


" Kalo enggak mau lepas kenapa, " tantang Rendy dengan alis yang menaik.


" Aku enggak mau kencan dengan dirimu. " ancam Yora sambil menunjuk Rendy dengan jari telunjuknya.


Rendy yang mendengar ancaman Yora hanya santai, ia sudah terlalu biasa mendengar segala ancaman dan makian yang keluar dari mulut Yora. Dengan sangat terpaksa ia melepaskan pelukan, dan Yora bergegas pergi menuju ke kamarnya.


Setiap langkah ia menuju kamar, Yora hanya mengerutu mengeluarkan kekesalan akan dirinya yang mudah terbuai dengan ciuman itu. Yora mengumpat Rendy yang telah membuat dirinya malu dihadapan Mamanya, sudah dipastikan Mamanya itu akan selalu mengungkit ciuman tadi untuk menyelidiki dirinya.